Archive for the ‘Perencanaan Keuangan Investasi’ Category

Berinvestasi Reksadana

 

Berinvestasi Reksadana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang dibank. Menabung atau mendepositiokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang. Membeli Reksadana  adalah membeli sejumlah unit reksadana melalui agen penjual reksadana, tingkat imbalan tidak dapat ditentukan diawal pada saat membeli reksadana. Reksadana adalah instrumen investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti. Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana investasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksadana yang akan dipilih. Apabila anda merasa kurang yakin akan reksadana yang dipilih sebaiknya mintalah nasihat kepada penasihat investasi, perencana keuangan atau  akuntan yang terlatih dalam perencanaan investasi.

 

 

Jenis-jenis Reksadana

 

Bedasarkan jenis portofolio investasinya Reksadana dapat dibagi menjadi Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran.

Strategi Investasi pada masing-masing jenis Reksadana diatas adalah sebagai berikut; Reksadana Pasar Uang menginvestasi sebagian besar dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing, Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar dananya kedalam Obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi Korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana Campuran menginvestasikan dana pada  Saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya. 

 

Perencanaan keuangan untuk masa pensiun dengan menggunakan reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit reksadana. Pemilihan reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis reksadana, secara garis besar terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

 

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya reksadana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya, kemudian  yang pada umumnya memberikan keuntungan cukup besar adalah reksadana campuran. Urutan-urutan berikutnya adalah  adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang.

 

Strategi Pemilihan Reksadana

 

Setelah mengetahui masing-masing sifat jenis reksadana maka langkah berikutnya adalah menentukan pola inventasi yang akan dilakukan dengan melihat profil invetasi, tujuan investasi dan juga harapan hasil investasi. Informasi mengenai ketiga hal tersebut diatas sangat diperlukan sebagai tolok ukur untuk menentukan reksadana yang akan dipilih.

 

Reksadana dikelola oleh manager investasi yang memiliki kemampuan yang berbeda-beda, analisa yang baik dalam memilih manajer investasi pengelola reksadana akan sangat berpengaruh dalam memilih manajer investasi pengelola reksadana. Disarankan memilih manajer investasi reksadana yang bereputasi baik yang memiliki ciri-ciri antara lain; telah cukup lama berdiri, memiliki tim manajemen yang baik,  telah dipercaya mengelola reksadana yang besar, memberikan tingkat hasil investasi yang baik dalam beberapa tahun terakhir dibandingkan pengelola rekadana lain.

 

Bagaimana memilih reksadana yang baik tidak hanya cukup dengan memilih pengelola investasinya namun juga perlu mengetahui kinerja reksadana dan mengetahui komposisi invetasi yang ada pada reksadana yang ditawarkan. Informasi tersebut bisa didapatkan pada fact sheet masing-masing reksadana dari pada agen penjual reksadana, usahakan anda berhubungan dengan Agen Penjual Reksadana yang telah bersertifikat WAPERD agar mendapatkan informasi yang lebih dapat dipertanggungjawabkan.

 

Strategi Portofolio Reksadana

 

Setelah mengetahui bagai mana memilih reksadana yang baik dalam artian  mempunyai tingkat hasil investasi yang bagus, dikelola oleh manajer investasi bereputasi baik maka langkah selanjutnya adalah menentukan komposisi reksadana yang akan kita miliki. Sebelum menyusun portofolio yang cocok sesuai dengan kebutuhan finansial kita.

 

Apabila kita bertujuan memperoleh tingkat hasil investasi yang cukup tinggi maka kompensasinya yang diminta adalah memiliki risiko yang lebih tinggi maka reksadana saham mempunyai porsi yang lebih besar dibandingkan reksadana jenis lainnya, namun apabila yang diinginkan adalah tingkat hasil investasi dan tingkat risiko sedang yaitu memberikan imbalan yang cukup tinggi namun dengan risiko yang lebih rendah dari reksadana saham maka reksadana jenis campuran akan menjadi pilihan yang baik. Bagi mereka yang menghendaki risiko yang lebih rendah lagi  maka reksadana obligasi atau reksadana terproteksi akan menjadi pilihan tepat untuk masuk portofolio investasi. 

