Archive for the ‘Artikel Perencanaan Keuangan Keluarga’ Category

perencanaan-keuangan-pensiun

perencanaan-keuangan-pensiun

Seringkali kehidupan modern jaman sekarang membuat orang terbuai untuk mengikuti tuntutan gaya hidup yang serba konsumtif.  Ini acapkali tidak disadari, dan terus diikuti dari waktu ke waktu sebagai tren gaya hidup modern. Apa yang salah dari gaya hidup modern ini? Sebenarnya orang mau menikmati hidup pergi ke mal mal ok ok aja tapi seringkali kita lupa untuk mengelola pengeluaran keuangan kita sehingga dengan mudahnya kita menggesek kartu kredit kita.  Kita kadang bisa terjebak untuk terus update dengan perkembangan produk konsumtif baru, misalnya teknologi handphone. Kembali lagi semua ok ok aja tapi sudahkah anda mengelola keuangan pribadi atau keuangan keluarga anda? Hati hati sudahkah anda memikirkan hidup hari tua anda? Hmm…pasti belum kepikir, boro boro kepikir…yang sekarang aja masih memikirkan bagaimana mau beli ini mau beli itu, atau belum bayar kartu kredit ini atau masih ada cicilan kartu kredit itu.  Seringkali orang jadi pusing sendiri karena ambil kredit tanpa agunan untuk memenuhi gaya hidup konsumtifnya ataupun cicilan kartu kredit lainnya yang tidak ada habis habisnya …sambung terus beli barang lain lagi. Ini perlu disadari sesadar sadarnya bahwa waktu terus berjalan, umur makin tua, sudahkah anda punya tabungan atau investasi yang cukup untuk menghidupi hari tua anda.  Sekali lagi jangan berpikir kan ada anak yang urusin. Yah memang kita di negara timur, anak harus berbakti kepada orangtua..itu harus dan wajib hukumnya.  Tapi tidakkah kita sadari anak anak kita akan pusing dengan urusan pengeluaran mereka sendiri di kemudian hari.  Bila anda peduli akan kehidupan hari tua anda, mulailah anda berhitung mulai dari sekarang.  Perlu disadari gaya hidup seperti apa yang anda impikan di hari tua anda akan menentukan apa yang harus anda lakukan. Ibarat anda mau berlabuh ke sebuah pulau, anda harus memikirkan berapa jauh jaraknya dan dengan apa, berapa dan bagaimana  anda paling cepat dan aman sampai ke sana. Demikian pula perencanaan keuangan pensiun adalah sebuah perjalanan yang panjang yang perlu diperhatikan sedini mungkin.  Dalam perencanaan keuangan…Time Does Matter  atau waktu adalah penting. Semakin lebih awal semakin baik. Semoga kita masih bisa menyisakan waktu untuk perduli akan hal ini demi kepentingan hari tua.

belanja-bijakBerbelanja adalah hal yang menyenangkan. Apalagi kalo pergi ke mal yang baru dengan berbagai barang yang ditata display menarik dengan ditambah sapaan yang ramah dari pramuniaga yang mencoba menawarkan produk terbaru atau bahkan produk yang lagi ngetrend saat ini. Kemudian terdengarlah celetukan…teman-temanku udah punya nih….aku belum punya. Apalagi kalo barang itu berhubungan dengan lifestyle khususnya teknologi seperti handphone  yang lengkap dengan fitur-fitur barunya.  Saya pernah melihat orang berjejeran menunggu untuk membeli sebuah handphone tertentu dan itu bukan sekali tapi saya melihatnya berkali-kali dan mereka rela mengantri berjam-jam. Wow sangat fenomenal!. Namun sekarang pertanyaannya apakah kita telah bijak berbelanja atau hanya sekedar ikut-ikutan dan lupa akan hal pengelolaan keuangan. Oleh karen itu anda perlu tips keuangan bijak berbelanja.

Disini kita diingatkan kembali apakah semua pembelanjaan kita adalah untuk memenuhi kebutuhan atau sekedar memenuhi keinginan atau hasrat semata. Seringkali yang tidak masuk akal adalah untuk memenuhi keinginan atau hasrat, karena hal ini berhubungan dengan emosi dimana acapkali kita lupa dan tanpa perhitungan untuk sekedar merealisasikan pembeliaan barang ini. Hati-hati sebelum membeli barang, tanyakan dulu apakah saya sungguh-sungguh membutuhkan barang ini? Saya yakin bila anda selalu bertanya dulu, maka anda dapat menahan belanja anda.

