<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>PERENCANA KEUANGAN 123</title>
	<atom:link href="http://perencanakeuangan123.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://perencanakeuangan123.com</link>
	<description>Perencanaan Keuangan Keluarga&#124;Konsultan Perencana Keuangan&#124;Mengelola Keuangan Keluarga&#124;Analisa Keuangan Keluarga&#124;Manajemen Keuangan Keluarga&#124;Konsultan Keuangan dan Bisnis</description>
	<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 12:16:13 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Apakah Asuransi Pendidikan Diperlukan Guna Mewujudkan Dana Pendidikan?</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/15/apakah-asuransi-pendidikan-diperlukan-guna-mewujudkan-dana-pendidikan/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/15/apakah-asuransi-pendidikan-diperlukan-guna-mewujudkan-dana-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Aug 2010 06:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Dana Pendidikan Anak]]></category>

		<category><![CDATA[asuransi pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[dana pendidikan]]></category>

		<category><![CDATA[instrumen pasar modal]]></category>

		<category><![CDATA[investasi berlian]]></category>

		<category><![CDATA[investasi keuangan perbankan]]></category>

		<category><![CDATA[investasi properti]]></category>

		<category><![CDATA[obligasi]]></category>

		<category><![CDATA[Reksadana]]></category>

		<category><![CDATA[saham]]></category>

		<category><![CDATA[tabungan pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=360</guid>
		<description><![CDATA[ 
 
