Archive for May, 2009

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Memang seringkali banyak kasus keuangan seputar perencanaan keuangan keluarga , seperti inilah pertanyaannya : saya tahu bahwa mengelola dan mengatur keuangan keluarga adalah sangat penting demi tercapainya tujuan hidup keluarga, tetapi masalahnya begini lo…”Gaji saya udah pas-pasan dan tidak tersisa sedikitpun untuk ditabung, apalagi untuk investasi, gimana donk caranya supaya saya bisa mencapai tujuan atau rencana keluarga saya?” Wah ini pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi membutuhkan jawaban yang kompleks.

Begini Bapak/Ibu, saya gak bisa sembarangan menjawab pertanyaan ini karena pertama, saya tidak tahu keadaan dan kondisi keuangan Bapak/Ibu, kedua saya tidak tahu pola pengeluaran Bapak/Ibu. Ini khusus untuk masalah Penerimaan VS Pengeluaran aja lo….ini diperlukan suatu analisa keuangan apakah memang penghasilannya yang terlalu minim untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga atau pola pengeluarannya yang salah. Singkat saja jawaban saya apabila setelah melalui proses analisa keuangan ternyata memang ternyata penerimaannya yang minim, maka anda dapat melakukan beberapa strategi yaitu pertama, mencari penghasilan tambahan buat ekonomi keluarga misalnya buka warung/toko di rumah,  UKM, kerja sampingan sesuai keahlian dan minat atau mencari pekerjaan yang lebih baik yang bisa memberikan penghasilan lebih untuk keluarga,  kedua dengan membuang atau mengganti sebagian jenis pengeluaran dengan substitusi yang lebih murah, misalnya pilih motor ketimbang mobil, pilih sekolah negeri ketimbang swasta, pilih obat generik ketimbang obat patent, berbelanja di pasar ketimbang di supermarket,dsb. Namun apabila pola pengeluaran keluarga yang salah, strateginya yang jelas adalah dengan memotong pengeluaran anda yang tidak perlu, cari yang lebih murah dan sisihkan terlebih dahulu buat tabungan sebesar 10% baru lakukan pengaturan belanja keluarga anda.

Terus terang, memang menjadi masalah kalo sebuah gelas tidak terisi air, karena tanpa air kita tidak bisa berbicara soal air sirop, lemon tea, es cendol, es campur, es rumput laut, karena semuanya memerlukan air. Demikian juga dengan perencanaan keuangan keluarga, jelas semuanya juga memerlukan penerimaan uang baik dari penghasilan bekerja ataupun dari aset yang menghasilkan uang agar bisa berjalannya proses perencanaan keuangan keluarga in demi pencapaian tujuan hidup keluarga.

Tidak beda juga dengan seorang petani, yang memerlukan sebidang tanah terlebih dahulu untuk memulai menggempurkan dan membajak sawahnya, sehingga sawah dapat berhasil ditanami dan dapat menghasilkan padi yang bisa dipanen. Selalu harus ada starting pointnya….kalo tidak kita bagaikan seorang nelayan yang memancing ikan tanpa umpan apapun….hhmm…hanya sebuah kail aja…..atau seoran serdadu yang pergi ke perang tanpa membawa senjata…..lalu dia bertanya bagaiman saya mengalahkan musuh….?

Singkat kata masalah Penerimaan VS Pengeluaran ini harus digali dalam proporsi yang benar dan jelas. Strateginya adalah tingkatkan penghasilan anda semaksimal mungkin melalui cara di atas dan tekan pengeluaran anda secara bijaksana dengan terlebih dahulu memotong 10% dari penghasilan anda untuk ditabung.  Mau tidak mau anda harus putar otak  dan kreatif untuk memperoleh penghasilan. Setelah itu lakukan pengeluaran dengan bijaksana.

Ini hanyalah satu aspek saja dari analisa keuangan keluarga anda, yang juga merupakan salah satu bagian dari seluruh proses perencanaan keuangan keluarga anda.  Semua akan kembali lagi kepada tujuan atau rencana keluarga  anda dari mulanya, dan saya melihat salah satu tujuan anda sesuai dengan masalah ini adalah ingin punya tabungan sehingga bisa melakukan investasi untuk masa depan keluarga, karena anda kuatir dengan masalah keuangan anda sekarang….hhmmm….jangan putus asa…pasti ada jalannya…..asalkan anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ulet serta melakukan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan benar…

Terus terang keprihatinan mengenai masalah ini , jangan sampai membuat kita terlena dan menjadi alasan buat kita untuk tidak melakukan sesuatu…Do Something…. Saya yakin anda bisa……

Perencana Keuangan & Reksadana

Perencana Keuangan & Reksadana

Banyak orang yang bertanya investasi apa sih yang bagus? Sebenarnya pertanyaannya haruslah investasi apa sih yang tepat untuk saya? Karena bagus itu relatif lo…dalam jangka pendek atau jangka panjang, dan untuk Siapa? dan untuk tujuan apa? Mungkin investasi reksadana saham tepat  misalkan untuk Mas Andi yang berani dan agressif  lalu ingin untuk  memperoleh return yang optimal dalam waktu 20 tahun ke depan. Tapi reksadana saham tidak tepat untuk Pak Ali yang maunya yang safe safe aja deh, takut gak bisa tidur, takut turun ah nilainya dan mau menjaga uangnya yang sudah terkumpul untuk pensiun 3 tahun lagi. Seperti kita ketahui investasi saham  mempunyai kemungkinan yang besar untuk mengalami penurunan harga atau fluktuasi harga, jadi instrumen investasi ini sangatlah bertentangan dengan profile resiko dari Pak Ali.