Pintar pintarlah berbelanja, jangan ragu untuk berinovasi dalam berbelanja yaitu mulai dari mencari toko yang memberikan discount besar sampai mencari barang substitusi yang masih memberikan daya guna yang sama. Mari saya beri contoh ekstrem apabila anda mau memberikan manfaat ikan salmon buat anak anda, tapi terbatas pada masalah dana maka bisa saja anda membeli sisa-sisa potongan salmon yang biasanya dijual murah dan tidak usah membeli salmon fillet yang lebih mahal. Bukankah kalo disup memberikan manfaat yang tidak jauh berbeda bahkan bisa dibilang sama. Contoh lain belilah barang yang memiliki nilai manfaat yang sama kegunaannya dengan membandingkan harga yang wajar sehingga anda tidak terlalu terpatok pada masalah brand minded. Yah kalo uang memang sudah berlebihan sih boleh aja sekali kali punya 1 tas branded, tapi kalo setiap kali anda ingin membeli terus menerus bahkan mengkoleksinya maka hati-hatilah. Carilah barang yang pantas dengan harga yang wajar sesuai budget anda. Bukankah untuk menjadi Cantik atau Tampan tidaklah selalu harus mahal?

Namun bagaimanapun bukan sekedar pintar dalam mencari barang  yang sungguhs-sungguh dibutuhkan dengan harga yang terbaik yang bisa didapatkan, hal yang terpenting adalah apakah pembeliaan ini sudah direncanakan dan dianggarkan. Jangan sampai anda berbelanja tanpa merencanakan dan menganggarkannya terlebih dahulu karena sudah pasti anda akan keluar dari koridor keuangan anda. Jangan pernah andalkan kredit card anda untuk membantu anda bila memang anda tidak mampu dan belum menganggarkan pembelian barang tersebut. Jika demikian anda pasti kesulitan untuk melunasinya kelak.  Akhirnya Anda bayar minimum dengan bunga maksimum he he…. Saya tidak anti kredit card, tapi pakailah kredit card dengan bijak karena kredit card adalah untuk sarana membantu anda dalam pembayaran dan bukan uang tunai anda sesungguhnya.

Coba pelajari pengeluaran apa saja yang seringkali membebani anda dan jelas jelas merupakan pengeluaran konsumtif. Hati-hati bahkanseringkali tanpa disadari justru pengeluaran yang kecil-kecil bersifat konsumtif inilah yang tidak terasa namum jelas berdampak besar karena ternyata bila dijumlahkan nilainya besar.

Berbelanja dengan Bijak tidaklah sulit, yang sulit adalah merubah mindset kita untuk bisa mengendalikan keinginan kita dan lebih memprioritaskan kebutuhan kita bukan saja kebutuhan saat ini tapi juga kebutuhan masa depan. Bila mindset sudah benar ditambah dengan pengetahuan yang cukup maka InsyaAllah pengelolaan keuangan keluarga menjadi lebih mudah.

Saya akan memulai artikel perencanaan keuangan dalam masa produktif ini dengan sebuah cerita dimana saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa saudaranya ada yang sudah tidak bekerja lagi padahal jelas masih dalam range masa produktif. Lo saya tanya kenapa? apa saudaramu sudah benar-benar financial freedom atau memang tidak dapat pekerjaan karena ketatnya persaingan kerja saat ini. Cerita selanjutnya terlalu panjang untuk dibicarakan di sini tapi pendek kata saya mau bercerita bahwa banyak orang yang tidak bekerja lagi padahal mereka masih pada masa produktif. Hal ini jelas  sangat berpengaruh sekali terhadap perencanaan keuangan.

penghasilan-masa-produktifKenapa masa produktif itu sangat berharga, karena masa produktif adalah masa dimana kita masih bisa bekerja dan mengumpulkan aset investasi melalui keringat kerja kita.  Umumnya di Indonesia memakai patokan minimal sampai umur 55 tahun walaupun kita tahu masih banyak orang yang bekerja sampai usia sangat lanjut bahkan sampai umur 70 tahunan walaupun dengan dasar motivasi yang beraneka ragam.  Taruhlah kita anggap masa produktif mulai usia 23 tahun yang artinya kita punya waktu 32 tahun untuk berjuang demi masa pensiun kita.  Jangan sia siakan masa ini karena apabila kita tidak merancangnya dengan baiknya, maka sudah pasti kita akan menyesal justru pada masa pensiun kita sendiri. Perencanaan keuangan yang matang akan membantu anda melewati masa masa ini dengan gemilang yang pada akhirnya mencapai masa pensiun yang membahagiakan.

Ingat umur kita tidak pernah tahu, kalo asumsinya masa pensiun kita sama denga masa produktif kita maka kita akan hidup sampai 80 tahun. Cukupkah dana pensiun dan aset investasi kita membiayai hidup kita sampai umur tersebut. Perencanaan Keuangan yang matang akan memastikan bahwa anda tidak akan hidup menderita secara ekonomi di kemudian hari khususnya pada masa pensiun anda.

Hayo kerja dan investasi yang rajin pada masa mudamu, Tetap Semangat!

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam menilai kesehatan sebuah perusahaan adalah tidak terlepas dari laporan keuangannya dan analisa-analisa ratio yang ada di dalam laporan keuangan tersebut, demikian juga dengan kesehatan keuangan keluarga juga memerlukan analisa laporan keuangan keluarga bersangkutan.

