Archive for the ‘Perencanaan Dana Pensiun’ Category

Masa pensiun adalah tahapan yang cukup rawan bagi kondisi keuangan pekerja, pada masa pensiun gaji yang biasanya diterima pekerja tidak akan datang lagi. Seorang pekerja untuk dapat menikmati masa pensiun  dengan baik memerlukan perencanaan keuangan yang baik.  Masa bekerja adalah masa yang baik untuk mempersiapkan bekal keuangan yang akan digunakan pada masa pensiun. Bagaimanakah melakukan perencanaan keuangan untuk mengumpulkan bekal itu?

Orang tua kita  mempersiapkan kita untuk mampu mengarungi kehidupan dengan mendidik moral, melatih mental dan menyekolahkan untuk mendapatkan pengetahuan. Orang tua memberikan nasihat-nasihat yang sangat berguna bagi kehidupan dan juga menyekolahkan kita setinggi-tingginya yang bisa dibiayai oleh mereka. Demikian juga kita mempunyai tanggung jawab pada diri kita sendiri dan juga kepada keluarga yang dicintai, untuk bisa membiaya kehidupan semasa pensiun dan sekaligus menunaikan kewajiban orang tua kepada anak yang belum sempat ditunaikan pada saat kita memasuki masa pensiun. Untuk mempersiapkannya maka perencanaan keuangan keluarga semakin dirasakan penting untuk memenuhi kebutuhan keuangan masa pensiun seperti  membiayai pendidikan anak yang belum dewasa pada saat pensiun, atau sebagai pencegahan agar keuangan kita tidak tergantung anak-anak atau sanak keluarga.

Kalau meperhatikan siklus hidup manusia maka rentang masa 1-6 tahun adalah masa kanak-kanak. Usia 7-18 adalah masa sekolah dan bagi mereka yang beruntung meneruskan pendidikan di Perguruan tinggi sampai mendapatkan diploma, sarjana atau bahkan menamatkan studi pasca sarjana. Masa panjang yang dialami adalah  usia 22 sampai dengan 55 tahun, masa bekerja dan memperoleh penghasilan dan usia yang umum bagi masyarakat pekerja Indonesia pensiun, masa 55 tahun sampai dengan 75 tahun. Masa pensiun seseaorang dapat berlangsung sampai dengan 20 tahun atau bahkan lebih.

Dari rentang waktu tersebut diatas yang menjadi perhatian kita dalam membuat perencanaan keuangan untuk masa pensiun adalah masa bekerja dari usia 22 sampai dengan 55 tahun atau 33 tahun bekerja dan masa pensiun dari usia 55 sampai dengan usia 75 tahun atau 20 tahun masa pensiun. Untuk sebagian orang yang dikaruniai usia panjang dapat mencapai usia 80 tahun bahkan lebih, artinya masa pensiun bisa mencapai 25 tahun atau lebih. Apakah kita sudah memikirkan bagaimana membiayai kehidupan sepanjang 20-25 tahun setelah pensiun?

Ingat bahwa masa produktif adalah masa bekerja, pada masa ini keuangan keluarga perlu dikelola dengan baik. Mengkonsumsi semua pendapatan adalah cara terbaik menghancurkan kenyamanan keuangan pada masa pensiun. Berbagai literatur menyarankan kegiatan menabung dan berinvestasi adalah cara terbaik untuk mempersiapkan keuangan masa pensiun. Berapakah besaran pendapatan yang harus ditabung dan dikonsumsi agar kita dapat memperoleh keamanan keuangan masa pensiun kita?

Besaran pendapatan yang harus ditabung atau di investasikan sangat bergantung kepada kebutuhan  masa pensiun yang akan datang.  Biasanya para perencana keuangan keluarga menyarankan 20-30% dari pendapatan tidak dikonsumsi pada masa aktif, dana ini dialokasikan untuk tabungan dan investasi. Berapa besaran ideal dana yang ditabung dan berapa besaran dana yang harus diinvestasikan?