 

Dengan uraian tersebut diaatas mudah-mudahan para pembaca sudah dapat memperoleh pengetahuan bagaimana memilih dan menentukan strategi dalam menyusun portofolio investasi reksadana. Apabila masih terdapat kebimbangan atau perlu meningkatkan rasa percaya diri dalam menentukan portofolio rekasadana disarankan berkonsultasi kepada perencana keuangan independen yang sekarang telah semakin banyak jumlahnya.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP®, CRMP®, adalah Registered Accountant, Certified Financial Planner, Certified Risk Management Professional, dan Praktisi Keuangan.

 

 

 

Namun seringkali orang tidak membuat laporan keuangan pribadi (keluarga) mereka, karena berbagai alasan bisa karena memang benar-benar tidak tahu caranya, atau memang malas untuk membuatnya secara konsisten karena laporan keuangan ini harus dibuat tiap bulan seperti halnya laporan keuangan perusahaan. 

Laporan Keuangan Keluarga Pribadi

Laporan Keuangan Keluarga Pribadi

 

Banyak orang mendengar dan mengenal laporan keuangan adalah sebatas untuk keperluan sebuah perusahaan, dimana sudah menjadi kewajiban bagi sebuah perusahaan yang sudah beroperasi guna mengetahui bagaimana tingkat kesehatan keuangan perusahaan.  Tidak beda dengan perusahaan, anda sebagai pribadi adalah juga sebuah perusahaan alias “You Corporation”. Anda menjadi tambah kaya atau mengalami kemunduran bisa dilihat dari laporan keuangan pribadi (keluarga) Anda. Saya bisa langsung tahu apakah anda berada dalam posisi yang akan membawa anda menuju kebebasan financial keluarga atau menuju kepada kebangkrutan adalah dari laporan keuangan ini. Jadi apabila anda melakukan perencanaan keuangan tanpa  mengenal laporan keuangan pribadi anda adalah sama saja anda mau pergi ke suatu daerah tapi anda tidak tahu posisi anda berada sekarang di mana. Bagaimana anda mau melangkah?

 

Ada 2 laporan keuangan pribadi (keluarga) yang harus dibuat yaitu Laporan Keuangan Neraca alias Balance Sheet dan Laporan Keuangan Rugi Laba atau Income Statement.

 

 Personal Balance Sheet atau Laporan Keuangan Neraca Pribadi

Menunjukkan posisi keuangan anda pada satu titik waktu tertentu dimana anda dapat melihat berapa besar aset yang telah dimiliki, berapa hutang atau liabilities yang masih harus dibayar dan berapa kekayaan bersih anda.  Bila total aset anda lebih besar dari total hutang anda, berarti anda memiliki kekayaan bersih yang positif atau positive net worth. Dalam ilmu corporate finance, leveraging memang baik untuk mengembangkan suatu bisnis sehingga menjadi cepat bertumbuh, namun tidak bisa diaplikasikan sama untuk semua bisnis dalam takaran yang sama , apalagi ke dalam manajemen keuangan pribadi. Bila anda berhutang cobalah lebih selektif dan ada dasar perhitungan untung dan ruginya, dan janganlah berhutang untuk tujuan konsumtif semata yang tidak memiliki nilai ke depannya.  

Cara membuat laporan keuangan neraca perorangan tidak berbeda dengan neraca perusahaan, yaitu dengan mengumpulkan semua daftar aset  anda  baik fixed assets, dan financial assets yang secara keseluruhan masing-masing mempunyai nilai ekonomis misalnya rumah, mobil, tanah, deposito, obligasi, saham, reksadana dan lainnya di sebelah kiri. Lalu anda kumpulkan juga semua daftar hutang anda seperti hutang bank, hutang kartu kredit, kredit kendaraan, dan hutang lainnya yang anda harus bayar di sisi sebelah kanan atas. Setelah itu anda dapat mengurangkan nilai total aset dan nilai total hutang untuk mendapatkan net worth atau kekayaan bersih anda yang kemudian anda tempatkan di sebelah kanan dibawah total hutang.  Jadi ilustrasinya adalah Total Aset = Total Hutang + Net Worth. 

 

Laporan Keuangan Rugi Laba Pribadi atau Personal Income Statement

Menunjukkan arus keuangan anda dalam satu periode tertentu misalnya 1 bulan dimana anda dapat melihat berapa uang yang masuk atau penghasilan anda selama periode tersebut, sekaligus anda bisa melihat kemana anda pakai uang dari penghasilan anda selama 1 bulan. Bila total penghasilan anda selama 1 bulan melebihi total pengeluaran anda dalam periode tersebut, itu yang disebut sebagai Surplus atau Net Income yang positif dan sebaliknya juga bila pengeluaran justru lebih besar maka menjadi Defisit alias Net Income yang negatif atau Loss.

