Archive for August, 2009

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kebutuhan Asuransi Jiwa, saya mau membahas terlebih dahulu mengenai definisi dari Asuransi Jiwa yaitu sebagai berikut:

 

Definisi Asuransi Jiwa menurut UU No. 2 Tahun 1992 berbunyi seperti ini:

“Asuransi jiwa adalah perjanjian, antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan”

 

Sedangkan definisi Asuransi menurut Pasal 246 KUHP Republik Indonesia berbunyi seperti ini:  
  “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu”.

 

Jadi dalam definisi ini jelas ada 4 unsur yang terlibat yaitu Pihak Tertanggung (insured), Pihak Penanggung (insurer), Suatu Peristiwa (Accidental/uncertainty), Kepentingan (Interest).

perencanaan-asuransi-jiwaJelas di sini asuransi jiwa berperan untuk kepentingan menjaga nilai ekonomis seseorang apabila terjadi musibah kematian, sehingga pihak yang ditinggalkan atau pewaris dapat melanjutkan kehidupan yang layak dengan  menerima sejumlah uang tertentu yang ada dalam perjanjian polis asuransi. Jadi sesuai dengan fungsi utamanya bahwa asuransi jiwa ini  digunakan untuk melakukan transfer resiko kematian ini kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi) sehingga nilai ekonomis dari pihak tertanggung (yang diasuransikan) dapat terjaga.

Sekarang anda sudah dapat mengerti maksud dan tujuan dari pada perlindungan jiwa yang satu ini, jadi saya tidak perlu berlama-lama dan langsung saya jawab asuransi jiwa itu memang diperlukan untuk orang –orang yang masih dalam masa produktif yang memiliki nilai ekonomis atau penghasilan yang digunakan untuk menopang kehidupan keluarga. Apalagi jika anak anda masih kecil kecil, bagaimana masa depan mereka bila “Jemputan dari Atas” tiba-tiba datang. Karena kita tidak pernah tahu mengenai umur kehidupan kita, dan ini yang disebut sebagai suatu ketidakpastian waktu kematiannya walaupun kita sendiri semua sudah tahu bahwa sebenarnya kematian itu adalah kepastian buat semua orang tanpa kecuali.

Namun saya melihat suatu fenomena yang lucu karena kadangkala sebagian orang yang sudah punya investasi berlebih bahkan sudah punya passive income aja masih memandang asuransi jiwa ini sebagai suatu kebutuhan, namun ironisnya sebagian orang yang tidak punya banyak investasi atau passive income ada yang menilai asuransi ini tidak terlalu perlu karena mereka beranggapan uang mereka itu terbatas. Justru karena semua serba terbatas, kita semakin perlu perlindungan yang satu ini untuk mempertahankan nilai ekonomis satu-satunya itu sehingga keluarga kita terjaga kehidupan ekonominya apabila suatu kejadian yang tidak pasti waktunya itu terjadi. Bagaimanapun umunnya semakin mapan seseorang maka akan semakin menyadari pentingnya masalah ini. Percaya atau tidak, anda sendiri yang menilainya!

Berapa besar nilai pertanggungan asuransi jiwa yang anda butuhkan? Tunggu artikel berikutnya.

 

dana-pendidikanBanyak orang yang bertanya kepada saya gimana sih mempersiapkan dana pendidikan anak. Apakah cukup dana yang sekarang saya persiapkan untuk pendidikannya kelak? Nah itu adalah pertanyaan yang bagus sekali karena yang penting kita harus tahu apakah dana pendidikan yang kita persiapkan sudah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan buah hati kita ini.

 

Sekarang memang banyak sekali Bank maupun perusahaan asuransi yang menawarkan persiapan dana pendidikan anak dan menurut saya tidak ada yang salah dengan produk itu, tetapi masalahnya kita yang seringkali kurang jeli dan asal membeli produk pendidikan tanpa kita sungguh-sungguh mengerti apakah dana yang akan terkumpul ini sudah cukup atau belum nantinya. Jadi ketika anda membeli produk apapun namanya dana pendidikan, asuransi dana pendidikan atau tabungan pendidikan, cobalah untuk lebih jeli menganalisanya dan pastikan pihak penjual tersebut tahu betul kebutuhan anda, sehingga bisa memberikan pengarahan atau proposal yang sesuai. 

