asuransi kesehatan

Perencanaan Asuransi Kesehatan

Berbicara mengenai pentingnya perencanaan asuransi kesehatan atau ada orang yang menyebutnya hospital insurance dalam perencanaan keuangan keluarga adalah hal yang tidak bisa ditunda lagi.

Mungkin banyak diantara kita yang masih belum memperhatikan yang namanya asuransi kesehatan, sampai pada suatu saat ada anggota keluarga yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Tentu ada sebagai kepala rumah tangga ingin memberikan perawatan yang terbaik untuk anggota keluarga anda yang anda cintai. Semua memerlukan biaya yang tidak sedikit. Mau di kelas yang lebih nyaman makin mahal harga kamarnya, makin mahal biaya dokternya, makin mahal biaya obat-obatannya , belum lagi kalo harus ada tindakan seperti biaya operasi, biaya USG, MRI, cek darah dan sebagainya tentu akan membuat tagihan biaya rumah sakit semakin membengkak.  Jadi hati hati yah…bukan hanya beda harga kamarnya sesuai kelasnya, tapi beda semuanya..hati hati loh bisa salah pengertian kalo tidak mengerti mengenai masalah ini.

Lebih baik menjaga daripada tidak ada persiapan sama sekali, syukur sekarang udah banyak asuransi kesehatan yang bagus bagus di Indonesia, bahkan udah ada yang bisa mengakomodir biaya perawatan RS di luar negeri. Yah semua disesuaikan dengan kemampuan dan tentu setiap orang mengharapkan perawatan rumah sakit yang lebih baik. Paling tidak pemerintah sudah berusaha membantu melalui program BPJS kesehatan. Bila anda sudah puas dengan BPJS yah oke dan cukup buat anda.  Nah semua kembali kepada anda sendiri yang melakukan perencanaan, karena memang uang bukan segalanya, tapi perlu diingat pepatah yang mengatakan ada uang ada barang. Masuk RS bukanlah biaya yang murah dan itu terus bertambah dari tahun ke tahun. Jadi perlu diperhatikan Perencanaan Asuransi Kesehatan dalam keluarga tentunya. Semoga saya dan anda sehat selalu.

perencanaan-keuangan-pensiun

perencanaan-keuangan-pensiun

Seringkali kehidupan modern jaman sekarang membuat orang terbuai untuk mengikuti tuntutan gaya hidup yang serba konsumtif.  Ini acapkali tidak disadari, dan terus diikuti dari waktu ke waktu sebagai tren gaya hidup modern. Apa yang salah dari gaya hidup modern ini? Sebenarnya orang mau menikmati hidup pergi ke mal mal ok ok aja tapi seringkali kita lupa untuk mengelola pengeluaran keuangan kita sehingga dengan mudahnya kita menggesek kartu kredit kita.  Kita kadang bisa terjebak untuk terus update dengan perkembangan produk konsumtif baru, misalnya teknologi handphone. Kembali lagi semua ok ok aja tapi sudahkah anda mengelola keuangan pribadi atau keuangan keluarga anda? Hati hati sudahkah anda memikirkan hidup hari tua anda? Hmm…pasti belum kepikir, boro boro kepikir…yang sekarang aja masih memikirkan bagaimana mau beli ini mau beli itu, atau belum bayar kartu kredit ini atau masih ada cicilan kartu kredit itu.  Seringkali orang jadi pusing sendiri karena ambil kredit tanpa agunan untuk memenuhi gaya hidup konsumtifnya ataupun cicilan kartu kredit lainnya yang tidak ada habis habisnya …sambung terus beli barang lain lagi. Ini perlu disadari sesadar sadarnya bahwa waktu terus berjalan, umur makin tua, sudahkah anda punya tabungan atau investasi yang cukup untuk menghidupi hari tua anda.  Sekali lagi jangan berpikir kan ada anak yang urusin. Yah memang kita di negara timur, anak harus berbakti kepada orangtua..itu harus dan wajib hukumnya.  Tapi tidakkah kita sadari anak anak kita akan pusing dengan urusan pengeluaran mereka sendiri di kemudian hari.  Bila anda peduli akan kehidupan hari tua anda, mulailah anda berhitung mulai dari sekarang.  Perlu disadari gaya hidup seperti apa yang anda impikan di hari tua anda akan menentukan apa yang harus anda lakukan. Ibarat anda mau berlabuh ke sebuah pulau, anda harus memikirkan berapa jauh jaraknya dan dengan apa, berapa dan bagaimana  anda paling cepat dan aman sampai ke sana. Demikian pula perencanaan keuangan pensiun adalah sebuah perjalanan yang panjang yang perlu diperhatikan sedini mungkin.  Dalam perencanaan keuangan…Time Does Matter  atau waktu adalah penting. Semakin lebih awal semakin baik. Semoga kita masih bisa menyisakan waktu untuk perduli akan hal ini demi kepentingan hari tua.

penghasilan-lain-dari-berbagai-sumberKita hidup di jaman yang memang luar biasa, berbagai peluang dan kesempatan ditawarkan kepada kita pada jaman sekarang. Semua tergantung pada kita apakah kita mau memanfaatkan segalan peluang dan tawaran positif yang ada atau kita hanya berdiri diam di tempat yang sudah terasa nyaman buat kita. Apabila anda sudah berasa nyaman dan kemudian sudah tidak bersemangat untuk mengenal dan mempelajari  sesuatu peluang yang baru…maka berhati-hatilah karena mungkin anda akan tertinggal nantinya.  Eh kok saya jadi kayak nakut nakutin…bukan itu maksudnya, tapi yah ada baiknya lah kita terus menggali berbagai peluang sehingga kelak kita mempunyai berbagai sumber penghasilan. Mau kan?

Bukankah tambahan penghasilan dari suatu sumber lain akan membantu kita mempercepat pemenuhan tujuan keuangan kita? Yah lagi lagi memang uang dan uang haruslah didapat dari sumber penghasilan yang kita harapkan dapat konstan menopang kita dari waktu ke waktu.

Saya mempunyai teman kantor yang berkerja sebagai IT, di rumahnya dia membuka warnet sebagai tambahan penghasilan. Seorang sahabat saya yang menjabat sebagai seorang direktur di perusahaan keuangan terkemuka, bahkan masih membuka usaha florist di dekat rumahnya sebagai tambahan penghasilan. Itu loh yang saya maksud.

