Archive for January, 2011

Masa pensiun adalah tahapan yang cukup rawan bagi kondisi keuangan pekerja, pada masa pensiun gaji yang biasanya diterima pekerja tidak akan datang lagi. Seorang pekerja untuk dapat menikmati masa pensiun  dengan baik memerlukan perencanaan keuangan yang baik.  Masa bekerja adalah masa yang baik untuk mempersiapkan bekal keuangan yang akan digunakan pada masa pensiun. Bagaimanakah melakukan perencanaan keuangan untuk mengumpulkan bekal itu?

Orang tua kita  mempersiapkan kita untuk mampu mengarungi kehidupan dengan mendidik moral, melatih mental dan menyekolahkan untuk mendapatkan pengetahuan. Orang tua memberikan nasihat-nasihat yang sangat berguna bagi kehidupan dan juga menyekolahkan kita setinggi-tingginya yang bisa dibiayai oleh mereka. Demikian juga kita mempunyai tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga kepada keluarga yang dicintai, untuk bisa membiaya kehidupan semasa pensiun dan sekaligus menunaikan kewajiban orang tua kepada anak yang belum sempat ditunaikan pada saat kita memasuki masa pensiun. Untuk mempersiapkannya maka perencanaan keuangan keluarga semakin dirasakan penting untuk memenuhi kebutuhan keuangan masa pensiun seperti  membiayai pendidikan anak yang belum dewasa pada saat pensiun, atau sebagai pencegahan agar keuangan kita tidak tergantung anak-anak atau sanak keluarga.

Kalau meperhatikan siklus hidup manusia maka rentang masa 1-6 tahun adalah masa kanak-kanak. Usia 7-18 adalah masa sekolah dan bagi mereka yang beruntung meneruskan pendidikan di Perguruan tinggi sampai mendapatkan diploma, sarjana atau bahkan menamatkan studi pasca sarjana. Masa panjang yang dialami adalah  usia 22 sampai dengan 55 tahun, masa bekerja dan memperoleh penghasilan dan usia yang umum bagi masyarakat pekerja Indonesia pensiun, masa 55 tahun sampai dengan 75 tahun. Masa pensiun seseaorang dapat berlangsung sampai dengan 20 tahun atau bahkan lebih.

Dari rentang waktu tersebut diatas yang menjadi perhatian kita dalam membuat perencanaan keuangan untuk masa pensiun adalah masa bekerja dari usia 22 sampai dengan 55 tahun atau 33 tahun bekerja dan masa pensiun dari usia 55 sampai dengan usia 75 tahun atau 20 tahun masa pensiun. Untuk sebagian orang yang dikaruniai usia panjang dapat mencapai usia 80 tahun bahkan lebih, artinya masa pensiun bisa mencapai 25 tahun atau lebih. Apakah kita sudah memikirkan bagaimana membiayai kehidupan sepanjang 20-25 tahun setelah pensiun?

Ingat bahwa masa produktif adalah masa bekerja, pada masa ini keuangan keluarga perlu dikelola dengan baik. Mengkonsumsi semua pendapatan adalah cara terbaik menghancurkan kenyamanan keuangan pada masa pensiun. Berbagai literatur menyarankan kegiatan menabung dan berinvestasi adalah cara terbaik untuk mempersiapkan keuangan masa pensiun. Berapakah besaran pendapatan yang harus ditabung dan dikonsumsi agar kita dapat memperoleh keamanan keuangan masa pensiun kita?

Besaran pendapatan yang harus ditabung atau di investasikan sangat bergantung kepada kebutuhan  masa pensiun yang akan datang.  Biasanya para perencana keuangan keluarga menyarankan 20-30% dari pendapatan tidak dikonsumsi pada masa aktif, dana ini dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Berapa besaran ideal dana yang ditabung dan berapa besaran dana yang harus diinvestasikan?