Kita semua mengetahui bahwa biaya pendidikan tidaklah murah pada jaman sekarang dan terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sebagai efek dari inflasi, sehingga sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Asuransi pendidikan sebagai salah satu cara yang praktis untuk mempersiapkan dana pendidikan anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<div id="attachment_361" class="wp-caption alignleft" style="width: 123px"><a rel="attachment wp-att-361" href="http://perencanakeuangan123.com/2010/08/15/apakah-asuransi-pendidikan-diperlukan-guna-mewujudkan-dana-pendidikan/asuransi-dana-pendidikan-dan-tabungan-pendidikan/"><img class="size-full wp-image-361" title="asuransi-dana-pendidikan-dan-tabungan-pendidikan" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2010/08/asuransi-dana-pendidikan-dan-tabungan-pendidikan.jpg" alt="Asuransi Dana Pendidikan dan Tabungan Pendidikan " width="113" height="147" /></a><p class="wp-caption-text">Asuransi Dana Pendidikan dan Tabungan Pendidikan </p></div>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;">Kita semua mengetahui bahwa biaya pendidikan tidaklah murah pada jaman sekarang dan terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sebagai efek dari inflasi, sehingga sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan <em>dana pendidikan</em> anak sedini mungkin agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. <em>Asuransi pendidikan</em> sebagai salah satu cara yang praktis untuk mempersiapkan dana pendidikan anak karena selain kita dapat mewujudkan investasi untuk dana pendidikan, kita juga telah diproteksi guna <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>menghadapi segala resiko yang mungkin timbul selama masa periode bersangkutan seperti resiko kematian, cacat total, masalah penyakit kritis yang mengakibatkan pihak tertanggung tidak dapat membayarkan premi untuk persiapan dana pendidikan tersebut. Jadi jelas asuransi pendidikan ini mengandung 2 fungsi yaitu fungsi investasi maupun fungsi proteksi. Demikian juga Tabungan Pendidikan yang banyak diselenggarakan oleh Bank dengan didukung oleh perusahaan asuransi tertentu juga mempunyai kedua fungsi yang sama, namun dari segi fleksibilitas <em>Tabungan Pendidikan</em> umumnya lebih fleksibel.Kedua jenis investasi ini yang umumnya banyak ditawarkan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Jadi baik Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan keduanya mempunyai fungsi proteksi atau perlindungan terhadap resiko terhadap ketidakmampuan pihak tertanggung untuk melanjutkan pembayaran premi apabila pihak tertanggung yang mempunyai nilai ekonomis meninggal dunia. Fungsi itulah yang membedakannya dengan jenis investasi lainnya. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Jadi <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>investasi pada asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan mempunyai tujuan yang jelas yaitu untuk ketersediaan dana pendidikan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Dalam mempersiapkan dana pendidikan anak kita perlu melakukan secara disiplin kedua fungsi tersebut sehingga ada jaminan ketersediaan dana pendidikan ini di kemudian hari pada saat dibutuhkan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Adapun dalam memilih Asuransi Pendidikan, anda harus selektif dan membandingkan satu sama lain , pelajari kelebihan dan kekurangannya karena masing-masing akan berbeda aturan benefitnya satu sama lain. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><em>Apakah Penting Berinvestasi pada Investasi Lainnya ?</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Memang banyak sekali rupa-rupa investasi tapi marilah kita lihat beberapa investasi yang umumnya banyak dibicarakan dan mempunyai fungsi yang belum tentu sama dengan yang dibicarakan diatas. Adapun jenis-jenis investasi lainnya adalah sebagai berikut :</span><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><em>1. Instrumen Perbankan</em> seperti:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Tabungan, umumnya dengan dana yang relatif kecil kita sudah dapat membuka rekening tabungan. Jenis<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>investasi relatif aman, sangat likuid dan bisa dicairkan setiap saat. Kelemahannya umumnya bunga rendah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Deposito, umumnya investasi pada instrument ini memerlukan dana yang relatif lebih besar dari tabungan. Jenis investasi ini juga relative aman, namun kelemahannya<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>tidak dapat dicairkan setiap saat guna menghindari penalti dari pihak bank.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><em>2. Instrumen Pasar Modal</em> seperti :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Saham, pada jenis inivestasi ini kita melakukan penyertaan modal pada sebuah perusahaan publik dalam jumlah lembar saham atau lot yang diperdagangkan di pasar modal.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Adapun resikonya nilai saham dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga pasar sehingga jelas di sini selain ada resiko bisnis (bisnis risk) juga ada resiko pasar (market risk). Keuntungan yang bisa diperoleh adalah apresiasi nilai saham serta dari pembagian deviden tahunan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Obligasi, pada jenis investasi ini kita membeli surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan tertentu yang telah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK. Pada investasi ini ada kepastian penghasilan berupa kupon yang dibayarkan setiap periode tertentu mirip seperti halnya di deposito namun umumnya kupon yang diberikan lebih tinggi disbanding deposito. Apabila obligasi tetap dipegang sampang jatuh tempo maka kita akan mendapat pengembalian sebesar Nilai Nominal dari Obligasi tersebut. Kekurangannya harga pasar obligasi bisa berfluktuasi mengikuti perkembangan pasar namun tidak seflukuatif di saham, sehingga apabila harus dijual pada saat harga dibawah nilai pada saat pembelian, maka investor dapat mengalami kerugiaan. Dalam memilih Obligasi tersebut, kita harus melihat rating yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat seperti Pefindo guna mengurangi resiko gagal bayar (default risk), dan belilah obligasi yang masuk katagori investment grade yaitu idBBB dan memiliki track record manajemen yang baik.