Besaran Tabungan dan investasi yang diperlukan oleh seseorang adalah sangat beragam bergantung tingkatan pendapatan dan gaya hidup yang bersangkutan. Perlu diingat bahwa tabungan bukanlah sarana yang baik untuk mempersiapkan dana masa pensiun. Tabungan disarankan hanya untuk memenuhi kebutuhan dana darurat (emergency fund). Besaran yang umum disarankan adalah 6 bulan sampai dengan 12 bulan besaran konsumsi bulanan. Individu yang lebih konservatif mungkin perlu tabungan lebih besar lagi untuk memenuhi rasa amannya.

 

Perencanaan investasi untuk mendukung perencanaan keuangan masa pensiun lebih kompleks dari perencanaan tabungan. Unsur penting yang perlu diperhatikan adalah besaran dana yang diinvestasikan dan besaran hasil investasi. Penilaian dan pemilihan sarana investasi tidak akan dibahas secara terinci pada tulisan ini, mengingat banyak yang perlu dijelaskan. Berapakah besaran investasi yang diperlukan oleh seseorang untuk mencukupi kebutuhan hidup dimasa pensiun.

 

Misalkan pada saat pensiun kita memerlukan pendapatan bulanan Rp. 10 juta per bulan berapakah nilai investasi yang diperlukan?  Untuk mendapatkan pendapatan sebesar Rp. 10 juta perbulan diperlukan dana investasi Rp. 1 milyar dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% per tahun atau 1 % perbulan. Angka tersebut belum memperhitungkan tingkat inflasi tahunan, apabila tingkat inflasi tahunan 8% pertahun maka hasil investasi harus lebih tinggi yaitu 20% per tahun agar kita tetap mendapatkan imbal hasil Rp.10 juta per bulan. Apabila kita tidak  memperoleh kesempatan investasi yang lebih baik alias tingkat hasil investasi tetap 12% pertahun maka sekurang-kurangnya diperlukan dana investasi sebesar Rp. 2 milyar untuk mendapatkan imbal hasil RP. 10 juta.  Bagaimana kalau kita ingin mempertahankan tingkat kehidupan saat ini dengan penghasilan Rp. 20 juta per bulan maka dana investasi yang diperlukan bisa mencapai Rp. 4 milyar pertahun dengan asumsi tingkat hasil investasi 12% dan inflasi      8 % pertahun. Perhitungan-perhitungan diatas  sangat disederhanakan untuk mendapatkan perhitungan yang lebih akurat anda dapat menghubungi profesional perencana keuangan keluarga, sekaligus memperoleh nasihat bagaimana merencanakan keuangan yang baik untuk membiayai masa pensiun anda.

 

Apabila pekerja Perusahaan boanfid yang memberikan gaji tinggi dan sekarang masih aktif bekerja atau masih cukup lama akan pensiun anda dapa belajar dari senior-senior anda. Anda dapat belajar kepada senior yang berhasil menikmati masa pensiunnya dengan baik. Pada kesempatan yang lain belajarlah juga dari para senior yang  mengalami  masa pensiun dengan penuh kesulitan. Pada umumnya pekerja pada perusahaan bonafid memperoleh banyak kemudahan atau berkecukupan pada masa dinasnya melupakan perencanaan keuangan masa pensiunnya. Atau mungkin para pekerja tersebut telah berusaha mempersiapkan masa pensiunnya namun perhitungan yang tidak cermat  menyebabkan perencanaan gagal dan lagi-lagi mengalami masa pensiun yang pahit. Janganlah masa pensiun anda menjadi taruhan segeralah buatlah rencana keuangan pensiun dengan baik, bila perlu mintakan bantuan profesional perencanaan keuangan atau certified financila planner untuk membuatkan perencanaan keuangan pensiun anda. Sedia payung sebelum hujan itulah kata bijak tetua kita.  Ingat masa pensiun bisa 10 (sepuluh tahun), 20 tahun atau bahkan lebih lama dari 20 tahun, karenanya waspadalah!

           

Kapan waktu yang baik untuk memulai pelaksanaan persiapan keuangan masa pensiun anda? Kalau saat ini anda mempunyai waktu sepuluh tahun menjelang pensiun maka anda sudah cukup terlambat melakukan persiapan keuangan pensiun namun apabila ditunda lebih lama lagi maka kesulitan keuangan dimasa pensiun akan semakin menjadi nyata. Waktu yang terbaik mungkin adalah 5 tahun yang lalu atau  10 tahun yang lalu atau bahkan mungkin lebih dari 10 tahun yang lalu. Prinsipnya persiapan keuangan masa pensiun adalah semakin cepat semakin bagus, ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus, tunggu apa lagi, hati-hati jangan terlena dengan kondisi nyaman saat ini lihatlah senior-senior anda yang tidak merencanakan keuangan pensiunnya secara memadai.