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

Sebelumnya kita telah berbicara mengenai Laporan keuangan rugi laba dan laporan arus kas dari keuangan keluarga, sekarang kita akan berbicara khusus mengenai neraca keuangan keluarga. Sebenarnya apa sih tuh Neraca keuangan keluarga dan informasi apa yang dapat anda simpulkan melalui analisa laporan ini.

Sama seperti neraca keuangan perusahaan, kita juga membaginya menjadi sisi Assets di sebelah kiri dan sisi Liabilty dan Net Worth di sebelah kanan. Anda dapat membagi sisi Aset menjadi 3 bagian yaitu Aset Likuid (yaitu dana yang setiap saat anda bisa gunakan seperti yang ada di Kas, Giro dan Tabungan) , Aset Personal (yaitu aset yang umumnya tidak produktif dan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi seperti mobil pribadi, perabot rumah tangga, perhiasan untuk dipakai sendiri, Elektronik, dsb) dan yang terakhir Aset Investasi (yaitu aset yang menghasilkan return atau nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu, jadi sifatnya produktif dan bukan untuk tujuan konsumtif seperti Deposito, reksadana, obligasi, saham). Sedangkan sisi Liability dapat dibagi menjadi  2 yaitu Hutang Jangka Pendek (yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun) dan Hutang Jangka Panjang (sisa hutang yang akan jatuh tempo di atas 1 tahun). Sedangkan Net Worth atau kekayaan bersih tinggal mengurangkan antara total aset dengan total liability tersebut. Nah sama seperti analisa laporan keuangan pada umumnya, bahwa Net Worth ini haruslah selalu dijaga karena menunjukkan kekayaan bersih dari sebuah keluarga, anda kaya atau tidak kelihatan dari nilai net worth ini. Kemampuan untuk mengelola keuangan dengan selalu melakukan analisa lalu lintas keuangan keluarga guna mempelajari pola pengeluaran dapat menghasilkan kemampuan untuk  mengendalikan keuangan keluarga yang dapat menghasilkan suatu net cash flow setiap bulan dari waktu ke waktu. Net Cash flow inilah yang akan menambah Net Worth atau kekayaan bersih anda. Jadi jangan boros, Bung dan Non…supaya kekayaan anda bertambah terus.  Coba anda bayangkan kalau tiap bulan nilai deposito dan reksadana anda bertambah, yah besar kecil relatif yah, tapi yang penting anda bertekad untuk itu sampai tujuan keluarga anda tercapai.  Sedangkan untuk menganalisa lebih detil posisi kesehatan keuangan keluarga diperlukan analisa ratio-ratio seperti analisa liquidity ratio, debt ratio, debt service ratio, saving to income ratio, solvency ratio. Melalui analisa ratio-ratio ini kita dapat mengetahui posisi kesehatan keuangan kita sehingga kita tahu apa yang harus diperbaiki dan strategi apa yang harus dilakukan. Analisa ini akan membantu kita dalam menetapkan tujuan keuangan keluarga.  

Strateginya adalah arahkan agar anda sebanyak mungkin memiliki aset yang produktif, atau ada orang yang menyebutnya investment asset, ada yang menyebutnya good asset , ada yang menyebutnya positive asset  yaitu aset yang dapat memberikan anda cash flow tambahan, lalu lakukan investasi tambahan (reinvestment) dengan tetap menjaga posisi likuiditas anda dan menjaga posisi hutang anda sehingga anda masih memperoleh net additional cash flow atau economic value added terhadap pengelolaan hutang anda.  Yah berhutang boleh-boleh aja asal jangan hutang untuk tujuan konsumtif, seperti hutang kredit card untuk beli elektronik atau hp yang lagi ngetrend. Berhutanglah dengan rasional dengan melihat manfaat ekonominya buat anda, yah kalo berhutang untuk usaha atau untuk beli properti  yang disewa-sewakan yah okay okay aja tinggal berhitung aja , you make money or loose money.  Kalo masih ada additional value nya atau menguntungkan dalam jangka panjang atau untuk menghasilkan return yang memberikan economic value added (net cash flow tambahan )seteleh dikurangkan biaya hutang tersebut, maka anda telah berhutang dengan rational. Jangan sampai yang terjadi adalah sebaliknya yaitu anda berhutang untuk tujuan konsumtif sampai-sampai net worth anda lebih kecil dari hutang anda, saya yakin net worth anda akan segera tergerus dari waktu ke waktu yang akhirnya anda bisa bangkrut.  Nah dalam hal ini diperlukan cara berpikir yang rational, yah gak perlu lah naik mobil Eropa yang mewah  kalo memang belum dalam kapasitasnya,  bukankah lebih rational kalo kita memilih mobil Jepang yang CC nya lebih kecil.  Yah cita-cita untuk punya mobil mewah boleh-boleh aja Bung, tapi pikirkan dulu apa semua kebutuhan dan perencanaan keuangan yang prioritas buat keluarga anda sudah terpenuhi atau belum.  Hanya dengan bertindak bijaksana , anda dapat membantu menolong diri anda sendiri mencapai tujuan akhir keuangan keluarga anda.