 

Bagaimanapun berhati hatilah karena Inflasi akan memakan dana pendidikan yang anda persiapkan. Oleh karena itu selalu pastikan masukkan asumsi tingkat inflasi dalam menghitung kebutuhan pendidikan anak anda dengan jelas. Misalnya sekarang uang pangkal masuk SMA sebesar Rp. 5 Juta dengan asumsi tingkat inflasi 10%, maka 3 tahun lagi uang pangkal masuk SMA tersebut menjadi Rp. 6.655.000,-  dan seterusnya juga untuk uang masuk perguruan tinggi sebesar Rp. 20 juta maka 6 tahun lagi dengan asumsi tingkat inflasi 10% menjadi sebesar Rp. 35.431.220,- dan jangan lupa belum uang SKS semesterannya.  Setelah anda mengetahui segala kebutuhan dana pendidikannya di kemudian hari, anda akan tahu berapa yang anda harus sisihkan tiap bulan dari sekarang supaya kebutuhan dana tersebut dipenuhi pada waktunya di kemudian hari. Jadi pastikan uang yang anda persiapkan mampu untuk menahan kenaikan biaya pendidikan di kemudian hari sebagai efek dari tingkat inflasi tersebut.  Anda harus kritis dalam membeli produk dana pendidikan tersebut sehingga tujuan dana pendidikan tersebut tercapai sesuai dengan kebutuhannya di kemudian hari.

 

Saya percaya Bapak dan Ibu idealnya pasti sangat memperdulikan masalah dana pendidikan anak ini, sayapun sangat setuju, karena pendidikan dapat membantu anak kita untuk memperoleh wawasan yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik dan harapan cita-cita yang lebih baik. Paling tidak anda sudah memberikan kailnya dan anak anda sudah bisa mancing ikan sendiri untuk menghidupi dirinya kelak di kemudian hari. Itu sudah menjadi tanggungjawab kita sekalian sebagai orangtua atas Buah Hati Titipan ALLAH ini. Yah tentu sambil memupuk jiwa kepemimpinannya, siapa tahu kelak anak anda menjadi seorang wirausahawan yang berhasil dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi di Indonesia. 

__________________________

Bila Bapak Ibu masih bingung, coba Bapak Ibu ingat ingat lagi berapa dulu uang sekolah Bapak Ibu waktu SD dan bandingkan dengan uang sekolah SD yang sama sekarang. Nah itulah yang saya maksud di atas. Silahkan dihitung berapa kali lipat kenaikannya dalam kurun waktu berapa tahun. Ini yang harus kita antisipasi bersama supaya semua berjalan mulus.

perencanaan-dana-pensiunSeringkali kita tidak menyadari bahwa waktu terus bergulir begitu cepat dan tanpa terasa umur mulai berganti dari kepala 1 lalu menjadi kepala 2 menjadi kepala 3 dan tiba-tiba kita sudah berada di kepala 4 atau 5. Rambut kita yang tadinya hitam legam dan mulai memudar perlahan lahan menjadi putih sejalan dengan meningkatnya umur kita. Banyak orang berkata yah tambah umur kan tambah bijaksana….hhmm betul juga tidak salah sih, yah kalo mengenai rambut putih yah disepuh aja kan kelihatan jadi muda lagi. Namun ternyata hal mengenai  masalah dana pensiun tidaklah semudah seperti menyemir rambut yamg putih menjadi hitam kembali ketika anda memasuki usia senja. Anda harus melakukan perencanaan keuangan yang matang sejak dini untuk mempersiapkan dana pensiun hari tua anda. Jangan terlambat karena waktu yang satu ini tidaklah bisa digantikan dengan yang lainnya seperti cerita rambut putih tadi.