 

Andre Herlambang, Akt, CFP®, Akuntan dan Perencanaan Keuangan Keluarga Independen.

Masa pensiun sering dipersepsikan masa senggang dimana tidak ada lagi kegiatan rutin yang harus setiap hari dilaksanakan dan suasana tersebut akan terus demikian bergulir dari satu bulan ke bulan berikut dan dari tahun ketahun berikutnya sampai dengan ujungnya waktu. Selain itu juga terbayangkan masa pensiun adalah masa keterbatasan keuangan dimana kita tidak mempunyai pendapatan yang cukup dan harus banyak penghematan. Tidak punya dana yang cukup untuk menikmati hidup dengan bersenang-senang. Persepsi ini banyak tercipta dibenak orang, khususnya mereka yang mencari nafkah dengan bekerja kepada orang lain, menjadi pegawai negeri atau bekerja sebagai pegawai BUMN.

 

Sebagaimana kata orang pepatah ” apa yang kita fikirkan akan menjadi kenyataan”. Jadi kalau kita berpikir masa pensiun adalah masa penuh keprihatinan, tidak punya uang, menggantungkan hidup dari sokongan anak2 maka hal itulah yang akan menjadi kennyataan. Beranikan kita bermimpi bahwa pada masa pensiun adalah masa kita punya cukup dana dan tentunya cukup untuk melaksanakan kegiatan yang ingin dilakukan seperti berumrah, berwisata keluar negeri atau membina usaha sosial  yang bermanfaat bagi kerabat dan warga sekitar kita?

Agar kita dapat menikmati masa tua dengan nyaman para perencana keuangan menyarankan  tidak cukup dengan menabung sebagian uang untuk keperluan yang masa datang, namun menyarankan investasi yang memberikan tingkat imbalan lebih besar dari tingkat inflasi dengan membentuk portofolio investasi.

 

Apakah Portofolio Investasi ?

 

Investasi adalah menyisihkan sebagian dana atau kekayaan dan menempatkan dana atau kekayaan pada sarana investasi dengan tingkat imbalan dan risiko tertentu dengan harapan agar dana atau kekayaan tersebut berkembang menjadi lebih banyak dikemudian hari. Sementara portofolio investasi adalah kegiatan investasi dengan menggunakan campuran beberapa instrumen investasi yang digunakan untuk meningkatkan atau memperbanyak dana atau kekayaan yang diinvestasikan. Sehingga portofolio investasi dapat diartikan sebagai menyisihkan sebagian dana atau kekayaan untuk ditempatkan pada beberpa sarana investasi dengan berharap  mendapatkan dana atau kekayaan yang lebih banyak. Wah niikmat dong kalau bisa mempunyai dana yang lebih banyak dari sekarang dan indahnya lagi pertambahan dana tersebut dihasilkan tidak dengan bekerja lebih keras lagi melainkan dengan memperkerjakan dana atau kekayaan yang kita miliki.

 

Bagaimana Membentuk Portofolio Investasi?

 

Apa sajakah yang dapat digunakan untuk membentuk porotofolio investasi kita? Untuk dapat menjawab pertanyaan ini, perlu pengetahuan yang memadai mengenai sarana-sarana investasi yang akan dimasukan kedalam portofolio invesertasi. Sarana investasi yang umumnya dilakukan adalah dengan melakukan investasi dalam bentuk saham, properti, logam mulia, derivatif, reksadana dan saran investasi lainnya. Masing-masing instrumen tersebut memiliki harapan hasil dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Instrument insvestasi tersebut kan disusun menjadi sebuah portofolio yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan finansial yang diperlukan.