Besaran Tabungan dan investasi yang diperlukan oleh seseorang adalah sangat beragam bergantung tingkatan pendapatan dan gaya hidup yang bersangkutan. Perlu diingat bahwa tabungan bukanlah sarana yang baik untuk mempersiapkan dana masa pensiun. Tabungan disarankan hanya untuk memenuhi kebutuhan dana darurat (emergency fund). Besaran yang umum disarankan adalah 6 bulan sampai dengan 12 bulan besaran konsumsi bulanan. Individu yang lebih konservatif mungkin perlu tabungan lebih besar lagi untuk memenuhi rasa amannya.

 

Perencanaan investasi untuk mendukung perencanaan keuangan masa pensiun lebih kompleks dari perencanaan tabungan. Unsur penting yang perlu diperhatikan adalah besaran dana yang diinvestasikan dan besaran hasil investasi. Penilaian dan pemilihan sarana investasi tidak akan dibahas secara terinci pada tulisan ini, mengingat banyak yang perlu dijelaskan. Berapakah besaran investasi yang diperlukan oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidup dimasa pensiun.

 

Misalkan pada saat pensiun kita memerlukan pendapatan bulanan Rp. 10 juta per bulan berapakah nilai investasi yang diperlukan?  Untuk mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 10 juta perbulan diperlukan dana investasi Rp. 1 milyar dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% per tahun atau 1 % perbulan. Angka tersebut belum memperhitungkan tingkat inflasi tahunan, apabila tingkat inflasi tahunan 8% pertahun maka hasil investasi harus lebih tinggi yaitu 20% per tahun agar kita tetap mendapatkan imbal hasil Rp.10 juta per bulan. Apabila kita tidak  memperoleh kesempatan investasi yang lebih baik alias tingkat hasil investasi tetap 12% pertahun maka sekurang-kurangnya diperlukan dana investasi sebesar Rp. 2 milyar untuk mendapatkan imbal hasil RP. 10 juta.  Bagaimana kalau kita ingin mempertahankan tingkat kehidupan saat ini dengan penghasilan Rp. 20 juta per bulan maka dana investasi yang diperlukan bisa mencapai Rp. 4 milyar pertahun dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% dan inflasi      8 % pertahun. Perhitungan-perhitungan diatas  sangat disederhanakan untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat anda dapat menghubungi profesional perencana keuangan keluarga, sekaligus memperoleh nasihat bagaimana merencanakan keuangan yang baik untuk membiayai masa pensiun anda.

 

Apabila pekerja Perusahaan boanfid yang memberikan gaji tinggi dan sekarang masih aktif bekerja atau masih cukup lama akan pensiun anda dapa belajar dari senior-senior anda. Anda dapat belajar kepada senior yang berhasil menikmati masa pensiunnya dengan baik. Pada kesempatan yang lain belajarlah juga dari para senior yang  mengalami  masa pensiun dengan penuh kesulitan. Pada umumnya pekerja pada perusahaan bonafid memperoleh banyak kemudahan atau berkecukupan pada masa dinasnya melupakan perencanaan keuangan masa pensiunnya. Atau mungkin para pekerja tersebut telah berusaha mempersiapkan masa pensiunnya namun perhitungan yang tidak cermat  menyebabkan perencanaan gagal dan lagi-lagi mengalami masa pensiun yang pahit. Janganlah masa pensiun anda menjadi taruhan segeralah buatlah rencana keuangan pensiun dengan baik, bila perlu mintakan bantuan profesional perencanaan keuangan atau certified financila planner untuk membuatkan perencanaan keuangan pensiun anda. Sedia payung sebelum hujan itulah kata bijak tetua kita.  Ingat masa pensiun bisa 10 (sepuluh tahun), 20 tahun atau bahkan lebih lama dari 20 tahun, karenanya waspadalah!

