Jaman sekarang yang serba cepat dan modern serta pola hidup yang serba nyaman kadangkala bisa membuat anda tertidur dan lupa akan tujuan keuangan anda.  Jangan sampai gaya hidup anda memporak porandakan impian masa depan anda sendiri. Semua harus dimulai dari kedisiplinan dan ketekunan antara lain dengan melakukan investasi keuangan secara rutin.  Hati-hati dengan uang anda karena jaman gini uang mudah menguap karena keinginan mata anda mengalahkan prioritas kebutuhan keuangan masa depan anda.  Hiduplah dengan low profile dan kendalikan keinginan mata dengan suatu tekad yang bulat untuk masa depan yang lebih baik.

Salah satu instrumen investasi yang baik pada masa sekarang adalah reksadana.  Tentu haruslah memilih reksadana yang sesuai dengan risk profile anda dan target masa investasinya. Berinvestasilah secara regular tiap bulan dan jangan terlalu panik akan siklus pasar yang up and down karena pada saat market turun, andapun turut menikmati harga yang lebih murah dimana dengan penempatan nilai investasi yang sama tiap bulan, anda dapat memperoleh unit penyertaan yang lebih banyak bila market mengalami penurunan. Ini yang sering disebut sebagai effect dari Rupiah Cost Averaging. Strategi berinvestasi ini sangatlah efektif apalagi kalo untuk kurun waktu yang panjang seperti untuk tabungan dana pensiun hari tua atau mempersiapkan secara dini kebutuhan biaya pendidikan universitas untuk anak anda.

Lakukan diversifikasi investasi sesuai dengan risk profile dan sasaran jangka waktu inivestasi.  Artinya pemilihan jenis investasi antara seorang Bapak berumur 30 tahun tentu jelas akan berbeda dengan Bapak yang berumur 50 tahun karena situasi dan kondisi serta tujuan yang ingin dicapaipun sudah berbeda.  Bagaimanapun kesigapan, ketekunan dan kecerdikan anda dalam mengelola keuangan akan membantu anda mengendalikan keinginan mata anda yang seringkali mengalahkan prioritas keuangan anda. Mau bermimpi kaya raya dan banyak uang……Segera Bulatkan Tekadmu!

perencanaan-warisSeringkali kita merasa tabu berbicara mengenai perencanaan waris atau warisan, apalagi bila pihak pewaris masih hidup dan kelihatan segar bugar. Yah kelihatan memang sedikit tidak umum hal mengenai waris ini dibicarakan dalam keluarga bangsa timur khususnya Asia  dimana seorang anak  kelak sebagai Ahli Waris tidaklah pantas dan layak untuk meminta bagiannya pada saat Ayahnya masih hidup kecuali Ayahnya yang memberikannya, sehingga pada akhirnya banyak kepala rumah tangga yang meninabobokan masalah perencanaan waris tersebut. Syukur-syukur memang keluarga ini anak-anaknya semua akur dan saling mengerti satu sama lain, tapi kalo tidak….nah anda baca saja di koran koran tidak jarang yang akhirnya kakak dan adik saling bunuh bunuhan karena berebut harta warisan ini.  Ampun deh amit amit….bukankah hal ini sangat memalukan.

Oleh karena itu bila anda seorang kepala rumah tangga, coba pikirkan dengan bijak masalah di atas. Semoga anda salah satu kepala rumah tangga dengan 1 tanggungan istri dan anak-anak kandung yang sah dan itupun tetap menjadi masalah yang harus diperhatikan sejak dini supaya tidak terjadi pertengkaran di kemudian hari di antara anak-anak kandung tersebut. Tentu saja masalahnya akan menjadi kompleks bila banyak pihak yang ingin anda wariskan. 

Banyak keluarga di Indonesia yang masuk katagori keluarga “YES PAP” alias iya papi, iya papi, apa apa papi apa apa serba papi, sehingga istri dan anak-anak sangat bergantung sekali pada sang Ayah.  Jelas bila terjadi sesuatu pada sang Ayah, bukankah kondisinya menjadi sama dengan anak ayam kelihatan induk semang…..karena ternyata induk semangnya adalah Sang Ayah sendiri bukan Sang Ibu karena Ibupun mengikuti dan bergantung 100%  apa yang dilakukan Ayah dan semua serba Ayah yang harus memikirkan dan memutuskan. Yah hal ini memang wajar makanya Ayah disebut sebagai Kepala Rumah Tangga.  Yah seharusnya bukan siapa yang lebih berkuasa, tapi perlu disadari bahwa keduanya yang telah menjadi satu dalam pernikahan yang sah saling berbagi rasa dan mengerti tanggung jawab masing-masing  sudah sepatutnya memikirkan mengenai masalah suksesi ke depan ini sehingga tujuan akhir dari keluarga tercapai.  Jangan sampai Sang Suami meninggal, karena istri Ibu rumah tangga yang sangat mengandalkan suami, maka akhirnya bahkan istrinyapun  tidak tahu dimana uangnya di simpan dan diinvestasikan atau kalo punya properti ada di mana dan atas nama siapa….dan seterusnya. Wong…biasanya cuma tinggal ngomong….semua beres…nah sekarang yang diajak ngomong….udah gak ada lagi….Binguuuunng….!  Semoga memang keadaan tidak seironis gini.