 

Bagaimana Menyusun Portofolio Investasi

Bagaimana membangun portofolio invenstasi yang baik? Portofolio investasi yang baik bagi kita adalah portofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan kita. Agar dapat menyususn porotofolio investasi yang sesuai dengan kebutuhan, kita perlu menentapkan tujuan finansial kita. Beberapa langkah berikut adalah saran untuk melakukan evaluasi dan penyusunan portofolio investasi.  

  1. Evaluasi kebutuhan dana dengan menghitung kebutuhan biaya  di masa yang akan datang, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan.
  2. Evaluasi rencana penerimaan atau rencana pendapatan yang akan diperoleh pada tahun-tahun mendatang, perhitungkan peluang kenaikan  dan penurunan pendapatan.
  3. Berdasarkan hasil evaluasi butir a dan b tentukan tujuan finansial yang hendak dicapai.
  4. Berdasarkan butir c tentukan tingkat imbalan yang diharapkan (expected rate of return) agar dapat mewujudkan  tujuan finansial yang ditetapkan.
  5. Evaluasi kinerja masing-masing instrument investasi yang hendak dipilih beberapa tahun terakhir.
  6. Evaluasi kondisi makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja portofolio investasi yang akan dibangun.
  7.  Berdasarkan evaluasi butir e,dan f tentukan portofolio investasi yang dipilih agar tingkat imbalan yang diharapkan sebagaimana ditentukan pada butir d dapat dicapai.
  8. Lakukan evaluasi berkala secara konsisten untuk meyakinkan bahwa kinerja reksadana yang dipilih memenuhi target yang diharapkan, apabila tidak memenuhi maka adakan perubahan komposisi portofolio investasi.

 

Langkah-langkah yang disebutkan diatas adalah langkah-langkah  minimal yang perlu dilakukan untuk menentukan portofolio investasi yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan finansial kita.

 

Penutup

Portofolio investasi merupakan salah satu cara yang  digunakan untuk mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang. Perlu diingat bahwa berinvestasi bukanlah bebas risiko (risk free investment). Untuk lebih meyakinkan diri akan tercapainya tujuan finansial disarankan melakukan konsultasi dengan perencana keuangan yang sudah certified atau mendapatkan pendidikan formal keuangan dan mengikuti ujian profesi perencana keuangan.  

 

Selamat berinvestasi.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP® CRMP®, (Registered Accountant, Certified Financial Planner, Certified Risk Management Professional, dan Praktisi Keuangan)

 

 

              

 

mengelola dana pensiun

mengelola dana pensiun

Pentingnya mengatur pendapatan bulanan anda adalah suatu hal yang tidak bisa dipungkiri agar anda hidup bebas dari defisit yang bisa dihindari. Namun lebih penting lagi anda harus bisa mengatur dana atau asset anda pada saat anda sudah pensiun. Kenapa demikian? karena padsa saat itu mungkin anda sudah tidak mempunyai penghasilan aktif  lagi melainkan hanya mengandalkan penghasilan pasif  berupa bunga, pendapatan sewa, keuntungan dari investasi yang telah anda kumpulkan selama masa produktif anda. Masalahnya adalah apakah dana atau investasi yang telah anda kumpulkan memang sudah mencukupi kebutuhan masa pensiun tersebut, yang artinya cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup anda pada masa pensiun sampai dengan anda kembali kepada Sang Pencipta. Jangan sampai anda kurang persiapan sehingga dana tidak mencukupi atau anda salah mengelola karena anda menaikkan sendiri  tingkat kualitas hidup pada masa pensiun sehingga dana atau investasi habis lebih cepat dari yang diharapkan atau bahkan anda lupa memasukkan tingkat inflasi ke dalam perencanaan tersebut sehingga nilai uang yang anda kumpulkan telah mengalami penurunan dari yang diharapkan. Banyak segudang masalah seputar kegagalan dalam perencanaan dan pengaturan dana pensiun pribadi  dan salah satunya yang paling sering adalah kebiasaan menunda nunda perencanaan dana pensiun atau dana hari tua itu sendiri.  Hayo segera evaluasi apa yang telah anda persiapkan untuk dana pensiun anda…..mungkin masa pensiun anda sudah tinggal dihitung dengan jari tinggal berapa tahun lagi. Jangan tunda Bung…….

