Archive for the ‘Uncategorized’ Category

komitmen-perencanaan-keuanganBanyak orang yang mengajarkan cara instant untuk menjadi kaya, yah memang topik ini sangat menarik karena ternyata banyak orang yang ingin kaya dengan cara cepat.  Tidak sepenuhnya salah ikut berbagai seminar untuk membuka wawasan anda, karena memang banyak pengetahuan tambahan yang anda terima melalui berbagai seminar yang menjurus kepada wealth creation.  Topik ini sangat menarik , juga buat saya, karena kita semua memang berpengharapan untuk menjadi mandiri dalam hal keuangan.

Boleh anda belajar berbagai informasi yang diberikan tetapi anda harus sadar bahwa segala sesuatu ada risk dan returnnya, jangan sampai anda salah melangkah padahal pengetahuan yang anda peroleh dan kemudian anda praktekan mungkin tidak sesuai dengan umur dan risk profile anda. Misalnya investasi derivatif , padahal anda ingin berinvestasi untuk hari tua anda. Nah hal ini harus hati-hati dan pandai memilah milah mana yang cocok untuk anda, jangan hanya mendengar bisa untung besar dan kaya dari sebuah jenis investasi lalu anda tergiur, padahal belum tentu cocok untuk tujuan keuangan dan risk profile anda. Berhati-hatilah.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya bagaimana sih untuk menjadi kaya, apakah semudah membalik tangan, atau justru memang diperlukan suatu komitmen jangka panjang untuk mencapainya.  Saya tidak anti dalam hal yang namanya leveraging guna mempercepat tercapainya tujuan keuangan anda. Namun hal ini diperlukan suatu pengetahuan dan analisa yang cukup supaya anda tidak jatuh dalam masalah keuangan.

Salah satu cara yang efektif untuk menjadi mapan dalam hal keuangan adalah dengan berkomitmen melakukan investasi terus menerus setiap bulan walaupun hanya dengan sejumlah uang yang tidak terlalu besar tapi apabila anda melakukannya dengan yang komitmen tinggi maka investasi ada dapat berkembang menjadi cukup besar dalam jangka waktu yang panjang. Contohnya anda dapat berinvestasi pada reksadana secara regular setiap bulan untuk jangka waktu yang anda tetapkan seperti untuk dana pensiun misalnya. Bahkan pemilihan reksadanapun harus disesuaikan dengan risk profile dan tujuan keuangan anda.

Sukses perencanaan keuangan memerlukan komitmen jangka panjang karena kita tidak mencari menang hari ini saja , tapi kita mau seluruh tujuan keuangan keluarga kita tercapai dalam berbagai periode ke depan.  Mari kita Berkomitmen…..Anda Pasti Bisa!!

Reksadana  semakin banyak dibicarakan orang sebagai salah satu sarana investasi yang menawarkan keuntungan yang memikat para pemilik dana. Investasi dalam bentuk reksadana diperkirakan akan yang lebih menguntungkan dibandingkan deposito, tabungan dan bahkan untuk periode-periode tertentu dapat memberikan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih baik dari investasi pada logam mulia dan properti.  

 

Berinvestasi Reksadana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang dibank. Menabung atau mendepositiokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang. Membeli Reksadana  adalah membeli sejumlah unit reksadana melalui agen penjual reksadana, tingkat balikan tidak dapat ditentukan diawal pada saat membeli reksadana. Reksadana adalah instrument investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti.

 

Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana investasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksadana. Kita perlu mengetahuinya untuk menentukan apakah sarana investasi ini cocok dengan program perencanaan keuangan kita.

 

Apakah  Reksadana itu ?

Reksadana merupakan kumpulan dana yang diperloleh dari masyarakat yang dihimpun oleh pengelola dana investasi kemudian kumpulan dana dikelola dalam bentuk portofolio investasi. Kita menempatkan dana kedlam kumpulan dana tersebut dengan harapam mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih dibandingkan menenpatkan delam bentuk tabungan atau deposito.

