Archive for August, 2010

 

Asuransi Dana Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

Asuransi Dana Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

 

Kita semua mengetahui bahwa biaya pendidikan tidaklah murah pada jaman sekarang dan terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sebagai efek dari inflasi, sehingga sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Asuransi pendidikan sebagai salah satu cara yang praktis untuk mempersiapkan dana pendidikan anak karena selain kita dapat mewujudkan investasi untuk dana pendidikan, kita juga telah diproteksi guna  menghadapi segala resiko yang mungkin timbul selama masa periode bersangkutan seperti resiko kematian, cacat total, masalah penyakit kritis yang mengakibatkan pihak tertanggung tidak dapat membayarkan premi untuk persiapan dana pendidikan tersebut. Jadi jelas asuransi pendidikan ini mengandung 2 fungsi yaitu fungsi investasi maupun fungsi proteksi. Demikian juga Tabungan Pendidikan yang banyak diselenggarakan oleh Bank dengan didukung oleh perusahaan asuransi tertentu juga mempunyai kedua fungsi yang sama, namun dari segi fleksibilitas Tabungan Pendidikan umumnya lebih fleksibel.Kedua jenis investasi ini yang umumnya banyak ditawarkan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.

 

Jadi baik Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan keduanya mempunyai fungsi proteksi atau perlindungan terhadap resiko terhadap ketidakmampuan pihak tertanggung untuk melanjutkan pembayaran premi apabila pihak tertanggung yang mempunyai nilai ekonomis meninggal dunia. Fungsi itulah yang membedakannya dengan jenis investasi lainnya.  Jadi  investasi pada asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan mempunyai tujuan yang jelas yaitu untuk ketersediaan dana pendidikan.

 

Dalam mempersiapkan dana pendidikan anak kita perlu melakukan secara disiplin kedua fungsi tersebut sehingga ada jaminan ketersediaan dana pendidikan ini di kemudian hari pada saat dibutuhkan.

 

Adapun dalam memilih Asuransi Pendidikan, anda harus selektif dan membandingkan satu sama lain , pelajari kelebihan dan kekurangannya karena masing-masing akan berbeda aturan benefitnya satu sama lain. 

 

 Apakah Penting Berinvestasi pada Investasi Lainnya ?

Memang banyak sekali rupa-rupa investasi tapi marilah kita lihat beberapa investasi yang umumnya banyak dibicarakan dan mempunyai fungsi yang belum tentu sama dengan yang dibicarakan diatas. Adapun jenis-jenis investasi lainnya adalah sebagai berikut : 

1. Instrumen Perbankan seperti:

         Tabungan, umumnya dengan dana yang relatif kecil kita sudah dapat membuka rekening tabungan. Jenis  investasi relatif aman, sangat likuid dan bisa dicairkan setiap saat. Kelemahannya umumnya bunga rendah.

         Deposito, umumnya investasi pada instrument ini memerlukan dana yang relatif lebih besar dari tabungan. Jenis investasi ini juga relative aman, namun kelemahannya  tidak dapat dicairkan setiap saat guna menghindari penalti dari pihak bank.

 

2. Instrumen Pasar Modal seperti :

         Saham, pada jenis inivestasi ini kita melakukan penyertaan modal pada sebuah perusahaan publik dalam jumlah lembar saham atau lot yang diperdagangkan di pasar modal.  Adapun resikonya nilai saham dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga pasar sehingga jelas di sini selain ada resiko bisnis (bisnis risk) juga ada resiko pasar (market risk). Keuntungan yang bisa diperoleh adalah apresiasi nilai saham serta dari pembagian deviden tahunan.