Mungkin anda takut kekurangan modal, atau merasa tidak ada waktu yang banyak, tidak usah takut , kan sekarang sudah jaman online yang mana bahkan anda bisa membuka toko online di internet yang barangnya pun bukan punya anda dan yang mengantarkan barangnya juga bukan anda, tapi anda dapat memperoleh penghasilan tambahan dari jasa anda  di internet. Itulah yang namanya Internet Marketing. Salah satu pakar internet indonesia yang telah berhasil memperoleh penghasilan besar dari Internet Marketing adalah Anne Ahira dengan AsianBrain.com nya silahkan klik di sini. Anda bisa belajar dari pakar internet marketing ini. Bukannya tidak mungkin penghasilan tambahan anda bisa lebih besar. Anda mau ?

komitmen-perencanaan-keuanganBanyak orang yang mengajarkan cara instant untuk menjadi kaya, yah memang topik ini sangat menarik karena ternyata banyak orang yang ingin kaya dengan cara cepat.  Tidak sepenuhnya salah ikut berbagai seminar untuk membuka wawasan anda, karena memang banyak pengetahuan tambahan yang anda terima melalui berbagai seminar yang menjurus kepada wealth creation.  Topik ini sangat menarik , juga buat saya, karena kita semua memang berpengharapan untuk menjadi mandiri dalam hal keuangan.

Boleh anda belajar berbagai informasi yang diberikan tetapi anda harus sadar bahwa segala sesuatu ada risk dan returnnya, jangan sampai anda salah melangkah padahal pengetahuan yang anda peroleh dan kemudian anda praktekan mungkin tidak sesuai dengan umur dan risk profile anda. Misalnya investasi derivatif , padahal anda ingin berinvestasi untuk hari tua anda. Nah hal ini harus hati-hati dan pandai memilah milah mana yang cocok untuk anda, jangan hanya mendengar bisa untung besar dan kaya dari sebuah jenis investasi lalu anda tergiur, padahal belum tentu cocok untuk tujuan keuangan dan risk profile anda. Berhati-hatilah.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya bagaimana sih untuk menjadi kaya, apakah semudah membalik tangan, atau justru memang diperlukan suatu komitmen jangka panjang untuk mencapainya.  Saya tidak anti dalam hal yang namanya leveraging guna mempercepat tercapainya tujuan keuangan anda. Namun hal ini diperlukan suatu pengetahuan dan analisa yang cukup supaya anda tidak jatuh dalam masalah keuangan.

Salah satu cara yang efektif untuk menjadi mapan dalam hal keuangan adalah dengan berkomitmen melakukan investasi terus menerus setiap bulan walaupun hanya dengan sejumlah uang yang tidak terlalu besar tapi apabila anda melakukannya dengan yang komitmen tinggi maka investasi ada dapat berkembang menjadi cukup besar dalam jangka waktu yang panjang. Contohnya anda dapat berinvestasi pada reksadana secara regular setiap bulan untuk jangka waktu yang anda tetapkan seperti untuk dana pensiun misalnya. Bahkan pemilihan reksadanapun harus disesuaikan dengan risk profile dan tujuan keuangan anda.

Sukses perencanaan keuangan memerlukan komitmen jangka panjang karena kita tidak mencari menang hari ini saja , tapi kita mau seluruh tujuan keuangan keluarga kita tercapai dalam berbagai periode ke depan.  Mari kita Berkomitmen…..Anda Pasti Bisa!!

Latar Belakang Pentingnya Asuransi Pendidikan

Setiap orang tua selalu mengharapkan anak-anaknya memperoleh pendidikan yang baik sebagai bekal kehidupannya dimasa yang akan datang. Beberapa faktor yang menyebabkan perlunya asuransi pendidikan untuk anak-anak kita, pertama adalah harapan orang tua untuk menyekolahkan anak di tempat pendidikan yang baik dan pada tingkat pendidikan setinggi-tingginya. Sebab yang kedua adalah biaya pendidikan yang baik sampai jenjang perguruan tinggi memerlukan biaya besar. Sebab ketiga adalah ketidakpastian akan pendapatan yang akan datang, sebab keempat dan yang paling penting adalah ketidakpastian akan usia orang tua yang membiayai sekolah anak-anaknya. Banyak kejadian para orang tua yang tidak memiliki asuransi menyebabkan anak-anaknya tidak memperoleh biaya pendidikan yang layak sehingga tidak dapat mengikuti pendidikan disekolah favorit atau unggulan atau bahkan sampai terjadi anak-anak tersbut putus sekolah, semoga tidak terjadi pada kita.

Manfaat Asuransi Pendidikan

Banyak orang tua belum menyadari manfaat asuransi pendidikan, atau enggan membeli polis asuransi pendidikan untuk melindungi putra-putrinya dari kesulitan biaya pendidikan dimasa datang. Keenganan kerapkali muncul karena ketidaktahuan akan manfaat dan mekanisme kerja asuransi atau juga dan sering terjadi tidak nyaman berhubungan dengan agen asuransi yang terkadang sangat agresif dan dinilai memberikan janji berlebihan, alias omong doang. Sebab lainnya bisa berupa berita atau informasi dari kawan-kawan yang mengalami kesulitan mengajukan klaim. Asuransi Pendidikan sangant bermanfaat untuk melindungi diri kita dari dampak atas kejadian yang tidak diinginkan dan kejadian tersebut akan memberikan pengaruh butuk bagi pendidikan putra-putri kita.

Salah satu cara yang lebih baik dalam membeli jasa asuransi adalah melalui Pialang Asuransi atau Perencana Keuangan yang juga mempunyai lisensi Pialang Asuransi. Peran pialang asuransi adalah membantu penutupan asuransi dan berpihak kepada pembeli asuransi pialang bertindak sebagai wakil dari perusahaan asuransi. Berbeda dengan pilang asuransi, agen asuransi adalah prosfesional yang menjual asuransi dan bertindak selaku wakil atau agen dari peruhaan asuransi, sedangkan pialang asurnasi bertindak selaku wakil dari pembeli polis, pialang asuransi juga dapat dimintai bantuannya dalam hal pengurusan klaim.