Ingat kalimat Mensana Incorporisano yaitu didalam Tubuh yang Sehat terdapat Jiwa yang sehat pula, nah sehubungan dengan itu jangan sampai kita tidak menjaga kesehatan keuangan keluarga kita, kalo sampai gak menjaga kesehatan yang satu ini, hati-hati lo salah salah nanti jiwanya juga terganggu, coba aja anda lihat suami istri yang berkelahi hanya karena masalah keuangan yang tidak sehat ini. Hmm tapi katanya Cinta adalah segalanya…bisakah Cinta anda mengalahkan masalah yang satu ini. Nah itu kembali kepada anda sendiri.

Seperti yang telah saya katakana dalam artikel perencanaan keuangan sebelumnya, bahwa kita sebagai sebuah keluarga tidak berbeda dengan sebuah perusahaan dimana uang adalah bahan bakar untuk menjalankan roda kehidupan di dunia ini.  Maaf saya tidak mengajarkan pola hidup duniawi atau kedagingan, yang seringkali terkesan materialistis. Kita tidak bisa pungkiri bahwa memang kita membutuhkan uang untuk hidup layak di dunia ini. Memang betul ada orang yang selalu berkata uang bukanlah segala galanya, karena kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di Akhirat nanti. Saya tidak menolak pernyataan itu karena memang tujuan akhir dari kehidupan kita adalah bersatu dengan Allah Pencipta kita. Karena menurut saya yang dimaksudkan adalah jangan sampai harta membutakan mata hati kita sehingga kita menjadi kejam dan licik. Jadi harta itu baik adanya sejauh digunakan untuk kebaikan bukan hanya sekedar kesenangan belaka. Oleh karena itu  bukan artinya terus, kita berhenti dan menjadi alasan untuk tidak berusaha karena takut salah langkah , karena hidup kita ini bukanlah menunggu waktu , melainkan memanfaatkan waktu untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik dan perlu dicatat waktu tidak akan pernah menunggu anda. Setiap menit yang terlewatkan hanyalah akan menjadi masa lalu. Apabila anda sungguh-sungguh mencintai keluarga anda  dan menerima tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada anda, maka anda wajib untuk memperhatikan yang namanya Cash Flow  keluarga ini.  

 

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

Nah gimana sih caranya untuk bisa melihat atau bercermin mengenai keadaan keuangan keluarga anda, maka anda haruslah membuat Laporan Neraca dan Rugi Laba Keluarga dan mulailah melakukan analisa laporan keuangan keluarga anda.Sebelum memulai saya mau bertanya dulu “Apa anda tahu berapa pengeluaran anda perbulan, untuk apa, berapa pengeluaran per jenis transaksinya, mana yang menurut anda pengeluaran tetap, mana yang pengeluaran tidak tetap, mana yang merupakan konsumsi , mana yang merupakan investasi”. Bila anda bisa menjawab pertanyaan saya itu maka anda sudah dapat memulai membuat laporan Rugi Laba atau Menghitung Net Cash Flow dari keuangan keluarga anda. Coba jumlahkan semua pengeluaran anda, hayo anda Surplus atau Defisit terhadap pendapatan keluarga anda. Kebanyakan dari kita tidak mengontrol yang namanya pengeluaran atau Cash Out ini, apalagi kalo kartu kredit kita makin banyak….weleh weleh…digesek aja…sampai sampai saya pernah dengan yel yel…Shop Till You Drop….waduuh…kita mau disuruh bangkrut kali.  Akhirnya apa yang terjadi yah gaji kita Cuma untuk bayarin kartu kredit aja deh…gali lobang tutup lobang…gali lagi buat yang bulan ini dan seterusnya…boro boro mikir nabung deh…ini dia yang disebut seperti Hamster yang berlari lari di atas roda. Apa kita tidak capai dengan pola dan gaya hidup seperti ini? 

Belajarlah untuk berpikir kritis dalam hal pengeluaran uang, dengan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

 

  1. Apa barang yang saya beli ini memang barang yang sungguh-sungguh saya butuhkan?
  2. Apa ini Kebutuhan atau Keinginan?
  3. Apa ada alternative lain untuk barang yang kita butuhkan tersebut dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang baik
  4. Apa pembelian tersebut bisa ditunda beberapa saat?

Singkat kata kalo bisa tidak beli yah tidak usah beli…he..he…bukannya jadi pelit lo tapi jadi bijak dan pintar mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Cobalah dengan hidup yang sederhana sehingga anda akan lebih mudah mengatur keuangan keluarga anda.