 

Caranya ada dapat mengumpulkan semua penghasilan anda baik yang penghasilan tetap, lalu penghasilan yang tidak tetap atau tambahan untuk mendapatkan total penghasilan dalam periode bersangkutan. Kemudian anda kumpulkan semua pengeluaran selama periode tersebut berdasarkan 2 katagori besar yaitu biaya tetap bulanan dan biaya tidak tetap bulanan , baru masing-masing dibuatkan daftar pengeluarannya berdasarkan urutan prioritasnya. Kemudian kurangkan total penghasilan tersebut dengan total pengeluaran atau expenses guna mengetahui apakah anda surplus atau defisit pada bulan bersangkutan.  

 

Singkat kata apabila anda setiap bulan Surplus maka anda berada dalam jalur yang baik sebagai batu loncatan mencapai kebebasan financial karena kelebihan surplus itu bisa anda gunakan untuk 2 alternatif yaitu yang pertama menambah aset anda dengan berinvestasi pada aset yang menguntungkan atau yang kedua bisa digunakan untuk mengurangi hutang anda yang berbunga tinggi. Dengan demikian Surplus keuangan selama periode tersebut telah meningkatkan nilai aset bersih atau Net Worth anda. Sebaliknya kalo anda Defisit maka mau gak mau anda berhutang lagi, akhirnya yang terjadi Net Worth atau kekayaan bersih anda turun. Bayangkan kalo setiap bulan anda deficit dan jadi hutang terus menerus plus bunga berbunga seperti orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit yang harus pinjam sana sini dan serba kebingungan, maka artinya anda berada dalam jalur yang bisa menghancurkan cita-cita anda menuju kebebasan financial. Jadi Ilustrasinya Net Income = Total Penghasilan – Total Biaya (Expenses).

 

Jadi strateginya anda harus selalu surplus tiap bulan dan gunakan surplus anda untuk membeli atau menambah aset yang baik yang bisa menghasilkan passive income untuk anda dan investasikan kembali passive income tersebut untuk  menambah passive income lainnya dan atau gunakan untuk melunasi hutang hutang anda kalo memang masih ada hutang.

 

Tanpa Laporan keuangan keluarga atau pribadi yang dibuat secara konsisten dari waktu ke waktu, anda tidak dapat menganalisa perkembangan keuangan anda dan menentukan strategi keuangan keluarga berikutnya guna memaksimalkan tujuan keuangan anda. Selamat Mencoba!

Apakah anda sudah pintar mengelola kartu kredit ?

Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit

Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit

Penggunaan kartu kredit memang sudah sangat luar biasa, coba aja anda lihat sendiri berapa uang plastik untuk berbelanja ini yang ada miliki. Coba lihat di dompet anda sekarang? Pernah saya melakukan survey pada sebuah perusahaan dengan 86 karyawan dimana saya temukan hanya 12,79% yang tidak memiliki kartu kredit dan luar biasanya ada 60,46% yang memiliki kartu kredit lebih dari 1 buah. Tentu saja temuan ini sangat meyakinkan kita bahwa penggunaan kartu kredit sudah merupakan gaya hidup modern yang tidak bisa dihindari bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan yang sarat dengan perkembangan modern. Pertanyaannya adalah seberapa anda pintar mengelola kartu kredit tersebut. Apa kartu kredit ini dapat lebih bermanfaat atau malah menjadi bumerang untuk anda.

 

 Berikut ini ada Tips Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit anda :

 1. Anda Bisa Berhemat dengan Kartu Kredit Anda

Sebagai konsumen atau nasabah kartu kredit, kita haruslah jeli-jeli memilih kartu kredit yang menawarkan fasilitas paling banyak dan tentu saja yang diharapkan adalah program hemat berbelanja atau makan di restaurant dengan discount yang banyak. Banyak bukan saja jumlah outletnya tapi juga nilai discount yang menggiurkan. Coba anda analisa kartu kredit apa yang paling banyak mengadakan kerjasama program diskon atau program layanan gratis seperti di airport lounge. Bayangkan ada restaurant yang menawarkan discount sampai 50% kalo menggunakan kartu kredit tertentu. Ada lagi yang menawarkan discount 30% + 20% dan dibagi 12 bulan dengan bunga 0%. Tentu saja tawaran ini sangat menarik, tapi anda juga harus jeli jangan sampai tergiur hanya karena cicilan 12 bulan dengan bunga 0%, coba cek harga barang yang sama di tempat lain yang tanpa cicilan.