Asuransi pendidikan agar bermanfaat agar dirancang sesuai dengan kebutuhan para peserta asuransi, memang yang ditawarkan oleh perusahaan asuransi apda umumnya adalah produk-produk standar namun biasanya besaran pertanggungan dan cara pembayaran premi dapat dinegosiasikan dengan perusahaan asuransi melalului agen-agennya, begitu pula dengan nilai preminya. Agar memenuhi kebutuhan finansial anda buatlah polis dengan nilai pertanggungan yang cukup untuk membiayai kebutuhan putra-putri anda. Dalam hal pembayaran premi pilihlah cara pembayaran yang sesuai dengan pola pendapatan anda, agar tidak memberatkan pada saat jatuh tempo pembayaran premi. Misalkan anda adalah seorang pegawai yang mendapatkan gaji bulanan maka pembayaran premi asuransi bisa dipilih dengan pembayaran bulanan dan langsung potong rekening bank anda, sehingga anda tidak mengalami kerepotan dalam menyetorkan premi. Apabila anda adalah seseorang yang sering mendapatkan pendapatan ekstra setiap semester atau tahunan (bonus tengah tahunan dan bonus final akhir tahun) dan ingin menggunakan sebagaian atau seluruhnya untuk pembayaran premi asuransi maka pembayaran premi asuransi dapat dirancang semesteran atau tahunan.

Berapakah Nilai Pertanggungan Asuransi Yang Dibutuhkan?

Menghitung nilai pertanggungan yang dibutuhkan sangat penting, kesalahan dalam memperhitungkan nilai pertanggungan akan menyebabkan tidak terpenuhinya pembiaayaan untuk pendidikan putra-putri kita. Berapakah nilai pertanggungan yang ideal? Ini merupakan pertanyaan yang memiliki jawaban yang relative berbeda dari satu orang dengan orang yang lain. Untuk memudahkan perhitungan nialai asuransi yang dibutuhkan kita harus menghitung kebutuhan biaya pendidikan pada nilai saat ini, biaya pendidikan ngkat SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, dalam perhitungan biaya pendidikan masukan semua unsure biaya tidak hanya biaya sekolah, termasuk taksiran biaya hidup dan juga biaya kesehatan dimasa yang akan datang. Apabila telah didapatkan suatu angka maka angka kemudian hitunglah dengan menggunakan nilai yang akan datang atau Future Value 5 tahun or 10 tahun atau bahkan 15 tahun yang akan datang biaya tersebut akan menjadi berapa, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan tersebut, sehingga kita tidak mengalami kesalahan hitung.

Apabila telah diketahui angka nilai asuransi yang dibutuhkan maka tahap selanjutanya tentukan premi yang terjangkau yang dapat dibayarkan untuk memenuhi kebutuhan biaya tersebut. Tentukan pula pola pembayaran preminya agar tidak memberatkan anda pada saat jatuh tempo pembayaran premi. Perhitungan nilai asuransi dapat anda hitung sendiri apalagi kalau anda berlatar pendidikan akuntansi atau ekonomi. Namun bila mengalami kesulitan atau untuk lebih menyakinkan perhitungan maka disarankan menghubungi Certified Financial Planner anda untuk mendapat nasihat bukan saja menghitung niali asurnsinya namun juga merancang asuransi yang sesuai dengan kebutuhan anda.

Ayo rencanakan asuransi pendidikan putra-putri anda jangan biarkan mereka putus sekolah, anak adalah amanah Allah yang Maha Pengasih kepada kita.

Andre Herlambang, AK, CFP, CRMP, QWP (Praktisi Perencanaan Keuangan dan Manajemen Risiko)

Salah satu instrumen keuangan yang digunakan dalam perencanaan keuangan berbasis  syariah adalah reksadana syariah. Yang menjadi pertanyaan kita adalah apakah bedanya antara reksadana biasa atau reksadana konvensional dengan reksadana syariah. Terdapat berapa macam reksadana syariah, bagaimanakah sifat-sifat masing-masing jenis reksadana syariah tersebut dan  bagaimana tingkat pengembalian hasil invesrtasi dan risiko investasinya.

Prinsip umum dalam melakukan perencanaan syariah adalah bahwa perencanaan Keuangan islami diarahkan agara tercapai keseimbangan antara pencapaian tujuan sejahter di dunia dan sejahtera dihari kemudian. Ajaran islam telah memberikan tuntunan dalam melaksanakan kegiatan bisnis yaitu agar tidak mengandung kegiatan yang bersifat maisir, gharar dan riba. Sehingga tentunya reksadana syariah telah dipilah dan dipilih hanya berinvestasi yang sesuai dengan ketentuan syaraih, instrumen-instrumen keuangan yang dipilih adalah saham yang terdaftar dalam Jakarta Islamic Indeks dan Sukuk.

 

Jenis Reksadana Syariah

Reksadana syariah terdiri dari berbagai jenis saham bergandung pada jenis instrumen investasi yang digunakan dalam portofolio investasi reksadana syariah. Reksadana Syariah terdiri dari :

a.       Reksadana Syariah Saham adalah reksadana syariah yang sebagian besar dana kelolaan reksadana sebagaian besar, biasanya sekitar 70-80% dari total dana kelolaan reksadana diinvestasikan kedalam saham-saham syariah, yaitu saham yang masuk kedalam daftar  Jakarta Islamic Indeks.

b.      Reksadana Syariah Campuran adalah reksadana syariah yang dana kelolaannya diinvestasikan kedalam instrumentasi saham syariah dan instrumen obligasi syariah atau sukuk dengan prosentasi tertentu sebagaimana disampaikan pada prospektur reksadana.  

c.        Reksadana Syariah Pendapatan Tetap adalah reksadana syariah yang sebgai besar dana kelolaannya diinvestasikan kedalam instrunmen obligasi syariah atau sukuk, biasanya     70-80% dari dana kelolaan reksadana syariah pendapatan tetap.

 

Tingkat Risiko Reksadana Syariah

Dilihat dari sisi risikonya risiko reksadana syariah dapat diurutkan sebagai berikut, reksadana syariah yang paling besar risikonya adalah reksadana syariah saham. Risiko reksadana syariah saham berbanding lurus dengan risiko-risiko saham-saham yang ada dalam portofolio  reksadana syariah tersebut. Tingkat risiko yang lebih rendah pada urutan berikutnya dalah risiko reksadana campuran, reksadana syariah campuran memiliki tingkat risiko yang lebih kecil dari risiko reksadana syariah saham. Risiko reksadana syariah Campuran pada umumnya berada diantara risiko reksadana syariah saham dan risiko reksadana syaraiah pendapatan tetap. Risiko reksadana dana syariah  campuran merupakan bauran risiko yang melekat pada saham-saham  dan obligasi syariah atau sukuk yang menjadi bagian dari portofolio reksadana syariah campuran tersebut. Risiko reksadana pendapatan tetap memiliki risiko paling rendah dibandingkan dengan risiko-risiko yang dimiliki oleh reksadana syariah saham dan risiko reksadana campuran.  