Kesimpulannya jangan sampai anda menambah kebingungan dan masalah masalah lainnya bagi pihak-pihak yang anda tinggalkan bila anda menghadap Sang Pencipta. Jangan punya prinsip yang itu urusan orang yang ditinggalkan….nah okay betul tapi cobalah bijaksana untuk mengurangi benturan-benturan yang mungkin terjadi. Bila anda tidak memperhatikan hal ini sama saja anda membiarkan bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan melukai orang-orang yang ada kasihi. Dengan persiapan atau perencanaan waris yang baik dan yang tidak menyalahi peraturan akan membantu pengaturan yang lebih efisien terhadap biaya-biaya yang akan timbul di kemudian hari karena adanya pengalihan harta warisan tersebut, yah antara lain juga mengenai pajak waris.  

Bila anda belum memiliki Surat Wasiat, boleh anda pikirkan untuk membuatanya, jangan ragu-ragu untuk berdiskusi dan mendapatkan advise dari professional yang berhubungan dengan masalah tersebut seperti perencana keuangan keluarga dan pihak-pihak yang sangat amat terkait lainnya seperti penasehat hukum, notaris, akuntan dan konsultan pajak.  Yang jelas tujuan akhirnya adalah untuk memaksimalkan warisan yang bisa anda berikan kepada orang-orang yang tepat, dengan cara-cara yang benar dan lebih mudah sesuai peraturan yang berlaku dan meminimizekan  kebocoran-kebocoran yang dapat terjadi.

Saya akan memulai artikel perencanaan keuangan dalam masa produktif ini dengan sebuah cerita dimana saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa saudaranya ada yang sudah tidak bekerja lagi padahal jelas masih dalam range masa produktif. Lo saya tanya kenapa? apa saudaramu sudah benar-benar financial freedom atau memang tidak dapat pekerjaan karena ketatnya persaingan kerja saat ini. Cerita selanjutnya terlalu panjang untuk dibicarakan di sini tapi pendek kata saya mau bercerita bahwa banyak orang yang tidak bekerja lagi padahal mereka masih pada masa produktif. Hal ini jelas  sangat berpengaruh sekali terhadap perencanaan keuangan.

penghasilan-masa-produktifKenapa masa produktif itu sangat berharga, karena masa produktif adalah masa dimana kita masih bisa bekerja dan mengumpulkan aset investasi melalui keringat kerja kita.  Umumnya di Indonesia memakai patokan minimal sampai umur 55 tahun walaupun kita tahu masih banyak orang yang bekerja sampai usia sangat lanjut bahkan sampai umur 70 tahunan walaupun dengan dasar motivasi yang beraneka ragam.  Taruhlah kita anggap masa produktif mulai usia 23 tahun yang artinya kita punya waktu 32 tahun untuk berjuang demi masa pensiun kita.  Jangan sia siakan masa ini karena apabila kita tidak merancangnya dengan baiknya, maka sudah pasti kita akan menyesal justru pada masa pensiun kita sendiri. Perencanaan keuangan yang matang akan membantu anda melewati masa masa ini dengan gemilang yang pada akhirnya mencapai masa pensiun yang membahagiakan.

Ingat umur kita tidak pernah tahu, kalo asumsinya masa pensiun kita sama denga masa produktif kita maka kita akan hidup sampai 80 tahun. Cukupkah dana pensiun dan aset investasi kita membiayai hidup kita sampai umur tersebut. Perencanaan Keuangan yang matang akan memastikan bahwa anda tidak akan hidup menderita secara ekonomi di kemudian hari khususnya pada masa pensiun anda.

Hayo kerja dan investasi yang rajin pada masa mudamu, Tetap Semangat!

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kebutuhan Asuransi Jiwa, saya mau membahas terlebih dahulu mengenai definisi dari Asuransi Jiwa yaitu sebagai berikut:

 

Definisi Asuransi Jiwa menurut UU No. 2 Tahun 1992 berbunyi seperti ini:

“Asuransi jiwa adalah perjanjian, antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan”

 

Sedangkan definisi Asuransi menurut Pasal 246 KUHP Republik Indonesia berbunyi seperti ini:  
  “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu”.

 

Jadi dalam definisi ini jelas ada 4 unsur yang terlibat yaitu Pihak Tertanggung (insured), Pihak Penanggung (insurer), Suatu Peristiwa (Accidental/uncertainty), Kepentingan (Interest).

perencanaan-asuransi-jiwaJelas di sini asuransi jiwa berperan untuk kepentingan menjaga nilai ekonomis seseorang apabila terjadi musibah kematian, sehingga pihak yang ditinggalkan atau pewaris dapat melanjutkan kehidupan yang layak dengan  menerima sejumlah uang tertentu yang ada dalam perjanjian polis asuransi. Jadi sesuai dengan fungsi utamanya bahwa asuransi jiwa ini  digunakan untuk melakukan transfer resiko kematian ini kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi) sehingga nilai ekonomis dari pihak tertanggung (yang diasuransikan) dapat terjaga.