Kumpulan dana dari masyarakat dikelola oleh Pengelola dana investasi yang  dinamakan manajer investasi. Manajer investasi adalah lembaga yang memperoleh ijin dari Badan Pengawas Pasar Modal menjakankan usaha menghimpun dan mengelola investasi dari dana masyarakat. Lembaga Manajemen investasi  memperkerjakan orang yang mengelola reksadana yang dinamakan  wakil manajer investasi.

 

Manajer investasi yang berniat untuk menghimpun dana masayarakat dan kemudian mengelolanya dalam bentuk portfolio investasi memerlukan ijin dari otoritas yang berwenang yaitu Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).  Bapepam menerapkan syarat-syarat yang ketat agar sebuah perusahaan investasi dapat menjalankan usahanya menghimpun dana dan mengelola dalam portofolio investasi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah memperkerjakan wakil manajer investasi yang telah lulus sertifikasi profesi wakil manajer investasi dan mendapatkan ijin  Bapepam. Persyaratan ketat yang diterapkan oleh Bapepam pada hakikatnya adalah untuk melindungi para investor.

 

Bagaimana Memilih Manajer Investasi?

 

Seorang calon investor reksadana yang akan menginvestasikan dananya melalui manajer investasi perlu memilih manajer investasi yang baik. Beberapa kriteria yang perlu dilihat dalam  manajer investasi antara lainnya adalah; rekam jejak prestasi dari manajer investasi yang bersangkutan, rekam jejak tim pengelola investasi investasi,  prestasi tingkat imbalan (rate of return) dalam tahun-tahun terakhir misalkan dalam 2 s/d 3 tahun terakhir, besarnya dana kelolaan dan beberapa faktor lain juga perlu dipertimbangkan.

Dengan memilih manajer investasi yang baik, investor diharapkan akan menurunkan tingkat risiko investasi dan sekaligus memperbesar peluang mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang baik. Untuk mengetahui peringkat kinerja manajer investasi dapat dilakukan browsing di internet atau dari majalah-majalah yang mengulas masalah investasi di pasar modal atau pada majalah dan surat kabar bisnis. Apabila anda mengalami kesulitan dalam memilih manajer investasi dapat juga meminta nasihat akuntan anda atau perencana keuangan profesional. 

 

 

Bagaimana Mekanisme Membeli dan Menjual Unit Reksadana?

Unit reksadana dibeli melalui agen penjual reksadana yang menjual unit reksadana dari manajemen investasi yang bekerja sama dengan agen penjual tersebut. Penjualan reksadana hanya secara  oleh dilakukan oleh agen penjual reksadana yang telah memperoleh ijin dan dalam pelaksanaan penjualan harus dilakukan oleh Wakil Penjual Reksadana yang telah mendapatkan ijin.

 

Pada saat seorang investor akan menjual reksadana yang dimilikinya maka unit reksadana dijual ke manajer investasinya dan  manajer investasi tersebut wajib membeli reksadana tersebut. Reksadana  akan dibeli oleh manajer investasi yang menjual reksadana tersebut dengan menggunakan harga beli.

 

Pada saat ini transaksi reksadana tidak sulit karena pembelian dan penjualan reksadana dapat dilakukan melalui agen penjual reksadana, saat ini bank-bank besar memiliki ijin sebagai agen penjual reksada. Apabila kita akan menggunakn reksadana sebagai alat investasi dalam persiapan keuangan pensiunnya dapat melakukan transaksi reksadana melalui bank-bank agen penjual reksadana.

                                             

Jenis-jenis Reksadana

Jenis reksadana menurut jenis portofolio investasinya dapat dibagi menjadi Reksadana pasar uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran.

Strategi Investasi masing-masing jenis Reksadana diatas adalah sebagai berikut; Reksadana Pasar Uang menginvestasi sebagaian besar kumpulan dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing, Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar kumpulan dananya kedalam obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana Campuran memnginvesatikan kumpuan dana pada  Saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya.  

 

Perencanaan keuangan untuk masa pensiun dengan menggunakan reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit reksadana. Pemilihan reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis reksadana, secara garis besar terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya reksadana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya. Berikutnya yang pada umumnya yang memberikan keuntungan cuku besar adalah reksadana campuran urutan-urutan yang berikut adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang.