         Obligasi, pada jenis investasi ini kita membeli surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan tertentu yang telah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK. Pada investasi ini ada kepastian penghasilan berupa kupon yang dibayarkan setiap periode tertentu mirip seperti halnya di deposito namun umumnya kupon yang diberikan lebih tinggi disbanding deposito. Apabila obligasi tetap dipegang sampang jatuh tempo maka kita akan mendapat pengembalian sebesar Nilai Nominal dari Obligasi tersebut. Kekurangannya harga pasar obligasi bisa berfluktuasi mengikuti perkembangan pasar namun tidak seflukuatif di saham, sehingga apabila harus dijual pada saat harga dibawah nilai pada saat pembelian, maka investor dapat mengalami kerugiaan. Dalam memilih Obligasi tersebut, kita harus melihat rating yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat seperti Pefindo guna mengurangi resiko gagal bayar (default risk), dan belilah obligasi yang masuk katagori investment grade yaitu idBBB dan memiliki track record manajemen yang baik. 

         Reksadana, pada jenis investasi ini kita membeli unit penyertaan pada sebuah portfolio yang dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Jadi di sini dana dipooling dari banyak orang kemudian diinvestasikan dalam sebuah portfolio bersama. Dalam bekerja, manajer investasi juga dibantu oleh Bank Kustodian yang memegang seluruh kekayaan dari reksadana tersebut sehingga perkembangan nilai dari investasi reksadana ini dapat dilihat dalam bentuk NAB harian yang wajib dipublish ke umum. Sebelum anda berinvestasi pada reksadana, bacalah terlebih dahulu Prospektusnya guna mengetahui apakah sesuai dengan risk profile anda dan apakah sudah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK. Ada banyak jenis reksadana, yaitu reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran. Pilihlah dengan bijak sesuai karakteristik pribadi anda, target pencapaian tujuan keuangannya serta pilihkan perusahaan manajemen investasi yang memiliki track record baik dengan portfolio yang baik. Investasi reksadana secara rutin untuk jangka panjang minimal di atas 5 tahun dapat memberikan hasil yang lebih optimal

3. Instrumen Investasi lainnya :

         Emas , memang emas khususnya emas batang dan coin sebagai suatu jenis investasi yang agak menarik untuk investasi jangka panjang, karena dengan kecenderungan harga minyak bumi yang bisa mengalami kenaikan di masa depan karena keterbatasan jumlah produksi minyak dunia, maka cenderung akan menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi. Dalam kondisi inflasi yang tinggi, emas merupakan salah satu instrument yang baik untuk investasi. Emas boleh digunakan untuk menambah diversifikasi portfolio investasi anda.  

         Property, berinvestasi pada property seperti tanah dan bangunan adalah baik untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, karena dengan kecenderungan jumlah lahan yang makin terbatas, maka harga property mengalami kecenderungan naik dari waktu ke waktu. Kelemahannya adalah membeli property umumnya diperlukan modal yang relatif lebih besar terlepas anda melakukan leverage atau tidak. Strateginya adalah pilihlah lokasi yang tepat guna memperoleh apresiasi nilai yang baik ataupun memperoleh passive income dalam bentuk uang sewa. Bila kita memilih lokasi yang tepat pada waktu dan harga yang tepat, serta dipegang dalam jangka waktu relatif panjang di atas 10 tahun, dapat memberikan rata-rata peningkatan nilai diatas 20% per tahun. Untuk kebutuhan jangka pendek, investasi ini tidak cocok karena tidak mudah langsung dijual setiap saat dengan harga yang menarik.  

         Berlian, berinvestasi pada berlian juga sudah mulai menjadi trend di kalangan investor tertentu pada jaman modern ini. Namun berinvestasi pada berlian memerlukan modal yang besar, karena apabila anda ingin membeli berlian dengan tujuan investasi adalah harus membeli berlian yang memiliki sertifikat yang umumnya tidak murah nilainya. Sehingga tetap saja investasi berlian ini tidak terlalu liquid juga, karena harganya yang cenderung mahal dan persepsi orang yang berbeda satu sama lain walaupun sudah ada standard nilai internationalnya.

Jadi investasi pada instrument perbankan, instrument pasar modal atau pada instrument investasi lainnya seperti di atas, adalah bentuk investasi biasa yang tidak digabungkan dengan fungsi proteksi untuk keperluan dana pendidikan anak seperti halnya pada Asuransi Pendidikan ataupun Tabungan Pendidikan.