</span></span><span style="mso-spacerun: yes;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">  </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Reksadana, pada jenis investasi ini kita membeli unit penyertaan pada sebuah portfolio yang dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Jadi di sini dana dipooling dari banyak orang kemudian diinvestasikan dalam sebuah portfolio bersama. Dalam bekerja, manajer investasi juga dibantu oleh Bank Kustodian yang memegang seluruh kekayaan dari reksadana tersebut sehingga perkembangan nilai dari investasi reksadana ini dapat dilihat dalam bentuk NAB harian yang wajib dipublish ke umum. Sebelum anda berinvestasi pada reksadana, bacalah terlebih dahulu Prospektusnya guna mengetahui apakah sesuai dengan risk profile anda dan apakah sudah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK. Ada banyak jenis reksadana, yaitu reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran. Pilihlah dengan bijak sesuai karakteristik pribadi anda, target pencapaian tujuan keuangannya serta pilihkan perusahaan manajemen investasi yang memiliki track record baik dengan portfolio yang baik. Investasi reksadana secara rutin untuk jangka panjang minimal di atas 5 tahun dapat memberikan hasil yang lebih optimal </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><em>3. Instrumen Investasi</em> lainnya :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Emas , memang emas khususnya emas batang dan coin sebagai suatu jenis investasi yang agak menarik untuk investasi jangka panjang, karena dengan kecenderungan harga minyak bumi yang bisa mengalami kenaikan di masa depan karena keterbatasan jumlah produksi minyak dunia, maka cenderung akan menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi. Dalam kondisi inflasi yang tinggi, emas merupakan salah satu instrument yang baik untuk investasi. Emas boleh digunakan untuk menambah diversifikasi portfolio investasi anda. </span></span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Property, berinvestasi pada property seperti tanah dan bangunan adalah baik untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, karena dengan kecenderungan jumlah lahan yang makin terbatas, maka harga property mengalami kecenderungan naik dari waktu ke waktu. Kelemahannya adalah membeli property umumnya diperlukan modal yang relatif lebih besar terlepas anda melakukan leverage atau tidak. Strateginya adalah pilihlah lokasi yang tepat guna memperoleh apresiasi nilai yang baik ataupun memperoleh passive income dalam bentuk uang sewa. Bila kita memilih lokasi yang tepat pada waktu dan harga yang tepat, serta dipegang dalam jangka waktu relatif panjang di atas 10 tahun, dapat memberikan rata-rata peningkatan nilai diatas 20% per tahun. Untuk kebutuhan jangka pendek, investasi ini tidak cocok karena tidak mudah langsung dijual setiap saat dengan harga yang menarik.</span></span><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt 1in; text-indent: -0.25in; mso-list: l0 level2 lfo1; tab-stops: list 1.0in;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-list: Ignore;"><span style="font-size: small;">-</span><span style="font: 7pt &quot;Times New Roman&quot;;">         </span></span><span style="font-size: small;">Berlian, berinvestasi pada berlian juga sudah mulai menjadi trend di kalangan investor tertentu pada jaman modern ini. Namun berinvestasi pada berlian memerlukan modal yang besar, karena apabila anda ingin membeli berlian dengan tujuan investasi adalah harus membeli berlian yang memiliki sertifikat yang umumnya tidak murah nilainya. Sehingga tetap saja investasi berlian ini tidak terlalu liquid juga, karena harganya yang cenderung mahal dan persepsi orang yang berbeda satu sama lain walaupun sudah ada standard nilai internationalnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Jadi investasi pada instrument perbankan, instrument pasar modal atau pada instrument investasi lainnya seperti di atas, adalah bentuk investasi biasa yang tidak digabungkan dengan fungsi proteksi untuk keperluan dana pendidikan anak seperti halnya pada Asuransi Pendidikan ataupun Tabungan Pendidikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Anda bisa saja melakukan investasi reksadana dan deposito ataupun reksadana dan property tergantung dari target waktu kebutuhan dana pendidikan tersebut. Bila targetnya makin panjang, maka anda dapat berinvestasi pada instrument yang sedikit lebih beresiko seperti reksadana dan property, guna pencapaian return yang lebih optimal. Bila untuk jangka yang lebih pendek, maka investasi pada tabungan dan deposito lebih tepat buat anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Namun apakah investasi anda telah menyelesaikan masalah, yah kalo anda telah memiliki uang yang cukup banyak untuk membeli atau melakukan penempatan <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>investasi sekaligus besar di muka, sehingga pencapaian target dapat diperkirakan maka menjadi tidak terlalu masalah. Namun masalahmya apabila anda masih dalam proses menabung atau melakukan investasi secara regular tiap bulan sedikit-sedikit maka berhati-hatilah anda masih menghadapi resiko kegagalan