Buatlah analisa terhadap pengeluaran anda tersebut dan tetapkan strategi keuangan selanjutnya dengan melihat :

 

  1. Skala Prioritas => mana pengeluaran  yang prioritas dan mana yang tidak , lalu yang tidak prioritas tersebut mulai dianalisa yang tidak perlu segera eliminasi tanpa pandang bulu.
  2. Persentase pengeluaran => berapa besar pengeluaran  tiap jenis transaksi terhadap total pengeluaran anda, urutkan dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Pelajari kenapa pengeluaran anda bisa besar, apa memang naturenya perlu besar, kalo kebesaran yah harus dikecilkan terutama yang berhubungan dengan konsumsi.
  3. Buat analisa berapa uang yang anda gunakan untuk konsumsi, berapa uang yang digunakan untuk investasi, berapa uang yang digunakan untuk membayar kewajiban anda?
  4. Pelajari pola belanja anda , apa anda belanja dengan kartu kredit, atau dengan cash, apa anda belanja dengan menggunakan daftar belanja atau tidak,dimana anda berbelanja,  apa tertarik kepada diskon-diskon  yang belum tentu barang tesebut anda butuhkan.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengeluaran anda adalah merupakan pengeluaran yang pintar dan bijak yaitu belanja hanya untuk kebutuhan yang sungguh sungguh harus dikeluarkan, serta pastikan terlebih dahulu anda memotong minimal 10% dari penghasilan anda untuk anda sisihkan demi masa depan keluarga. Jangan sampai anda besar pasak dari pada tiang, yang akhirnya anda deficit dan pusing sendiri. Simpan dan investasikan  uang anda dengan bijaksana buat kebutuhan masa mendatang, jangan diboroskan untuk memenuhi gaya hidup komsuntif masa kini. Strategi untuk membentuk net cash flow yang besar adalah meningkatkan penghasilan sebesar mungkin  dan menekan pengeluaran sekecil mungkin dan selanjutnya gunakan surplus atau net cash flow tersebut untuk investasi tambahan dan atau memenuhi kebutuhan keuangan jangka panjang dan perlindungan keluarga serta menambah dana cadangan darurat anda bila masih belum tercukupi.  Jika kalo diperlukan anda perlu melakukan perubahan radikal dalam pola pengeluaran atau berbelanja anda sehingga menjadi lebih sehat dan menghasilkan profit instant buat keluarga anda. Baca juga artikel Perencanaan Keuangan  tentang “Masalah Perencanaan Keuangan keluarga|Mengatur dan Mengelola Keuangan Keluarga” .

Topik berikutnya kita akan membahas masalah Neraca Keuangan Keluarga diman anda akan dapat melihat seberapa kayakah anda sekarang?

Masalah perencanaan keuangan keluarga memang telah menjadi topik yang hangat dewasa ini, karena semakin banyak orang yang mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya perencanaan keuangan keluarga itu. Lalu bagaimana caranya supaya perencanaan keuangan itu benar-benar menjadi kenyataan?

 

Ternyata masalahnya adalah di diri kita sendiri. Bermacam-macam tipe manusia di dunia ini karena ternyata semua orang memang punya impian dan ingin hidup yang nyaman dan enak , lalu punya segudang ide dan cita-cita, tapi seberapa banyak dari mereka yang benar-benar mau merealisasikan ide-ide dan cita-citanya itu atau impiannya supaya bisa hidup enak? Ingat semua ada harga yang harus dibayar, janganlah kita maunya cepat aja yah karena merealisasikan impian anda perlu keseriusan dan komitmen yang tinggi. Jelas yang paling sulit adalah bukan membuat rencana, melainkan bagaimana menjalankan rencana itu sendiri sehingga tujuan kita tercapai.

Perencanaan Keuangan
Perencanaan Keuangan

Menurut saya ,  bagaimana membuat perencanaan keuangan menjadi suatu pertanyaan yang jawabannya bisa anda pelajari atau kalaupun anda tidak mempunyai waktu untuk mempelajari dan membuat sendiri, anda dapat meminta tolong konsultan perencana keuangan untuk membuatkannya untuk anda. Namun setelah itu Apa? Itu hanyalah sebuah guideline atau petunjuk atau  suatu rencana terintegrasi yang menyeluruh mengenai suatu perencanaan keuangan keluarga anda, dan belum berarti apa-apa selain hanya sebuah buku report. Pertanyaannya setelah itu Apa?