Anda bisa saja melakukan investasi reksadana dan deposito ataupun reksadana dan property tergantung dari target waktu kebutuhan dana pendidikan tersebut. Bila targetnya makin panjang, maka anda dapat berinvestasi pada instrument yang sedikit lebih beresiko seperti reksadana dan property, guna pencapaian return yang lebih optimal. Bila untuk jangka yang lebih pendek, maka investasi pada tabungan dan deposito lebih tepat buat anda.

Namun apakah investasi anda telah menyelesaikan masalah, yah kalo anda telah memiliki uang yang cukup banyak untuk membeli atau melakukan penempatan  investasi sekaligus besar di muka, sehingga pencapaian target dapat diperkirakan maka menjadi tidak terlalu masalah. Namun masalahmya apabila anda masih dalam proses menabung atau melakukan investasi secara regular tiap bulan sedikit-sedikit maka berhati-hatilah anda masih menghadapi resiko kegagalan dalam perencanaan tersebut karena faktor resiko kematian, cacat total ataupun penyakit kritis yang mengakibatkan anda menjadi tidak produktif lagi. Itulah perlunya fungsi proteksi yang dalam hal ini telah dihadirkan melalui produk asuransi pendidikan ataupun tabungan pendidikan.

Bila anda cukup disiplin dalam berinvestasi secara regular untuk keperluan dana pendidikan ini , maka sah-sah saja anda berinvestasi sendiri secara regular dan untuk menambah fungsi proteksi , anda dapat membeli Term Life Insurance atau Asuransi Jiwa berjangka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama masa persiapan dana pendidikan tersebut. Namun buat anda yang kurang disiplin dan kurang agak mengerti mengenai seluk beluk investasi, maka Asuransi Pendidikan ataupun Tabungan Pendidikan dapat menjadi alternatif yang bijaksana.

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa Asuransi Pendidikan mempunyai 2 fungsi yaitu fungsi investasi maupun fungsi proteksi, yang memungkinkan terjaminnya ketersediaan dana pendidikan anak walaupun seorang bapak sebagai tertanggung mengalami kematian, cacat total maupun mengalami penyakit kritis. Masing-masing perusahaan asuransi memiliki aturan main yang berbeda, namun umunya apabila terjadi kematian, cacat total dari pihak tertanggung, maka pihak keluarga akan memperoleh uang pertanggungan sebagai warisan dan benefit dana pendidikan akan tetap dicairkan sesuai waktunya. Oleh karena itu umunya preminya menjadi mahal karena harus menanggung ketersediaan dana pendidikan untuk anak tersebut apabila kejadian resiko itu terjadi. Tentu saja bila kejadian itu terjadi , maka premi tidak perlu dibayarkan lagi dan menjadi sepenuhnya tanggung jawab perusahaan asuransi.

Tugas Anda Sebelum Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Anda terlebih dahulu sebagai orang tua wajib untuk menentukan kemana kira-kira anak anda akan bersekolah, dan berapa biaya sekolah itu pada saat sekarang. Atas dasar biaya ini dan jangka waktu target pencapaian serta menggunakan tingkat rata-rata kenaikan biaya sekolah per tahun , maka anda dapat memperkirakan berapa kebutuhan dana pendidikan yang diperlukan. Dasar itulah yang anda bicarakan dengan pihak perencana keuangan yang akan membantu mempersiapkan Asuransi Pendidikan itu sehingga anda tidak salah menentukan jumlah uang pertanggungan dan distribusi endowmentnya yang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak anda.

Tentu saja anda harus membeli produk yang sesuai dengan kemampuan anda, karena jangan sampai rencana anda gagal karena tidak mampu melanjutkan membayar premi. Namun bagaimanapun uang pertanggungan juga menjadi faktor penting sehingga anda tidak sekedar membeli asuransi pendidikan yang ternyata tidak bisa mencukupi kebutuhan dana pendidikan anak anda bila sesuatu hal terjadi. Kecuali anda juga mempunyai kombinasi investasi di tempat lain yang secara total mampu mendukung ketersediaan dana ini nantinya.