2. Membayarlah Dengan Lunas Tagihan Kartu Kredit Anda

Pesannya adalah jangan pernah berhutang untuk memuaskan kebutuhan konsumtif anda. Kalo memang kita tidak mampu untuk membeli barang dengan harga yang mahal, cobalah belajar untuk lebih selektif dan melakukan skala prioritas. Jangan sampai pengeluaran anda besar pasak dari pada tiang. Akhirnya anda Cuma mampu membayar minimum payment, yang pada dasarnya sebagian besar hanya untuk melunaskan bunga dan denda pembayaran kartu kredit anda. Bayangkan bila anda hanya membayar minimum payment yang hanya sebesar 10% dari total tagihan dengan bunga 42% – 48 % pertahun. Apalagi anda telat membayar dan membayar kurang dari minimum, jadilah anda seperti jatuh tertimpa tangga yang  akhirnya tagihan kartu kredit anda tidak lunas lunas. Jadi gunakan kartu kredit dengan cara bijak, karena kartu kredit tetap saja bukan uang anda, melainkan hanya sebagai sarana pembayaran. Uang anda sendiri adalah disposable income atau penghasilan anda yang benar-benar dapat dibelanjakan. Jikalau anda memiliki kartu kredit lebih dari 1 dan ternyata ada pengeluaran tak terduga yang besar dan anda bena-benar tidak mampu membayar semuanya, maka prioritaskan pembayaran anda pada kartu kredit yang memiliki bunga tertinggi sedangkan yang lain minimal yah sebesar minimum payment. Tapi saya sangat tidak terlalu senang dengan pola pembayaran seperti ini.

3. Jangan Berlebihan Memiliki Kartu Kredit

Tentu saja kita tidak boleh berlebihan memiliki kartu kredit, jangan asal demi memenuhi ruang sela dompet kita supaya kelihatan banyak kartu kreditnya, maka kita terima setiap perusahaan kartu kredit yang menawarkan kartu kredit ke kita. Alasannya tentu saja membuang biaya tahunan yang berlebihan, selain itu juga memancing anda untuk berbelanja lebih banyak lagi. Pada dasarnya orang dahulu menggunakan alasan rasional membawa kartu kredit hanya untuk menggantikan uang tunai yang dibawa di dompet, jadi daripada kita setiap kali bawa uang tunai berlebihan maka kita menggunakan kartu kredit.  Jadi jelas fungsi dahulu lebih untuk memudahkan untuk berbelanja saja. Nah dengan bergesernya waktu dan perubahan gaya hidup modern, fungsi kartu kredit sebagai kartu untuk berhutang juga tidak dapat dihindarkan lagi. Pesan saya Cuma kalo anda berhutang yah boleh boleh saja tapi lihatlah segala kemampuan anda dan buat perencanaan dan skala prioritas jangan  membeli sesuatu hanya untuk gaya hidup sesaat, tapi belilah barang yang memang anda butuhkan. Anda bisa memiliki kartu kredit 2 buah dengan tanggal jatuh tempo bulanan yang berbeda, guna memudahkan pengaturan keuangan anda.

4. Jangan Menarik Uang Tunai dengan Kartu Kredit anda

Kalo anda berbelanja menggunakan kartu kredit maka bunga akan mulai dihitung pada saat jatuh tempo kartu kredit dan anda tidak membayarnya lunas. Sedangkan dengan pengambilan tunai dari mesin ATM, maka pada saat anda mengambil tunai , maka saat itu juga bunga mulai dihitung dan tentunya bunganya sangat tinggi sekitar 4 – 4,5 % perbulan atau  bisa mencapai 54% per tahun. Tentu saja pihak pengelola kartu kredit juga telah memperhitungkan faktor  kerugiaan bila ada nasabah kartu kredit yang mangkir alias tidak membayar atau kabur, sehingga kredit tanpa jaminan inilah yang membuat bunga yang dibebankan juga menjadi tinggi.  Jadi jangan ambil tunai dari kartu kredit anda.