           

Kapan waktu yang baik untuk memulai pelaksanaan persiapan keuangan masa pensiun anda? Kalau saat ini anda mempunyai waktu sepuluh tahun menjelang pensiun maka anda sudah cukup terlambat melakukan persiapan keuangan pensiun namun apabila ditunda lebih lama lagi maka kesulitan keuangan dimasa pensiun akan semakin menjadi nyata. Waktu yang terbaik mungkin adalah 5 tahun yang lalu atau  10 tahun yang lalu atau bahkan mungkin lebih dari 10 tahun yang lalu. Prinsipnya persiapan keuangan masa pensiun adalah semakin cepat semakin bagus, ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus, tunggu apa lagi, hati-hati jangan terlena dengan kondisi nyaman saat ini lihatlah senior-senior anda yang tidak merencanakan keuangan pensiunnya secara memadai.

 

Andre Herlambang, Akt, CFP®, Akuntan dan Perencanaan Keuangan Keluarga Independen.

Asuransi Pendidikan

Kita semua berharapan dapat mendidik dan menyekolah anak kita ke sekolah-sekolah terbaik dan pada jenjang pendidikan setinggi-tingginya. Tentunya untuk mengirimkan anak kesekolah-sekolah terbaik memerlukan biaya yang tidak sedikit. Selain itu juga kita dibayangi dengan kekhawatiran apakah usia kita akan sampai pada masa anak-anak kita sekolah?

Pada tulisan ini disampaikan upaya mengamankan pembiayaan anak sekolah dengan menggunakan asuransi pendidikan, tentunya bukan sembarang asuransi namun asuransi  yang nilai manfaatnya  sesuai dengan kebutuhan.

 

Mengenali Jasa Asuransi

Jasa asuransi adalah jasa yang diberikan oleh perusahaan asuransi untuk memberikan sejumlah dana yang pada saat terjadinya risiko yang diperjanjikan didalam polis. Sesuatu yang diperjanjikan haruslah mempunyai nilai dan tidak dapat diperkiran terjadinya. Atas  jasa tersebut perusahaan asuransi berhak menerima sejumlah premi yang harus dibayarkan oleh orang atau perusahaan yang memerlukan  perlindungan asuransi.

 

Asuransi dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu  asuransi umum, dan asuransi jiwa. Asuransi umum mempunyai manfaat sebagai alat pengalihan risiko atau kerugian dalam kegiatan usaha atau properti. Asuransi Jiwa memberi perlindungan asuransi apabila tertanggung meninggal dunia, maka asuransi memberikan sejumlah dana kepada ahli warisnya. Asuransi Kesehatan, Asuransi Pendidikan, Asuransi Properti, Asuransi Kredit adalah merupakan varian yang merupakan kreasi dari satu jenis asuransi di atas atau merupakan bauran dari asuransi umum dan asuransi jiwa.  

 

Mengenali Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan banyak ditawarkan oleh para agen asuransinya kepada para konsumen dengan  beragam jenis. Asuransi pendidikan banyak yang dibentuk dari  unit link dimana dalam pembayaran preminya memasukan unsur investasi. Apabila hasil investasinya tidak menunjukan hasil yang cukup menggembirakan maka pada saat terjadi musibah maka asuransi akan membayarkan sejumlah dana yang diperjanjikan, namun apabila hasil investasi sesuai dengan hasil yang diharapkan maka perusahaan tidak membayarkan klaim namun si tertanggung akan mendapatkan hasil dari investasinya.

 

Menetukan Besaran Asuransi Pendidikan

Besarnya nilai asurnasi yang hendak kita pilih sangat bergantung kepada kebutuhan tertanggung. Pada umumnya produk-produk asuransi saat ini disesuaikan dengan tingkatan pendidikan yang akan dialami oleh putra-putri kita. Umumnya Asuransi pendidikan didesain untuk membiaya sekolah SMP, SMA dan Perguruan Tinggi, sehingga asuransi dapat dicairkan pada usia anak 12 tahun. 16 tahun dan 18 tahun sesuai dengan usia saat anak-anak kita pada saat memasuki SMP, SMA dan Pergurunan Tinggi.