Sekarang anda sudah dapat mengerti maksud dan tujuan dari pada perlindungan jiwa yang satu ini, jadi saya tidak perlu berlama-lama dan langsung saya jawab asuransi jiwa itu memang diperlukan untuk orang –orang yang masih dalam masa produktif yang memiliki nilai ekonomis atau penghasilan yang digunakan untuk menopang kehidupan keluarga. Apalagi jika anak anda masih kecil kecil, bagaimana masa depan mereka bila “Jemputan dari Atas” tiba-tiba datang. Karena kita tidak pernah tahu mengenai umur kehidupan kita, dan ini yang disebut sebagai suatu ketidakpastian waktu kematiannya walaupun kita sendiri semua sudah tahu bahwa sebenarnya kematian itu adalah kepastian buat semua orang tanpa kecuali.

Namun saya melihat suatu fenomena yang lucu karena kadangkala sebagian orang yang sudah punya investasi berlebih bahkan sudah punya passive income aja masih memandang asuransi jiwa ini sebagai suatu kebutuhan, namun ironisnya sebagian orang yang tidak punya banyak investasi atau passive income ada yang menilai asuransi ini tidak terlalu perlu karena mereka beranggapan uang mereka itu terbatas. Justru karena semua serba terbatas, kita semakin perlu perlindungan yang satu ini untuk mempertahankan nilai ekonomis satu-satunya itu sehingga keluarga kita terjaga kehidupan ekonominya apabila suatu kejadian yang tidak pasti waktunya itu terjadi. Bagaimanapun umunnya semakin mapan seseorang maka akan semakin menyadari pentingnya masalah ini. Percaya atau tidak, anda sendiri yang menilainya!

Berapa besar nilai pertanggungan asuransi jiwa yang anda butuhkan? Tunggu artikel berikutnya.

 

dana-pendidikanBanyak orang yang bertanya kepada saya gimana sih mempersiapkan dana pendidikan anak. Apakah cukup dana yang sekarang saya persiapkan untuk pendidikannya kelak? Nah itu adalah pertanyaan yang bagus sekali karena yang penting kita harus tahu apakah dana pendidikan yang kita persiapkan sudah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan buah hati kita ini.

 

Sekarang memang banyak sekali Bank maupun perusahaan asuransi yang menawarkan persiapan dana pendidikan anak dan menurut saya tidak ada yang salah dengan produk itu, tetapi masalahnya kita yang seringkali kurang jeli dan asal membeli produk pendidikan tanpa kita sungguh-sungguh mengerti apakah dana yang akan terkumpul ini sudah cukup atau belum nantinya. Jadi ketika anda membeli produk apapun namanya dana pendidikan, asuransi dana pendidikan atau tabungan pendidikan, cobalah untuk lebih jeli menganalisanya dan pastikan pihak penjual tersebut tahu betul kebutuhan anda, sehingga bisa memberikan pengarahan atau proposal yang sesuai. 

 

Bagaimanapun berhati hatilah karena Inflasi akan memakan dana pendidikan yang anda persiapkan. Oleh karena itu selalu pastikan masukkan asumsi tingkat inflasi dalam menghitung kebutuhan pendidikan anak anda dengan jelas. Misalnya sekarang uang pangkal masuk SMA sebesar Rp. 5 Juta dengan asumsi tingkat inflasi 10%, maka 3 tahun lagi uang pangkal masuk SMA tersebut menjadi Rp. 6.655.000,-  dan seterusnya juga untuk uang masuk perguruan tinggi sebesar Rp. 20 juta maka 6 tahun lagi dengan asumsi tingkat inflasi 10% menjadi sebesar Rp. 35.431.220,- dan jangan lupa belum uang SKS semesterannya.  Setelah anda mengetahui segala kebutuhan dana pendidikannya di kemudian hari, anda akan tahu berapa yang anda harus sisihkan tiap bulan dari sekarang supaya kebutuhan dana tersebut dipenuhi pada waktunya di kemudian hari. Jadi pastikan uang yang anda persiapkan mampu untuk menahan kenaikan biaya pendidikan di kemudian hari sebagai efek dari tingkat inflasi tersebut.  Anda harus kritis dalam membeli produk dana pendidikan tersebut sehingga tujuan dana pendidikan tersebut tercapai sesuai dengan kebutuhannya di kemudian hari.

 

Saya percaya Bapak dan Ibu idealnya pasti sangat memperdulikan masalah dana pendidikan anak ini, sayapun sangat setuju, karena pendidikan dapat membantu anak kita untuk memperoleh wawasan yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik dan harapan cita-cita yang lebih baik. Paling tidak anda sudah memberikan kailnya dan anak anda sudah bisa mancing ikan sendiri untuk menghidupi dirinya kelak di kemudian hari. Itu sudah menjadi tanggungjawab kita sekalian sebagai orangtua atas Buah Hati Titipan ALLAH ini. Yah tentu sambil memupuk jiwa kepemimpinannya, siapa tahu kelak anak anda menjadi seorang wirausahawan yang berhasil dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi di Indonesia. 