Memang masing-masing orang menghadapi kondisi dan situasi yang berbeda dengan tujuan keuangan yang berbeda pula , yang juga mempengaruhi cara pandang sekaligus risk profile orang tersebut. Namun buat saya, selain anda berinvestasi untuk tujuan yang specific dengan produk yang specific seperti diatas, kalo ada baiknya juga berinvestasi pada alternative investasi lain seperti telah dijelaskan diatas  karena umumnya bisa memberikan return yang lebih baik apalagi dalam kurun waktu yang agak panjang seperti di atas 5 tahun apalagi 10 tahun.  Investasi pada Reksadana Saham, Property dan juga emas menjadi primadonanya apabila anda mempunyai tujuan untuk jangka panjang tersebut diatas 10 tahun. Selain untuk tujuan ekonomis guna memperoleh nilai manfaat return yang lebih besar, alternative investasi diperlukan untuk keperluan diversifkasi guna mengurangi resiko keuangan anda. Jadi bisa saja anda berinvestasi pada kombinasi beberapa macam instrumen keuangan yang masing-masing memang telah disesuaikan dengan target pencapain tujuan keuangannya dalam kurun waktu yang berbeda.

Tidak usah takut untuk mulai menabung dan berinvestasi, mulai dengan  buat budget keuangan keluarga yang jelas setiap bulan guna mengendalikan pengeluaran anda dan pisahkan minimal 10% dari penghasilan anda dimuka untuk mulai  berinvestasi. Lalu mulai focuskan rencana anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, dan bisa mulai menghitung-hitung berapa kebutuhan dana pendidikan anak anda nantinya, bisa berdiskusi dengan perencana keuangan yang ada dan mulai melakukan perencanaan dana pendidikan lebih baik. Tujuannya jelas supaya kelak dana yang dipersiapkan cukup untuk mendanai pendidikan anak dan tidak menjadi beban di kemudian hari.  

 

 

 

 

 

 

 

 

Namun seringkali orang tidak membuat laporan keuangan pribadi (keluarga) mereka, karena berbagai alasan bisa karena memang benar-benar tidak tahu caranya, atau memang malas untuk membuatnya secara konsisten karena laporan keuangan ini harus dibuat tiap bulan seperti halnya laporan keuangan perusahaan. 

Laporan Keuangan Keluarga Pribadi

Laporan Keuangan Keluarga Pribadi

 

Banyak orang mendengar dan mengenal laporan keuangan adalah sebatas untuk keperluan sebuah perusahaan, dimana sudah menjadi kewajiban bagi sebuah perusahaan yang sudah beroperasi guna mengetahui bagaimana tingkat kesehatan keuangan perusahaan.  Tidak beda dengan perusahaan, anda sebagai pribadi adalah juga sebuah perusahaan alias “You Corporation”. Anda menjadi tambah kaya atau mengalami kemunduran bisa dilihat dari laporan keuangan pribadi (keluarga) Anda. Saya bisa langsung tahu apakah anda berada dalam posisi yang akan membawa anda menuju kebebasan financial keluarga atau menuju kepada kebangkrutan adalah dari laporan keuangan ini. Jadi apabila anda melakukan perencanaan keuangan tanpa  mengenal laporan keuangan pribadi anda adalah sama saja anda mau pergi ke suatu daerah tapi anda tidak tahu posisi anda berada sekarang di mana. Bagaimana anda mau melangkah?

 

Ada 2 laporan keuangan pribadi (keluarga) yang harus dibuat yaitu Laporan Keuangan Neraca alias Balance Sheet dan Laporan Keuangan Rugi Laba atau Income Statement.

 

 Personal Balance Sheet atau Laporan Keuangan Neraca Pribadi

Menunjukkan posisi keuangan anda pada satu titik waktu tertentu dimana anda dapat melihat berapa besar aset yang telah dimiliki, berapa hutang atau liabilities yang masih harus dibayar dan berapa kekayaan bersih anda.  Bila total aset anda lebih besar dari total hutang anda, berarti anda memiliki kekayaan bersih yang positif atau positive net worth. Dalam ilmu corporate finance, leveraging memang baik untuk mengembangkan suatu bisnis sehingga menjadi cepat bertumbuh, namun tidak bisa diaplikasikan sama untuk semua bisnis dalam takaran yang sama , apalagi ke dalam manajemen keuangan pribadi. Bila anda berhutang cobalah lebih selektif dan ada dasar perhitungan untung dan ruginya, dan janganlah berhutang untuk tujuan konsumtif semata yang tidak memiliki nilai ke depannya.  