 

Memilih Reksadana Syariah Sebagai Instrumentasi Investasi  

Memilih reksadana syariah gampang-gampang sulit, dibilang gampang karena, instrumen tersebut sudah banyak ditawarkan di agen penjual yang pada umumnya adalah bank atau asuransi manakala asuransi dikaitkan dengan investasi yang sering disebut unitlink. Namun untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kita tidaklah semudah dibayangkan. Berikut adalah panduan untuk memilih reksadana syariah yang tepat, pertama kita harus melakukan self assessment terhadap hal-hal sebagai berikut; antara lain tujuan financial kita, kemampuan finansial kita saat ini, kemampuan menanggung risiko, jangka waktu posisi saat ini dan saat kebutuhan finansial terjadi.

Setelah melalui self assessment, apabila merasa memerlukan bantuan sebaiknya meminta bantuan Certified Financial Planner untuk memperoleh hasil assessment yang lebih baik. Tahapan berikutnya adalah melakukan analisis terhadap produk-produk yang ditawarkan diagen-agen penjual atau langsung oleh manajemen investasi dicari produk yang sesuai dengan kebutuhan finansial kita dan kemampuang kita menaggung risiko investasi. Apabil jangka waktu yang dimiliki cukup panjang misalkan 10-15 tahun maka reksadana syariah saham dapat menjadi pilihan, karena dalam jangka panjang kenaikan atau hasil investasi yang dihasilkan oleh reksadana saham akan lebih besar dari jenis reksadana syariah jenis yang lain.

Para investor yang memiliki tingkat resistensi yang tinggi terhadapa risiko investasi maka pilihan reksadana campuran atau reksada pendapatan tetap dapat menjadi pilihan. Namun tentunya agar diingat bahwa reksadana jenis ini memberikan imbalan yang lebih kecil dibandingkan dengan jenis reksadana syariah saham. Para calon pensiunan yang sudah dekat dengan masa pensiunnya pilihan reksadana campuran merupakan pilihan yang masih direkomendasikan, mengingat pilihan reksadana pendapatan tetap memberikan hasil yang minimal dibandingkan jenis reksadana lainnya. Namun apabila faktor pertimbangan risiko mendominasi keputusan investasi maka reksadana pendapatan tetap dapat dijadikan pilihan.

Selamat berinvestasi.

 

Presented by Andre Herlambang, AK, CFP, QWP, CRMP

 

Pada tulisan terdahulu dalam situs ini penulis telah menyampaikan kepada para pembaca mengenai dasar-dasar  berinvestasi secara syariah, dalam tulisan ini penulis akan mencoba menyampaikan pembahasan mengenai risiko investasi syariah. Diharapkan  dengan pemahaman yang lebih baik terhadap resiko investasi syariah maka kita akan dapat mengelola resiko investasi syariah dengan lebih baik.

 

Maqasid Al Syariah atau tujuan dari syariah adalah dasar yang sangat penting dalam perencanaan keuangan Islami. Tujuan dari  syariat Islam adalah agar manusia mendapatkan Al Falah yaitu keberhasilan atau kemenangan  dalam hidupnya di dunia dan di alam akhirat nanti. Apakah keberhasilan hidup didunia dan akhirat itu?  Keberhasilan hidup di dunia dan di akhirat adalah kita berhasil memperoleh kesejahteraan dan kebahagiaan di dunia dan sekaligus mendapatkan kesejahteraan dan kebahagiaan di akhirat kelak. Resiko adalah segala sesuatu yang memungkinkan tidak tercapainya tujuan dari suatu kegiatan yang kita lakukan. Dalam perencanaan keuangan Islami tujuannya adalah agar perencanaan keuangan yang dilakukan mencapai Al Falah yaitu kesejahteraan di dunia dan kesejahteraan di Akhirat. Jadi segala sesuatu yang menyebabkan tidak tercapainya tujuan investasi dalam perencanaan Islami untuk menggapai Al Falah dapat dikategorikan sebagai risiko investasi syariah.

 

 

Tujuan Investasi Syariah

 

Dalam fikih Islam dnyatakan bahwa segala perbuatan atau amal adalah bergantung kepada niatnya. Niat disini dapat pula diartikan sebagai sesuatu yang memotivasi seseorang yang biasanya merupakan tujuan dari seseorang melakukan tindakan. Niat dalam perencanaan Islami adalah untuk mengapai ridla Allah dan dengan ridla Allah diharapkan kita akan memperoleh Al Falah, sehingga dalam melakukan investasi harus diluruskan niatnya dan juga diniatkan sebagian keuntungan akan dizakati dan di keluarkan sedekahnya sebagai bagian dari investasi di Akhirat. Bagaimanakah kita dapat menjalankan investasi yang insya Allah akan diberkati oleh Allah adalah dengan cara menghindarkan diri dari penggunaan cara-cara investasi yang mengandung unsure maisir, gharar, riba dan dhalim dan melakukan kewajiban berzakat, berinfak dan bersedekah.

 

Pemilihan Instrumen Investasi Syariah

 

Investasi pada perencanaan keuangan syariah selalu menggunakan instrumen-instrumen investasi syariah. Pada setiap instrumen investasi tersebut perlu dipahami risiko-risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi, pemahaman akan risiko investasi yang melekat pada instrument investasi syariah dan non syariah pada umumnya memiliki  sifat yang sama. Keduanya memiliki risiko sistemik dan risiko inheren, risiko sistemik berkaitan dengan sistem yang melingkupi instrument investasi sedang risiko inheren adalah risiko yang melekat pada masing-masing instrument investasi. Perbedaan antara keduanya yang pertama adalah pada tujuan investasi dan yang kedua adalah pada pola transaksi dan jenis instrument investasi.

 

Pada investasi syariah terdapat risiko bahwa instrument investasi yang dipilih tidak sesuai dengan syariah, yaitu transaksi masih pada derajat tertentu masih mengandung unsur transaksi gharar, maisir dan riba, yaitu transaksi yang tidak diperkenankan oleh syariah Islam. Risiko sistemik yang ada pada instrument investasi yang mengunakan sistem Profit and Loss Sharing (PLS) adalah adanya asimetrik information antara pemilik dana dengan pengelola dana, hal ini berpotensi menimbulkan pembagian profit atau loss yang tidak adil. Instrumen investasi syariah memiliki instrumen yang terbatas dalam melaksanakan teknik hedging, instrumen yang terbatas ini dapat membuat pemilik dana terpapar risiko yang lebih besar dibandingkan dengan transaksi hedging yang menggunakan instrumen investasi non syariah. Namun disisi lain risiko investasi syariah yang selalu mensyaratkan adanya underlying asset menyebabkan instrumen investasi syariah lebih kecil risikonya dibandingkan dengan instrumen investasi non syariah.   