 

Sekarang jangan berlama-lama lagi segera ambil kalkulator keuangan anda dan mulai hitung berapa sih sebenarnya kebutuhan dana pensiun anda kelak. Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan dana pensiun yaitu pertama Metode Income Approach dan kedua adalah Metode Expense Approach, namun kedua duanya mempunyai maksud yang sama yaitu untuk menentukan berapa uang yang harus anda investasikan tiap bulan mulai sekarang supaya anda bisa mempunyai tingkat kehidupan ekonomi yang baik ketika anda memasuki usia pensiun. Apabila ternyata kemampuan anda kurang untuk bisa melakukan investasi untuk memenuhi tujuan hari tua maka lakukan strategi yang lebih aggresif misalnya dengan mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan atau ambil tambahan pekerjaan part time lainnya agar tujuan tersebut tercapai atau sebaliknya harus puas dengan menurunkan gaya hidup anda kelak ketika memasuki usia senja.

Ilustrasi cara menghitungnya kurang lebih adalah seperti ini misalkan untuk memenuhi gaya hidup anda sekarang dibutuhkan dana sebesar Rp. 120 juta per tahun, apabila untuk tiba ke masa pensiun adalah masih 20 tahun lagi ( untuk tiba di umur 55 tahun ) dengan asumsi inflasi sebesar 8 % per tahun maka pada waktu yang akan datang anda memerlukan dana Rp. 559.314.857,- pertahun supaya memiliki standard kehidupan yang sama dengan masa sekarang.  Nah dari situ di hitung lagi misalnya target masa pensiunnya adalah 20 tahun sampai umur 75 tahun, maka berapa total akumulasi dana yang dibutuhkan pada permulaan awal masa pensiun dengan asumsi misalnya net return untuk masa itu adalah sebesar 2% dan didapatlah bahwa akumulasi dana yang diperlukan pada awal permulaan masa pensiun adalah sebesar Rp. 9.145.599.603,-  Jika asumsinya anda belum memiliki investasi apapun pada saat ini , maka untuk memenuhi tujuan hidup mempertahankan gaya hidup yang sama yang dimulai dari 20 tahun lagi dari sekarang ketika anda mulai pensiun, maka anda harus melakukan investasi sebesar Rp. 9.244.933,- per bulan dengan asumsi return investasi sebesar 12 % per tahun.  Bila penghasilan anda sekarang sebesar Rp. 20 juta per bulan atau Rp. 240 juta per tahun, maka tidak terlalu menjadi masalah karena masih ada sisa uang sebesar Rp. 10 juta perbulan untuk mempersiapkan dana pensiun tersebut tapi bila kurang, maka haruslah anda berhati hati dan melakukan ekstra kerja keras untuk menutupi kekurangan tersebut dari sekarang.

Ini Cuma salah satu contoh ekstreem untuk menggambarkan kebutuhan dana pensiun anda, saya berharap keadaannya tidak seperti itu dimana mungkin saja anda sudah punya investasi property atau investasi keuangan lainnya dan tambahan dana pensiun lainnya yang memberikan return investasi yang baik yang sudah bisa memenuhi sebagian kebutuhan akumulasi dana pensiun tersebut di kemudian hari, sehingga anda cukup menghitung kekurangan investasi yang harus dilakukan per bulan sekarang selama masa umur produktif anda. Bagaimanapun kita harus mencoba mempersiapkan idealnya harus bagaimana, yah kalo ternyata di kemudian hari anak anda jadi orang sukses dan bersedia menjaga dan mengurus semua kebutuhan anda yah itu patut disyukuri, dan mengenai uang yang anda sudah persiapkan bisa digunakan untuk hal lainnya yang bermanfaat. Apapun alasannya persiapkan dana pensiun anda sejak dini, semakin cepat semakin mudah untuk mengejarnya.

 

Hati-hati bila saat ini anda hidup berkecukupan, sehingga anda senang dan terlena karenanya, karena pada saat itu biasanya kita lupa untuk memikirkan dana hari tua ini. Banyak sekali contoh yang pada masa mudanya hidup gemerlap dan berkecukupan, tapi di masa tuanya serba kekurangan. Waspadalah!