dalam perencanaan tersebut karena faktor resiko kematian, cacat total ataupun penyakit kritis yang mengakibatkan anda menjadi tidak produktif lagi. Itulah perlunya fungsi proteksi yang dalam hal ini telah dihadirkan melalui produk asuransi pendidikan ataupun tabungan pendidikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Bila anda cukup disiplin dalam berinvestasi secara regular untuk keperluan dana pendidikan ini , maka sah-sah saja anda berinvestasi sendiri secara regular dan untuk menambah fungsi proteksi , anda dapat membeli Term Life Insurance atau Asuransi Jiwa berjangka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama masa persiapan dana pendidikan tersebut. Namun buat anda yang kurang disiplin dan kurang agak mengerti mengenai seluk beluk investasi, maka Asuransi Pendidikan ataupun Tabungan Pendidikan dapat menjadi alternatif yang bijaksana. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Seperti telah dijelaskan di atas bahwa Asuransi Pendidikan mempunyai 2 fungsi yaitu fungsi investasi maupun fungsi proteksi, yang memungkinkan terjaminnya ketersediaan dana pendidikan anak walaupun seorang bapak sebagai tertanggung mengalami kematian, cacat total maupun mengalami penyakit kritis. Masing-masing perusahaan asuransi memiliki aturan main yang berbeda, namun umunya apabila terjadi kematian, cacat total dari pihak tertanggung, maka pihak keluarga akan memperoleh uang pertanggungan sebagai warisan dan benefit dana pendidikan akan tetap dicairkan sesuai waktunya. Oleh karena itu umunya preminya menjadi mahal karena harus menanggung ketersediaan dana pendidikan untuk anak tersebut apabila kejadian resiko itu terjadi. Tentu saja bila kejadian itu terjadi , maka premi tidak perlu dibayarkan lagi dan menjadi sepenuhnya tanggung jawab perusahaan asuransi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><em>Tugas Anda Sebelum Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Anda terlebih dahulu sebagai orang tua wajib untuk menentukan kemana kira-kira anak anda akan bersekolah, dan berapa biaya sekolah itu pada saat sekarang. Atas dasar biaya ini dan jangka waktu target pencapaian serta menggunakan tingkat rata-rata kenaikan biaya sekolah per tahun , maka anda dapat memperkirakan berapa kebutuhan dana pendidikan yang diperlukan. Dasar itulah yang anda bicarakan dengan pihak perencana keuangan yang akan membantu mempersiapkan Asuransi Pendidikan itu sehingga anda tidak salah menentukan jumlah uang pertanggungan dan distribusi endowmentnya yang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Tentu saja anda harus membeli produk yang sesuai dengan kemampuan anda, karena jangan sampai rencana anda gagal karena tidak mampu melanjutkan membayar premi. Namun bagaimanapun uang pertanggungan juga menjadi faktor penting sehingga anda tidak sekedar membeli asuransi pendidikan yang ternyata tidak bisa mencukupi kebutuhan dana pendidikan anak anda bila sesuatu hal terjadi. Kecuali anda juga mempunyai kombinasi investasi di tempat lain yang secara total mampu mendukung ketersediaan dana ini nantinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Memang masing-masing orang menghadapi kondisi dan situasi yang berbeda dengan tujuan keuangan yang berbeda pula , yang juga mempengaruhi cara pandang sekaligus risk profile orang tersebut. Namun buat saya, selain anda berinvestasi untuk tujuan yang specific dengan produk yang specific seperti diatas, kalo ada baiknya juga berinvestasi pada alternative investasi lain seperti telah dijelaskan diatas <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>karena umumnya bisa memberikan return yang lebih baik apalagi dalam kurun waktu yang agak panjang seperti di atas 5 tahun apalagi 10 tahun.<span style="mso-spacerun: yes;">  Investasi pada Reksadana Saham, Property dan juga emas menjadi primadonanya apabila anda mempunyai tujuan untuk jangka panjang tersebut diatas 10 tahun. </span>Selain untuk tujuan ekonomis guna memperoleh nilai manfaat return yang lebih besar, alternative investasi diperlukan untuk keperluan diversifkasi guna mengurangi resiko keuangan anda. Jadi bisa saja anda berinvestasi pada kombinasi beberapa macam instrumen keuangan yang masing-masing memang telah disesuaikan dengan target pencapain tujuan keuangannya dalam kurun waktu yang berbeda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Tidak usah takut untuk mulai menabung dan berinvestasi, mulai dengan  buat budget keuangan keluarga yang jelas setiap bulan guna mengendalikan pengeluaran anda dan pisahkan minimal 10% dari penghasilan anda dimuka untuk mulai<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>berinvestasi. Lalu mulai focuskan rencana anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, dan bisa mulai menghitung-hitung berapa kebutuhan dana pendidikan anak anda nantinya, bisa berdiskusi dengan perencana keuangan yang ada dan mulai melakukan perencanaan dana pendidikan lebih baik. Tujuannya jelas supaya kelak dana yang dipersiapkan cukup untuk mendanai pendidikan anak dan tidak menjadi beban di kemudian hari.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="mso-spacerun: yes;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/15/apakah-asuransi-pendidikan-diperlukan-guna-mewujudkan-dana-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Mengenal Laporan Keuangan Pribadi (Keluarga) Anda dalam Perencanaan Keuangan</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/09/pentingnya-mengenal-laporan-keuangan-pribadi-keluarga-anda-dalam-perencanaan-keuangan/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/09/pentingnya-mengenal-laporan-keuangan-pribadi-keluarga-anda-dalam-perencanaan-keuangan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Aug 2010 14:04:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan Investasi]]></category>