Saya mempunyai pengalaman berbicara pada seorang supir taxi di Singapura. Supir taxi tersebut saya perhatikan sudah cukup sepuh, sehingga mengundang penasaran saya untuk bertanya kenapa beliau masih bekerja? Memang tidak bisa dipungkiri biaya hidup memang makin naik dari hari ke hari, sehingga pada saat pensiun kadangkala seseorang terpaksa harus mencari kerja tambahan guna memenuhi standard kebutuhan hidupnya. Saya bertanya kepada beliau berapa anak bapak? Bapak ini menjawab tiga tapi demi wajah yang sedikit sedih. Barulah saya tahu setelah beliau bercerita bahwa pada jaman sekarang anak memperlakukan orang tua berbeda dengan jaman pada saat beliau memperlakukan orangtuanya pada saat orangtua mereka pensiun. Nah cerita ini yang dijadikan jawaban atas pertanyaan saya bahwa mau tak mau orangtua tetap harus bekerja, karena sangat dimungkinkan anak-anak mereka juga sudah mulai kewalahan dengan rumah tangganya sendiri. Walaupun ini tidak lazim buat orang timur , tapi hal ini sudah ada yang terjadi dan mungkin akan bertambah. Yah..yah…jadi lebih baik kita mempersiapkan dana pensiun kita sendiri dari sekarang, jangan membebankan anak-anak kita karena bisa jadi beban mereka juga menjadi semakin berat di kemudian hari.  Jadi  benar-benar mantapkan perencanaan dana pensiun anda dan jangan pandang remeh, semakin anda menunda semakin beratlah anda mencapai masa keemasaan anda di saat pensiun.  Jadi segera buat perencanaan dana pensiun anda, tentukan target dan tujuan anda dengan jelas termasuk standar kehidupan yang anda harapkan pada saat pensiun dan juga life expectacy yang diperhitungkan, berapa tahun lagi anda pensiun serta seberapa besar yang telah anda persiapkan sekarang. Setelah anda mengerti dimana posisi anda sekarang dan dimana posisi yang anda harapkan kelak tercapai, anda bisa mulai menghitung berapa besar persiapan yang anda harus lakukan setiap bulan supaya anda akhirnya mencapai  posisi yang anda harapkan. Mungkin setelah anda hitung-hitung ternyata nilai yang dibutuhkan untuk diinvestasikan tiap bulan sangat besar …..hhmm pasti anda agak telat memulainya….tapi gak usah kuatir, mulailah menabung dan berinvestasi dengan kemampuan anda yang ada sekarang misalnya sebesar 10% dari gaji anda tiap bulan. Baru terus tingkatkan porsinya dan valuenya dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya kemampuan ekonomi anda. Nah untuk itu memang anda harus berjuang. Oleh karena itu jangan tunda  segera tentukan target, analisa posisi keuangan anda, tentukan strategi, evaluasi terus dari waktu ke waktu. Memang kelihatannya cukup kompleks karena ternyata banyak hal yang juga anda harus persiapkan seperti dana pendidikan anak , tapi tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah kalo anda terus menunda nunda dari waktu ke waktu untuk merealisasikan rencana itu sendiri. Yah at least we do our best first,  the rest……..just see…..

perencanaan-dana-pensiunSeringkali kita tidak menyadari bahwa waktu terus bergulir begitu cepat dan tanpa terasa umur mulai berganti dari kepala 1 lalu menjadi kepala 2 menjadi kepala 3 dan tiba-tiba kita sudah berada di kepala 4 atau 5. Rambut kita yang tadinya hitam legam dan mulai memudar perlahan lahan menjadi putih sejalan dengan meningkatnya umur kita. Banyak orang berkata yah tambah umur kan tambah bijaksana….hhmm betul juga tidak salah sih, yah kalo mengenai rambut putih yah disepuh aja kan kelihatan jadi muda lagi. Namun ternyata hal mengenai  masalah dana pensiun tidaklah semudah seperti menyemir rambut yamg putih menjadi hitam kembali ketika anda memasuki usia senja. Anda harus melakukan perencanaan keuangan yang matang sejak dini untuk mempersiapkan dana pensiun hari tua anda. Jangan terlambat karena waktu yang satu ini tidaklah bisa digantikan dengan yang lainnya seperti cerita rambut putih tadi.