 

Bagaimana Memilih Reksadana?

Pertanyaan bagaimana kita memilih reksadana yang baik merupakan pertanyaan yang baik untuk memulai uraian berikut.  Reksadana yang baik bagi kita adalah reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Agar dapat memilih reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita perlu menentapkan tujuan finansial kita. Sebagai contoh Nah bagaimanakah menentukan  kebutuhan finansial kita. Beberapa langkah berikut adalah saran untuk melakukan evaluasi dan pemilihan reksadana.

  1. Evaluasi kebutuhan dana dengan menghitung kebutuhan biaya hidup di masa yang akan datang, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan.
  2. Evaluasi rencana penerimaan atau rencana pendapatan yang akan diperoleh pada tahun-tahun mendatang, perhitungkan peluang kenaikandan penurunan pendapatan.
  3. Berdasarkan hasilevaluasi butir a dan b tentukan tujuan finansial yag hendak dicapai.
  4. Berdasarkan butir c tentukan tingkat imbalan yang diharapkan (expected rate of return) agar dapat mewujudkan  tujuan finansial yang ditetapkan.
  5. Evaluasi Kinerja dan bonafiditas Manajer Invstasi reksadana
  6. Evaluasi kinerja, bonfiditas dan kredensial Komite Investasi pengelola reksadana
  7. Evaluasi kinerja reksadana berdasrkan kinerja tahun-tahun terakhir.
  8. Evaluasi kondisi makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja reksadana yang akan dipilih.
  9.  Berdasarkan evaluasi butir e,f,g,h tentukan portofoli reksadana yang dipilih agar tingkat imbalan yang diharapkan sebagaimana ditentukan pada butir d dapat dicapai.
  10. Lakukan evaluasi berkala secara konsisten untuk meyakinkan bahwa kinerja reksadana yang dipilih memenuhi target yang diharapkan, apabila tidak memenuhi maka adakan perubahan komposisi portofolio reksadana.

 

Langkah-langkah yang disebutkan diaas adalah langkah-langkah  minimal yang perlu dilakukan untuk menentukan portofolio reksadana yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan finansial dalam mempersiapkan pendanaan dimasa yang akan datang.

 

Penutup

Reksadana adalah merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang. Perlu diingin bahwa reksadana bukanlah instrumen ini vestasi bebas risiko (risk free investment instrument). Untuk lebih meyakinkan diri akan tercapainya tujuan finansial kita pilihan instrumen investasi reksada dikombinasikan dengan instrumen investasi lain yang lebih kecil risikonya, misalkan investasi properti dan investasi logam mulia.

Selamat berinvestasi.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP® CRMP®, (Registered Accountant, Certified Risk Management Professional, Certified Financial Planner, Licenced Investment Advisor dan Praktisi Keuangan)

 

 

mengelola dana pensiun

mengelola dana pensiun

Pentingnya mengatur pendapatan bulanan anda adalah suatu hal yang tidak bisa dipungkiri agar anda hidup bebas dari defisit yang bisa dihindari. Namun lebih penting lagi anda harus bisa mengatur dana atau asset anda pada saat anda sudah pensiun. Kenapa demikian? karena padsa saat itu mungkin anda sudah tidak mempunyai penghasilan aktif  lagi melainkan hanya mengandalkan penghasilan pasif  berupa bunga, pendapatan sewa, keuntungan dari investasi yang telah anda kumpulkan selama masa produktif anda. Masalahnya adalah apakah dana atau investasi yang telah anda kumpulkan memang sudah mencukupi kebutuhan masa pensiun tersebut, yang artinya cukup untuk mencukupi kebutuhan hidup anda pada masa pensiun sampai dengan anda kembali kepada Sang Pencipta. Jangan sampai anda kurang persiapan sehingga dana tidak mencukupi atau anda salah mengelola karena anda menaikkan sendiri  tingkat kualitas hidup pada masa pensiun sehingga dana atau investasi habis lebih cepat dari yang diharapkan atau bahkan anda lupa memasukkan tingkat inflasi ke dalam perencanaan tersebut sehingga nilai uang yang anda kumpulkan telah mengalami penurunan dari yang diharapkan. Banyak segudang masalah seputar kegagalan dalam perencanaan dan pengaturan dana pensiun pribadi  dan salah satunya yang paling sering adalah kebiasaan menunda nunda perencanaan dana pensiun atau dana hari tua itu sendiri.  Hayo segera evaluasi apa yang telah anda persiapkan untuk dana pensiun anda…..mungkin masa pensiun anda sudah tinggal dihitung dengan jari tinggal berapa tahun lagi. Jangan tunda Bung…….

