Latar Belakang Pentingnya Asuransi Pendidikan

Setiap orang tua selalu mengharapkan anak-anaknya memperoleh pendidikan yang baik sebagai bekal kehidupannya dimasa yang akan datang. Beberapa faktor yang menyebabkan perlunya asuransi pendidikan untuk anak-anak kita, pertama adalah harapan orang tua untuk menyekolahkan anak di tempat pendidikan yang baik dan pada tingkat pendidikan setinggi-tingginya. Sebab yang kedua adalah biaya pendidikan yang baik sampai jenjang perguruan tinggi memerlukan biaya besar. Sebab ketiga adalah ketidakpastian akan pendapatan yang akan datang, sebab keempat dan yang paling penting adalah ketidakpastian akan usia orang tua yang membiayai sekolah anak-anaknya. Banyak kejadian para orang tua yang tidak memiliki asuransi menyebabkan anak-anaknya tidak memperoleh biaya pendidikan yang layak sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan disekolah favorit atau unggulan atau bahkan sampai terjadi anak-anak tersbut putus sekolah, semoga tidak terjadi pada kita.

 Manfaat Asuransi Pendidikan

Banyak orang tua belum menyadari  manfaat asuransi pendidikan, atau enggan membeli polis asuransi pendidikan untuk melindungi putra-putrinya  dari kesulitan biaya pendidikan dimasa datang. Keenganan kerapkali muncul karena ketidaktahuan akan manfaat dan mekanisme kerja asuransi atau juga dan sering terjadi tidak nyaman berhubungan dengan agen asuransi yang terkadang sangat agresif dan dinilai memberikan janji berlebihan, alias omong doang. Sebab lainnya bisa berupa berita atau informasi dari kawan-kawan yang mengalami kesulitan mengajukan klaim. Asuransi Pendidikan sangant bermanfaat untuk melindungi diri kita dari dampak atas kejadian yang tidak diinginkan dan kejadian tersebut akan memberikan pengaruh butuk bagi pendidikan putra-putri kita.   

Salah satu cara yang lebih baik dalam membeli jasa asuransi adalah melalui Pialang Asuransi atau Perencana Keuangan yang juga mempunyai lisensi Pialang Asuransi. Peran pialang asuransi adalah membantu penutupan asuransi dan berpihak kepada pembeli asuransi pialang bertindak sebagai wakil dari perusahaan asuransi. Berbeda dengan pilang asuransi, agen asuransi adalah prosfesional yang menjual asuransi dan bertindak selaku wakil atau agen dari peruhaan asuransi, sedangkan  pialang asurnasi bertindak selaku wakil dari pembeli polis, pialang asuransi juga dapat dimintai bantuannya dalam hal pengurusan klaim.

Asuransi pendidikan agar bermanfaat agar dirancang sesuai dengan kebutuhan para peserta asuransi, memang yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi apda umumnya adalah produk-produk standar namun biasanya besaran pertanggungan dan cara pembayaran premi dapat dinegosiasikan dengan perusahaan asuransi melalului agen-agennya, begitu pula dengan nilai preminya. Agar memenuhi kebutuhan finansial anda buatlah polis dengan nilai pertanggungan yang cukup untuk membiayai kebutuhan putra-putri anda. Dalam hal pembayaran premi pilihlah cara pembayaran yang sesuai dengan pola pendapatan anda, agar tidak memberatkan pada saat jatuh tempo pembayaran premi. Misalkan anda adalah seorang pegawai yang mendapatkan gaji bulanan maka pembayaran premi asuransi bisa dipilih dengan pembayaran bulanan dan langsung potong rekening bank anda, sehingga anda tidak mengalami kerepotan dalam menyetorkan premi. Apabila anda adalah seseorang yang sering mendapatkan pendapatan ekstra setiap semester atau tahunan (bonus tengah tahunan dan bonus final akhir tahun) dan ingin menggunakan sebagaian atau seluruhnya untuk pembayaran premi asuransi maka pembayaran premi asuransi  dapat dirancang semesteran atau tahunan.

 Berapakah Nilai Pertanggungan Asuransi Yang Dibutuhkan?

Menghitung nilai pertanggungan yang dibutuhkan sangat penting, kesalahan dalam memperhitungkan nilai pertanggungan akan menyebabkan tidak terpenuhinya pembiaayaan untuk pendidikan putra-putri kita. Berapakah nilai pertanggungan yang ideal? Ini merupakan pertanyaan yang memiliki jawaban yang relative berbeda dari satu orang dengan orang yang lain. Untuk memudahkan perhitungan nialai asuransi yang dibutuhkan kita harus menghitung kebutuhan biaya pendidikan pada nilai saat ini, biaya pendidikan ngkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, dalam perhitungan biaya pendidikan masukan semua unsure biaya tidak hanya biaya sekolah, termasuk taksiran biaya hidup dan juga biaya kesehatan dimasa yang akan datang. Apabila telah didapatkan suatu angka maka angka kemudian hitunglah dengan menggunakan nilai yang akan datang atau Future Value 5 tahun or 10 tahun atau bahkan 15 tahun yang akan datang biaya tersebut akan menjadi berapa, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan tersebut, sehingga kita tidak mengalami kesalahan hitung.

Apabila telah diketahui angka nilai asuransi yang dibutuhkan maka tahap selanjutanya tentukan premi yang terjangkau yang dapat dibayarkan untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut. Tentukan pula pola pembayaran preminya agar  tidak memberatkan anda pada saat jatuh tempo pembayaran premi. Perhitungan nilai asuransi dapat anda hitung sendiri apalagi kalau anda berlatar pendidikan akuntansi atau ekonomi. Namun bila mengalami kesulitan atau untuk lebih menyakinkan perhitungan maka disarankan menghubungi Certified Financial Planner anda untuk mendapat nasihat bukan saja menghitung niali asurnsinya namun juga merancang asuransi yang sesuai dengan kebutuhan anda.   

Ayo rencanakan asuransi pendidikan putra-putri anda jangan biarkan mereka putus sekolah, anak adalah  amanah Allah yang Maha Pengasih kepada kita.

Andre Herlambang, AK, CFP, CRMP, QWP (Praktisi Perencanaan Keuangan dan Manajemen Risiko)

Salah satu instrumen keuangan yang digunakan dalam perencanaan keuangan berbasis  syariah adalah reksadana syariah. Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah bedanya antara reksadana biasa atau reksadana konvensional dengan reksadana syariah. Terdapat berapa macam reksadana syariah, bagaimanakah sifat-sifat masing-masing jenis reksadana syariah tersebut dan  bagaimana tingkat pengembalian hasil invesrtasi dan risiko investasinya.

Prinsip umum dalam melakukan perencanaan syariah adalah bahwa perencanaan Keuangan islami diarahkan agara tercapai keseimbangan antara pencapaian tujuan sejahter di dunia dan sejahtera dihari kemudian. Ajaran islam telah memberikan tuntunan dalam melaksanakan kegiatan bisnis yaitu agar tidak mengandung kegiatan yang bersifat maisir, gharar dan riba. Sehingga tentunya reksadana syariah telah dipilah dan dipilih hanya berinvestasi yang sesuai dengan ketentuan syaraih, instrumen-instrumen keuangan yang dipilih adalah saham yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Indeks dan Sukuk.

 

Jenis Reksadana Syariah

Reksadana syariah terdiri dari berbagai jenis saham bergandung pada jenis instrumen investasi yang digunakan dalam portofolio investasi reksadana syariah. Reksadana Syariah terdiri dari :

a.       Reksadana Syariah Saham adalah reksadana syariah yang sebagian besar dana kelolaan reksadana sebagaian besar, biasanya sekitar 70-80% dari total dana kelolaan reksadana diinvestasikan kedalam saham-saham syariah, yaitu saham yang masuk kedalam daftar  Jakarta Islamic Indeks.

b.      Reksadana Syariah Campuran adalah reksadana syariah yang dana kelolaannya diinvestasikan kedalam instrumentasi saham syariah dan instrumen obligasi syariah atau sukuk dengan prosentasi tertentu sebagaimana disampaikan pada prospektur reksadana.  

c.        Reksadana Syariah Pendapatan Tetap adalah reksadana syariah yang sebgai besar dana kelolaannya diinvestasikan kedalam instrunmen obligasi syariah atau sukuk, biasanya     70-80% dari dana kelolaan reksadana syariah pendapatan tetap.