 

Demi suksesnya perencanaan keuangan anda, maka mentalitas diri yang harus dijaga, jangan sampai orang menyebut anda  NAPO alias No Action Plan Only….he..he….Oleh karena itu ada perlu memiliki 3 sikap mental yang utama yaitu : 1) Disiplin      2)Disiplin        3) Disiplin.    Karena ternyata untuk menjadi disiplin itu tidaklah mudah karena untuk disiplin seseorang harus merubah gaya hidupnya yang lama dan itu seringkali tidak mudah. Padahal Disiplin itu adalah bukti nyata realisasi sebuah Komitmen. Contohnya orang yang ingin menurunkan kolestrol dalam darahnya, harus  merubah pola makannya dan gaya hidupnya yang kurang sehat, bisakah dia disiplin mengurangi makanan berlemak seperti seafood, daging-dagingan dan lebih banyak makan sayur dan fiber. Kalo dia disiplin yah pasti bisa dan saya pernah menjalankan pola makan ini ketika kolestrol saya tinggi. Kuncinya Cuma “Disiplin”. Demikian juga seorang Binaraga yang selalu disiplin dengan jadwal latihan dan pola makanannya. Sehingga seringkali kita mendengar Pepatah seperti ini “You What You Eat” atau yang mirip seperti itu dimana  jelas Hukum Menabur dan Menuai menjadi hukum alam yang digunakan. Ini tidak berbeda lo dalam berbagai hal…anda perlu mengakumulasi keberhasilan anda dari waktu ke waktu supaya anda dapat melakukan lompatan keberhasilan berikutnya.  Tidaklah mungkin kalo orang yang hidupnya boros, tidak melakukan skala prioritas, tidak pernah menabung dan investasi, dan tidak punya perencanaan keuangan yang jelas eh bahkan juga tidak menjalankan perencanan keuangan sama sekali , mau hidup lebih enak dan nyaman di masa depan. Oleh karena itu biasakan diri dengan gaya hidup sederhana supaya anda tahan menghadapi kerasnya kehidupan masa mendatang.

 

Ingat Tuhan hanya mmberkati orang yang sungguh sungguh mau diberkati, bukan orang yang ogah-ogahan, bagaimana mungkin sawah akan menghasilkan padi, kalo Bapak Petani tidak rajin mencangkuli, membajaknya dan merawatnya dari waktu ke waktu sampai musin panen tiba.   Demikian juga kehidupan harus dirawat, kita jalankan tugas dan tanggungjawab kita dan Allah Sang Pencipta pasti akan melihat keseriusan kita dan berkatnya pasti akan turun atas kita. Semoga Demikian.

 

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Memang seringkali banyak kasus keuangan seputar perencanaan keuangan keluarga , seperti inilah pertanyaannya : saya tahu bahwa mengelola dan mengatur keuangan keluarga adalah sangat penting demi tercapainya tujuan hidup keluarga, tetapi masalahnya begini lo…”Gaji saya udah pas-pasan dan tidak tersisa sedikitpun untuk ditabung, apalagi untuk investasi, gimana donk caranya supaya saya bisa mencapai tujuan atau rencana keluarga saya?” Wah ini pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi membutuhkan jawaban yang kompleks.

Begini Bapak/Ibu, saya gak bisa sembarangan menjawab pertanyaan ini karena pertama, saya tidak tahu keadaan dan kondisi keuangan Bapak/Ibu, kedua saya tidak tahu pola pengeluaran Bapak/Ibu. Ini khusus untuk masalah Penerimaan VS Pengeluaran aja lo….ini diperlukan suatu analisa keuangan apakah memang penghasilannya yang terlalu minim untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga atau pola pengeluarannya yang salah. Singkat saja jawaban saya apabila setelah melalui proses analisa keuangan ternyata memang ternyata penerimaannya yang minim, maka anda dapat melakukan beberapa strategi yaitu pertama, mencari penghasilan tambahan buat ekonomi keluarga misalnya buka warung/toko di rumah,  UKM, kerja sampingan sesuai keahlian dan minat atau mencari pekerjaan yang lebih baik yang bisa memberikan penghasilan lebih untuk keluarga,  kedua dengan membuang atau mengganti sebagian jenis pengeluaran dengan substitusi yang lebih murah, misalnya pilih motor ketimbang mobil, pilih sekolah negeri ketimbang swasta, pilih obat generik ketimbang obat patent, berbelanja di pasar ketimbang di supermarket,dsb. Namun apabila pola pengeluaran keluarga yang salah, strateginya yang jelas adalah dengan memotong pengeluaran anda yang tidak perlu, cari yang lebih murah dan sisihkan terlebih dahulu buat tabungan sebesar 10% baru lakukan pengaturan belanja keluarga anda.

Terus terang, memang menjadi masalah kalo sebuah gelas tidak terisi air, karena tanpa air kita tidak bisa berbicara soal air sirop, lemon tea, es cendol, es campur, es rumput laut, karena semuanya memerlukan air. Demikian juga dengan perencanaan keuangan keluarga, jelas semuanya juga memerlukan penerimaan uang baik dari penghasilan bekerja ataupun dari aset yang menghasilkan uang agar bisa berjalannya proses perencanaan keuangan keluarga in demi pencapaian tujuan hidup keluarga.

Tidak beda juga dengan seorang petani, yang memerlukan sebidang tanah terlebih dahulu untuk memulai menggempurkan dan membajak sawahnya, sehingga sawah dapat berhasil ditanami dan dapat menghasilkan padi yang bisa dipanen. Selalu harus ada starting pointnya….kalo tidak kita bagaikan seorang nelayan yang memancing ikan tanpa umpan apapun….hhmm…hanya sebuah kail aja…..atau seoran serdadu yang pergi ke perang tanpa membawa senjata…..lalu dia bertanya bagaiman saya mengalahkan musuh….?