Saya mempunyai pengalaman berbicara pada seorang supir taxi di Singapura. Supir taxi tersebut saya perhatikan sudah cukup sepuh, sehingga mengundang penasaran saya untuk bertanya kenapa beliau masih bekerja? Memang tidak bisa dipungkiri biaya hidup memang makin naik dari hari ke hari, sehingga pada saat pensiun kadangkala seseorang terpaksa harus mencari kerja tambahan guna memenuhi standard kebutuhan hidupnya. Saya bertanya kepada beliau berapa anak bapak? Bapak ini menjawab tiga tapi demi wajah yang sedikit sedih. Barulah saya tahu setelah beliau bercerita bahwa pada jaman sekarang anak memperlakukan orang tua berbeda dengan jaman pada saat beliau memperlakukan orangtuanya pada saat orangtua mereka pensiun. Nah cerita ini yang dijadikan jawaban atas pertanyaan saya bahwa mau tak mau orangtua tetap harus bekerja, karena sangat dimungkinkan anak-anak mereka juga sudah mulai kewalahan dengan rumah tangganya sendiri. Walaupun ini tidak lazim buat orang timur , tapi hal ini sudah ada yang terjadi dan mungkin akan bertambah. Yah..yah…jadi lebih baik kita mempersiapkan dana pensiun kita sendiri dari sekarang, jangan membebankan anak-anak kita karena bisa jadi beban mereka juga menjadi semakin berat di kemudian hari.  Jadi  benar-benar mantapkan perencanaan dana pensiun anda dan jangan pandang remeh, semakin anda menunda semakin beratlah anda mencapai masa keemasaan anda di saat pensiun.  Jadi segera buat perencanaan dana pensiun anda, tentukan target dan tujuan anda dengan jelas termasuk standar kehidupan yang anda harapkan pada saat pensiun dan juga life expectacy yang diperhitungkan, berapa tahun lagi anda pensiun serta seberapa besar yang telah anda persiapkan sekarang. Setelah anda mengerti dimana posisi anda sekarang dan dimana posisi yang anda harapkan kelak tercapai, anda bisa mulai menghitung berapa besar persiapan yang anda harus lakukan setiap bulan supaya anda akhirnya mencapai  posisi yang anda harapkan. Mungkin setelah anda hitung-hitung ternyata nilai yang dibutuhkan untuk diinvestasikan tiap bulan sangat besar …..hhmm pasti anda agak telat memulainya….tapi gak usah kuatir, mulailah menabung dan berinvestasi dengan kemampuan anda yang ada sekarang misalnya sebesar 10% dari gaji anda tiap bulan. Baru terus tingkatkan porsinya dan valuenya dari waktu ke waktu seiring dengan meningkatnya kemampuan ekonomi anda. Nah untuk itu memang anda harus berjuang. Oleh karena itu jangan tunda  segera tentukan target, analisa posisi keuangan anda, tentukan strategi, evaluasi terus dari waktu ke waktu. Memang kelihatannya cukup kompleks karena ternyata banyak hal yang juga anda harus persiapkan seperti dana pendidikan anak , tapi tidak menjadi masalah, yang menjadi masalah adalah kalo anda terus menunda nunda dari waktu ke waktu untuk merealisasikan rencana itu sendiri. Yah at least we do our best first,  the rest……..just see…..