Cara membuat laporan keuangan neraca perorangan tidak berbeda dengan neraca perusahaan, yaitu dengan mengumpulkan semua daftar aset  anda  baik fixed assets, dan financial assets yang secara keseluruhan masing-masing mempunyai nilai ekonomis misalnya rumah, mobil, tanah, deposito, obligasi, saham, reksadana dan lainnya di sebelah kiri. Lalu anda kumpulkan juga semua daftar hutang anda seperti hutang bank, hutang kartu kredit, kredit kendaraan, dan hutang lainnya yang anda harus bayar di sisi sebelah kanan atas. Setelah itu anda dapat mengurangkan nilai total aset dan nilai total hutang untuk mendapatkan net worth atau kekayaan bersih anda yang kemudian anda tempatkan di sebelah kanan dibawah total hutang.  Jadi ilustrasinya adalah Total Aset = Total Hutang + Net Worth. 

 

Laporan Keuangan Rugi Laba Pribadi atau Personal Income Statement

Menunjukkan arus keuangan anda dalam satu periode tertentu misalnya 1 bulan dimana anda dapat melihat berapa uang yang masuk atau penghasilan anda selama periode tersebut, sekaligus anda bisa melihat kemana anda pakai uang dari penghasilan anda selama 1 bulan. Bila total penghasilan anda selama 1 bulan melebihi total pengeluaran anda dalam periode tersebut, itu yang disebut sebagai Surplus atau Net Income yang positif dan sebaliknya juga bila pengeluaran justru lebih besar maka menjadi Defisit alias Net Income yang negatif atau Loss.

 

Caranya ada dapat mengumpulkan semua penghasilan anda baik yang penghasilan tetap, lalu penghasilan yang tidak tetap atau tambahan untuk mendapatkan total penghasilan dalam periode bersangkutan. Kemudian anda kumpulkan semua pengeluaran selama periode tersebut berdasarkan 2 katagori besar yaitu biaya tetap bulanan dan biaya tidak tetap bulanan , baru masing-masing dibuatkan daftar pengeluarannya berdasarkan urutan prioritasnya. Kemudian kurangkan total penghasilan tersebut dengan total pengeluaran atau expenses guna mengetahui apakah anda surplus atau defisit pada bulan bersangkutan.  

 

Singkat kata apabila anda setiap bulan Surplus maka anda berada dalam jalur yang baik sebagai batu loncatan mencapai kebebasan financial karena kelebihan surplus itu bisa anda gunakan untuk 2 alternatif yaitu yang pertama menambah aset anda dengan berinvestasi pada aset yang menguntungkan atau yang kedua bisa digunakan untuk mengurangi hutang anda yang berbunga tinggi. Dengan demikian Surplus keuangan selama periode tersebut telah meningkatkan nilai aset bersih atau Net Worth anda. Sebaliknya kalo anda Defisit maka mau gak mau anda berhutang lagi, akhirnya yang terjadi Net Worth atau kekayaan bersih anda turun. Bayangkan kalo setiap bulan anda deficit dan jadi hutang terus menerus plus bunga berbunga seperti orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit yang harus pinjam sana sini dan serba kebingungan, maka artinya anda berada dalam jalur yang bisa menghancurkan cita-cita anda menuju kebebasan financial. Jadi Ilustrasinya Net Income = Total Penghasilan – Total Biaya (Expenses).

 

Jadi strateginya anda harus selalu surplus tiap bulan dan gunakan surplus anda untuk membeli atau menambah aset yang baik yang bisa menghasilkan passive income untuk anda dan investasikan kembali passive income tersebut untuk  menambah passive income lainnya dan atau gunakan untuk melunasi hutang hutang anda kalo memang masih ada hutang.