		<category><![CDATA[cara membuat laporan keuangan keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[kebebasan financial]]></category>

		<category><![CDATA[laporan neraca keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[laporan rugi laba keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[perencanaan keuangan]]></category>

		<category><![CDATA[strategi keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=347</guid>
		<description><![CDATA[Namun seringkali orang tidak membuat laporan keuangan pribadi (keluarga) mereka, karena berbagai alasan bisa karena memang benar-benar tidak tahu caranya, atau memang malas untuk membuatnya secara konsisten karena laporan keuangan ini harus dibuat tiap bulan seperti halnya laporan keuangan perusahaan.  
 
Banyak orang mendengar dan mengenal laporan keuangan adalah sebatas untuk keperluan sebuah perusahaan, dimana sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Namun seringkali orang tidak <em style="mso-bidi-font-style: normal;">membuat laporan keuangan pribadi (keluarga)</em> mereka, karena berbagai alasan bisa karena memang benar-benar tidak tahu caranya, atau memang malas untuk membuatnya secara konsisten karena laporan keuangan ini harus dibuat tiap bulan seperti halnya laporan keuangan perusahaan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></span></p>
<div id="attachment_348" class="wp-caption alignleft" style="width: 136px"><a rel="attachment wp-att-348" href="http://perencanakeuangan123.com/2010/08/09/pentingnya-mengenal-laporan-keuangan-pribadi-keluarga-anda-dalam-perencanaan-keuangan/laporan-keuangan-keluarga/"><img class="size-full wp-image-348" title="laporan-keuangan-keluarga" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2010/08/laporan-keuangan-keluarga.jpg" alt="Laporan Keuangan Keluarga Pribadi " width="126" height="84" /></a><p class="wp-caption-text">Laporan Keuangan Keluarga Pribadi </p></div>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;">Banyak orang mendengar dan mengenal laporan keuangan adalah sebatas untuk keperluan sebuah perusahaan, dimana sudah menjadi kewajiban bagi sebuah perusahaan yang sudah beroperasi guna mengetahui bagaimana tingkat kesehatan keuangan perusahaan.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Tidak beda dengan perusahaan, anda sebagai pribadi adalah juga sebuah perusahaan alias “You Corporation”. Anda menjadi tambah kaya atau mengalami kemunduran bisa dilihat dari <em style="mso-bidi-font-style: normal;">laporan keuangan pribadi (keluarga)</em> Anda. Saya bisa langsung tahu apakah anda berada dalam posisi yang akan membawa anda menuju <em style="mso-bidi-font-style: normal;">kebebasan financial keluarga </em>atau menuju kepada kebangkrutan adalah dari laporan keuangan ini. Jadi apabila anda melakukan <em style="mso-bidi-font-style: normal;">perencanaan keuangan</em> tanpa<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>mengenal laporan keuangan pribadi anda adalah sama saja anda mau pergi ke suatu daerah tapi anda tidak tahu posisi anda berada sekarang di mana. Bagaimana anda mau melangkah?</p>
<p> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Ada 2 laporan keuangan pribadi (keluarga) yang harus dibuat yaitu Laporan Keuangan Neraca alias Balance Sheet dan Laporan Keuangan Rugi Laba atau Income Statement.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> <span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong>Personal Balance Sheet atau <em style="mso-bidi-font-style: normal;">Laporan Keuangan Neraca Pribadi</em></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Menunjukkan posisi keuangan anda pada satu titik waktu tertentu dimana anda dapat melihat berapa besar aset yang telah dimiliki, berapa hutang atau liabilities yang masih harus dibayar dan berapa kekayaan bersih anda.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Bila total aset anda lebih besar dari total hutang anda, berarti anda memiliki kekayaan bersih yang positif atau positive net worth. Dalam ilmu corporate finance, leveraging memang baik untuk mengembangkan suatu bisnis sehingga menjadi cepat bertumbuh, namun tidak bisa diaplikasikan sama untuk semua bisnis dalam takaran yang sama , apalagi ke dalam manajemen keuangan pribadi. Bila anda berhutang cobalah lebih selektif dan ada dasar perhitungan untung dan ruginya, dan janganlah berhutang untuk tujuan konsumtif semata yang tidak memiliki nilai ke depannya. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small;"></span><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Cara membuat laporan keuangan neraca perorangan tidak berbeda dengan neraca perusahaan, yaitu dengan mengumpulkan semua daftar aset<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>anda<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>baik fixed assets, dan financial assets yang secara keseluruhan masing-masing mempunyai nilai ekonomis misalnya rumah, mobil, tanah, deposito, obligasi, saham, reksadana dan lainnya di sebelah kiri. Lalu anda kumpulkan juga semua daftar hutang anda seperti hutang bank, hutang kartu kredit, kredit kendaraan, dan hutang lainnya yang anda harus bayar di sisi sebelah kanan atas. Setelah itu anda dapat mengurangkan nilai total aset dan nilai total hutang untuk mendapatkan net worth atau kekayaan bersih anda yang kemudian anda tempatkan di sebelah kanan dibawah total hutang.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jadi ilustrasinya adalah Total Aset = Total Hutang + Net Worth.</span><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><strong><em style="mso-bidi-font-style: normal;">Laporan Keuangan Rugi Laba Pribadi </em>atau Personal Income Statement</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Menunjukkan arus keuangan anda dalam satu periode tertentu misalnya 1 bulan dimana anda dapat melihat berapa uang yang masuk atau penghasilan anda selama periode tersebut, sekaligus anda bisa melihat kemana anda pakai uang dari penghasilan anda selama 1 bulan. Bila total penghasilan anda selama 1 bulan melebihi total pengeluaran anda dalam periode tersebut, itu yang disebut sebagai Surplus atau Net Income yang positif dan sebaliknya juga bila pengeluaran justru lebih besar maka menjadi Defisit alias Net Income yang negatif atau Loss.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Caranya ada dapat mengumpulkan semua penghasilan anda baik yang penghasilan tetap, lalu penghasilan yang tidak tetap atau tambahan untuk mendapatkan total penghasilan dalam periode bersangkutan. Kemudian anda kumpulkan semua pengeluaran selama periode tersebut berdasarkan 2 katagori besar yaitu biaya tetap bulanan dan biaya tidak tetap bulanan , baru masing-masing dibuatkan daftar pengeluarannya berdasarkan urutan prioritasnya. Kemudian kurangkan total penghasilan tersebut dengan total pengeluaran atau expenses guna mengetahui apakah anda surplus atau defisit pada bulan bersangkutan.  </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Singkat kata apabila anda setiap bulan Surplus maka anda berada dalam jalur yang baik sebagai batu loncatan mencapai kebebasan financial karena kelebihan surplus itu bisa anda gunakan untuk 2 alternatif yaitu yang pertama menambah aset anda dengan berinvestasi pada aset yang menguntungkan atau yang kedua bisa digunakan untuk mengurangi hutang anda yang berbunga tinggi. Dengan demikian Surplus keuangan selama periode tersebut telah meningkatkan nilai aset bersih atau Net Worth anda. Sebaliknya kalo anda Defisit maka mau gak mau anda berhutang lagi, akhirnya yang terjadi Net Worth atau kekayaan bersih anda turun. Bayangkan kalo setiap bulan anda deficit dan jadi hutang terus menerus plus bunga berbunga seperti orang yang terjerat dalam hutang kartu kredit yang harus pinjam sana sini dan serba kebingungan, maka artinya anda berada dalam jalur yang bisa menghancurkan cita-cita anda menuju kebebasan financial. Jadi Ilustrasinya Net Income = Total Penghasilan – Total Biaya (Expenses). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Jadi strateginya anda harus selalu surplus tiap bulan dan gunakan surplus anda untuk membeli atau menambah aset yang baik yang bisa menghasilkan passive income untuk anda dan investasikan kembali passive income tersebut untuk<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>menambah passive income lainnya dan atau gunakan untuk melunasi hutang hutang anda kalo memang masih ada hutang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list .5in;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Tanpa Laporan keuangan keluarga atau pribadi yang dibuat secara konsisten dari waktu ke waktu, anda tidak dapat menganalisa perkembangan keuangan anda dan menentukan <em>strategi keuangan keluarga</em> berikutnya guna memaksimalkan tujuan keuangan anda. Selamat Mencoba!</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/09/pentingnya-mengenal-laporan-keuangan-pribadi-keluarga-anda-dalam-perencanaan-keuangan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/06/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/06/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 11:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan Investasi]]></category>