 

 Mengingat bahwa instrumen investasi syariah belum memiliki track record yang cukup panjang khususnya di Indonesia maka penelitian mengenai risiko-risiko instrumen investasi belum cukup banyak. Pasar modal di Indonesia masuk bercampur antara yang syariah dengan non syariah  belum adanya bursa yang terpisah atau sekurang-kurtangnya aturan  yang  terpisah secara nyata. Sehingga perilaku risiko investasi syariah dan non syariah masih relative belum menunjukan perbedaaan yang nyata.

 

Pada hasil-hasil investasi yang dihasilkan dalam beberapa periode terakhir volatilitas instrumen-instrumen investasi yang serupa antara instrumen investasi syariah dan non syariah menunjukan bahwa instrument investasi syariah relatif lebih stabil. Pilihan instrumen investasi syariah dalam pasar modal antara lain adalah saham yang memenuhi syarat saham syariah, reksadana syariah dan sukuk. Untuk memahami lebih jauh risiko pada masing-masing instrumen seperti saham, reksadana dan sukuk harus dipelajari akad-akad yang digunakan pada masing-masing instrumen tersebut dan portofolio yang dibentuk oleh pengelola dana. Pemilihan instrumen invetasi syariah ditentukan setelah mempelajari sifat-sifat yang melekat pada masing-masing instrumen investasi. Apabila evaluasi untuk memahami risiko masing-masing instrumen invetasi telah dilakukan dan kita telah memiliki pemahaman yang memadai akan paparan risiko yang ada maka langkah berikutnya adalah membentuk portofolio invetasi syariah yang sesuai dengan kemampuan kita menerima paparan risiko dari instrumen investasi pilihan.  

 

Untuk memahami dengan jelas mengenai risiko pada instrumen yang terpilih tidaklah mudah, sehingga lebih meyakinkan diri sebaiknya meminta nasihat kepada Independent Financial Planner anda. Pada tulisan yang terbatas ini penulis tidak dapat memberikan penjelasan yang lebih rinci mengenai risiko-risiko yang melekat pada setiap instrumen investasi syariah terpilih, pada tulisan mendatang penulis berharap memperoleh kesempatan untuk menjelaskan dengan lebih rinci risiko-risiko yang melekat pada masing-masing instrumen investasi syariah (AH-Jan-2011) 

 

Penulis : Andre Herlambang, AKT, CRMP, CFP.

 

 

 

 

Masa pensiun adalah tahapan yang cukup rawan bagi kondisi keuangan pekerja, pada masa pensiun gaji yang biasanya diterima pekerja tidak akan datang lagi. Seorang pekerja untuk dapat menikmati masa pensiun  dengan baik memerlukan perencanaan keuangan yang baik.  Masa bekerja adalah masa yang baik untuk mempersiapkan bekal keuangan yang akan digunakan pada masa pensiun. Bagaimanakah melakukan perencanaan keuangan untuk mengumpulkan bekal itu?

Orang tua kita  mempersiapkan kita untuk mampu mengarungi kehidupan dengan mendidik moral, melatih mental dan menyekolahkan untuk mendapatkan pengetahuan. Orang tua memberikan nasihat-nasihat yang sangat berguna bagi kehidupan dan juga menyekolahkan kita setinggi-tingginya yang bisa dibiayai oleh mereka. Demikian juga kita mempunyai tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga kepada keluarga yang dicintai, untuk bisa membiaya kehidupan semasa pensiun dan sekaligus menunaikan kewajiban orang tua kepada anak yang belum sempat ditunaikan pada saat kita memasuki masa pensiun. Untuk mempersiapkannya maka perencanaan keuangan keluarga semakin dirasakan penting untuk memenuhi kebutuhan keuangan masa pensiun seperti  membiayai pendidikan anak yang belum dewasa pada saat pensiun, atau sebagai pencegahan agar keuangan kita tidak tergantung anak-anak atau sanak keluarga.

Kalau meperhatikan siklus hidup manusia maka rentang masa 1-6 tahun adalah masa kanak-kanak. Usia 7-18 adalah masa sekolah dan bagi mereka yang beruntung meneruskan pendidikan di Perguruan tinggi sampai mendapatkan diploma, sarjana atau bahkan menamatkan studi pasca sarjana. Masa panjang yang dialami adalah  usia 22 sampai dengan 55 tahun, masa bekerja dan memperoleh penghasilan dan usia yang umum bagi masyarakat pekerja Indonesia pensiun, masa 55 tahun sampai dengan 75 tahun. Masa pensiun seseaorang dapat berlangsung sampai dengan 20 tahun atau bahkan lebih.

Dari rentang waktu tersebut diatas yang menjadi perhatian kita dalam membuat perencanaan keuangan untuk masa pensiun adalah masa bekerja dari usia 22 sampai dengan 55 tahun atau 33 tahun bekerja dan masa pensiun dari usia 55 sampai dengan usia 75 tahun atau 20 tahun masa pensiun. Untuk sebagian orang yang dikaruniai usia panjang dapat mencapai usia 80 tahun bahkan lebih, artinya masa pensiun bisa mencapai 25 tahun atau lebih. Apakah kita sudah memikirkan bagaimana membiayai kehidupan sepanjang 20-25 tahun setelah pensiun?

Ingat bahwa masa produktif adalah masa bekerja, pada masa ini keuangan keluarga perlu dikelola dengan baik. Mengkonsumsi semua pendapatan adalah cara terbaik menghancurkan kenyamanan keuangan pada masa pensiun. Berbagai literatur menyarankan kegiatan menabung dan berinvestasi adalah cara terbaik untuk mempersiapkan keuangan masa pensiun. Berapakah besaran pendapatan yang harus ditabung dan dikonsumsi agar kita dapat memperoleh keamanan keuangan masa pensiun kita?

Besaran pendapatan yang harus ditabung atau di investasikan sangat bergantung kepada kebutuhan  masa pensiun yang akan datang.  Biasanya para perencana keuangan keluarga menyarankan 20-30% dari pendapatan tidak dikonsumsi pada masa aktif, dana ini dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Berapa besaran ideal dana yang ditabung dan berapa besaran dana yang harus diinvestasikan?