 

Tanpa Laporan keuangan keluarga atau pribadi yang dibuat secara konsisten dari waktu ke waktu, anda tidak dapat menganalisa perkembangan keuangan anda dan menentukan strategi keuangan keluarga berikutnya guna memaksimalkan tujuan keuangan anda. Selamat Mencoba!

Apakah anda sudah pintar mengelola kartu kredit ?

Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit

Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit memang sudah sangat luar biasa, coba aja anda lihat sendiri berapa uang plastik untuk berbelanja ini yang ada miliki. Coba lihat di dompet anda sekarang? Pernah saya melakukan survey pada sebuah perusahaan dengan 86 karyawan dimana saya temukan hanya 12,79% yang tidak memiliki kartu kredit dan luar biasanya ada 60,46% yang memiliki kartu kredit lebih dari 1 buah. Tentu saja temuan ini sangat meyakinkan kita bahwa penggunaan kartu kredit sudah merupakan gaya hidup modern yang tidak bisa dihindari bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan yang sarat dengan perkembangan modern. Pertanyaannya adalah seberapa anda pintar mengelola kartu kredit tersebut. Apa kartu kredit ini dapat lebih bermanfaat atau malah menjadi bumerang untuk anda.

 

 Berikut ini ada Tips Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit anda :

 1. Anda Bisa Berhemat dengan Kartu Kredit Anda

Sebagai konsumen atau nasabah kartu kredit, kita haruslah jeli-jeli memilih kartu kredit yang menawarkan fasilitas paling banyak dan tentu saja yang diharapkan adalah program hemat berbelanja atau makan di restaurant dengan discount yang banyak. Banyak bukan saja jumlah outletnya tapi juga nilai discount yang menggiurkan. Coba anda analisa kartu kredit apa yang paling banyak mengadakan kerjasama program diskon atau program layanan gratis seperti di airport lounge. Bayangkan ada restaurant yang menawarkan discount sampai 50% kalo menggunakan kartu kredit tertentu. Ada lagi yang menawarkan discount 30% + 20% dan dibagi 12 bulan dengan bunga 0%. Tentu saja tawaran ini sangat menarik, tapi anda juga harus jeli jangan sampai tergiur hanya karena cicilan 12 bulan dengan bunga 0%, coba cek harga barang yang sama di tempat lain yang tanpa cicilan.

2. Membayarlah Dengan Lunas Tagihan Kartu Kredit Anda

Pesannya adalah jangan pernah berhutang untuk memuaskan kebutuhan konsumtif anda. Kalo memang kita tidak mampu untuk membeli barang dengan harga yang mahal, cobalah belajar untuk lebih selektif dan melakukan skala prioritas. Jangan sampai pengeluaran anda besar pasak dari pada tiang. Akhirnya anda Cuma mampu membayar minimum payment, yang pada dasarnya sebagian besar hanya untuk melunaskan bunga dan denda pembayaran kartu kredit anda. Bayangkan bila anda hanya membayar minimum payment yang hanya sebesar 10% dari total tagihan dengan bunga 42% – 48 % pertahun. Apalagi anda telat membayar dan membayar kurang dari minimum, jadilah anda seperti jatuh tertimpa tangga yang  akhirnya tagihan kartu kredit anda tidak lunas lunas. Jadi gunakan kartu kredit dengan cara bijak, karena kartu kredit tetap saja bukan uang anda, melainkan hanya sebagai sarana pembayaran. Uang anda sendiri adalah disposable income atau penghasilan anda yang benar-benar dapat dibelanjakan. Jikalau anda memiliki kartu kredit lebih dari 1 dan ternyata ada pengeluaran tak terduga yang besar dan anda bena-benar tidak mampu membayar semuanya, maka prioritaskan pembayaran anda pada kartu kredit yang memiliki bunga tertinggi sedangkan yang lain minimal yah sebesar minimum payment. Tapi saya sangat tidak terlalu senang dengan pola pembayaran seperti ini.