 

Tingkat Risiko Reksadana Syariah

Dilihat dari sisi risikonya risiko reksadana syariah dapat diurutkan sebagai berikut, reksadana syariah yang paling besar risikonya adalah reksadana syariah saham. Risiko reksadana syariah saham berbanding lurus dengan risiko-risiko saham-saham yang ada dalam portofolio  reksadana syariah tersebut. Tingkat risiko yang lebih rendah pada urutan berikutnya dalah risiko reksadana campuran, reksadana syariah campuran memiliki tingkat risiko yang lebih kecil dari risiko reksadana syariah saham. Risiko reksadana syariah Campuran pada umumnya berada diantara risiko reksadana syariah saham dan risiko reksadana syaraiah pendapatan tetap. Risiko reksadana dana syariah  campuran merupakan bauran risiko yang melekat pada saham-saham  dan obligasi syariah atau sukuk yang menjadi bagian dari portofolio reksadana syariah campuran tersebut. Risiko reksadana pendapatan tetap memiliki risiko paling rendah dibandingkan dengan risiko-risiko yang dimiliki oleh reksadana syariah saham dan risiko reksadana campuran.  

 

Memilih Reksadana Syariah Sebagai Instrumentasi Investasi  

Memilih reksadana syariah gampang-gampang sulit, dibilang gampang karena, instrumen tersebut sudah banyak ditawarkan di agen penjual yang pada umumnya adalah bank atau asuransi manakala asuransi dikaitkan dengan investasi yang sering disebut unitlink. Namun untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita tidaklah semudah dibayangkan. Berikut adalah panduan untuk memilih reksadana syariah yang tepat, pertama kita harus melakukan self assessment terhadap hal-hal sebagai berikut; antara lain tujuan financial kita, kemampuan finansial kita saat ini, kemampuan menanggung risiko, jangka waktu posisi saat ini dan saat kebutuhan finansial terjadi.

Setelah melalui self assessment, apabila merasa memerlukan bantuan sebaiknya meminta bantuan Certified Financial Planner untuk memperoleh hasil assessment yang lebih baik. Tahapan berikutnya adalah melakukan analisis terhadap produk-produk yang ditawarkan diagen-agen penjual atau langsung oleh manajemen investasi dicari produk yang sesuai dengan kebutuhan finansial kita dan kemampuang kita menaggung risiko investasi. Apabil jangka waktu yang dimiliki cukup panjang misalkan 10-15 tahun maka reksadana syariah saham dapat menjadi pilihan, karena dalam jangka panjang kenaikan atau hasil investasi yang dihasilkan oleh reksadana saham akan lebih besar dari jenis reksadana syariah jenis yang lain.

Para investor yang memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadapa risiko investasi maka pilihan reksadana campuran atau reksada pendapatan tetap dapat menjadi pilihan. Namun tentunya agar diingat bahwa reksadana jenis ini memberikan imbalan yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis reksadana syariah saham. Para calon pensiunan yang sudah dekat dengan masa pensiunnya pilihan reksadana campuran merupakan pilihan yang masih direkomendasikan, mengingat pilihan reksadana pendapatan tetap memberikan hasil yang minimal dibandingkan jenis reksadana lainnya. Namun apabila faktor pertimbangan risiko mendominasi keputusan investasi maka reksadana pendapatan tetap dapat dijadikan pilihan.

Selamat berinvestasi.

 

Presented by Andre Herlambang, AK, CFP, QWP, CRMP

 

Pada tulisan terdahulu dalam situs ini penulis telah menyampaikan kepada para pembaca mengenai dasar-dasar  berinvestasi secara syariah, dalam tulisan ini penulis akan mencoba menyampaikan pembahasan mengenai risiko investasi syariah. Diharapkan  dengan pemahaman yang lebih baik terhadap resiko investasi syariah maka kita akan dapat mengelola resiko investasi syariah dengan lebih baik.

 

Maqasid Al Syariah atau tujuan dari syariah adalah dasar yang sangat penting dalam perencanaan keuangan Islami. Tujuan dari  syariat Islam adalah agar manusia mendapatkan Al Falah yaitu keberhasilan atau kemenangan  dalam hidupnya di dunia dan di alam akhirat nanti. Apakah keberhasilan hidup didunia dan akhirat itu?  Keberhasilan hidup di dunia dan di akhirat adalah kita berhasil memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia dan sekaligus mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan di akhirat kelak. Resiko adalah segala sesuatu yang memungkinkan tidak tercapainya tujuan dari suatu kegiatan yang kita lakukan. Dalam perencanaan keuangan Islami tujuannya adalah agar perencanaan keuangan yang dilakukan mencapai Al Falah yaitu kesejahteraan di dunia dan kesejahteraan di Akhirat. Jadi segala sesuatu yang menyebabkan tidak tercapainya tujuan investasi dalam perencanaan Islami untuk menggapai Al Falah dapat dikategorikan sebagai risiko investasi syariah.

 

 

Tujuan Investasi Syariah

 

Dalam fikih Islam dnyatakan bahwa segala perbuatan atau amal adalah bergantung kepada niatnya. Niat disini dapat pula diartikan sebagai sesuatu yang memotivasi seseorang yang biasanya merupakan tujuan dari seseorang melakukan tindakan. Niat dalam perencanaan Islami adalah untuk mengapai ridla Allah dan dengan ridla Allah diharapkan kita akan memperoleh Al Falah, sehingga dalam melakukan investasi harus diluruskan niatnya dan juga diniatkan sebagian keuntungan akan dizakati dan di keluarkan sedekahnya sebagai bagian dari investasi di Akhirat. Bagaimanakah kita dapat menjalankan investasi yang insya Allah akan diberkati oleh Allah adalah dengan cara menghindarkan diri dari penggunaan cara-cara investasi yang mengandung unsure maisir, gharar, riba dan dhalim dan melakukan kewajiban berzakat, berinfak dan bersedekah.

 

Pemilihan Instrumen Investasi Syariah

 

Investasi pada perencanaan keuangan syariah selalu menggunakan instrumen-instrumen investasi syariah. Pada setiap instrumen investasi tersebut perlu dipahami risiko-risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi, pemahaman akan risiko investasi yang melekat pada instrument investasi syariah dan non syariah pada umumnya memiliki  sifat yang sama. Keduanya memiliki risiko sistemik dan risiko inheren, risiko sistemik berkaitan dengan sistem yang melingkupi instrument investasi sedang risiko inheren adalah risiko yang melekat pada masing-masing instrument investasi. Perbedaan antara keduanya yang pertama adalah pada tujuan investasi dan yang kedua adalah pada pola transaksi dan jenis instrument investasi.

 

Pada investasi syariah terdapat risiko bahwa instrument investasi yang dipilih tidak sesuai dengan syariah, yaitu transaksi masih pada derajat tertentu masih mengandung unsur transaksi gharar, maisir dan riba, yaitu transaksi yang tidak diperkenankan oleh syariah Islam. Risiko sistemik yang ada pada instrument investasi yang mengunakan sistem Profit and Loss Sharing (PLS) adalah adanya asimetrik information antara pemilik dana dengan pengelola dana, hal ini berpotensi menimbulkan pembagian profit atau loss yang tidak adil. Instrumen investasi syariah memiliki instrumen yang terbatas dalam melaksanakan teknik hedging, instrumen yang terbatas ini dapat membuat pemilik dana terpapar risiko yang lebih besar dibandingkan dengan transaksi hedging yang menggunakan instrumen investasi non syariah. Namun disisi lain risiko investasi syariah yang selalu mensyaratkan adanya underlying asset menyebabkan instrumen investasi syariah lebih kecil risikonya dibandingkan dengan instrumen investasi non syariah.   

 

 Mengingat bahwa instrumen investasi syariah belum memiliki track record yang cukup panjang khususnya di Indonesia maka penelitian mengenai risiko-risiko instrumen investasi belum cukup banyak. Pasar modal di Indonesia masuk bercampur antara yang syariah dengan non syariah  belum adanya bursa yang terpisah atau sekurang-kurtangnya aturan  yang  terpisah secara nyata. Sehingga perilaku risiko investasi syariah dan non syariah masih relative belum menunjukan perbedaaan yang nyata.