Besaran Tabungan dan investasi yang diperlukan oleh seseorang adalah sangat beragam bergantung tingkatan pendapatan dan gaya hidup yang bersangkutan. Perlu diingat bahwa tabungan bukanlah sarana yang baik untuk mempersiapkan dana masa pensiun. Tabungan disarankan hanya untuk memenuhi kebutuhan dana darurat (emergency fund). Besaran yang umum disarankan adalah 6 bulan sampai dengan 12 bulan besaran konsumsi bulanan. Individu yang lebih konservatif mungkin perlu tabungan lebih besar lagi untuk memenuhi rasa amannya.

 

Perencanaan investasi untuk mendukung perencanaan keuangan masa pensiun lebih kompleks dari perencanaan tabungan. Unsur penting yang perlu diperhatikan adalah besaran dana yang diinvestasikan dan besaran hasil investasi. Penilaian dan pemilihan sarana investasi tidak akan dibahas secara terinci pada tulisan ini, mengingat banyak yang perlu dijelaskan. Berapakah besaran investasi yang diperlukan oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidup dimasa pensiun.

 

Misalkan pada saat pensiun kita memerlukan pendapatan bulanan Rp. 10 juta per bulan berapakah nilai investasi yang diperlukan?  Untuk mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 10 juta perbulan diperlukan dana investasi Rp. 1 milyar dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% per tahun atau 1 % perbulan. Angka tersebut belum memperhitungkan tingkat inflasi tahunan, apabila tingkat inflasi tahunan 8% pertahun maka hasil investasi harus lebih tinggi yaitu 20% per tahun agar kita tetap mendapatkan imbal hasil Rp.10 juta per bulan. Apabila kita tidak  memperoleh kesempatan investasi yang lebih baik alias tingkat hasil investasi tetap 12% pertahun maka sekurang-kurangnya diperlukan dana investasi sebesar Rp. 2 milyar untuk mendapatkan imbal hasil RP. 10 juta.  Bagaimana kalau kita ingin mempertahankan tingkat kehidupan saat ini dengan penghasilan Rp. 20 juta per bulan maka dana investasi yang diperlukan bisa mencapai Rp. 4 milyar pertahun dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% dan inflasi      8 % pertahun. Perhitungan-perhitungan diatas  sangat disederhanakan untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat anda dapat menghubungi profesional perencana keuangan keluarga, sekaligus memperoleh nasihat bagaimana merencanakan keuangan yang baik untuk membiayai masa pensiun anda.

 

Apabila pekerja Perusahaan boanfid yang memberikan gaji tinggi dan sekarang masih aktif bekerja atau masih cukup lama akan pensiun anda dapa belajar dari senior-senior anda. Anda dapat belajar kepada senior yang berhasil menikmati masa pensiunnya dengan baik. Pada kesempatan yang lain belajarlah juga dari para senior yang  mengalami  masa pensiun dengan penuh kesulitan. Pada umumnya pekerja pada perusahaan bonafid memperoleh banyak kemudahan atau berkecukupan pada masa dinasnya melupakan perencanaan keuangan masa pensiunnya. Atau mungkin para pekerja tersebut telah berusaha mempersiapkan masa pensiunnya namun perhitungan yang tidak cermat  menyebabkan perencanaan gagal dan lagi-lagi mengalami masa pensiun yang pahit. Janganlah masa pensiun anda menjadi taruhan segeralah buatlah rencana keuangan pensiun dengan baik, bila perlu mintakan bantuan profesional perencanaan keuangan atau certified financila planner untuk membuatkan perencanaan keuangan pensiun anda. Sedia payung sebelum hujan itulah kata bijak tetua kita.  Ingat masa pensiun bisa 10 (sepuluh tahun), 20 tahun atau bahkan lebih lama dari 20 tahun, karenanya waspadalah!

           

Kapan waktu yang baik untuk memulai pelaksanaan persiapan keuangan masa pensiun anda? Kalau saat ini anda mempunyai waktu sepuluh tahun menjelang pensiun maka anda sudah cukup terlambat melakukan persiapan keuangan pensiun namun apabila ditunda lebih lama lagi maka kesulitan keuangan dimasa pensiun akan semakin menjadi nyata. Waktu yang terbaik mungkin adalah 5 tahun yang lalu atau  10 tahun yang lalu atau bahkan mungkin lebih dari 10 tahun yang lalu. Prinsipnya persiapan keuangan masa pensiun adalah semakin cepat semakin bagus, ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus, tunggu apa lagi, hati-hati jangan terlena dengan kondisi nyaman saat ini lihatlah senior-senior anda yang tidak merencanakan keuangan pensiunnya secara memadai.

 

Andre Herlambang, Akt, CFP®, Akuntan dan Perencanaan Keuangan Keluarga Independen.

Asuransi Pendidikan

Kita semua berharapan dapat mendidik dan menyekolah anak kita ke sekolah-sekolah terbaik dan pada jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Tentunya untuk mengirimkan anak kesekolah-sekolah terbaik memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga kita dibayangi dengan kekhawatiran apakah usia kita akan sampai pada masa anak-anak kita sekolah?

Pada tulisan ini disampaikan upaya mengamankan pembiayaan anak sekolah dengan menggunakan asuransi pendidikan, tentunya bukan sembarang asuransi namun asuransi  yang nilai manfaatnya  sesuai dengan kebutuhan.

 

Mengenali Jasa Asuransi

Jasa asuransi adalah jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi untuk memberikan sejumlah dana yang pada saat terjadinya risiko yang diperjanjikan didalam polis. Sesuatu yang diperjanjikan haruslah mempunyai nilai dan tidak dapat diperkiran terjadinya. Atas  jasa tersebut perusahaan asuransi berhak menerima sejumlah premi yang harus dibayarkan oleh orang atau perusahaan yang memerlukan  perlindungan asuransi.

 

Asuransi dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu  asuransi umum, dan asuransi jiwa. Asuransi umum mempunyai manfaat sebagai alat pengalihan risiko atau kerugian dalam kegiatan usaha atau properti. Asuransi Jiwa memberi perlindungan asuransi apabila tertanggung meninggal dunia, maka asuransi memberikan sejumlah dana kepada ahli warisnya. Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan, Asuransi Properti, Asuransi Kredit adalah merupakan varian yang merupakan kreasi dari satu jenis asuransi di atas atau merupakan bauran dari asuransi umum dan asuransi jiwa.  

