Namun seringkali orang tidak membuat laporan keuangan pribadi (keluarga) mereka, karena berbagai alasan bisa karena memang benar-benar tidak tahu caranya, atau memang malas untuk membuatnya secara konsisten karena laporan keuangan ini harus dibuat tiap bulan seperti halnya laporan keuangan perusahaan. 

Laporan Keuangan Keluarga Pribadi

Laporan Keuangan Keluarga Pribadi

 

Banyak orang mendengar dan mengenal laporan keuangan adalah sebatas untuk keperluan sebuah perusahaan, dimana sudah menjadi kewajiban bagi sebuah perusahaan yang sudah beroperasi guna mengetahui bagaimana tingkat kesehatan keuangan perusahaan.  Tidak beda dengan perusahaan, anda sebagai pribadi adalah juga sebuah perusahaan alias “You Corporation”. Anda menjadi tambah kaya atau mengalami kemunduran bisa dilihat dari laporan keuangan pribadi (keluarga) Anda. Saya bisa langsung tahu apakah anda berada dalam posisi yang akan membawa anda menuju kebebasan financial keluarga atau menuju kepada kebangkrutan adalah dari laporan keuangan ini. Jadi apabila anda melakukan perencanaan keuangan tanpa  mengenal laporan keuangan pribadi anda adalah sama saja anda mau pergi ke suatu daerah tapi anda tidak tahu posisi anda berada sekarang di mana. Bagaimana anda mau melangkah?

 

Ada 2 laporan keuangan pribadi (keluarga) yang harus dibuat yaitu Laporan Keuangan Neraca alias Balance Sheet dan Laporan Keuangan Rugi Laba atau Income Statement.

 

 Personal Balance Sheet atau Laporan Keuangan Neraca Pribadi

Menunjukkan posisi keuangan anda pada satu titik waktu tertentu dimana anda dapat melihat berapa besar aset yang telah dimiliki, berapa hutang atau liabilities yang masih harus dibayar dan berapa kekayaan bersih anda.  Bila total aset anda lebih besar dari total hutang anda, berarti anda memiliki kekayaan bersih yang positif atau positive net worth. Dalam ilmu corporate finance, leveraging memang baik untuk mengembangkan suatu bisnis sehingga menjadi cepat bertumbuh, namun tidak bisa diaplikasikan sama untuk semua bisnis dalam takaran yang sama , apalagi ke dalam manajemen keuangan pribadi. Bila anda berhutang cobalah lebih selektif dan ada dasar perhitungan untung dan ruginya, dan janganlah berhutang untuk tujuan konsumtif semata yang tidak memiliki nilai ke depannya.  

Cara membuat laporan keuangan neraca perorangan tidak berbeda dengan neraca perusahaan, yaitu dengan mengumpulkan semua daftar aset  anda  baik fixed assets, dan financial assets yang secara keseluruhan masing-masing mempunyai nilai ekonomis misalnya rumah, mobil, tanah, deposito, obligasi, saham, reksadana dan lainnya di sebelah kiri. Lalu anda kumpulkan juga semua daftar hutang anda seperti hutang bank, hutang kartu kredit, kredit kendaraan, dan hutang lainnya yang anda harus bayar di sisi sebelah kanan atas. Setelah itu anda dapat mengurangkan nilai total aset dan nilai total hutang untuk mendapatkan net worth atau kekayaan bersih anda yang kemudian anda tempatkan di sebelah kanan dibawah total hutang.  Jadi ilustrasinya adalah Total Aset = Total Hutang + Net Worth. 

 

Laporan Keuangan Rugi Laba Pribadi atau Personal Income Statement

Menunjukkan arus keuangan anda dalam satu periode tertentu misalnya 1 bulan dimana anda dapat melihat berapa uang yang masuk atau penghasilan anda selama periode tersebut, sekaligus anda bisa melihat kemana anda pakai uang dari penghasilan anda selama 1 bulan. Bila total penghasilan anda selama 1 bulan melebihi total pengeluaran anda dalam periode tersebut, itu yang disebut sebagai Surplus atau Net Income yang positif dan sebaliknya juga bila pengeluaran justru lebih besar maka menjadi Defisit alias Net Income yang negatif atau Loss.

 

Caranya ada dapat mengumpulkan semua penghasilan anda baik yang penghasilan tetap, lalu penghasilan yang tidak tetap atau tambahan untuk mendapatkan total penghasilan dalam periode bersangkutan. Kemudian anda kumpulkan semua pengeluaran selama periode tersebut berdasarkan 2 katagori besar yaitu biaya tetap bulanan dan biaya tidak tetap bulanan , baru masing-masing dibuatkan daftar pengeluarannya berdasarkan urutan prioritasnya. Kemudian kurangkan total penghasilan tersebut dengan total pengeluaran atau expenses guna mengetahui apakah anda surplus atau defisit pada bulan bersangkutan.  

 

Singkat kata apabila anda setiap bulan Surplus maka anda berada dalam jalur yang baik sebagai batu loncatan mencapai kebebasan financial karena kelebihan surplus itu bisa anda gunakan untuk 2 alternatif yaitu yang pertama menambah aset anda dengan berinvestasi pada aset yang menguntungkan atau yang kedua bisa digunakan untuk mengurangi hutang anda yang berbunga tinggi. Dengan demikian Surplus keuangan selama periode tersebut telah meningkatkan nilai aset bersih atau Net Worth anda. Sebaliknya kalo anda Defisit maka mau gak mau anda berhutang lagi, akhirnya yang terjadi Net Worth atau kekayaan bersih anda turun. Bayangkan kalo setiap bulan anda deficit dan jadi hutang terus menerus plus bunga berbunga seperti orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit yang harus pinjam sana sini dan serba kebingungan, maka artinya anda berada dalam jalur yang bisa menghancurkan cita-cita anda menuju kebebasan financial. Jadi Ilustrasinya Net Income = Total Penghasilan – Total Biaya (Expenses).

 

Jadi strateginya anda harus selalu surplus tiap bulan dan gunakan surplus anda untuk membeli atau menambah aset yang baik yang bisa menghasilkan passive income untuk anda dan investasikan kembali passive income tersebut untuk  menambah passive income lainnya dan atau gunakan untuk melunasi hutang hutang anda kalo memang masih ada hutang.

 

Tanpa Laporan keuangan keluarga atau pribadi yang dibuat secara konsisten dari waktu ke waktu, anda tidak dapat menganalisa perkembangan keuangan anda dan menentukan strategi keuangan keluarga berikutnya guna memaksimalkan tujuan keuangan anda. Selamat Mencoba!

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.