 

Pada hasil-hasil investasi yang dihasilkan dalam beberapa periode terakhir volatilitas instrumen-instrumen investasi yang serupa antara instrumen investasi syariah dan non syariah menunjukan bahwa instrument investasi syariah relatif lebih stabil. Pilihan instrumen investasi syariah dalam pasar modal antara lain adalah saham yang memenuhi syarat saham syariah, reksadana syariah dan sukuk. Untuk memahami lebih jauh risiko pada masing-masing instrumen seperti saham, reksadana dan sukuk harus dipelajari akad-akad yang digunakan pada masing-masing instrumen tersebut dan portofolio yang dibentuk oleh pengelola dana. Pemilihan instrumen invetasi syariah ditentukan setelah mempelajari sifat-sifat yang melekat pada masing-masing instrumen investasi. Apabila evaluasi untuk memahami risiko masing-masing instrumen invetasi telah dilakukan dan kita telah memiliki pemahaman yang memadai akan paparan risiko yang ada maka langkah berikutnya adalah membentuk portofolio invetasi syariah yang sesuai dengan kemampuan kita menerima paparan risiko dari instrumen investasi pilihan.  

 

Untuk memahami dengan jelas mengenai risiko pada instrumen yang terpilih tidaklah mudah, sehingga lebih meyakinkan diri sebaiknya meminta nasihat kepada Independent Financial Planner anda. Pada tulisan yang terbatas ini penulis tidak dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai risiko-risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi syariah terpilih, pada tulisan mendatang penulis berharap memperoleh kesempatan untuk menjelaskan dengan lebih rinci risiko-risiko yang melekat pada masing-masing instrumen investasi syariah (AH-Jan-2011) 

 

Penulis : Andre Herlambang, AKT, CRMP, CFP.

 

 

 

 

Masa pensiun adalah tahapan yang cukup rawan bagi kondisi keuangan pekerja, pada masa pensiun gaji yang biasanya diterima pekerja tidak akan datang lagi. Seorang pekerja untuk dapat menikmati masa pensiun  dengan baik memerlukan perencanaan keuangan yang baik.  Masa bekerja adalah masa yang baik untuk mempersiapkan bekal keuangan yang akan digunakan pada masa pensiun. Bagaimanakah melakukan perencanaan keuangan untuk mengumpulkan bekal itu?

Orang tua kita  mempersiapkan kita untuk mampu mengarungi kehidupan dengan mendidik moral, melatih mental dan menyekolahkan untuk mendapatkan pengetahuan. Orang tua memberikan nasihat-nasihat yang sangat berguna bagi kehidupan dan juga menyekolahkan kita setinggi-tingginya yang bisa dibiayai oleh mereka. Demikian juga kita mempunyai tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga kepada keluarga yang dicintai, untuk bisa membiaya kehidupan semasa pensiun dan sekaligus menunaikan kewajiban orang tua kepada anak yang belum sempat ditunaikan pada saat kita memasuki masa pensiun. Untuk mempersiapkannya maka perencanaan keuangan keluarga semakin dirasakan penting untuk memenuhi kebutuhan keuangan masa pensiun seperti  membiayai pendidikan anak yang belum dewasa pada saat pensiun, atau sebagai pencegahan agar keuangan kita tidak tergantung anak-anak atau sanak keluarga.

Kalau meperhatikan siklus hidup manusia maka rentang masa 1-6 tahun adalah masa kanak-kanak. Usia 7-18 adalah masa sekolah dan bagi mereka yang beruntung meneruskan pendidikan di Perguruan tinggi sampai mendapatkan diploma, sarjana atau bahkan menamatkan studi pasca sarjana. Masa panjang yang dialami adalah  usia 22 sampai dengan 55 tahun, masa bekerja dan memperoleh penghasilan dan usia yang umum bagi masyarakat pekerja Indonesia pensiun, masa 55 tahun sampai dengan 75 tahun. Masa pensiun seseaorang dapat berlangsung sampai dengan 20 tahun atau bahkan lebih.

Dari rentang waktu tersebut diatas yang menjadi perhatian kita dalam membuat perencanaan keuangan untuk masa pensiun adalah masa bekerja dari usia 22 sampai dengan 55 tahun atau 33 tahun bekerja dan masa pensiun dari usia 55 sampai dengan usia 75 tahun atau 20 tahun masa pensiun. Untuk sebagian orang yang dikaruniai usia panjang dapat mencapai usia 80 tahun bahkan lebih, artinya masa pensiun bisa mencapai 25 tahun atau lebih. Apakah kita sudah memikirkan bagaimana membiayai kehidupan sepanjang 20-25 tahun setelah pensiun?

Ingat bahwa masa produktif adalah masa bekerja, pada masa ini keuangan keluarga perlu dikelola dengan baik. Mengkonsumsi semua pendapatan adalah cara terbaik menghancurkan kenyamanan keuangan pada masa pensiun. Berbagai literatur menyarankan kegiatan menabung dan berinvestasi adalah cara terbaik untuk mempersiapkan keuangan masa pensiun. Berapakah besaran pendapatan yang harus ditabung dan dikonsumsi agar kita dapat memperoleh keamanan keuangan masa pensiun kita?

Besaran pendapatan yang harus ditabung atau di investasikan sangat bergantung kepada kebutuhan  masa pensiun yang akan datang.  Biasanya para perencana keuangan keluarga menyarankan 20-30% dari pendapatan tidak dikonsumsi pada masa aktif, dana ini dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Berapa besaran ideal dana yang ditabung dan berapa besaran dana yang harus diinvestasikan?

Besaran Tabungan dan investasi yang diperlukan oleh seseorang adalah sangat beragam bergantung tingkatan pendapatan dan gaya hidup yang bersangkutan. Perlu diingat bahwa tabungan bukanlah sarana yang baik untuk mempersiapkan dana masa pensiun. Tabungan disarankan hanya untuk memenuhi kebutuhan dana darurat (emergency fund). Besaran yang umum disarankan adalah 6 bulan sampai dengan 12 bulan besaran konsumsi bulanan. Individu yang lebih konservatif mungkin perlu tabungan lebih besar lagi untuk memenuhi rasa amannya.

 

Perencanaan investasi untuk mendukung perencanaan keuangan masa pensiun lebih kompleks dari perencanaan tabungan. Unsur penting yang perlu diperhatikan adalah besaran dana yang diinvestasikan dan besaran hasil investasi. Penilaian dan pemilihan sarana investasi tidak akan dibahas secara terinci pada tulisan ini, mengingat banyak yang perlu dijelaskan. Berapakah besaran investasi yang diperlukan oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidup dimasa pensiun.

 

Misalkan pada saat pensiun kita memerlukan pendapatan bulanan Rp. 10 juta per bulan berapakah nilai investasi yang diperlukan?  Untuk mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 10 juta perbulan diperlukan dana investasi Rp. 1 milyar dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% per tahun atau 1 % perbulan. Angka tersebut belum memperhitungkan tingkat inflasi tahunan, apabila tingkat inflasi tahunan 8% pertahun maka hasil investasi harus lebih tinggi yaitu 20% per tahun agar kita tetap mendapatkan imbal hasil Rp.10 juta per bulan. Apabila kita tidak  memperoleh kesempatan investasi yang lebih baik alias tingkat hasil investasi tetap 12% pertahun maka sekurang-kurangnya diperlukan dana investasi sebesar Rp. 2 milyar untuk mendapatkan imbal hasil RP. 10 juta.  Bagaimana kalau kita ingin mempertahankan tingkat kehidupan saat ini dengan penghasilan Rp. 20 juta per bulan maka dana investasi yang diperlukan bisa mencapai Rp. 4 milyar pertahun dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% dan inflasi      8 % pertahun. Perhitungan-perhitungan diatas  sangat disederhanakan untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat anda dapat menghubungi profesional perencana keuangan keluarga, sekaligus memperoleh nasihat bagaimana merencanakan keuangan yang baik untuk membiayai masa pensiun anda.