		<category><![CDATA[bebas hutang kartu kredit]]></category>

		<category><![CDATA[cara pintar mengelola kartu kredit]]></category>

		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda sudah pintar mengelola kartu kredit ?



Penggunaan kartu kredit memang sudah sangat luar biasa, coba aja anda lihat sendiri berapa uang plastik untuk berbelanja ini yang ada miliki. Coba lihat di dompet anda sekarang? Pernah saya melakukan survey pada sebuah perusahaan dengan 86 karyawan dimana saya temukan hanya 12,79% yang tidak memiliki kartu kredit [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Apakah anda sudah pintar mengelola kartu kredit ?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><a rel="attachment wp-att-336" href="http://perencanakeuangan123.com/2010/08/06/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/"></a></span></p>
<div></div>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"></p>
<div id="attachment_336" class="wp-caption alignleft" style="width: 76px"><a rel="attachment wp-att-336" href="http://perencanakeuangan123.com/2010/08/06/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/"><img class="size-full wp-image-336" title="cara-pintar-mengelola-kartu-kredit" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2010/08/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit.jpg" alt="Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit" width="66" height="117" /></a><p class="wp-caption-text">Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;">Penggunaan kartu kredit memang sudah sangat luar biasa, coba aja anda lihat sendiri berapa uang plastik untuk berbelanja ini yang ada miliki. Coba lihat di dompet anda sekarang? Pernah saya melakukan survey pada sebuah perusahaan dengan 86 karyawan dimana saya temukan hanya 12,79% yang tidak memiliki kartu kredit dan luar biasanya ada 60,46% yang memiliki kartu kredit lebih dari 1 buah. Tentu saja temuan ini sangat meyakinkan kita bahwa penggunaan kartu kredit sudah merupakan gaya hidup modern yang tidak bisa dihindari bagi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan yang sarat dengan perkembangan modern. Pertanyaannya adalah seberapa anda <em>pintar mengelola kartu kredit</em> tersebut. Apa kartu kredit ini dapat lebih bermanfaat atau malah menjadi bumerang untuk anda.</p>
<p> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> <span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Berikut ini ada <em>Tips Cara Pintar Mengelola Kartu Kredit</em> anda :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> <span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">1. Anda Bisa Berhemat dengan Kartu Kredit Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Sebagai konsumen atau nasabah kartu kredit, kita haruslah jeli-jeli memilih kartu kredit yang menawarkan fasilitas paling banyak dan tentu saja yang diharapkan adalah program hemat berbelanja atau makan di restaurant dengan discount yang banyak. Banyak bukan saja jumlah outletnya tapi juga nilai discount yang menggiurkan. Coba anda analisa kartu kredit apa yang paling banyak mengadakan kerjasama program diskon atau program layanan gratis seperti di airport lounge. Bayangkan ada restaurant yang menawarkan discount sampai 50% kalo menggunakan kartu kredit tertentu. Ada lagi yang menawarkan discount 30% + 20% dan dibagi 12 bulan dengan bunga 0%. Tentu saja tawaran ini sangat menarik, tapi anda juga harus jeli jangan sampai tergiur hanya karena cicilan 12 bulan dengan bunga 0%, coba cek harga barang yang sama di tempat lain yang tanpa cicilan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">2. Membayarlah Dengan Lunas Tagihan Kartu Kredit Anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Pesannya adalah jangan pernah berhutang untuk memuaskan kebutuhan konsumtif anda. Kalo memang kita tidak mampu untuk membeli barang dengan harga yang mahal, cobalah belajar untuk lebih selektif dan melakukan skala prioritas. Jangan sampai pengeluaran anda besar pasak dari pada tiang. Akhirnya anda Cuma mampu membayar minimum payment, yang pada dasarnya sebagian besar hanya untuk melunaskan bunga dan denda pembayaran kartu kredit anda. Bayangkan bila anda hanya membayar minimum payment yang hanya sebesar 10% dari total tagihan dengan bunga 42% - 48 % pertahun. Apalagi anda telat membayar dan membayar kurang dari minimum, jadilah anda seperti jatuh tertimpa tangga yang<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>akhirnya tagihan kartu kredit anda tidak lunas lunas. Jadi gunakan kartu kredit dengan cara bijak, karena kartu kredit tetap saja bukan uang anda, melainkan hanya sebagai sarana pembayaran. Uang anda sendiri adalah disposable income atau penghasilan anda yang benar-benar dapat dibelanjakan. Jikalau anda memiliki kartu kredit lebih dari 1 dan ternyata ada pengeluaran tak terduga yang besar dan anda bena-benar tidak mampu membayar semuanya, maka prioritaskan pembayaran anda pada kartu kredit yang