5. Simpan Kartu Kredit Anda Jika Tidak Perlu

Salah satu cara untuk memudahkan anda mengontrol pengeluaran anda adalah cukup rencanakan pengeluaran anda dengan uang tunai yang ada, anggap saja anda tidak mempunyai kredit card. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatur pengeluarannya dan salah satunya adalah sistim amplop dimana anda langsung membagi-bagi uang yang akan anda keluarkan pada bulan bersangkutan ke dalam beberapa amplop pengeluaran sesuai rencana anggaran belanja bulanan. Anda bisa menggunakan kartu kredit hanya pada saat saat tertentu misalnya guna makan di restaurant dapat discount atau belanja di supermarket dapat cash back 3%, namun jangan lupa pindahkan uang yang di amplop tadi sesuai pembelanjaan yang telah dilakukan ke dalam amplop untuk pencadangan pembayaran kartu kredit yang akan jatuh tempo nantinya karena penggunaan belanja tersebut. Singkat kata anda bisa gunakan hanya apabila  menguntungkan anda atau untuk berjaga-jaga dalam keadaan mendadak dan anda tidak membawa uang tunai sebesar itu. Bahaya adalah jikalau anda tida punya perencanaan keuangan dan anda menggunakan kartu kredit anda dengan tidak terkontrol, maka bisa jadi anda akan terkena masalah dengan kartu kredit alias tidak mampu membayar dan hutang bunga berbunga yang akhirnya anda bisa membayar berlipat lipat dari total tagihan anda.

Maka pintar pintarlah menggunakan dan mengelola kartu kredit, supaya anda tidak jadi korban karena kecerobohan anda sendiri.  Jadilah orang yang bebas hutang kartu kredit.

sukses-perencanaan-keuanganJaman sekarang yang serba cepat dan modern serta pola hidup yang serba nyaman kadangkala bisa membuat anda tertidur dan lupa akan tujuan keuangan anda.  Jangan sampai gaya hidup anda memporak porandakan impian masa depan anda sendiri. Semua harus dimulai dari kedisiplinan dan ketekunan antara lain dengan melakukan investasi keuangan secara rutin.  Hati-hati dengan uang anda karena jaman gini uang mudah menguap karena keinginan mata anda mengalahkan prioritas kebutuhan keuangan masa depan anda.  Hiduplah dengan low profile dan kendalikan keinginan mata dengan suatu tekad yang bulat untuk masa depan yang lebih baik.

Salah satu instrumen investasi yang baik pada masa sekarang adalah reksadana.  Tentu haruslah memilih reksadana yang sesuai dengan risk profile anda dan target masa investasinya. Berinvestasilah secara regular tiap bulan dan jangan terlalu panik akan siklus pasar yang up and down karena pada saat market turun, andapun turut menikmati harga yang lebih murah dimana dengan penempatan nilai investasi yang sama tiap bulan, anda dapat memperoleh unit penyertaan yang lebih banyak bila market mengalami penurunan. Ini yang sering disebut sebagai effect dari Rupiah Cost Averaging. Strategi berinvestasi ini sangatlah efektif apalagi kalo untuk kurun waktu yang panjang seperti untuk tabungan dana pensiun hari tua atau mempersiapkan secara dini kebutuhan biaya pendidikan universitas untuk anak anda.

Lakukan diversifikasi investasi sesuai dengan risk profile dan sasaran jangka waktu inivestasi.  Artinya pemilihan jenis investasi antara seorang Bapak berumur 30 tahun tentu jelas akan berbeda dengan Bapak yang berumur 50 tahun karena situasi dan kondisi serta tujuan yang ingin dicapaipun sudah berbeda.  Bagaimanapun kesigapan, ketekunan dan kecerdikan anda dalam mengelola keuangan akan membantu anda mengendalikan keinginan mata anda yang seringkali mengalahkan prioritas keuangan anda. Mau bermimpi kaya raya dan banyak uang……Segera Bulatkan Tekadmu!