 

Apabila pekerja Perusahaan boanfid yang memberikan gaji tinggi dan sekarang masih aktif bekerja atau masih cukup lama akan pensiun anda dapa belajar dari senior-senior anda. Anda dapat belajar kepada senior yang berhasil menikmati masa pensiunnya dengan baik. Pada kesempatan yang lain belajarlah juga dari para senior yang  mengalami  masa pensiun dengan penuh kesulitan. Pada umumnya pekerja pada perusahaan bonafid memperoleh banyak kemudahan atau berkecukupan pada masa dinasnya melupakan perencanaan keuangan masa pensiunnya. Atau mungkin para pekerja tersebut telah berusaha mempersiapkan masa pensiunnya namun perhitungan yang tidak cermat  menyebabkan perencanaan gagal dan lagi-lagi mengalami masa pensiun yang pahit. Janganlah masa pensiun anda menjadi taruhan segeralah buatlah rencana keuangan pensiun dengan baik, bila perlu mintakan bantuan profesional perencanaan keuangan atau certified financila planner untuk membuatkan perencanaan keuangan pensiun anda. Sedia payung sebelum hujan itulah kata bijak tetua kita.  Ingat masa pensiun bisa 10 (sepuluh tahun), 20 tahun atau bahkan lebih lama dari 20 tahun, karenanya waspadalah!

           

Kapan waktu yang baik untuk memulai pelaksanaan persiapan keuangan masa pensiun anda? Kalau saat ini anda mempunyai waktu sepuluh tahun menjelang pensiun maka anda sudah cukup terlambat melakukan persiapan keuangan pensiun namun apabila ditunda lebih lama lagi maka kesulitan keuangan dimasa pensiun akan semakin menjadi nyata. Waktu yang terbaik mungkin adalah 5 tahun yang lalu atau  10 tahun yang lalu atau bahkan mungkin lebih dari 10 tahun yang lalu. Prinsipnya persiapan keuangan masa pensiun adalah semakin cepat semakin bagus, ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus, tunggu apa lagi, hati-hati jangan terlena dengan kondisi nyaman saat ini lihatlah senior-senior anda yang tidak merencanakan keuangan pensiunnya secara memadai.

 

Andre Herlambang, Akt, CFP®, Akuntan dan Perencanaan Keuangan Keluarga Independen.

Asuransi Pendidikan

Kita semua berharapan dapat mendidik dan menyekolah anak kita ke sekolah-sekolah terbaik dan pada jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Tentunya untuk mengirimkan anak kesekolah-sekolah terbaik memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga kita dibayangi dengan kekhawatiran apakah usia kita akan sampai pada masa anak-anak kita sekolah?

Pada tulisan ini disampaikan upaya mengamankan pembiayaan anak sekolah dengan menggunakan asuransi pendidikan, tentunya bukan sembarang asuransi namun asuransi  yang nilai manfaatnya  sesuai dengan kebutuhan.

 

Mengenali Jasa Asuransi

Jasa asuransi adalah jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi untuk memberikan sejumlah dana yang pada saat terjadinya risiko yang diperjanjikan didalam polis. Sesuatu yang diperjanjikan haruslah mempunyai nilai dan tidak dapat diperkiran terjadinya. Atas  jasa tersebut perusahaan asuransi berhak menerima sejumlah premi yang harus dibayarkan oleh orang atau perusahaan yang memerlukan  perlindungan asuransi.

 

Asuransi dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu  asuransi umum, dan asuransi jiwa. Asuransi umum mempunyai manfaat sebagai alat pengalihan risiko atau kerugian dalam kegiatan usaha atau properti. Asuransi Jiwa memberi perlindungan asuransi apabila tertanggung meninggal dunia, maka asuransi memberikan sejumlah dana kepada ahli warisnya. Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan, Asuransi Properti, Asuransi Kredit adalah merupakan varian yang merupakan kreasi dari satu jenis asuransi di atas atau merupakan bauran dari asuransi umum dan asuransi jiwa.  

 

Mengenali Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan banyak ditawarkan oleh para agen asuransinya kepada para konsumen dengan  beragam jenis. Asuransi pendidikan banyak yang dibentuk dari  unit link dimana dalam pembayaran preminya memasukan unsur investasi. Apabila hasil investasinya tidak menunjukan hasil yang cukup menggembirakan maka pada saat terjadi musibah maka asuransi akan membayarkan sejumlah dana yang diperjanjikan, namun apabila hasil investasi sesuai dengan hasil yang diharapkan maka perusahaan tidak membayarkan klaim namun si tertanggung akan mendapatkan hasil dari investasinya.

 

Menetukan Besaran Asuransi Pendidikan

Besarnya nilai asurnasi yang hendak kita pilih sangat bergantung kepada kebutuhan tertanggung. Pada umumnya produk-produk asuransi saat ini disesuaikan dengan tingkatan pendidikan yang akan dialami oleh putra-putri kita. Umumnya Asuransi pendidikan didesain untuk membiaya sekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, sehingga asuransi dapat dicairkan pada usia anak 12 tahun. 16 tahun dan 18 tahun sesuai dengan usia saat anak-anak kita pada saat memasuki SMP, SMA dan Pergurunan Tinggi.

 

Nilai pertanggungan disesuaikan dengan biaya masuk dan biaya sekolah pada saat putra putri kita di SMP, SMA dan Pergurunan tinggi. Misalkan untuk biaya masuk dan sekolah selama SMP memerlukan dana Rp 20 juta, kemudian biaya masuk dan sekolah SMA       Rp. 30 juta dan biaya masuk dan kuliah Rp. 150 jt, maka biaya total biaya dibutuhkan adalah sebesar Rp. 200 juta. Dengan data tersebut maka dirancanglah nilai pertanggungan sebesar RP. 200 juta yang akan jatuh tempo pada saat anak-anak memasuki sekolah-sekolah yang dimaksud, jangan lupa bahwa angka pertanggungan telah memperhitungkan tingkat inflasi agar pada saat klaim dapat memperoleh dana yang sesuai dengan biaya yang diperlukan.   

 

Bagaimanakah Merancang Asuransi Pendidikan?

Menyadari bahwa usia adalah rahasia Allah Yang Maha Kuasa maka asuaransi pendidikan yang dibeli sudah memasukan unsur ini sehingga apabila pencari nafkah dipanggil Yang Maha Kuasa maka pihak asurnasi dapat menjamin pembayaran asuransi selanjutnya sehingga pada saat putra-putri kita bersekolah pada tingkatan yang dirancang dapat dibiayai melalui pertanggungan asuransi.

 

Selain memilih produk asuransi yang sesuai  atau apabila paroduk asurnsi yang ditawarkan tidak sesuai , kita dapat meminta agen asurnasi membuat proposal asuransi yang sesuai dengan kebutuhan yang dapat kita sebut (tailored insurance), pilihlah perusahaan asuransi yang telah mendapatkan kepercayaan masyarakat yaitu perusahaan yang memiliki banyak nasabah dan mengelola dana investasi asuransi cukup besar dan memiliki rating yang baik. Seringkali kita tidak dapat mengetahui dengan baik perusahaan Asuransi yang baik, Untuk lebih meyakinkan dalan merencanakan asuransi pendidikan yang sesuai, disarankan meminta pertimbangan atau nasihat dari certified financial planner.

 

Evaluasi Program Asuransi Secara Berkala

Apabila kita sudah mempunyai rencana asuransi dan rencana asuransi telah dijalankan agar rencana asuransi atau program asuransi yang sedang dijalankan dapat memenuhi kebutuhan perlindungan maka disarankan diadakan evaluasi tahunan untuk meyakini bahwa polis asuransi yang kita miliki masih cukup melindungi dari kejadian atau musibah yang akan menimpa kita. Apabila tidak dapat elakukan evaluasi program asuransi setiap tahun, sekurang-kurangnya evaluasi dilakukan dua tahun sekali namun jangan lebih lama lagi, karena perubahan-perubahan yang cepat atas perekonomian dan bisnis dapat mempengaruhi nilai pertanggungan asuransi yang kita miliki.

 

Kesimpulan

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam merencana asuransi pendidikan bagi putra-putri kita adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan nilai pertanggungan yang diharapkan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan pendidikan.
  2. Pilihlah perusahaan asuransi yang bonafide yang berperingkat baik
  3. Pilihlah produk asuransi ysuai atau disesuaikan dengan kebutuhan kita, usahakan asurnasi dikaitkan dengan asuransi jiwa.
  4. Evaluasi rencana asuransi secara berkala, lakukan evaluasi atas besaran premi, besaran pertanggungan dan perusahaan asuransi.