memiliki bunga tertinggi sedangkan yang lain minimal yah sebesar minimum payment. Tapi saya sangat tidak terlalu senang dengan pola pembayaran seperti ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">3. Jangan Berlebihan Memiliki Kartu Kredit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Tentu saja kita tidak boleh berlebihan memiliki kartu kredit, jangan asal demi memenuhi ruang sela dompet kita supaya kelihatan banyak kartu kreditnya, maka kita terima setiap perusahaan kartu kredit yang menawarkan kartu kredit ke kita. Alasannya tentu saja membuang biaya tahunan yang berlebihan, selain itu juga memancing anda untuk berbelanja lebih banyak lagi. Pada dasarnya orang dahulu menggunakan alasan rasional membawa kartu kredit hanya untuk menggantikan uang tunai yang dibawa di dompet, jadi daripada kita setiap kali bawa uang tunai berlebihan maka kita menggunakan kartu kredit. <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>Jadi jelas fungsi dahulu lebih untuk memudahkan untuk berbelanja saja. Nah dengan bergesernya waktu dan perubahan gaya hidup modern, fungsi kartu kredit sebagai kartu untuk berhutang juga tidak dapat dihindarkan lagi. Pesan saya Cuma kalo anda berhutang yah boleh boleh saja tapi lihatlah segala kemampuan anda dan buat perencanaan dan skala prioritas jangan<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>membeli sesuatu hanya untuk gaya hidup sesaat, tapi belilah barang yang memang anda butuhkan. Anda bisa memiliki kartu kredit 2 buah dengan tanggal jatuh tempo bulanan yang berbeda, guna memudahkan pengaturan keuangan anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">4. Jangan Menarik Uang Tunai dengan Kartu Kredit anda</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Kalo anda berbelanja menggunakan kartu kredit maka bunga akan mulai dihitung pada saat jatuh tempo kartu kredit dan anda tidak membayarnya lunas. Sedangkan dengan pengambilan tunai dari mesin ATM, maka pada saat anda mengambil tunai , maka saat itu juga bunga mulai dihitung dan tentunya bunganya sangat tinggi sekitar 4 – 4,5 % perbulan atau<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>bisa mencapai 54% per tahun. Tentu saja pihak pengelola kartu kredit juga telah memperhitungkan faktor<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>kerugiaan bila ada nasabah kartu kredit yang mangkir alias tidak membayar atau kabur, sehingga kredit tanpa jaminan inilah yang membuat bunga yang dibebankan juga menjadi tinggi.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jadi jangan ambil tunai dari kartu kredit anda.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">5. Simpan Kartu Kredit Anda Jika Tidak Perlu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Salah satu cara untuk memudahkan anda mengontrol pengeluaran anda adalah cukup rencanakan pengeluaran anda dengan uang tunai yang ada, anggap saja anda tidak mempunyai kredit card. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengatur pengeluarannya dan salah satunya adalah sistim amplop dimana anda langsung membagi-bagi uang yang akan anda keluarkan pada bulan bersangkutan ke dalam beberapa amplop pengeluaran sesuai rencana anggaran belanja bulanan. Anda bisa menggunakan kartu kredit hanya pada saat saat tertentu misalnya guna makan di restaurant dapat discount atau belanja di supermarket dapat cash back 3%, namun jangan lupa pindahkan uang yang di amplop tadi sesuai pembelanjaan yang telah dilakukan ke dalam amplop untuk pencadangan pembayaran kartu kredit yang akan jatuh tempo nantinya karena penggunaan belanja tersebut. Singkat kata anda bisa gunakan hanya apabila <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>menguntungkan anda atau untuk berjaga-jaga dalam keadaan mendadak dan anda tidak membawa uang tunai sebesar itu. Bahaya adalah jikalau anda tida punya perencanaan keuangan dan anda menggunakan kartu kredit anda dengan tidak terkontrol, maka bisa jadi anda akan terkena masalah dengan kartu kredit alias tidak mampu membayar dan hutang bunga berbunga yang akhirnya anda bisa membayar berlipat lipat dari total tagihan anda. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Maka pintar pintarlah menggunakan dan mengelola kartu kredit, supaya anda tidak jadi korban karena kecerobohan anda sendiri. <span style="mso-spacerun: yes;"> Jadilah orang yang <em>bebas hutang kartu kredit</em>.</span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2010/08/06/cara-pintar-mengelola-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Mengelola Keuangan Keluarga : Bijak Berbelanja</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2010/03/24/tips-mengelola-keuangan-keluarga-bijak-berbelanja/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2010/03/24/tips-mengelola-keuangan-keluarga-bijak-berbelanja/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Mar 2010 11:18:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Perencanaan Keuangan Keluarga]]></category>