 

Nilai pertanggungan disesuaikan dengan biaya masuk dan biaya sekolah pada saat putra putri kita di SMP, SMA dan Pergurunan tinggi. Misalkan untuk biaya masuk dan sekolah selama SMP memerlukan dana Rp 20 juta, kemudian biaya masuk dan sekolah SMA       Rp. 30 juta dan biaya masuk dan kuliah Rp. 150 jt, maka biaya total biaya dibutuhkan adalah sebesar Rp. 200 juta. Dengan data tersebut maka dirancanglah nilai pertanggungan sebesar RP. 200 juta yang akan jatuh tempo pada saat anak-anak memasuki sekolah-sekolah yang dimaksud, jangan lupa bahwa angka pertanggungan telah memperhitungkan tingkat inflasi agar pada saat klaim dapat memperoleh dana yang sesuai dengan biaya yang diperlukan.   

 

Bagaimanakah Merancang Asuransi Pendidikan?

Menyadari bahwa usia adalah rahasia Allah Yang Maha Kuasa maka asuaransi pendidikan yang dibeli sudah memasukan unsur ini sehingga apabila pencari nafkah dipanggil Yang Maha Kuasa maka pihak asurnasi dapat menjamin pembayaran asuransi selanjutnya sehingga pada saat putra-putri kita bersekolah pada tingkatan yang dirancang dapat dibiayai melalui pertanggungan asuransi.

 

Selain memilih produk asuransi yang sesuai  atau apabila paroduk asurnsi yang ditawarkan tidak sesuai , kita dapat meminta agen asurnasi membuat proposal asuransi yang sesuai dengan kebutuhan yang dapat kita sebut (tailored insurance), pilihlah perusahaan asuransi yang telah mendapatkan kepercayaan masyarakat yaitu perusahaan yang memiliki banyak nasabah dan mengelola dana investasi asuransi cukup besar dan memiliki rating yang baik. Seringkali kita tidak dapat mengetahui dengan baik perusahaan Asuransi yang baik, Untuk lebih meyakinkan dalan merencanakan asuransi pendidikan yang sesuai, disarankan meminta pertimbangan atau nasihat dari certified financial planner.

 

Evaluasi Program Asuransi Secara Berkala

Apabila kita sudah mempunyai rencana asuransi dan rencana asuransi telah dijalankan agar rencana asuransi atau program asuransi yang sedang dijalankan dapat memenuhi kebutuhan perlindungan maka disarankan diadakan evaluasi tahunan untuk meyakini bahwa polis asuransi yang kita miliki masih cukup melindungi dari kejadian atau musibah yang akan menimpa kita. Apabila tidak dapat elakukan evaluasi program asuransi setiap tahun, sekurang-kurangnya evaluasi dilakukan dua tahun sekali namun jangan lebih lama lagi, karena perubahan-perubahan yang cepat atas perekonomian dan bisnis dapat mempengaruhi nilai pertanggungan asuransi yang kita miliki.

 

Kesimpulan

Langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam merencana asuransi pendidikan bagi putra-putri kita adalah sebagai berikut:

  1. Menentukan nilai pertanggungan yang diharapkan, disesuaikan dengan kebutuhan pembiayaan pendidikan.
  2. Pilihlah perusahaan asuransi yang bonafide yang berperingkat baik
  3. Pilihlah produk asuransi ysuai atau disesuaikan dengan kebutuhan kita, usahakan asurnasi dikaitkan dengan asuransi jiwa.
  4. Evaluasi rencana asuransi secara berkala, lakukan evaluasi atas besaran premi, besaran pertanggungan dan perusahaan asuransi.

 

 Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP®, CRMP®, (Registered Accountant,  Certified Financial Planner, Certified Risk Mangement Professional, dan Praktisi Keuangan)