 

 Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP®, CRMP®, (Registered Accountant,  Certified Financial Planner, Certified Risk Mangement Professional, dan Praktisi Keuangan)

 

 

 

 

Reksadana  semakin banyak dibicarakan orang sebagai salah satu sarana investasi yang menawarkan keuntungan yang memikat para pemilik dana. Investasi dalam bentuk reksadana diperkirakan akan yang lebih menguntungkan dibandingkan deposito, tabungan dan bahkan untuk periode-periode tertentu dapat memberikan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih baik dari investasi pada logam mulia dan properti.  

 

Berinvestasi Reksadana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang dibank. Menabung atau mendepositiokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang. Membeli Reksadana  adalah membeli sejumlah unit reksadana melalui agen penjual reksadana, tingkat balikan tidak dapat ditentukan diawal pada saat membeli reksadana. Reksadana adalah instrument investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti.

 

Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana investasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksadana. Kita perlu mengetahuinya untuk menentukan apakah sarana investasi ini cocok dengan program perencanaan keuangan kita.

 

Apakah  Reksadana itu ?

Reksadana merupakan kumpulan dana yang diperloleh dari masyarakat yang dihimpun oleh pengelola dana investasi kemudian kumpulan dana dikelola dalam bentuk portofolio investasi. Kita menempatkan dana kedlam kumpulan dana tersebut dengan harapam mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih dibandingkan menenpatkan delam bentuk tabungan atau deposito.

Kumpulan dana dari masyarakat dikelola oleh Pengelola dana investasi yang  dinamakan manajer investasi. Manajer investasi adalah lembaga yang memperoleh ijin dari Badan Pengawas Pasar Modal menjakankan usaha menghimpun dan mengelola investasi dari dana masyarakat. Lembaga Manajemen investasi  memperkerjakan orang yang mengelola reksadana yang dinamakan  wakil manajer investasi.

 

Manajer investasi yang berniat untuk menghimpun dana masayarakat dan kemudian mengelolanya dalam bentuk portfolio investasi memerlukan ijin dari otoritas yang berwenang yaitu Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).  Bapepam menerapkan syarat-syarat yang ketat agar sebuah perusahaan investasi dapat menjalankan usahanya menghimpun dana dan mengelola dalam portofolio investasi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah memperkerjakan wakil manajer investasi yang telah lulus sertifikasi profesi wakil manajer investasi dan mendapatkan ijin  Bapepam. Persyaratan ketat yang diterapkan oleh Bapepam pada hakikatnya adalah untuk melindungi para investor.

 

Bagaimana Memilih Manajer Investasi?

 

Seorang calon investor reksadana yang akan menginvestasikan dananya melalui manajer investasi perlu memilih manajer investasi yang baik. Beberapa kriteria yang perlu dilihat dalam  manajer investasi antara lainnya adalah; rekam jejak prestasi dari manajer investasi yang bersangkutan, rekam jejak tim pengelola investasi investasi,  prestasi tingkat imbalan (rate of return) dalam tahun-tahun terakhir misalkan dalam 2 s/d 3 tahun terakhir, besarnya dana kelolaan dan beberapa faktor lain juga perlu dipertimbangkan.

Dengan memilih manajer investasi yang baik, investor diharapkan akan menurunkan tingkat risiko investasi dan sekaligus memperbesar peluang mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang baik. Untuk mengetahui peringkat kinerja manajer investasi dapat dilakukan browsing di internet atau dari majalah-majalah yang mengulas masalah investasi di pasar modal atau pada majalah dan surat kabar bisnis. Apabila anda mengalami kesulitan dalam memilih manajer investasi dapat juga meminta nasihat akuntan anda atau perencana keuangan profesional. 

 

 

Bagaimana Mekanisme Membeli dan Menjual Unit Reksadana?

Unit reksadana dibeli melalui agen penjual reksadana yang menjual unit reksadana dari manajemen investasi yang bekerja sama dengan agen penjual tersebut. Penjualan reksadana hanya secara  oleh dilakukan oleh agen penjual reksadana yang telah memperoleh ijin dan dalam pelaksanaan penjualan harus dilakukan oleh Wakil Penjual Reksadana yang telah mendapatkan ijin.

 

Pada saat seorang investor akan menjual reksadana yang dimilikinya maka unit reksadana dijual ke manajer investasinya dan  manajer investasi tersebut wajib membeli reksadana tersebut. Reksadana  akan dibeli oleh manajer investasi yang menjual reksadana tersebut dengan menggunakan harga beli.

 

Pada saat ini transaksi reksadana tidak sulit karena pembelian dan penjualan reksadana dapat dilakukan melalui agen penjual reksadana, saat ini bank-bank besar memiliki ijin sebagai agen penjual reksada. Apabila kita akan menggunakn reksadana sebagai alat investasi dalam persiapan keuangan pensiunnya dapat melakukan transaksi reksadana melalui bank-bank agen penjual reksadana.

                                             

Jenis-jenis Reksadana

Jenis reksadana menurut jenis portofolio investasinya dapat dibagi menjadi Reksadana pasar uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran.

Strategi Investasi masing-masing jenis Reksadana diatas adalah sebagai berikut; Reksadana Pasar Uang menginvestasi sebagaian besar kumpulan dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing, Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar kumpulan dananya kedalam obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana Campuran memnginvesatikan kumpuan dana pada  Saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya.  

 

Perencanaan keuangan untuk masa pensiun dengan menggunakan reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit reksadana. Pemilihan reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis reksadana, secara garis besar terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya reksadana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya. Berikutnya yang pada umumnya yang memberikan keuntungan cuku besar adalah reksadana campuran urutan-urutan yang berikut adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang.

 

Bagaimana Memilih Reksadana?

Pertanyaan bagaimana kita memilih reksadana yang baik merupakan pertanyaan yang baik untuk memulai uraian berikut.  Reksadana yang baik bagi kita adalah reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Agar dapat memilih reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita perlu menentapkan tujuan finansial kita. Sebagai contoh Nah bagaimanakah menentukan  kebutuhan finansial kita. Beberapa langkah berikut adalah saran untuk melakukan evaluasi dan pemilihan reksadana.

  1. Evaluasi kebutuhan dana dengan menghitung kebutuhan biaya hidup di masa yang akan datang, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan.
  2. Evaluasi rencana penerimaan atau rencana pendapatan yang akan diperoleh pada tahun-tahun mendatang, perhitungkan peluang kenaikandan penurunan pendapatan.
  3. Berdasarkan hasilevaluasi butir a dan b tentukan tujuan finansial yag hendak dicapai.
  4. Berdasarkan butir c tentukan tingkat imbalan yang diharapkan (expected rate of return) agar dapat mewujudkan  tujuan finansial yang ditetapkan.
  5. Evaluasi Kinerja dan bonafiditas Manajer Invstasi reksadana
  6. Evaluasi kinerja, bonfiditas dan kredensial Komite Investasi pengelola reksadana
  7. Evaluasi kinerja reksadana berdasrkan kinerja tahun-tahun terakhir.
  8. Evaluasi kondisi makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja reksadana yang akan dipilih.
  9.  Berdasarkan evaluasi butir e,f,g,h tentukan portofoli reksadana yang dipilih agar tingkat imbalan yang diharapkan sebagaimana ditentukan pada butir d dapat dicapai.
  10. Lakukan evaluasi berkala secara konsisten untuk meyakinkan bahwa kinerja reksadana yang dipilih memenuhi target yang diharapkan, apabila tidak memenuhi maka adakan perubahan komposisi portofolio reksadana.

 

Langkah-langkah yang disebutkan diaas adalah langkah-langkah  minimal yang perlu dilakukan untuk menentukan portofolio reksadana yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan finansial dalam mempersiapkan pendanaan dimasa yang akan datang.

 

Penutup

Reksadana adalah merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang. Perlu diingin bahwa reksadana bukanlah instrumen ini vestasi bebas risiko (risk free investment instrument). Untuk lebih meyakinkan diri akan tercapainya tujuan finansial kita pilihan instrumen investasi reksada dikombinasikan dengan instrumen investasi lain yang lebih kecil risikonya, misalkan investasi properti dan investasi logam mulia.