 

Mengenali Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan banyak ditawarkan oleh para agen asuransinya kepada para konsumen dengan  beragam jenis. Asuransi pendidikan banyak yang dibentuk dari  unit link dimana dalam pembayaran preminya memasukan unsur investasi. Apabila hasil investasinya tidak menunjukan hasil yang cukup menggembirakan maka pada saat terjadi musibah maka asuransi akan membayarkan sejumlah dana yang diperjanjikan, namun apabila hasil investasi sesuai dengan hasil yang diharapkan maka perusahaan tidak membayarkan klaim namun si tertanggung akan mendapatkan hasil dari investasinya.

 

Menetukan Besaran Asuransi Pendidikan

Besarnya nilai asurnasi yang hendak kita pilih sangat bergantung kepada kebutuhan tertanggung. Pada umumnya produk-produk asuransi saat ini disesuaikan dengan tingkatan pendidikan yang akan dialami oleh putra-putri kita. Umumnya Asuransi pendidikan didesain untuk membiaya sekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, sehingga asuransi dapat dicairkan pada usia anak 12 tahun. 16 tahun dan 18 tahun sesuai dengan usia saat anak-anak kita pada saat memasuki SMP, SMA dan Pergurunan Tinggi.

 

Nilai pertanggungan disesuaikan dengan biaya masuk dan biaya sekolah pada saat putra putri kita di SMP, SMA dan Pergurunan tinggi. Misalkan untuk biaya masuk dan sekolah selama SMP memerlukan dana Rp 20 juta, kemudian biaya masuk dan sekolah SMA       Rp. 30 juta dan biaya masuk dan kuliah Rp. 150 jt, maka biaya total biaya dibutuhkan adalah sebesar Rp. 200 juta. Dengan data tersebut maka dirancanglah nilai pertanggungan sebesar RP. 200 juta yang akan jatuh tempo pada saat anak-anak memasuki sekolah-sekolah yang dimaksud, jangan lupa bahwa angka pertanggungan telah memperhitungkan tingkat inflasi agar pada saat klaim dapat memperoleh dana yang sesuai dengan biaya yang diperlukan.   

 

Bagaimanakah Merancang Asuransi Pendidikan?

Menyadari bahwa usia adalah rahasia Allah Yang Maha Kuasa maka asuaransi pendidikan yang dibeli sudah memasukan unsur ini sehingga apabila pencari nafkah dipanggil Yang Maha Kuasa maka pihak asurnasi dapat menjamin pembayaran asuransi selanjutnya sehingga pada saat putra-putri kita bersekolah pada tingkatan yang dirancang dapat dibiayai melalui pertanggungan asuransi.

 

Selain memilih produk asuransi yang sesuai  atau apabila paroduk asurnsi yang ditawarkan tidak sesuai , kita dapat meminta agen asurnasi membuat proposal asuransi yang sesuai dengan kebutuhan yang dapat kita sebut (tailored insurance), pilihlah perusahaan asuransi yang telah mendapatkan kepercayaan masyarakat yaitu perusahaan yang memiliki banyak nasabah dan mengelola dana investasi asuransi cukup besar dan memiliki rating yang baik. Seringkali kita tidak dapat mengetahui dengan baik perusahaan Asuransi yang baik, Untuk lebih meyakinkan dalan merencanakan asuransi pendidikan yang sesuai, disarankan meminta pertimbangan atau nasihat dari certified financial planner.

 

Evaluasi Program Asuransi Secara Berkala

Apabila kita sudah mempunyai rencana asuransi dan rencana asuransi telah dijalankan agar rencana asuransi atau program asuransi yang sedang dijalankan dapat memenuhi kebutuhan perlindungan maka disarankan diadakan evaluasi tahunan untuk meyakini bahwa polis asuransi yang kita miliki masih cukup melindungi dari kejadian atau musibah yang akan menimpa kita. Apabila tidak dapat elakukan evaluasi program asuransi setiap tahun, sekurang-kurangnya evaluasi dilakukan dua tahun sekali namun jangan lebih lama lagi, karena perubahan-perubahan yang cepat atas perekonomian dan bisnis dapat mempengaruhi nilai pertanggungan asuransi yang kita miliki.

 

Kesimpulan

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam merencana asuransi pendidikan bagi putra-putri kita adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan nilai pertanggungan yang diharapkan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan pendidikan.
  2. Pilihlah perusahaan asuransi yang bonafide yang berperingkat baik
  3. Pilihlah produk asuransi ysuai atau disesuaikan dengan kebutuhan kita, usahakan asurnasi dikaitkan dengan asuransi jiwa.
  4. Evaluasi rencana asuransi secara berkala, lakukan evaluasi atas besaran premi, besaran pertanggungan dan perusahaan asuransi.

 

 Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP®, CRMP®, (Registered Accountant,  Certified Financial Planner, Certified Risk Mangement Professional, dan Praktisi Keuangan)

 

 

 

 

Reksadana  semakin banyak dibicarakan orang sebagai salah satu sarana investasi yang menawarkan keuntungan yang memikat para pemilik dana. Investasi dalam bentuk reksadana diperkirakan akan yang lebih menguntungkan dibandingkan deposito, tabungan dan bahkan untuk periode-periode tertentu dapat memberikan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih baik dari investasi pada logam mulia dan properti.  

 

Berinvestasi Reksadana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang dibank. Menabung atau mendepositiokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang. Membeli Reksadana  adalah membeli sejumlah unit reksadana melalui agen penjual reksadana, tingkat balikan tidak dapat ditentukan diawal pada saat membeli reksadana. Reksadana adalah instrument investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti.

 

Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana investasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksadana. Kita perlu mengetahuinya untuk menentukan apakah sarana investasi ini cocok dengan program perencanaan keuangan kita.

 

Apakah  Reksadana itu ?

Reksadana merupakan kumpulan dana yang diperloleh dari masyarakat yang dihimpun oleh pengelola dana investasi kemudian kumpulan dana dikelola dalam bentuk portofolio investasi. Kita menempatkan dana kedlam kumpulan dana tersebut dengan harapam mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih dibandingkan menenpatkan delam bentuk tabungan atau deposito.

Kumpulan dana dari masyarakat dikelola oleh Pengelola dana investasi yang  dinamakan manajer investasi. Manajer investasi adalah lembaga yang memperoleh ijin dari Badan Pengawas Pasar Modal menjakankan usaha menghimpun dan mengelola investasi dari dana masyarakat. Lembaga Manajemen investasi  memperkerjakan orang yang mengelola reksadana yang dinamakan  wakil manajer investasi.