 

Sekarang jangan berlama-lama lagi segera ambil kalkulator keuangan anda dan mulai hitung berapa sih sebenarnya kebutuhan dana pensiun anda kelak. Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan dana pensiun yaitu pertama Metode Income Approach dan kedua adalah Metode Expense Approach, namun kedua duanya mempunyai maksud yang sama yaitu untuk menentukan berapa uang yang harus anda investasikan tiap bulan mulai sekarang supaya anda bisa mempunyai tingkat kehidupan ekonomi yang baik ketika anda memasuki usia pensiun. Apabila ternyata kemampuan anda kurang untuk bisa melakukan investasi untuk memenuhi tujuan hari tua maka lakukan strategi yang lebih aggresif misalnya dengan mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan atau ambil tambahan pekerjaan part time lainnya agar tujuan tersebut tercapai atau sebaliknya harus puas dengan menurunkan gaya hidup anda kelak ketika memasuki usia senja.

Ilustrasi cara menghitungnya kurang lebih adalah seperti ini misalkan untuk memenuhi gaya hidup anda sekarang dibutuhkan dana sebesar Rp. 120 juta per tahun, apabila untuk tiba ke masa pensiun adalah masih 20 tahun lagi ( untuk tiba di umur 55 tahun ) dengan asumsi inflasi sebesar 8 % per tahun maka pada waktu yang akan datang anda memerlukan dana Rp. 559.314.857,- pertahun supaya memiliki standard kehidupan yang sama dengan masa sekarang.  Nah dari situ di hitung lagi misalnya target masa pensiunnya adalah 20 tahun sampai umur 75 tahun, maka berapa total akumulasi dana yang dibutuhkan pada permulaan awal masa pensiun dengan asumsi misalnya net return untuk masa itu adalah sebesar 2% dan didapatlah bahwa akumulasi dana yang diperlukan pada awal permulaan masa pensiun adalah sebesar Rp. 9.145.599.603,-  Jika asumsinya anda belum memiliki investasi apapun pada saat ini , maka untuk memenuhi tujuan hidup mempertahankan gaya hidup yang sama yang dimulai dari 20 tahun lagi dari sekarang ketika anda mulai pensiun, maka anda harus melakukan investasi sebesar Rp. 9.244.933,- per bulan dengan asumsi return investasi sebesar 12 % per tahun.  Bila penghasilan anda sekarang sebesar Rp. 20 juta per bulan atau Rp. 240 juta per tahun, maka tidak terlalu menjadi masalah karena masih ada sisa uang sebesar Rp. 10 juta perbulan untuk mempersiapkan dana pensiun tersebut tapi bila kurang, maka haruslah anda berhati hati dan melakukan ekstra kerja keras untuk menutupi kekurangan tersebut dari sekarang.

Ini Cuma salah satu contoh ekstreem untuk menggambarkan kebutuhan dana pensiun anda, saya berharap keadaannya tidak seperti itu dimana mungkin saja anda sudah punya investasi property atau investasi keuangan lainnya dan tambahan dana pensiun lainnya yang memberikan return investasi yang baik yang sudah bisa memenuhi sebagian kebutuhan akumulasi dana pensiun tersebut di kemudian hari, sehingga anda cukup menghitung kekurangan investasi yang harus dilakukan per bulan sekarang selama masa umur produktif anda. Bagaimanapun kita harus mencoba mempersiapkan idealnya harus bagaimana, yah kalo ternyata di kemudian hari anak anda jadi orang sukses dan bersedia menjaga dan mengurus semua kebutuhan anda yah itu patut disyukuri, dan mengenai uang yang anda sudah persiapkan bisa digunakan untuk hal lainnya yang bermanfaat. Apapun alasannya persiapkan dana pensiun anda sejak dini, semakin cepat semakin mudah untuk mengejarnya.

 

Hati-hati bila saat ini anda hidup berkecukupan, sehingga anda senang dan terlena karenanya, karena pada saat itu biasanya kita lupa untuk memikirkan dana hari tua ini. Banyak sekali contoh yang pada masa mudanya hidup gemerlap dan berkecukupan, tapi di masa tuanya serba kekurangan. Waspadalah!