__________________________

Bila Bapak Ibu masih bingung, coba Bapak Ibu ingat ingat lagi berapa dulu uang sekolah Bapak Ibu waktu SD dan bandingkan dengan uang sekolah SD yang sama sekarang. Nah itulah yang saya maksud di atas. Silahkan dihitung berapa kali lipat kenaikannya dalam kurun waktu berapa tahun. Ini yang harus kita antisipasi bersama supaya semua berjalan mulus.

perencanaan-dana-pensiunSeringkali kita tidak menyadari bahwa waktu terus bergulir begitu cepat dan tanpa terasa umur mulai berganti dari kepala 1 lalu menjadi kepala 2 menjadi kepala 3 dan tiba-tiba kita sudah berada di kepala 4 atau 5. Rambut kita yang tadinya hitam legam dan mulai memudar perlahan lahan menjadi putih sejalan dengan meningkatnya umur kita. Banyak orang berkata yah tambah umur kan tambah bijaksana….hhmm betul juga tidak salah sih, yah kalo mengenai rambut putih yah disepuh aja kan kelihatan jadi muda lagi. Namun ternyata hal mengenai  masalah dana pensiun tidaklah semudah seperti menyemir rambut yamg putih menjadi hitam kembali ketika anda memasuki usia senja. Anda harus melakukan perencanaan keuangan yang matang sejak dini untuk mempersiapkan dana pensiun hari tua anda. Jangan terlambat karena waktu yang satu ini tidaklah bisa digantikan dengan yang lainnya seperti cerita rambut putih tadi.

 

Sekarang jangan berlama-lama lagi segera ambil kalkulator keuangan anda dan mulai hitung berapa sih sebenarnya kebutuhan dana pensiun anda kelak. Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan dana pensiun yaitu pertama Metode Income Approach dan kedua adalah Metode Expense Approach, namun kedua duanya mempunyai maksud yang sama yaitu untuk menentukan berapa uang yang harus anda investasikan tiap bulan mulai sekarang supaya anda bisa mempunyai tingkat kehidupan ekonomi yang baik ketika anda memasuki usia pensiun. Apabila ternyata kemampuan anda kurang untuk bisa melakukan investasi untuk memenuhi tujuan hari tua maka lakukan strategi yang lebih aggresif misalnya dengan mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan atau ambil tambahan pekerjaan part time lainnya agar tujuan tersebut tercapai atau sebaliknya harus puas dengan menurunkan gaya hidup anda kelak ketika memasuki usia senja.

Ilustrasi cara menghitungnya kurang lebih adalah seperti ini misalkan untuk memenuhi gaya hidup anda sekarang dibutuhkan dana sebesar Rp. 120 juta per tahun, apabila untuk tiba ke masa pensiun adalah masih 20 tahun lagi ( untuk tiba di umur 55 tahun ) dengan asumsi inflasi sebesar 8 % per tahun maka pada waktu yang akan datang anda memerlukan dana Rp. 559.314.857,- pertahun supaya memiliki standard kehidupan yang sama dengan masa sekarang.  Nah dari situ di hitung lagi misalnya target masa pensiunnya adalah 20 tahun sampai umur 75 tahun, maka berapa total akumulasi dana yang dibutuhkan pada permulaan awal masa pensiun dengan asumsi misalnya net return untuk masa itu adalah sebesar 2% dan didapatlah bahwa akumulasi dana yang diperlukan pada awal permulaan masa pensiun adalah sebesar Rp. 9.145.599.603,-  Jika asumsinya anda belum memiliki investasi apapun pada saat ini , maka untuk memenuhi tujuan hidup mempertahankan gaya hidup yang sama yang dimulai dari 20 tahun lagi dari sekarang ketika anda mulai pensiun, maka anda harus melakukan investasi sebesar Rp. 9.244.933,- per bulan dengan asumsi return investasi sebesar 12 % per tahun.  Bila penghasilan anda sekarang sebesar Rp. 20 juta per bulan atau Rp. 240 juta per tahun, maka tidak terlalu menjadi masalah karena masih ada sisa uang sebesar Rp. 10 juta perbulan untuk mempersiapkan dana pensiun tersebut tapi bila kurang, maka haruslah anda berhati hati dan melakukan ekstra kerja keras untuk menutupi kekurangan tersebut dari sekarang.

Ini Cuma salah satu contoh ekstreem untuk menggambarkan kebutuhan dana pensiun anda, saya berharap keadaannya tidak seperti itu dimana mungkin saja anda sudah punya investasi property atau investasi keuangan lainnya dan tambahan dana pensiun lainnya yang memberikan return investasi yang baik yang sudah bisa memenuhi sebagian kebutuhan akumulasi dana pensiun tersebut di kemudian hari, sehingga anda cukup menghitung kekurangan investasi yang harus dilakukan per bulan sekarang selama masa umur produktif anda. Bagaimanapun kita harus mencoba mempersiapkan idealnya harus bagaimana, yah kalo ternyata di kemudian hari anak anda jadi orang sukses dan bersedia menjaga dan mengurus semua kebutuhan anda yah itu patut disyukuri, dan mengenai uang yang anda sudah persiapkan bisa digunakan untuk hal lainnya yang bermanfaat. Apapun alasannya persiapkan dana pensiun anda sejak dini, semakin cepat semakin mudah untuk mengejarnya.

 

Hati-hati bila saat ini anda hidup berkecukupan, sehingga anda senang dan terlena karenanya, karena pada saat itu biasanya kita lupa untuk memikirkan dana hari tua ini. Banyak sekali contoh yang pada masa mudanya hidup gemerlap dan berkecukupan, tapi di masa tuanya serba kekurangan. Waspadalah!

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam menilai kesehatan sebuah perusahaan adalah tidak terlepas dari laporan keuangannya dan analisa-analisa ratio yang ada di dalam laporan keuangan tersebut, demikian juga dengan kesehatan keuangan keluarga juga memerlukan analisa laporan keuangan keluarga bersangkutan.