 

Manajer investasi yang berniat untuk menghimpun dana masayarakat dan kemudian mengelolanya dalam bentuk portfolio investasi memerlukan ijin dari otoritas yang berwenang yaitu Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).  Bapepam menerapkan syarat-syarat yang ketat agar sebuah perusahaan investasi dapat menjalankan usahanya menghimpun dana dan mengelola dalam portofolio investasi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah memperkerjakan wakil manajer investasi yang telah lulus sertifikasi profesi wakil manajer investasi dan mendapatkan ijin  Bapepam. Persyaratan ketat yang diterapkan oleh Bapepam pada hakikatnya adalah untuk melindungi para investor.

 

Bagaimana Memilih Manajer Investasi?

 

Seorang calon investor reksadana yang akan menginvestasikan dananya melalui manajer investasi perlu memilih manajer investasi yang baik. Beberapa kriteria yang perlu dilihat dalam  manajer investasi antara lainnya adalah; rekam jejak prestasi dari manajer investasi yang bersangkutan, rekam jejak tim pengelola investasi investasi,  prestasi tingkat imbalan (rate of return) dalam tahun-tahun terakhir misalkan dalam 2 s/d 3 tahun terakhir, besarnya dana kelolaan dan beberapa faktor lain juga perlu dipertimbangkan.

Dengan memilih manajer investasi yang baik, investor diharapkan akan menurunkan tingkat risiko investasi dan sekaligus memperbesar peluang mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang baik. Untuk mengetahui peringkat kinerja manajer investasi dapat dilakukan browsing di internet atau dari majalah-majalah yang mengulas masalah investasi di pasar modal atau pada majalah dan surat kabar bisnis. Apabila anda mengalami kesulitan dalam memilih manajer investasi dapat juga meminta nasihat akuntan anda atau perencana keuangan profesional. 

 

 

Bagaimana Mekanisme Membeli dan Menjual Unit Reksadana?

Unit reksadana dibeli melalui agen penjual reksadana yang menjual unit reksadana dari manajemen investasi yang bekerja sama dengan agen penjual tersebut. Penjualan reksadana hanya secara  oleh dilakukan oleh agen penjual reksadana yang telah memperoleh ijin dan dalam pelaksanaan penjualan harus dilakukan oleh Wakil Penjual Reksadana yang telah mendapatkan ijin.

 

Pada saat seorang investor akan menjual reksadana yang dimilikinya maka unit reksadana dijual ke manajer investasinya dan  manajer investasi tersebut wajib membeli reksadana tersebut. Reksadana  akan dibeli oleh manajer investasi yang menjual reksadana tersebut dengan menggunakan harga beli.

 

Pada saat ini transaksi reksadana tidak sulit karena pembelian dan penjualan reksadana dapat dilakukan melalui agen penjual reksadana, saat ini bank-bank besar memiliki ijin sebagai agen penjual reksada. Apabila kita akan menggunakn reksadana sebagai alat investasi dalam persiapan keuangan pensiunnya dapat melakukan transaksi reksadana melalui bank-bank agen penjual reksadana.

                                             

Jenis-jenis Reksadana

Jenis reksadana menurut jenis portofolio investasinya dapat dibagi menjadi Reksadana pasar uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran.

Strategi Investasi masing-masing jenis Reksadana diatas adalah sebagai berikut; Reksadana Pasar Uang menginvestasi sebagaian besar kumpulan dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing, Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar kumpulan dananya kedalam obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana Campuran memnginvesatikan kumpuan dana pada  Saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya.  

 

Perencanaan keuangan untuk masa pensiun dengan menggunakan reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit reksadana. Pemilihan reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis reksadana, secara garis besar terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya reksadana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya. Berikutnya yang pada umumnya yang memberikan keuntungan cuku besar adalah reksadana campuran urutan-urutan yang berikut adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang.

 

Bagaimana Memilih Reksadana?

Pertanyaan bagaimana kita memilih reksadana yang baik merupakan pertanyaan yang baik untuk memulai uraian berikut.  Reksadana yang baik bagi kita adalah reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Agar dapat memilih reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita perlu menentapkan tujuan finansial kita. Sebagai contoh Nah bagaimanakah menentukan  kebutuhan finansial kita. Beberapa langkah berikut adalah saran untuk melakukan evaluasi dan pemilihan reksadana.

  1. Evaluasi kebutuhan dana dengan menghitung kebutuhan biaya hidup di masa yang akan datang, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan.
  2. Evaluasi rencana penerimaan atau rencana pendapatan yang akan diperoleh pada tahun-tahun mendatang, perhitungkan peluang kenaikandan penurunan pendapatan.
  3. Berdasarkan hasilevaluasi butir a dan b tentukan tujuan finansial yag hendak dicapai.
  4. Berdasarkan butir c tentukan tingkat imbalan yang diharapkan (expected rate of return) agar dapat mewujudkan  tujuan finansial yang ditetapkan.
  5. Evaluasi Kinerja dan bonafiditas Manajer Invstasi reksadana
  6. Evaluasi kinerja, bonfiditas dan kredensial Komite Investasi pengelola reksadana
  7. Evaluasi kinerja reksadana berdasrkan kinerja tahun-tahun terakhir.
  8. Evaluasi kondisi makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja reksadana yang akan dipilih.
  9.  Berdasarkan evaluasi butir e,f,g,h tentukan portofoli reksadana yang dipilih agar tingkat imbalan yang diharapkan sebagaimana ditentukan pada butir d dapat dicapai.
  10. Lakukan evaluasi berkala secara konsisten untuk meyakinkan bahwa kinerja reksadana yang dipilih memenuhi target yang diharapkan, apabila tidak memenuhi maka adakan perubahan komposisi portofolio reksadana.

 

Langkah-langkah yang disebutkan diaas adalah langkah-langkah  minimal yang perlu dilakukan untuk menentukan portofolio reksadana yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan finansial dalam mempersiapkan pendanaan dimasa yang akan datang.

 

Penutup

Reksadana adalah merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang. Perlu diingin bahwa reksadana bukanlah instrumen ini vestasi bebas risiko (risk free investment instrument). Untuk lebih meyakinkan diri akan tercapainya tujuan finansial kita pilihan instrumen investasi reksada dikombinasikan dengan instrumen investasi lain yang lebih kecil risikonya, misalkan investasi properti dan investasi logam mulia.

Selamat berinvestasi.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP® CRMP®, (Registered Accountant, Certified Risk Management Professional, Certified Financial Planner, Licenced Investment Advisor dan Praktisi Keuangan)