Selamat berinvestasi.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP® CRMP®, (Registered Accountant, Certified Risk Management Professional, Certified Financial Planner, Licenced Investment Advisor dan Praktisi Keuangan)

 

 

Masa pensiun sering dipersepsikan masa senggang dimana tidak ada lagi kegiatan rutin yang harus setiap hari dilaksanakan dan suasana tersebut akan terus demikian bergulir dari satu bulan ke bulan berikut dan dari tahun ketahun berikutnya sampai dengan ujungnya waktu. Selain itu juga terbayangkan masa pensiun adalah masa keterbatasan keuangan dimana kita tidak mempunyai pendapatan yang cukup dan harus banyak penghematan. Tidak punya dana yang cukup untuk menikmati hidup dengan bersenang-senang. Persepsi ini banyak tercipta dibenak orang, khususnya mereka yang mencari nafkah dengan bekerja kepada orang lain, menjadi pegawai negeri atau bekerja sebagai pegawai BUMN.

 

Sebagaimana kata orang pepatah ” apa yang kita fikirkan akan menjadi kenyataan”. Jadi kalau kita berpikir masa pensiun adalah masa penuh keprihatinan, tidak punya uang, menggantungkan hidup dari sokongan anak2 maka hal itulah yang akan menjadi kennyataan. Beranikan kita bermimpi bahwa pada masa pensiun adalah masa kita punya cukup dana dan tentunya cukup untuk melaksanakan kegiatan yang ingin dilakukan seperti berumrah, berwisata keluar negeri atau membina usaha sosial  yang bermanfaat bagi kerabat dan warga sekitar kita?

Agar kita dapat menikmati masa tua dengan nyaman para perencana keuangan menyarankan  tidak cukup dengan menabung sebagian uang untuk keperluan yang masa datang, namun menyarankan investasi yang memberikan tingkat imbalan lebih besar dari tingkat inflasi dengan membentuk portofolio investasi.

 

Apakah Portofolio Investasi ?

 

Investasi adalah menyisihkan sebagian dana atau kekayaan dan menempatkan dana atau kekayaan pada sarana investasi dengan tingkat imbalan dan risiko tertentu dengan harapan agar dana atau kekayaan tersebut berkembang menjadi lebih banyak dikemudian hari. Sementara portofolio investasi adalah kegiatan investasi dengan menggunakan campuran beberapa instrumen investasi yang digunakan untuk meningkatkan atau memperbanyak dana atau kekayaan yang diinvestasikan. Sehingga portofolio investasi dapat diartikan sebagai menyisihkan sebagian dana atau kekayaan untuk ditempatkan pada beberpa sarana investasi dengan berharap  mendapatkan dana atau kekayaan yang lebih banyak. Wah niikmat dong kalau bisa mempunyai dana yang lebih banyak dari sekarang dan indahnya lagi pertambahan dana tersebut dihasilkan tidak dengan bekerja lebih keras lagi melainkan dengan memperkerjakan dana atau kekayaan yang kita miliki.

 

Bagaimana Membentuk Portofolio Investasi?

 

Apa sajakah yang dapat digunakan untuk membentuk porotofolio investasi kita? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, perlu pengetahuan yang memadai mengenai sarana-sarana investasi yang akan dimasukan kedalam portofolio invesertasi. Sarana investasi yang umumnya dilakukan adalah dengan melakukan investasi dalam bentuk saham, properti, logam mulia, derivatif, reksadana dan saran investasi lainnya. Masing-masing instrumen tersebut memiliki harapan hasil dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Instrument insvestasi tersebut kan disusun menjadi sebuah portofolio yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan finansial yang diperlukan.

 

Bagaimana Menyusun Portofolio Investasi

Bagaimana membangun portofolio invenstasi yang baik? Portofolio investasi yang baik bagi kita adalah portofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Agar dapat menyususn porotofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan, kita perlu menentapkan tujuan finansial kita. Beberapa langkah berikut adalah saran untuk melakukan evaluasi dan penyusunan portofolio investasi.  

  1. Evaluasi kebutuhan dana dengan menghitung kebutuhan biaya  di masa yang akan datang, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan.
  2. Evaluasi rencana penerimaan atau rencana pendapatan yang akan diperoleh pada tahun-tahun mendatang, perhitungkan peluang kenaikan  dan penurunan pendapatan.
  3. Berdasarkan hasil evaluasi butir a dan b tentukan tujuan finansial yang hendak dicapai.
  4. Berdasarkan butir c tentukan tingkat imbalan yang diharapkan (expected rate of return) agar dapat mewujudkan  tujuan finansial yang ditetapkan.
  5. Evaluasi kinerja masing-masing instrument investasi yang hendak dipilih beberapa tahun terakhir.
  6. Evaluasi kondisi makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja portofolio investasi yang akan dibangun.
  7.  Berdasarkan evaluasi butir e,dan f tentukan portofolio investasi yang dipilih agar tingkat imbalan yang diharapkan sebagaimana ditentukan pada butir d dapat dicapai.
  8. Lakukan evaluasi berkala secara konsisten untuk meyakinkan bahwa kinerja reksadana yang dipilih memenuhi target yang diharapkan, apabila tidak memenuhi maka adakan perubahan komposisi portofolio investasi.

 

Langkah-langkah yang disebutkan diatas adalah langkah-langkah  minimal yang perlu dilakukan untuk menentukan portofolio investasi yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan finansial kita.

 

Penutup

Portofolio investasi merupakan salah satu cara yang  digunakan untuk mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang. Perlu diingat bahwa berinvestasi bukanlah bebas risiko (risk free investment). Untuk lebih meyakinkan diri akan tercapainya tujuan finansial disarankan melakukan konsultasi dengan perencana keuangan yang sudah certified atau mendapatkan pendidikan formal keuangan dan mengikuti ujian profesi perencana keuangan.  

 

Selamat berinvestasi.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP® CRMP®, (Registered Accountant, Certified Financial Planner, Certified Risk Management Professional, dan Praktisi Keuangan)

 

 

              

 

Berinvestasi Reksadana

 

Berinvestasi Reksadana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang dibank. Menabung atau mendepositiokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang. Membeli Reksadana  adalah membeli sejumlah unit reksadana melalui agen penjual reksadana, tingkat imbalan tidak dapat ditentukan diawal pada saat membeli reksadana. Reksadana adalah instrumen investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti. Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana investasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksadana yang akan dipilih. Apabila anda merasa kurang yakin akan reksadana yang dipilih sebaiknya mintalah nasihat kepada penasihat investasi, perencana keuangan atau  akuntan yang terlatih dalam perencanaan investasi.

 

 

Jenis-jenis Reksadana

 

Bedasarkan jenis portofolio investasinya Reksadana dapat dibagi menjadi Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran.

Strategi Investasi pada masing-masing jenis Reksadana diatas adalah sebagai berikut; Reksadana Pasar Uang menginvestasi sebagian besar dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing, Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar dananya kedalam Obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi Korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana Campuran menginvestasikan dana pada  Saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya. 

 

Perencanaan keuangan untuk masa pensiun dengan menggunakan reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit reksadana. Pemilihan reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis reksadana, secara garis besar terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

 

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya reksadana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya, kemudian  yang pada umumnya memberikan keuntungan cukup besar adalah reksadana campuran. Urutan-urutan berikutnya adalah  adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang.

 

Strategi Pemilihan Reksadana

 

Setelah mengetahui masing-masing sifat jenis reksadana maka langkah berikutnya adalah menentukan pola inventasi yang akan dilakukan dengan melihat profil invetasi, tujuan investasi dan juga harapan hasil investasi. Informasi mengenai ketiga hal tersebut diatas sangat diperlukan sebagai tolok ukur untuk menentukan reksadana yang akan dipilih.

 

Reksadana dikelola oleh manager investasi yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, analisa yang baik dalam memilih manajer investasi pengelola reksadana akan sangat berpengaruh dalam memilih manajer investasi pengelola reksadana. Disarankan memilih manajer investasi reksadana yang bereputasi baik yang memiliki ciri-ciri antara lain; telah cukup lama berdiri, memiliki tim manajemen yang baik,  telah dipercaya mengelola reksadana yang besar, memberikan tingkat hasil investasi yang baik dalam beberapa tahun terakhir dibandingkan pengelola rekadana lain.