Jadi suatu investasi itu tepat untuk orang yang tepat, untuk tujuan yang tepat dan dalam jangka waktu yang tepat. Tentu di sini …berlaku Hukum High Risk High Return atau Low Risk Low Return , yah kalo memang berani dengan resiko atau risk taker yah tentu ada kemungkinan bisa dapat return yang besar walaupun resikonya juga besar.  Sedangkan penghindar resiko atau risk averse yah paling paling dapat return yang rendah yah sesuai juga dengan resikonya yang lebih rendah. Jadi semua akan kembali kepada Siapa Kamu , what is your risk profile?  Untuk Tujuan Apa Investasimu What is Your Plan? When?

Yah..yah….Masing-masing dari kita punya takeran sendiri-sendiri , mungkin segelas air putih sudah cukup buat menghilangkan haus Pak Ali, tapi buat Mas Andi tidak cukup segelas air putih tapi harus pakai sirop dan es batu serta dikasih jeruk peras baru hausnya hilang……

Perencana Keuangan akan membantu anda supaya anda tidak salah jalan dalam menentukan investasi yang tepat untuk anda dalam mencapai tujuan hidup di masa depan.

Perencana Keuangan selalu menekankan bahwa Nilai waktu dari Uang atau Time Value of Money sangatlah penting dalam perencanaan keuangan keluarga dan turut mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan hidup keluarga

Nilai Waktu dari Uang

Nilai Waktu dari Uang

Lalu apa sih sebenarnya Nilai waktu dari Uang? Ilustrasinya adalah begini kalo kita punya uang sekarang sebesar Rp. 100 juta , maka apabila uang ini kita masukkan ke dalam investasi yang memberikan asumsi return sebesar 12% per tahun(asumsi nett)  maka dalam waktu 1 tahun jumlah uang kita akan menjadi Rp.112 juta  , demikian pula dalam waktu 2 tahun akan menjadi Rp 125,44 juta, dalam waktu 3 tahun menjadi Rp.  140,49  juta dan seterus nya kalo sampai 20 tahun menjadi Rp. 964,63 juta dan seterusnya seterusnya. Jadi semakin cepat kita melakukan investasi  maka semakin banyak uang yang akan kita kumpulkan di masa yang akan datang.  Nah itu asumsinya kalo cuma lumpsum uang yang Rp. 100 juta tadi , bagaimana kalo kita juga terus melakukan investasi tiap bulan Rp.  3 juta selain uang Rp. 100 juta tadi  yang kita investasikan selama 20 tahun berapa uang atau nilai investasi  kita sampai akhir tahun ke 20 yaitu menjadi Rp. 3.932,40 juta. Wow….besar juga yah…..nah besar atau kecil memang relatif tapi lihatkan uangnya beranak pinak …nah itulah effect yang disebabkan oleh nilai waktu dari uang.

Lalu kegunaannya apa dong untuk perencanaan keuangan keluarga, kegunaannya adalah untuk memudahkan perencanaan keuangan itu sendiri sehingga perencanaan keuangan dapat dilakukan. Tanpa asumsi return atau opportunity cost maka teknik penghitungan nilai waktu dari uang yang dipakai dalam perencanaan keuangan tidak dapat dilakukan.  Sekarang kita kembali kepada contoh diatas dimana pada contoh yang terakhir uang atau nilai investasi menjadi Rp. 3.932,40 juta dalam waktu 20 tahun dengan asumsi return 12% per tahun. Nah sekarang tinggal dibalik aja kalo anda ingin nilai investasi anda menjadi Rp. 6 Milyar dalam 20 tahun, berapa tambahan investasi yang harus dilakukan tiap bulan dengan asumsi return yang sama? Mudah bukan, tinggal dibalik aja kan…? tapi tunggu dulu…itu semua asumsi lo…kenyataannya perencanaan keuangan asumsinya lebih kompleks dari itu karena ada hal lain  yang harus diperhatikan seperti  tingkat Inflasi yang menurunkan daya beli dari uang dan hal-hal lainnya yang kembali lagi juga dikaitkan dengan tujuan hidup keluarga. Bila dikombinasikan dengan asumsi-asumsil lainnya maka Time Value of Money ini akan bekerja lebih efektif dalam membantu perencanaan keuangan anda.  What is your plan? Time Value of Money will make your plan possible.