Perencana Keuangan selalu menekankan bahwa Nilai waktu dari Uang atau Time Value of Money sangatlah penting dalam perencanaan keuangan keluarga dan turut mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan hidup keluarga

Nilai Waktu dari Uang

Nilai Waktu dari Uang

Lalu apa sih sebenarnya Nilai waktu dari Uang? Ilustrasinya adalah begini kalo kita punya uang sekarang sebesar Rp. 100 juta , maka apabila uang ini kita masukkan ke dalam investasi yang memberikan asumsi return sebesar 12% per tahun(asumsi nett)  maka dalam waktu 1 tahun jumlah uang kita akan menjadi Rp.112 juta  , demikian pula dalam waktu 2 tahun akan menjadi Rp 125,44 juta, dalam waktu 3 tahun menjadi Rp.  140,49  juta dan seterus nya kalo sampai 20 tahun menjadi Rp. 964,63 juta dan seterusnya seterusnya. Jadi semakin cepat kita melakukan investasi  maka semakin banyak uang yang akan kita kumpulkan di masa yang akan datang.  Nah itu asumsinya kalo cuma lumpsum uang yang Rp. 100 juta tadi , bagaimana kalo kita juga terus melakukan investasi tiap bulan Rp.  3 juta selain uang Rp. 100 juta tadi  yang kita investasikan selama 20 tahun berapa uang atau nilai investasi  kita sampai akhir tahun ke 20 yaitu menjadi Rp. 3.932,40 juta. Wow….besar juga yah…..nah besar atau kecil memang relatif tapi lihatkan uangnya beranak pinak …nah itulah effect yang disebabkan oleh nilai waktu dari uang.

Lalu kegunaannya apa dong untuk perencanaan keuangan keluarga, kegunaannya adalah untuk memudahkan perencanaan keuangan itu sendiri sehingga perencanaan keuangan dapat dilakukan. Tanpa asumsi return atau opportunity cost maka teknik penghitungan nilai waktu dari uang yang dipakai dalam perencanaan keuangan tidak dapat dilakukan.  Sekarang kita kembali kepada contoh diatas dimana pada contoh yang terakhir uang atau nilai investasi menjadi Rp. 3.932,40 juta dalam waktu 20 tahun dengan asumsi return 12% per tahun. Nah sekarang tinggal dibalik aja kalo anda ingin nilai investasi anda menjadi Rp. 6 Milyar dalam 20 tahun, berapa tambahan investasi yang harus dilakukan tiap bulan dengan asumsi return yang sama? Mudah bukan, tinggal dibalik aja kan…? tapi tunggu dulu…itu semua asumsi lo…kenyataannya perencanaan keuangan asumsinya lebih kompleks dari itu karena ada hal lain  yang harus diperhatikan seperti  tingkat Inflasi yang menurunkan daya beli dari uang dan hal-hal lainnya yang kembali lagi juga dikaitkan dengan tujuan hidup keluarga. Bila dikombinasikan dengan asumsi-asumsil lainnya maka Time Value of Money ini akan bekerja lebih efektif dalam membantu perencanaan keuangan anda.  What is your plan? Time Value of Money will make your plan possible.

perencana-keuangan-apa-tujuan-hidupmuPerencanan Keuangan adalah suatu proses yang terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan yang baik.  Namun di sisi lain seringkali kita terlambat atau kurang peka untuk mengenali apa sih sebenarnya tujuan hidup kita yang utama di dalam memenuhi kebutuhan keluarga pada masa-masa mendatang? Jadi sama saja dengan seorang pengemudi mobil yang tidak tahu arah ke mana dia mau pergi…maka apa yang terjadi dia hanya berputar-putar saja sampai bensinnya habis. Harusnya kalo pengemudi ini bijak maka sebelum dia pergi dia sudah tahu kemana dia mau pergi, arah petanya ke mana, perlu waktu berapa lama, bensinnya cukup atau tidak, kalo tidak cukup maka harus isi bensin dulu, sehingga akhirnya pengemudi ini dapat berhasil sampai tujuannya dengan selamat.