 

Bagaimana memilih reksadana yang baik tidak hanya cukup dengan memilih pengelola investasinya namun juga perlu mengetahui kinerja reksadana dan mengetahui komposisi invetasi yang ada pada reksadana yang ditawarkan. Informasi tersebut bisa didapatkan pada fact sheet masing-masing reksadana dari pada agen penjual reksadana, usahakan anda berhubungan dengan Agen Penjual Reksadana yang telah bersertifikat WAPERD agar mendapatkan informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

 

Strategi Portofolio Reksadana

 

Setelah mengetahui bagai mana memilih reksadana yang baik dalam artian  mempunyai tingkat hasil investasi yang bagus, dikelola oleh manajer investasi bereputasi baik maka langkah selanjutnya adalah menentukan komposisi reksadana yang akan kita miliki. Sebelum menyusun portofolio yang cocok sesuai dengan kebutuhan finansial kita.

 

Apabila kita bertujuan memperoleh tingkat hasil investasi yang cukup tinggi maka kompensasinya yang diminta adalah memiliki risiko yang lebih tinggi maka reksadana saham mempunyai porsi yang lebih besar dibandingkan reksadana jenis lainnya, namun apabila yang diinginkan adalah tingkat hasil investasi dan tingkat risiko sedang yaitu memberikan imbalan yang cukup tinggi namun dengan risiko yang lebih rendah dari reksadana saham maka reksadana jenis campuran akan menjadi pilihan yang baik. Bagi mereka yang menghendaki risiko yang lebih rendah lagi  maka reksadana obligasi atau reksadana terproteksi akan menjadi pilihan tepat untuk masuk portofolio investasi. 

 

Dengan uraian tersebut diaatas mudah-mudahan para pembaca sudah dapat memperoleh pengetahuan bagaimana memilih dan menentukan strategi dalam menyusun portofolio investasi reksadana. Apabila masih terdapat kebimbangan atau perlu meningkatkan rasa percaya diri dalam menentukan portofolio rekasadana disarankan berkonsultasi kepada perencana keuangan independen yang sekarang telah semakin banyak jumlahnya.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP®, CRMP®, adalah Registered Accountant, Certified Financial Planner, Certified Risk Management Professional, dan Praktisi Keuangan.

 

 

 

Perencanaan Pendidikan Anak

Sewajarnya  orang tua menghendaki pendidikan yang terbaik bagi putra-putrinya, pendidikan dirumah dan disekolah sangat dibutuhkan untuk menjadikan anak kita menjadi anak yang shaleh dan shalihah, mempunyai pengetahuan dan ketrampilan yang diperlukan untuk membekali kehidupannya. Orangtua sangat menginginkan mengirimkan anaknya ke sekolah-sekolah yang sudah sangat dikenal kualitas pendidikannya, menyekolahkan anak ditempat yang baik dan  terkenal kualitas pendidikannya tentu memerlukan dana pendidikan yang tidak sedikit. Banyak orang yang bertanya bagaimana  mempersiapkan dana pendidikan anak-anak kita?  Dan bagi yang menginginkan mendanai dengan cara pendanaan syariah Pertanyaan berikutnya apakah persiapan dana pendidikan telah memenuhi syariah? Pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang sangat bagus untuk mengawali tulisan ini, uraian dibawah akan menjelaskan dengan serba singkat namun tanpa mengurangi arti untuk menjawab pertanyaan di atas.  

 

Mengapa Perlu Perencanaan Dana Pendidikan Anak?

Mengapa kita harus membuat perencanaan untuk pendidikan anak kita? Sekarang banyak  Bank maupun perusahaan asuransi yang menawarkan produk-produk perencanaan biaya pendidikan anak, perencanaan biaya pendidikan dari mulai taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi. Nampaknya sangat mudah untuk membeli produk-produkyang ditawarkan tersebut asalkan mempunyai uang kita dapat membelinya. Namun ingat teliti sebelum membeli selalu dianjurkan, menurut  saya tawaran produk-produk perbankan atau asuransi tersebut baik-baik saja dalam rangka menyediakan produk yang diharapkan membantu masyarakat mempersiapkan atau merencanakan dana pendidikan bagi putra-putrinya.

Ketelitian untuk mengevaluasi dan memilih produk yang tepat sangat dianjurkan, untuk dapat mengevaluasi dan memilih yang tepat diperlukan pengetahuan dasar yang memadai sebagai dasar evaluasi produk-produk tersebut. Kita tidak dapat mengandalkan informasi dari agen penjual yang sering kali asimetris dalam artian informasi yang diberikan oleh agen-agen tersebut akan lebih condong untuk mendorong kita membeli produk-produknya. Dengan pengetahuan dasar yang memadai diaharapkan kita mempunyai alat untuk melakukan evaluasi secara bijak, agar pilihan produk sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita.  

Bantuan Perencana keuangan syariah profesional mungkin diperlukan untuk lebih untuk lebih meyakinkan diri bahwa program dan produk perbankan, produk asuransi, saran investasi yang dipilih atau yang kita rancang mampu memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak-anak kita dan memenuhi ketentuan syariah.

 

Bagaimana Merencanakan Dana Pendidikan Secara Syariah ?

Merencanakan dana pendidikan anak secara syariah harus mempertimbangkan banyak faktor, karena selain mempertimbangkan efektifitas perencanaan keuangannya juga harus mempertimbangkan apakah cara mempersiapkan tersebut memenuhi ketentuan syariah. Seringkali kita kurang jeli memasukan faktor-faktor yang mempengaruhi keakurasian perencanaan kita dan mempertimbangkan cara persiapan yang memenuhi syariah. Langkah-langkah berikut adalah langkah-langkah minimal yang diperlukan dalam merancang dana pedidikan anak secara syariah:

  1. Tetapkanlah tujuan  pendidikan (niat) untuk putra-putri kita, akankan mereka  kuliah dibidang exakta/sosial, didalam/diluar negeri, sampai jenjang diploma, sarjana, atau bahkan pasca sarjana agar menjadi anak yang shaleh dan shalihah yang berpengetahuantinggi dan bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat. Islam mengajarkan umatnya agar memberikan manfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat terutama masyarakat yang berada disekliling kita.
  2. Mengukur berapa lama rentang waktu antara saat ini dengan saat anak-anak kita menempuh pendidikan disekolah-sekolah tersebut? Hal ini sangat penting untung menghitung besaran dana yang perlu ditabung dan diinvestasikan pada saat ini agar kelak dapat menyekolahkan anak-anak  bersekolah ditempat-tempat tersebut.
  3. Melakukan perhitungan dana yang dibutuhkan dengan mempertimbangkan faktor inflasi, tingkat investasi yang diinginkan dan waktu yang diperlukan untuk bersekolah dijenjang sekolah yang diinginkan.
  4. Mengevaluasi produk perbankan, produk asuransi, dan instrumen investasi yang diperlukan untuk menyokong rencana kebutuhan dana pendidikan putra-putri tercinta. Evaluasi cara investasi dan menabung agar terhindar dari unsur yang dilarang syariah antara lain investasi yang mengandung unsur-unsur: riba, gharar ketidak-pastian yang berlebihan, investasi yang bersifat bathil, tidak adil dan berlebihan bermain peluang sehingga dapat dikategorikan perjudian.  
  5. Memantau secara berkala rencana pendidikan anak kita untuk meyakinkan bahwa rencana masih mampu menyokong pencapaian target yang telah ditetapkan atau diperlukan modifikasi rencana agar tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai.

 

Dalam mempersiapkan dana pendidikan berhati-hatilah dengan inflasi karena inflasi akan mengurangi kemampuan dana pendidikan yang anda siapkan untuk membiaya pendidikan putra-putri saudara. Oleh karena itu selalu pastikan masukkan asumsi tingkat inflasi yang wajar dalam menghitung kebutuhan dana pendidikan anak anda. Misalnya sekarang uang pangkal masuk SMA sebesar Rp. 5 Juta dengan asumsi tingkat inflasi 10%, maka 3 tahun lagi uang pangkal masuk SMA tersebut menjadi Rp. 6.655.000,-  dan seterusnya juga untuk uang masuk perguruan tinggi sebesar Rp. 20 juta maka 6 tahun lagi dengan asumsi tingkat inflasi 10% menjadi sebesar Rp. 35.431.220,- dan jangan lupa belum uang SKS, biaya buku, biaya mondok/kos biaya transport dan biaya lainnya yang diperlukan untuk mendukung pendidikan anak.   Setelah  mengetahui jumlah kebutuhan dana pendidikannya di kemudian hari, kita akan mengetahui  besaran dana yang  harus siapkan tiap bulan dari sekarang supaya kebutuhan dana tersebut dapat dipenuhi pada waktunya. Pastikan rencana  dana pendidikan anak kita mampu untuk menahan kenaikan biaya pendidikan di kemudian hari sebagai efek dari tingkat inflasi tersebut.  Anda harus kritis dan teliti dalam berinvestasi agar tujuan mendanai pendidikan putra-putri anda tercapai sesuai dengan kebutuhan di kemudian hari.