Singkat kata masalah Penerimaan VS Pengeluaran ini harus digali dalam proporsi yang benar dan jelas. Strateginya adalah tingkatkan penghasilan anda semaksimal mungkin melalui cara di atas dan tekan pengeluaran anda secara bijaksana dengan terlebih dahulu memotong 10% dari penghasilan anda untuk ditabung.  Mau tidak mau anda harus putar otak  dan kreatif untuk memperoleh penghasilan. Setelah itu lakukan pengeluaran dengan bijaksana.

Ini hanyalah satu aspek saja dari analisa keuangan keluarga anda, yang juga merupakan salah satu bagian dari seluruh proses perencanaan keuangan keluarga anda.  Semua akan kembali lagi kepada tujuan atau rencana keluarga  anda dari mulanya, dan saya melihat salah satu tujuan anda sesuai dengan masalah ini adalah ingin punya tabungan sehingga bisa melakukan investasi untuk masa depan keluarga, karena anda kuatir dengan masalah keuangan anda sekarang….hhmmm….jangan putus asa…pasti ada jalannya…..asalkan anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ulet serta melakukan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan benar…

Terus terang keprihatinan mengenai masalah ini , jangan sampai membuat kita terlena dan menjadi alasan buat kita untuk tidak melakukan sesuatu…Do Something…. Saya yakin anda bisa……

Tujuan Hidup Keluarga

Tujuan Hidup Keluarga

Berbicara mengenai tujuan hidup dalam perencanaan keuangan keluarga tidaklah semudah mengatakannya begitu saja, karena belum tentu apa yang kita katakan adalah yang tujuan prioritas untuk kehidupan keluarga kita. Dalam hal ini, perencana keuangan keluarga akan membantu/menfasilitasi anda untuk dapat mengenali apa sih yang benar-benar urgent, prioritas kebutuhan anda baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang akan menjadi Tujuan perencanaan keuangan anda.

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang ingin hidup senang, bisa beli ini itu , bisa jalan-jalan sana sini, yah sih itu adalah hal yang wajar.  Namun Apa itu semua tujuan hidup yang prioritas buat anda? Hati-hati jangan terjebak dalam membedakan yang benar-benar kebutuhan dan yang mana yang hanya sekedar keinginan. Yah …yah betul…keinginan seperti berjalan-jalan ke Paris…itu juga bisa jadi tujuan anda dalam perencanaan keuangan anda…tapi apa itu yang prioritas? Keinginan yang hanya menyenangkan sesaat lebih baik disingkirkan dahulu, ketika anda memikirkan apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidup anda yang prioritas.

Sebagai gambaran aja deh, biasanya kalo buat orang pada umumnya seperti para keluarga muda, yang prioritas itu adalah seperti kebutuhan membeli rumah, kebutuhan menyiapkan  pendidikan anak, lalu  lebih bagus lagi kalo anda sudah mempersiapkan kebutuhan akan dana pensiun anda.  Namun umumnya dalam hal mempersiapkan   dana ini memerlukan suatu perjalanan waktu  yang tentu makin bagus kalo dipersiapkan lebih awal. Karena dalam perjalanan waktu itulah banyak sekali kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Oleh karena itupun maka dalam ilmu perencanaan keuangan keluarga , anda harus memperkecil atau menghilangkan resiko-resiko tersebut dengan transfer of risk atau mentransfer resiko-resiko ini melalui suatu perlindungan Asuransi.   Jangan sampai anda bagaikan seorang penumpang yang naik kapal Cruise yang tidak punya kapal sekoci dan tidak punya pelampung, wah…wah…bahaya lo……Ilustrasi yang tepat adalah sedia Payung sebelum Hujan…jangan sampai kehujanan dululah…entar basah kuyup deh..he..he…Yah itu hanya sebagian contoh tujuan prioritas.

Namun tujuan hidup setiap orang yah berbeda beda tergantung dari keadaan masing-masing, jadi prioritas itu bisa saja berbeda-beda. Ingat yah kalo bikin prioritas yang benar….yang penting bangun fondasi dan struktur rumahnya dulu dan lakukan finishingnya dengan rapi, jangan beli perabotannya dulu….ggggeerrrr………..yah seperti  Jargon Susu Dancow kesukaan saya…”Ini Dulu Baru Itu”….begitulah kira-kira seharusnya kita melakukan skala prioritas dalam tujuan hidup kita.

perencana-keuangan-apa-tujuan-hidupmuPerencanan Keuangan adalah suatu proses yang terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan yang baik.  Namun di sisi lain seringkali kita terlambat atau kurang peka untuk mengenali apa sih sebenarnya tujuan hidup kita yang utama di dalam memenuhi kebutuhan keluarga pada masa-masa mendatang? Jadi sama saja dengan seorang pengemudi mobil yang tidak tahu arah ke mana dia mau pergi…maka apa yang terjadi dia hanya berputar-putar saja sampai bensinnya habis. Harusnya kalo pengemudi ini bijak maka sebelum dia pergi dia sudah tahu kemana dia mau pergi, arah petanya ke mana, perlu waktu berapa lama, bensinnya cukup atau tidak, kalo tidak cukup maka harus isi bensin dulu, sehingga akhirnya pengemudi ini dapat berhasil sampai tujuannya dengan selamat.