Seperti halnya juga dalam perusahaan, seorang pemimpin haruslah mempunyai Visi dan Misi serta Objektif atau Tujuan yang jelas karena hal inilah yang akan mengarahkan kemana perusahaan itu akan melangkah.  Anda sebagai seorang pribadi atau sebagai kepala rumah tangga juga sama dan tidak berbeda dalam hal ini. Maka kita sebut saja  You Corporation alias Kamu sendiri sebenarnya adalah sebuah korporasi,  maka dari itu seorang Perencana Keuangan sangat menekankan pentingnya dibuat Neraca Keuangan Keluarga dan Arus Kas Keluarga.  Sehingga anda akan tahu segala kebaikan dan keburukan anda dalam mengelola keuangan keluarga anda.

Semakin anda mempelajari laporan keuangan pribadi anda , maka anda akan makin menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Yah syukur sih kalo ternyata udah banyak kelebihan-kelebihannya…he..he…

Jadi harus jelas apa tujuan hidupmu , pelajari seluruh kondisi keuanganmu melalui laporan keuangan pribadi baru deh bisa mengerti langkah-langkah atau strategi-strategi selanjutnya harus gimana supaya tujuan hidup tersebut terpenuhi.  Jangan biarkan diri kita berada dalam resiko yang seharusnya bisa kita amankan melalui perencanaan keuangan keluarga yang baik.  Selamat Mencoba!

Perencana Keuangan & Analisa Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan & Analisa Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan seringkali menghadapi pertanyaan seputar penghasilan dan pengeluaran. Banyak di antara kita yang tanpa sadar telah masuk ke dalam jerat bola salju dimana semakin cepat penghasilan kita bertambah semakin cepat juga pengeluaran kita bertambah. Yah tidak bedanya cerita tentang hamster yang berlari lari di roda putarnya dan terkurung dalam sangkarnya. Ibarat kata sangkar itu adalah pola kehidupan kita atau sebut saja gaya hidup yang telah membentuk kita sehingga kita seakan akan tidak bisa keluar dari posisi kita yang telah terbentuk. Kita terus berlari-lari dan ini berlanjut terus yaitu semakin tinggi penghasilan kita semakin besar pengeluaran kita. Bahayanya kalo kedua hal ini menjadi berkorelasi 1 atau bahkan lebih dari 1. Wah ini bahaya donk….Bayangkan apa yang terjadi kalo korelasi itu menjadi lebih dari 1. Penghasilan naik 10%, pengeluaran naik 20% atau bahkan naik 30%…sisanya dibiayai dengan hutang kredit card. Akhirnya tiap bulan kita kerja cuma untuk melunasi kredit card.   Singkat kata begini aja deh..dari kenaikan harga akibat inflasi aja sudah berat, jangan menambah pengeluaran yang seharusnya bisa ditekan.  Gaya hidup yang wajar saja, kalo toh belum bisa beli HP yang mahal tidak usah dipaksakan, toh semua hp sama fungsi utamanya yaitu untuk berkomunikasi dan terima dan mengirim SMS…betul gak?

Apabila kita tidak keluar dari jerat masalah ini, kita menyadari kelak bahwa kita bekerja sekian tahun lamanya, tapi tidak punya apa-apa karena memang kita terus berlari seperti hamster di atas. Oleh karena itu cobalah kawan, analisa pengeluaran anda tiap bulan, lihat mana yang prioritas dan mana yang tidak. Mantapkan diri anda untuk menabung dan berinvestasi tiap bulan terlebih dahulu. Yah kalo bisa 20% dari penghasilan yah syukur kalo cuma 10% yah Amien.

Pesan saya jangan gunakan kredit card kalo tidak perlu, dan jangan punya kredit card banyak-banyak, terutama kalo anda tidak mampu mengontrol keinginan anda. Gunakan secara bijaksana dan untuk kebutuhan yang wajar dan batasi untuk keinginan atau kesenangan yang berlebihan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kredit card, yang salah adalah pola pikir dan gaya hidup kita. Kita menganggap kredit card seperti uang cash kita padahal uang cashnya kagak ada….jadilah anda berhutang….