 

Saya percaya kita semua pasti sangat peduli dengan masalah dana pendidikan anak ini, dan   setuju bahwa pendidikan akan membantu anak kita untuk memperoleh wawasan yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik dan memudahkan mewujudkan cita-cita putra-putri kita dengan lebih baik. Insya Allah apabila diawali dengan baik pada saat mempersiapkan dana pendidikan anak, dan melakukan tabungan dan investasi yang baik akan menghasilkan hasil yang baik. Janganlah ragu untuk memulai, ingatlah Allah Swt selalu menyediakan pertolongan bagi yang meminta pertolongan-Nya. (AH-2010)

Penulis : Andre Herlambang, CFP ®

                                                      

Menggandakan atau mengutip artikel untuk keperluan non komersial diperkenankan dengan menyebutkan sumber tulisan, penggunaan  dengan tujuan komersial harus memperoleh persetujuan penulis, hak cipta intelektual dilindungi undang-undang ©.

Asuransi telah lama diperlukan oleh peorangan dan perusahaan untuk mengendalikan risiko kerugian dan dampak kesulitan keuangan yang timbul akibat suatu malapetaka.  Asuransi jiwa diperlukan karena semua orang rentan terhadap risiko yang berkaitan dengan kehidupan dan harta benda yang dimilikinya. Dengan alasan-alasan tersebut maka perorangan maupun perusahaan memerlukan Asuransi. Permasalahan yang dihadapi oleh mereka yang menerapkan syariat islam yang menyeluruh (kafah) dalam kehidupannya adalah meragukan  asuransi konvensional memenuhi ketentuan syariah.

 

Keraguan akan Asuransi Konvensional

 

Sesuai dengan prinsip-prinsip melakukan kegiatan muamalah, transaksi yang terjadi haruslah terhindar dari kondisi gharar, riba dan maisir. Gharar adalah ketidakpastian yang berlebihan yaitu peluang yang dijanjikan masih belum bisa dipastikan secara moderat, misalkan menjual panenan dari tumbuhan yang belum berbuah, riba  adalah memperoleh kelebihan dari pemberian pinjaman dalam istilah umum dikatakan bunga atau rente sedangkan maisir adalah transaksi yang mengandung unsur perjudian.  

 

Berdasarkan prinsip tersebut di atas asuransi konvensional yang berbisnis dalam memberikan kompensasi pertanggungan atas sejumlah premi yang dibayarkan oleh nasabah dianggap melanggar ketentuan syariah. Hal tersebut dikarenakan bahwa pembayaran kepada nasabah digantungkan pada suatu kejadian yang tidak diketahui kapan terjadinya sehingga dianggap sebagai mengandung unsur gharar, transaksi dihitung berdasarkan asumsi tingkat bunga tertentu dan polis akan hangus apabila kejadian yang diperjanjikan tidak  terjadi sehingga dianggap ada unsur perjudian. Tidak semua orang setuju dengan alasan-alasan tersebut mengharamkan kegiatan usaha asuransi konvensional namum hal-hal tersebut diyakini telah menimbulkan keraguan (syubhat) bagi kalangan muslim. Dan salah satu prinsip yang dianut dalam menentukan hukum dikatakan apabila dijumpai perkara yang syubhat maka diajurkan untuk ditinggalkan agar tidak terjatuh pada kesalahan.

 

Dasar Asuransi Syariah

 

Salah satu yang menjadi dasar asuransi syariah adalah adanya perintah untuk saling tolong dalam hal kebaikan dan ketakwaan (ref QS 5:2). Selain refensi tersebut terdapat ayat-ayat Al Qur’an yang ditafsirkan berkaitan dengan kegiatan asuransi. Selain berdasarkan ayat Al Quran rujukan lainnya adalah ditemuinya kebiasaan suku Arab sebelum masa kenabian Muhammad SAW menerapkan azas tolong menolong apabila salah satu anggota suku mengalami kemalangan. Seluruh anggota suku akan membantu mengurangi beban dari anggota yang sedang mengalami kemalangan tersebut. Pada zaman Rasulullah SAW, Rasul tidak melaranga hal tersebut sehingga para sahabat menganggap bahwa perbuatan tersebut diperkenankan. Rasulullah SAW akan menghentikannya  apabila ada tradisi lama yang bertentangan dengan hukum Islam. Pada awal abad kedua setelah masa kenabian, yaitu  pada masa perkembangan umat islam meluas dikalangan para saudagar yang merantau untuk berniaga menjual atau membeli barang diluar negeri, terdapat kebiasaan untuk mengumpulkan sejumlah uang dengan tujuan saling menolong untuk meringankan kerugian yang dialami oleh seorang saudagar bila mengalami kemalangan atau perampokan. (ref  hal 639, Islamic Finance, M Ayub).  Pada kondisi inipun tidak ada ulama menyatakannya sebagai kegiatan yang diharamkan.  

 

Perkembangan Asuransi syariah didasarkan kepada prinsip ajaran Islam untuk saling menolong, tidak berdasarkan prinsip mengalihkan risiko dengan imbalan sejumlah uang atas suatu kejadian di masa datang yang tidak pasti kapan akan terjadinya. Uang imbalan akan hangus atau menjadi milik pihak asuransi apabila sampai dengan waktu yang diperjanjikan tidak terjadi risiko atau kondisi yang tidak diinginkan. Pada asuransi Syariah pihak-pihak yang memerlukan asuransi diminta untuk menyerahkan dana (premi) kepada perusahaan asuransi untuk dikelola dan nantinya apabila tidak digunakan maka dana tersebut menjadi tetap milik anggotanya atau dihibahkan menjadi dana kebajikan (tabarru), apabila terjadi kemalangan maka dana tersebut akan digunakan untuk meringankan beban anggota yang mendapat kemalangan.

 

Prinsip Pengelolaan Dana Pada Asuransi Syariah

 

Sepengetahuan penulis terdapat dua model pengumpulan dan pengelolaan dana asuransi syariah yang sering digunakan,   yaitu model Wakalah dan Model Mudharabah. Kedua model ini terbentuk sesuai dengan akad yang digunakan. Pada model Wakalah, pihak asuransi adalah agen dari para nasabahnya dalam mengelola premi yang dibayarkan oleh para tertanggung. Pihak asuransi hanya mendapatkan upah, semua keuntungan yang dihasilkan dari dana kelolaan akan kembali ke para nasabah/tertanggung, pada model ini perusahaan asuransi akan memperoleh pendapatan dari upah pengelolaan dana. Sedangkan pada model Mudharabah perusahaan asuransi mendapatkan penghasilan dari sebagian laba hasil pengelolaan dana. Kumpulan dana dari para tertanggung dikumpulkan dan dikelola untuk memperoleh hasil investasi, hasil ini dibagi dengan prosentasi tertentu (nisbah) antara perusahaan asuransi dan nasabahnya.

Dalam kedua model tersebut para nasabah betul-betul berniat saling menolong sedangkan pihak perusahaan asuransi  menjalankan fungsinya sebagai wakil pada model Wakalah atau mudharib pada model Mudharabah.

 

Uraian yang dijelaskan di atas sangat disederhanakan, hal ini sengaja  untuk memudahkan pemahaman pada tingkat awal mengenai prinsip-prinsip yang dianut dalam asuransi syariah. Asuransi Syariah bukanlah pengalihan risiko kepada pihak perusahaan asuransi dengan imbalan premi. Asuransi Syariah adalah kegiatan saling menolong untuk meringankan derita akibat adanya suatu kemalangan berupa wafatnya/berpulangnya kerabat atau hilangya harta benda. Pengumpulan dana (premi) adalah untuk membentuk kumpulan dana (pool of fund) yang akan diberikan kepada anggota yang mengalami musibah sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati. (AH-2010).

 

Penulis: Andre Herlambang