Perencana Keuangan & Reksadana

Perencana Keuangan & Reksadana

Banyak orang yang bertanya investasi apa sih yang bagus? Sebenarnya pertanyaannya haruslah investasi apa sih yang tepat untuk saya? Karena bagus itu relatif lo…dalam jangka pendek atau jangka panjang, dan untuk Siapa? dan untuk tujuan apa? Mungkin investasi reksadana saham tepat  misalkan untuk Mas Andi yang berani dan agressif  lalu ingin untuk  memperoleh return yang optimal dalam waktu 20 tahun ke depan. Tapi reksadana saham tidak tepat untuk Pak Ali yang maunya yang safe safe aja deh, takut gak bisa tidur, takut turun ah nilainya dan mau menjaga uangnya yang sudah terkumpul untuk pensiun 3 tahun lagi. Seperti kita ketahui investasi saham  mempunyai kemungkinan yang besar untuk mengalami penurunan harga atau fluktuasi harga, jadi instrumen investasi ini sangatlah bertentangan dengan profile resiko dari Pak Ali.

Jadi suatu investasi itu tepat untuk orang yang tepat, untuk tujuan yang tepat dan dalam jangka waktu yang tepat. Tentu di sini …berlaku Hukum High Risk High Return atau Low Risk Low Return , yah kalo memang berani dengan resiko atau risk taker yah tentu ada kemungkinan bisa dapat return yang besar walaupun resikonya juga besar.  Sedangkan penghindar resiko atau risk averse yah paling paling dapat return yang rendah yah sesuai juga dengan resikonya yang lebih rendah. Jadi semua akan kembali kepada Siapa Kamu , what is your risk profile?  Untuk Tujuan Apa Investasimu What is Your Plan? When?

Yah..yah….Masing-masing dari kita punya takeran sendiri-sendiri , mungkin segelas air putih sudah cukup buat menghilangkan haus Pak Ali, tapi buat Mas Andi tidak cukup segelas air putih tapi harus pakai sirop dan es batu serta dikasih jeruk peras baru hausnya hilang……

Perencana Keuangan akan membantu anda supaya anda tidak salah jalan dalam menentukan investasi yang tepat untuk anda dalam mencapai tujuan hidup di masa depan.

Perencana Keuangan selalu menekankan bahwa Nilai waktu dari Uang atau Time Value of Money sangatlah penting dalam perencanaan keuangan keluarga dan turut mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan hidup keluarga

Nilai Waktu dari Uang

Nilai Waktu dari Uang

Lalu apa sih sebenarnya Nilai waktu dari Uang? Ilustrasinya adalah begini kalo kita punya uang sekarang sebesar Rp. 100 juta , maka apabila uang ini kita masukkan ke dalam investasi yang memberikan asumsi return sebesar 12% per tahun(asumsi nett)  maka dalam waktu 1 tahun jumlah uang kita akan menjadi Rp.112 juta  , demikian pula dalam waktu 2 tahun akan menjadi Rp 125,44 juta, dalam waktu 3 tahun menjadi Rp.  140,49  juta dan seterus nya kalo sampai 20 tahun menjadi Rp. 964,63 juta dan seterusnya seterusnya. Jadi semakin cepat kita melakukan investasi  maka semakin banyak uang yang akan kita kumpulkan di masa yang akan datang.  Nah itu asumsinya kalo cuma lumpsum uang yang Rp. 100 juta tadi , bagaimana kalo kita juga terus melakukan investasi tiap bulan Rp.  3 juta selain uang Rp. 100 juta tadi  yang kita investasikan selama 20 tahun berapa uang atau nilai investasi  kita sampai akhir tahun ke 20 yaitu menjadi Rp. 3.932,40 juta. Wow….besar juga yah…..nah besar atau kecil memang relatif tapi lihatkan uangnya beranak pinak …nah itulah effect yang disebabkan oleh nilai waktu dari uang.

Lalu kegunaannya apa dong untuk perencanaan keuangan keluarga, kegunaannya adalah untuk memudahkan perencanaan keuangan itu sendiri sehingga perencanaan keuangan dapat dilakukan. Tanpa asumsi return atau opportunity cost maka teknik penghitungan nilai waktu dari uang yang dipakai dalam perencanaan keuangan tidak dapat dilakukan.  Sekarang kita kembali kepada contoh diatas dimana pada contoh yang terakhir uang atau nilai investasi menjadi Rp. 3.932,40 juta dalam waktu 20 tahun dengan asumsi return 12% per tahun. Nah sekarang tinggal dibalik aja kalo anda ingin nilai investasi anda menjadi Rp. 6 Milyar dalam 20 tahun, berapa tambahan investasi yang harus dilakukan tiap bulan dengan asumsi return yang sama? Mudah bukan, tinggal dibalik aja kan…? tapi tunggu dulu…itu semua asumsi lo…kenyataannya perencanaan keuangan asumsinya lebih kompleks dari itu karena ada hal lain  yang harus diperhatikan seperti  tingkat Inflasi yang menurunkan daya beli dari uang dan hal-hal lainnya yang kembali lagi juga dikaitkan dengan tujuan hidup keluarga. Bila dikombinasikan dengan asumsi-asumsil lainnya maka Time Value of Money ini akan bekerja lebih efektif dalam membantu perencanaan keuangan anda.  What is your plan? Time Value of Money will make your plan possible.