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

Sebelumnya kita telah berbicara mengenai Laporan keuangan rugi laba dan laporan arus kas dari keuangan keluarga, sekarang kita akan berbicara khusus mengenai neraca keuangan keluarga. Sebenarnya apa sih tuh Neraca keuangan keluarga dan informasi apa yang dapat anda simpulkan melalui analisa laporan ini.

Sama seperti neraca keuangan perusahaan, kita juga membaginya menjadi sisi Assets di sebelah kiri dan sisi Liabilty dan Net Worth di sebelah kanan. Anda dapat membagi sisi Aset menjadi 3 bagian yaitu Aset Likuid (yaitu dana yang setiap saat anda bisa gunakan seperti yang ada di Kas, Giro dan Tabungan) , Aset Personal (yaitu aset yang umumnya tidak produktif dan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi seperti mobil pribadi, perabot rumah tangga, perhiasan untuk dipakai sendiri, Elektronik, dsb) dan yang terakhir Aset Investasi (yaitu aset yang menghasilkan return atau nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu, jadi sifatnya produktif dan bukan untuk tujuan konsumtif seperti Deposito, reksadana, obligasi, saham). Sedangkan sisi Liability dapat dibagi menjadi  2 yaitu Hutang Jangka Pendek (yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun) dan Hutang Jangka Panjang (sisa hutang yang akan jatuh tempo di atas 1 tahun). Sedangkan Net Worth atau kekayaan bersih tinggal mengurangkan antara total aset dengan total liability tersebut. Nah sama seperti analisa laporan keuangan pada umumnya, bahwa Net Worth ini haruslah selalu dijaga karena menunjukkan kekayaan bersih dari sebuah keluarga, anda kaya atau tidak kelihatan dari nilai net worth ini. Kemampuan untuk mengelola keuangan dengan selalu melakukan analisa lalu lintas keuangan keluarga guna mempelajari pola pengeluaran dapat menghasilkan kemampuan untuk  mengendalikan keuangan keluarga yang dapat menghasilkan suatu net cash flow setiap bulan dari waktu ke waktu. Net Cash flow inilah yang akan menambah Net Worth atau kekayaan bersih anda. Jadi jangan boros, Bung dan Non…supaya kekayaan anda bertambah terus.  Coba anda bayangkan kalau tiap bulan nilai deposito dan reksadana anda bertambah, yah besar kecil relatif yah, tapi yang penting anda bertekad untuk itu sampai tujuan keluarga anda tercapai.  Sedangkan untuk menganalisa lebih detil posisi kesehatan keuangan keluarga diperlukan analisa ratio-ratio seperti analisa liquidity ratio, debt ratio, debt service ratio, saving to income ratio, solvency ratio. Melalui analisa ratio-ratio ini kita dapat mengetahui posisi kesehatan keuangan kita sehingga kita tahu apa yang harus diperbaiki dan strategi apa yang harus dilakukan. Analisa ini akan membantu kita dalam menetapkan tujuan keuangan keluarga.  

Strateginya adalah arahkan agar anda sebanyak mungkin memiliki aset yang produktif, atau ada orang yang menyebutnya investment asset, ada yang menyebutnya good asset , ada yang menyebutnya positive asset  yaitu aset yang dapat memberikan anda cash flow tambahan, lalu lakukan investasi tambahan (reinvestment) dengan tetap menjaga posisi likuiditas anda dan menjaga posisi hutang anda sehingga anda masih memperoleh net additional cash flow atau economic value added terhadap pengelolaan hutang anda.  Yah berhutang boleh-boleh aja asal jangan hutang untuk tujuan konsumtif, seperti hutang kredit card untuk beli elektronik atau hp yang lagi ngetrend. Berhutanglah dengan rasional dengan melihat manfaat ekonominya buat anda, yah kalo berhutang untuk usaha atau untuk beli properti  yang disewa-sewakan yah okay okay aja tinggal berhitung aja , you make money or loose money.  Kalo masih ada additional value nya atau menguntungkan dalam jangka panjang atau untuk menghasilkan return yang memberikan economic value added (net cash flow tambahan )seteleh dikurangkan biaya hutang tersebut, maka anda telah berhutang dengan rational. Jangan sampai yang terjadi adalah sebaliknya yaitu anda berhutang untuk tujuan konsumtif sampai-sampai net worth anda lebih kecil dari hutang anda, saya yakin net worth anda akan segera tergerus dari waktu ke waktu yang akhirnya anda bisa bangkrut.  Nah dalam hal ini diperlukan cara berpikir yang rational, yah gak perlu lah naik mobil Eropa yang mewah  kalo memang belum dalam kapasitasnya,  bukankah lebih rational kalo kita memilih mobil Jepang yang CC nya lebih kecil.  Yah cita-cita untuk punya mobil mewah boleh-boleh aja Bung, tapi pikirkan dulu apa semua kebutuhan dan perencanaan keuangan yang prioritas buat keluarga anda sudah terpenuhi atau belum.  Hanya dengan bertindak bijaksana , anda dapat membantu menolong diri anda sendiri mencapai tujuan akhir keuangan keluarga anda.