3. Jangan Berlebihan Memiliki Kartu Kredit

Tentu saja kita tidak boleh berlebihan memiliki kartu kredit, jangan asal demi memenuhi ruang sela dompet kita supaya kelihatan banyak kartu kreditnya, maka kita terima setiap perusahaan kartu kredit yang menawarkan kartu kredit ke kita. Alasannya tentu saja membuang biaya tahunan yang berlebihan, selain itu juga memancing anda untuk berbelanja lebih banyak lagi. Pada dasarnya orang dahulu menggunakan alasan rasional membawa kartu kredit hanya untuk menggantikan uang tunai yang dibawa di dompet, jadi daripada kita setiap kali bawa uang tunai berlebihan maka kita menggunakan kartu kredit.  Jadi jelas fungsi dahulu lebih untuk memudahkan untuk berbelanja saja. Nah dengan bergesernya waktu dan perubahan gaya hidup modern, fungsi kartu kredit sebagai kartu untuk berhutang juga tidak dapat dihindarkan lagi. Pesan saya Cuma kalo anda berhutang yah boleh boleh saja tapi lihatlah segala kemampuan anda dan buat perencanaan dan skala prioritas jangan  membeli sesuatu hanya untuk gaya hidup sesaat, tapi belilah barang yang memang anda butuhkan. Anda bisa memiliki kartu kredit 2 buah dengan tanggal jatuh tempo bulanan yang berbeda, guna memudahkan pengaturan keuangan anda.

4. Jangan Menarik Uang Tunai dengan Kartu Kredit anda

Kalo anda berbelanja menggunakan kartu kredit maka bunga akan mulai dihitung pada saat jatuh tempo kartu kredit dan anda tidak membayarnya lunas. Sedangkan dengan pengambilan tunai dari mesin ATM, maka pada saat anda mengambil tunai , maka saat itu juga bunga mulai dihitung dan tentunya bunganya sangat tinggi sekitar 4 – 4,5 % perbulan atau  bisa mencapai 54% per tahun. Tentu saja pihak pengelola kartu kredit juga telah memperhitungkan faktor  kerugiaan bila ada nasabah kartu kredit yang mangkir alias tidak membayar atau kabur, sehingga kredit tanpa jaminan inilah yang membuat bunga yang dibebankan juga menjadi tinggi.  Jadi jangan ambil tunai dari kartu kredit anda.

5. Simpan Kartu Kredit Anda Jika Tidak Perlu

Salah satu cara untuk memudahkan anda mengontrol pengeluaran anda adalah cukup rencanakan pengeluaran anda dengan uang tunai yang ada, anggap saja anda tidak mempunyai kredit card. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatur pengeluarannya dan salah satunya adalah sistim amplop dimana anda langsung membagi-bagi uang yang akan anda keluarkan pada bulan bersangkutan ke dalam beberapa amplop pengeluaran sesuai rencana anggaran belanja bulanan. Anda bisa menggunakan kartu kredit hanya pada saat saat tertentu misalnya guna makan di restaurant dapat discount atau belanja di supermarket dapat cash back 3%, namun jangan lupa pindahkan uang yang di amplop tadi sesuai pembelanjaan yang telah dilakukan ke dalam amplop untuk pencadangan pembayaran kartu kredit yang akan jatuh tempo nantinya karena penggunaan belanja tersebut. Singkat kata anda bisa gunakan hanya apabila  menguntungkan anda atau untuk berjaga-jaga dalam keadaan mendadak dan anda tidak membawa uang tunai sebesar itu. Bahaya adalah jikalau anda tida punya perencanaan keuangan dan anda menggunakan kartu kredit anda dengan tidak terkontrol, maka bisa jadi anda akan terkena masalah dengan kartu kredit alias tidak mampu membayar dan hutang bunga berbunga yang akhirnya anda bisa membayar berlipat lipat dari total tagihan anda.

Maka pintar pintarlah menggunakan dan mengelola kartu kredit, supaya anda tidak jadi korban karena kecerobohan anda sendiri.  Jadilah orang yang bebas hutang kartu kredit.