Seperti halnya juga dalam perusahaan, seorang pemimpin haruslah mempunyai Visi dan Misi serta Objektif atau Tujuan yang jelas karena hal inilah yang akan mengarahkan kemana perusahaan itu akan melangkah.  Anda sebagai seorang pribadi atau sebagai kepala rumah tangga juga sama dan tidak berbeda dalam hal ini. Maka kita sebut saja  You Corporation alias Kamu sendiri sebenarnya adalah sebuah korporasi,  maka dari itu seorang Perencana Keuangan sangat menekankan pentingnya dibuat Neraca Keuangan Keluarga dan Arus Kas Keluarga.  Sehingga anda akan tahu segala kebaikan dan keburukan anda dalam mengelola keuangan keluarga anda.

Semakin anda mempelajari laporan keuangan pribadi anda , maka anda akan makin menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Yah syukur sih kalo ternyata udah banyak kelebihan-kelebihannya…he..he…

Jadi harus jelas apa tujuan hidupmu , pelajari seluruh kondisi keuanganmu melalui laporan keuangan pribadi baru deh bisa mengerti langkah-langkah atau strategi-strategi selanjutnya harus gimana supaya tujuan hidup tersebut terpenuhi.  Jangan biarkan diri kita berada dalam resiko yang seharusnya bisa kita amankan melalui perencanaan keuangan keluarga yang baik.  Selamat Mencoba!

Perencana Keuangan Dana Pensiun

Perencana Keuangan Dana Pensiun

Banyak orang kurang menyadari 2 resiko utama yang dihadapi oleh setiap orang dalam pola pikir perencanaan keuangan keluarga. Padahal banyak contoh yang sudah kita lihat di dalam masyarakat ketika seorang suami meninggal dunia, si istri tidak punya kemampuan untuk mempertahankan kehidupan ekonominya karena penunjang ekonomi keluarga hanyalah Sang Suami. Lebih kompleks lagi cerita seorang anak laki-laki dari keluarga kaya, kita sebut aja si Bob, karena merasa sebagai anak bos maka ketika Bob menikah dan mempunyai istri dan 3 orang anak, maka Bob tidak pernah berpikiran untuk melakukan proteksi keuangan keluarga, karena menurut Bob dia punya ayah yang kaya raya. Lalu apa yang terjadi di umur perkawinannya yang ke 10 tiba-tiba ayahnya yang kaya raya itu bangkrut dan Bob tidak bisa menerima kenyataan itu dan tiba-tiba Bob mendadak sakit dan meninggal…tragis bukan…yah itu sekedar ilustrasi aja. Singkat kata bagaimanapun kita memerlukan proteksi atau perlindungan atau asuransi jiwa untuk melindungi nilai ekonomis yang dimiliki oleh seorang kepala rumah tangga yang memberi nafkah kepada keluarga. Ini yang disebut sebagai Resiko Mati Terlalu Cepat.

Lain cerita lagi, ketika seorang kepala rumah tangga, kita sebut aja Pak Abdul, kurang memperhatikan kebutuhan dana hari tuanya karena merasa nyaman dengan keadaan ekonominya sekarang ketika Dia masih bisa menghasilkan penghasilan atau nilai ekonomis dari pekerjaannya. Namun apa yang terjadi ketika Pak Abdul ini pensiun keadaan ekonominya makin lama makin sulit terutama pada saat masa tuanya kehidupan ekonominya sungguh sungguh tak menentu karena ternyata uang pensiun yang diterimanya hanya cukup membiayai hidupnya sampai 5 tahun sesudah masa pensiunnya. Hidupnya menjadi sangat bergantung pada anak-anaknya yang juga menghadapi beban ekonomi yang berat pada masa itu. Maaf yah..boro-boro Ayah bisa tinggalkan harta warisan….yah untuk hidup Ayah sendiri aja juga sudah sangat sulit.  Mengerti gak Nak? … Jelas di sini terlihat ada Resiko yang kedua yaitu Resiko Hidup terlalu lama.  . Yah memang seakan-akan serba salah yah hidup terlalu cepat salah , hidup terlalu lama juga salah. Tapi semua itu bisa dikurangi efek sampingnya apabila kita mempersiapkan sejak dini dengan perencanaan keuangan keluarga yang baik. Bila perlu anda dapat menghubungi perencana keuangan yang dapat membantu anda untuk mempersiapkannya.