Ingat kalimat Mensana Incorporisano yaitu didalam Tubuh yang Sehat terdapat Jiwa yang sehat pula, nah sehubungan dengan itu jangan sampai kita tidak menjaga kesehatan keuangan keluarga kita, kalo sampai gak menjaga kesehatan yang satu ini, hati-hati lo salah salah nanti jiwanya juga terganggu, coba aja anda lihat suami istri yang berkelahi hanya karena masalah keuangan yang tidak sehat ini. Hmm tapi katanya Cinta adalah segalanya…bisakah Cinta anda mengalahkan masalah yang satu ini. Nah itu kembali kepada anda sendiri.

Seperti yang telah saya katakana dalam artikel perencanaan keuangan sebelumnya, bahwa kita sebagai sebuah keluarga tidak berbeda dengan sebuah perusahaan dimana uang adalah bahan bakar untuk menjalankan roda kehidupan di dunia ini.  Maaf saya tidak mengajarkan pola hidup duniawi atau kedagingan, yang seringkali terkesan materialistis. Kita tidak bisa pungkiri bahwa memang kita membutuhkan uang untuk hidup layak di dunia ini. Memang betul ada orang yang selalu berkata uang bukanlah segala galanya, karena kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di Akhirat nanti. Saya tidak menolak pernyataan itu karena memang tujuan akhir dari kehidupan kita adalah bersatu dengan Allah Pencipta kita. Karena menurut saya yang dimaksudkan adalah jangan sampai harta membutakan mata hati kita sehingga kita menjadi kejam dan licik. Jadi harta itu baik adanya sejauh digunakan untuk kebaikan bukan hanya sekedar kesenangan belaka. Oleh karena itu  bukan artinya terus, kita berhenti dan menjadi alasan untuk tidak berusaha karena takut salah langkah , karena hidup kita ini bukanlah menunggu waktu , melainkan memanfaatkan waktu untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik dan perlu dicatat waktu tidak akan pernah menunggu anda. Setiap menit yang terlewatkan hanyalah akan menjadi masa lalu. Apabila anda sungguh-sungguh mencintai keluarga anda  dan menerima tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada anda, maka anda wajib untuk memperhatikan yang namanya Cash Flow  keluarga ini.  

 

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

Nah gimana sih caranya untuk bisa melihat atau bercermin mengenai keadaan keuangan keluarga anda, maka anda haruslah membuat Laporan Neraca dan Rugi Laba Keluarga dan mulailah melakukan analisa laporan keuangan keluarga anda.Sebelum memulai saya mau bertanya dulu “Apa anda tahu berapa pengeluaran anda perbulan, untuk apa, berapa pengeluaran per jenis transaksinya, mana yang menurut anda pengeluaran tetap, mana yang pengeluaran tidak tetap, mana yang merupakan konsumsi , mana yang merupakan investasi”. Bila anda bisa menjawab pertanyaan saya itu maka anda sudah dapat memulai membuat laporan Rugi Laba atau Menghitung Net Cash Flow dari keuangan keluarga anda. Coba jumlahkan semua pengeluaran anda, hayo anda Surplus atau Defisit terhadap pendapatan keluarga anda. Kebanyakan dari kita tidak mengontrol yang namanya pengeluaran atau Cash Out ini, apalagi kalo kartu kredit kita makin banyak….weleh weleh…digesek aja…sampai sampai saya pernah dengan yel yel…Shop Till You Drop….waduuh…kita mau disuruh bangkrut kali.  Akhirnya apa yang terjadi yah gaji kita Cuma untuk bayarin kartu kredit aja deh…gali lobang tutup lobang…gali lagi buat yang bulan ini dan seterusnya…boro boro mikir nabung deh…ini dia yang disebut seperti Hamster yang berlari lari di atas roda. Apa kita tidak capai dengan pola dan gaya hidup seperti ini? 

Belajarlah untuk berpikir kritis dalam hal pengeluaran uang, dengan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

 

  1. Apa barang yang saya beli ini memang barang yang sungguh-sungguh saya butuhkan?
  2. Apa ini Kebutuhan atau Keinginan?
  3. Apa ada alternative lain untuk barang yang kita butuhkan tersebut dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang baik
  4. Apa pembelian tersebut bisa ditunda beberapa saat?

Singkat kata kalo bisa tidak beli yah tidak usah beli…he..he…bukannya jadi pelit lo tapi jadi bijak dan pintar mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Cobalah dengan hidup yang sederhana sehingga anda akan lebih mudah mengatur keuangan keluarga anda.

Buatlah analisa terhadap pengeluaran anda tersebut dan tetapkan strategi keuangan selanjutnya dengan melihat :

 