Perencana Keuangan & Investasi

Perencana Keuangan & Investasi

Perencanaan Keuangan Keluarga tidak bisa terlepas dengan yang namanya Investasi, karena Investasi adalah sarana untuk pencapaian suksesnya perencanaan keuangan keluarga itu sendiri.

Kita sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita untuk memulai menabung sejak dini sehingga kita dahulu dibelikan celengan tanah liat atau yang orang sering sebut pigggy bank alias celengan babi yang lucu dari tanah liat…he..he..yah tapi biasa kalo udah banyak biasanya kita pecahin lalu kadangkala kita belikan mainan pada waktu dahulu. Namun tidak jarang juga setelah banyak kita tabung ke tabungan kita. Saya ingat dahulu sebelum ada tabungan seperti Tahapan BCA atau yang lainnya, saya suka menabung di Tabanas dimana saya menyetorkannya di Kantor Pos. Yah kalo sekarang mah sudah ada di mana mana pokoknya asal kita ada kemauan untuk menabung pastilah bisa dan sangat mudah. Kebiasaan menabung inilah yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita sejak dini…..

Sekarang kita ketingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu Investasi karena investasi inilah yang akan memberikan hasil yang memadahi untuk kita realisasikan sesuai kebutuhan kita seperti kebutuhan dana pendidikan anak, kebutuhan dana pensiun kita sendiri.  Hendaknya investasi dilakukan secara disiplin setiap bulan sehingga anda akan memperoleh yang namanya Rupiah Cost Averaging kalo anda membeli instrumen investasi seperti reksadana secara berkala.  Investasi yang lebih simpel pun seperti halnya Deposito akan memberikan anda efek Compounding alias bunga berbunga, sehingga kelak 1+1 tidak sama dengan 2 tapi menjadi 2,3  dan seterusnya kira-kira  seperti itulah mudahnya untuk mengerti effect dari Compunding itu.

Investasi itu sendiri tidak hanya terbatas dalam bentuk instrumen keuangan seperti reksadana dan deposito di atas. Rumah, Tanah dan Ruko pun juga investasi yang baik apabila dapat memberikan nilai ekonomis seperti penghasilan sewa, penghasilan usaha, dan apresiasi nilai di masa depan. Namun ingat jangan melakukan leveraging dengan pembelian tersebut apabila anda tidak bisa menghasilan nilai ekonomis tambahan yang bisa menambah penghasilan untuk anda.  Perencanaan keuangan haruslah mengatur mengenai pinjaman ini supaya segera dapat dilunasi. Nah ini juga perlu keahlian khusus untuk melakukan pembelian seperti halnya real estate karena salah membeli akan berefek terhadap kemampuan anda memperoleh gain atau penghasilan dari investasi itu sendiri. Coba bayangkan kalo anda investasi di ruko udah nilai pasarnya naik terus tiap tahun misalnya 10% eh bahkan masih dapat uang sewa tiap tahun 10% lagi wah…berapa return anda…silahkan hitung sendiri

Pendidikan mengenai Menabung dan Berinvestasi ini haruslah dimulai sejak anak-anak sehingga anak-anak akan lebih menghargai uang dan belajar bijaksana dengan yang namanya uang.  Coba tanyakan pada anak anda yang 4 tahun, mau uang gak…pasti dia bilang mau…berarti dia mulai mengerti uang itu bisa digunakan untuk membeli sesuatu…tinggal anda arahkan …nah itu menjadi improvisasi andalah sehingga anak ini dapat menjadi melek financial sejak dini. Ini penting lo…untuk mereka…berikan mereka kail, ajarkan mereka memancing, jangan kasih ikannya melulu…..okay?