  1. Skala Prioritas => mana pengeluaran  yang prioritas dan mana yang tidak , lalu yang tidak prioritas tersebut mulai dianalisa yang tidak perlu segera eliminasi tanpa pandang bulu.
  2. Persentase pengeluaran => berapa besar pengeluaran  tiap jenis transaksi terhadap total pengeluaran anda, urutkan dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Pelajari kenapa pengeluaran anda bisa besar, apa memang naturenya perlu besar, kalo kebesaran yah harus dikecilkan terutama yang berhubungan dengan konsumsi.
  3. Buat analisa berapa uang yang anda gunakan untuk konsumsi, berapa uang yang digunakan untuk investasi, berapa uang yang digunakan untuk membayar kewajiban anda?
  4. Pelajari pola belanja anda , apa anda belanja dengan kartu kredit, atau dengan cash, apa anda belanja dengan menggunakan daftar belanja atau tidak,dimana anda berbelanja,  apa tertarik kepada diskon-diskon  yang belum tentu barang tesebut anda butuhkan.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengeluaran anda adalah merupakan pengeluaran yang pintar dan bijak yaitu belanja hanya untuk kebutuhan yang sungguh sungguh harus dikeluarkan, serta pastikan terlebih dahulu anda memotong minimal 10% dari penghasilan anda untuk anda sisihkan demi masa depan keluarga. Jangan sampai anda besar pasak dari pada tiang, yang akhirnya anda deficit dan pusing sendiri. Simpan dan investasikan  uang anda dengan bijaksana buat kebutuhan masa mendatang, jangan diboroskan untuk memenuhi gaya hidup komsuntif masa kini. Strategi untuk membentuk net cash flow yang besar adalah meningkatkan penghasilan sebesar mungkin  dan menekan pengeluaran sekecil mungkin dan selanjutnya gunakan surplus atau net cash flow tersebut untuk investasi tambahan dan atau memenuhi kebutuhan keuangan jangka panjang dan perlindungan keluarga serta menambah dana cadangan darurat anda bila masih belum tercukupi.  Jika kalo diperlukan anda perlu melakukan perubahan radikal dalam pola pengeluaran atau berbelanja anda sehingga menjadi lebih sehat dan menghasilkan profit instant buat keluarga anda. Baca juga artikel Perencanaan Keuangan  tentang “Masalah Perencanaan Keuangan keluarga|Mengatur dan Mengelola Keuangan Keluarga” .

Topik berikutnya kita akan membahas masalah Neraca Keuangan Keluarga diman anda akan dapat melihat seberapa kayakah anda sekarang?

Masalah perencanaan keuangan keluarga memang telah menjadi topik yang hangat dewasa ini, karena semakin banyak orang yang mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya perencanaan keuangan keluarga itu. Lalu bagaimana caranya supaya perencanaan keuangan itu benar-benar menjadi kenyataan?

 

Ternyata masalahnya adalah di diri kita sendiri. Bermacam-macam tipe manusia di dunia ini karena ternyata semua orang memang punya impian dan ingin hidup yang nyaman dan enak , lalu punya segudang ide dan cita-cita, tapi seberapa banyak dari mereka yang benar-benar mau merealisasikan ide-ide dan cita-citanya itu atau impiannya supaya bisa hidup enak? Ingat semua ada harga yang harus dibayar, janganlah kita maunya cepat aja yah karena merealisasikan impian anda perlu keseriusan dan komitmen yang tinggi. Jelas yang paling sulit adalah bukan membuat rencana, melainkan bagaimana menjalankan rencana itu sendiri sehingga tujuan kita tercapai.

Perencanaan Keuangan
Perencanaan Keuangan

Menurut saya ,  bagaimana membuat perencanaan keuangan menjadi suatu pertanyaan yang jawabannya bisa anda pelajari atau kalaupun anda tidak mempunyai waktu untuk mempelajari dan membuat sendiri, anda dapat meminta tolong konsultan perencana keuangan untuk membuatkannya untuk anda. Namun setelah itu Apa? Itu hanyalah sebuah guideline atau petunjuk atau  suatu rencana terintegrasi yang menyeluruh mengenai suatu perencanaan keuangan keluarga anda, dan belum berarti apa-apa selain hanya sebuah buku report. Pertanyaannya setelah itu Apa?

 

Demi suksesnya perencanaan keuangan anda, maka mentalitas diri yang harus dijaga, jangan sampai orang menyebut anda  NAPO alias No Action Plan Only….he..he….Oleh karena itu ada perlu memiliki 3 sikap mental yang utama yaitu : 1) Disiplin   -   2)Disiplin    -    3) Disiplin.    Karena ternyata untuk menjadi disiplin itu tidaklah mudah karena untuk disiplin seseorang harus merubah gaya hidupnya yang lama dan itu seringkali tidak mudah. Padahal Disiplin itu adalah bukti nyata realisasi sebuah Komitmen. Contohnya orang yang ingin menurunkan kolestrol dalam darahnya, harus  merubah pola makannya dan gaya hidupnya yang kurang sehat, bisakah dia disiplin mengurangi makanan berlemak seperti seafood, daging-dagingan dan lebih banyak makan sayur dan fiber. Kalo dia disiplin yah pasti bisa dan saya pernah menjalankan pola makan ini ketika kolestrol saya tinggi. Kuncinya Cuma “Disiplin”. Demikian juga seorang Binaraga yang selalu disiplin dengan jadwal latihan dan pola makanannya. Sehingga seringkali kita mendengar Pepatah seperti ini “You What You Eat” atau yang mirip seperti itu dimana  jelas Hukum Menabur dan Menuai menjadi hukum alam yang digunakan. Ini tidak berbeda lo dalam berbagai hal…anda perlu mengakumulasi keberhasilan anda dari waktu ke waktu supaya anda dapat melakukan lompatan keberhasilan berikutnya.  Tidaklah mungkin kalo orang yang hidupnya boros, tidak melakukan skala prioritas, tidak pernah menabung dan investasi, dan tidak punya perencanaan keuangan yang jelas eh bahkan juga tidak menjalankan perencanan keuangan sama sekali , mau hidup lebih enak dan nyaman di masa depan. Oleh karena itu biasakan diri dengan gaya hidup sederhana supaya anda tahan menghadapi kerasnya kehidupan masa mendatang.

 

Ingat Tuhan hanya mmberkati orang yang sungguh sungguh mau diberkati, bukan orang yang ogah-ogahan, bagaimana mungkin sawah akan menghasilkan padi, kalo Bapak Petani tidak rajin mencangkuli, membajaknya dan merawatnya dari waktu ke waktu sampai musin panen tiba.   Demikian juga kehidupan harus dirawat, kita jalankan tugas dan tanggungjawab kita dan Allah Sang Pencipta pasti akan melihat keseriusan kita dan berkatnya pasti akan turun atas kita. Semoga Demikian.

 

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Memang seringkali banyak kasus keuangan seputar perencanaan keuangan keluarga , seperti inilah pertanyaannya : saya tahu bahwa mengelola dan mengatur keuangan keluarga adalah sangat penting demi tercapainya tujuan hidup keluarga, tetapi masalahnya begini lo…”Gaji saya udah pas-pasan dan tidak tersisa sedikitpun untuk ditabung, apalagi untuk investasi, gimana donk caranya supaya saya bisa mencapai tujuan atau rencana keluarga saya?” Wah ini pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi membutuhkan jawaban yang kompleks.

Begini Bapak/Ibu, saya gak bisa sembarangan menjawab pertanyaan ini karena pertama, saya tidak tahu keadaan dan kondisi keuangan Bapak/Ibu, kedua saya tidak tahu pola pengeluaran Bapak/Ibu. Ini khusus untuk masalah Penerimaan VS Pengeluaran aja lo….ini diperlukan suatu analisa keuangan apakah memang penghasilannya yang terlalu minim untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga atau pola pengeluarannya yang salah. Singkat saja jawaban saya apabila setelah melalui proses analisa keuangan ternyata memang ternyata penerimaannya yang minim, maka anda dapat melakukan beberapa strategi yaitu pertama, mencari penghasilan tambahan buat ekonomi keluarga misalnya buka warung/toko di rumah,  UKM, kerja sampingan sesuai keahlian dan minat atau mencari pekerjaan yang lebih baik yang bisa memberikan penghasilan lebih untuk keluarga,  kedua dengan membuang atau mengganti sebagian jenis pengeluaran dengan substitusi yang lebih murah, misalnya pilih motor ketimbang mobil, pilih sekolah negeri ketimbang swasta, pilih obat generik ketimbang obat patent, berbelanja di pasar ketimbang di supermarket,dsb. Namun apabila pola pengeluaran keluarga yang salah, strateginya yang jelas adalah dengan memotong pengeluaran anda yang tidak perlu, cari yang lebih murah dan sisihkan terlebih dahulu buat tabungan sebesar 10% baru lakukan pengaturan belanja keluarga anda.

Terus terang, memang menjadi masalah kalo sebuah gelas tidak terisi air, karena tanpa air kita tidak bisa berbicara soal air sirop, lemon tea, es cendol, es campur, es rumput laut, karena semuanya memerlukan air. Demikian juga dengan perencanaan keuangan keluarga, jelas semuanya juga memerlukan penerimaan uang baik dari penghasilan bekerja ataupun dari aset yang menghasilkan uang agar bisa berjalannya proses perencanaan keuangan keluarga in demi pencapaian tujuan hidup keluarga.

Tidak beda juga dengan seorang petani, yang memerlukan sebidang tanah terlebih dahulu untuk memulai menggempurkan dan membajak sawahnya, sehingga sawah dapat berhasil ditanami dan dapat menghasilkan padi yang bisa dipanen. Selalu harus ada starting pointnya….kalo tidak kita bagaikan seorang nelayan yang memancing ikan tanpa umpan apapun….hhmm…hanya sebuah kail aja…..atau seoran serdadu yang pergi ke perang tanpa membawa senjata…..lalu dia bertanya bagaiman saya mengalahkan musuh….?

Singkat kata masalah Penerimaan VS Pengeluaran ini harus digali dalam proporsi yang benar dan jelas. Strateginya adalah tingkatkan penghasilan anda semaksimal mungkin melalui cara di atas dan tekan pengeluaran anda secara bijaksana dengan terlebih dahulu memotong 10% dari penghasilan anda untuk ditabung.  Mau tidak mau anda harus putar otak  dan kreatif untuk memperoleh penghasilan. Setelah itu lakukan pengeluaran dengan bijaksana.

Ini hanyalah satu aspek saja dari analisa keuangan keluarga anda, yang juga merupakan salah satu bagian dari seluruh proses perencanaan keuangan keluarga anda.  Semua akan kembali lagi kepada tujuan atau rencana keluarga  anda dari mulanya, dan saya melihat salah satu tujuan anda sesuai dengan masalah ini adalah ingin punya tabungan sehingga bisa melakukan investasi untuk masa depan keluarga, karena anda kuatir dengan masalah keuangan anda sekarang….hhmmm….jangan putus asa…pasti ada jalannya…..asalkan anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ulet serta melakukan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan benar…

Terus terang keprihatinan mengenai masalah ini , jangan sampai membuat kita terlena dan menjadi alasan buat kita untuk tidak melakukan sesuatu…Do Something…. Saya yakin anda bisa……