		<category><![CDATA[belanja bijak]]></category>

		<category><![CDATA[tips keuangan]]></category>

		<category><![CDATA[tips mengelola keuangan keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=324</guid>
		<description><![CDATA[Berbelanja adalah hal yang menyenangkan. Apalagi kalo pergi ke mal yang baru dengan berbagai barang yang ditata display menarik dengan ditambah sapaan yang ramah dari pramuniaga yang mencoba menawarkan produk terbaru atau bahkan produk yang lagi ngetrend saat ini. Kemudian terdengarlah celetukan&#8230;teman-temanku udah punya nih&#8230;.aku belum punya. Apalagi kalo barang itu berhubungan dengan lifestyle khususnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-329" href="http://perencanakeuangan123.com/2010/03/24/tips-mengelola-keuangan-keluarga-bijak-berbelanja/belanja-bijak/"><img class="alignleft size-full wp-image-329" title="belanja-bijak" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2010/03/belanja-bijak.jpg" alt="belanja-bijak" width="124" height="141" /></a>Berbelanja adalah hal yang menyenangkan. Apalagi kalo pergi ke mal yang baru dengan berbagai barang yang ditata display menarik dengan ditambah sapaan yang ramah dari pramuniaga yang mencoba menawarkan produk terbaru atau bahkan produk yang lagi ngetrend saat ini. Kemudian terdengarlah celetukan&#8230;teman-temanku udah punya nih&#8230;.aku belum punya. Apalagi kalo barang itu berhubungan dengan lifestyle khususnya teknologi seperti handphone  yang lengkap dengan fitur-fitur barunya.  Saya pernah melihat orang berjejeran menunggu untuk membeli sebuah handphone tertentu dan itu bukan sekali tapi saya melihatnya berkali-kali dan mereka rela mengantri berjam-jam. Wow sangat fenomenal!. Namun sekarang pertanyaannya apakah kita telah <em><strong>bijak berbelanja</strong></em> atau hanya sekedar ikut-ikutan dan lupa akan hal <em>pengelolaan keuangan</em>. Oleh karen itu anda perlu <em><strong>tips keuangan</strong></em> bijak berbelanja.</p>
<p>Disini kita diingatkan kembali apakah semua pembelanjaan kita adalah untuk memenuhi kebutuhan atau sekedar memenuhi keinginan atau hasrat semata. Seringkali yang tidak masuk akal adalah untuk memenuhi keinginan atau hasrat, karena hal ini berhubungan dengan emosi dimana acapkali kita lupa dan tanpa perhitungan untuk sekedar merealisasikan pembeliaan barang ini. Hati-hati sebelum membeli barang, tanyakan dulu apakah saya sungguh-sungguh membutuhkan barang ini? Saya yakin bila anda selalu bertanya dulu, maka anda dapat menahan belanja anda.</p>
<p>Pintar pintarlah berbelanja, jangan ragu untuk berinovasi dalam berbelanja yaitu mulai dari mencari toko yang memberikan discount besar sampai mencari barang substitusi yang masih memberikan daya guna yang sama. Mari saya beri contoh ekstrem apabila anda mau memberikan manfaat ikan salmon buat anak anda, tapi terbatas pada masalah dana maka bisa saja anda membeli sisa-sisa potongan salmon yang biasanya dijual murah dan tidak usah membeli salmon fillet yang lebih mahal. Bukankah kalo disup memberikan manfaat yang tidak jauh berbeda bahkan bisa dibilang sama. Contoh lain belilah barang yang memiliki nilai manfaat yang sama kegunaannya dengan membandingkan harga yang wajar sehingga anda tidak terlalu terpatok pada masalah brand minded. Yah kalo uang memang sudah berlebihan sih boleh aja sekali kali punya 1 tas branded, tapi kalo setiap kali anda ingin membeli terus menerus bahkan mengkoleksinya maka hati-hatilah. Carilah barang yang pantas dengan harga yang wajar sesuai budget anda. Bukankah untuk menjadi Cantik atau Tampan tidaklah selalu harus mahal?</p>
<p>Namun bagaimanapun bukan sekedar pintar dalam mencari barang  yang sungguhs-sungguh dibutuhkan dengan harga yang terbaik yang bisa didapatkan, hal yang terpenting adalah apakah pembeliaan ini sudah direncanakan dan dianggarkan. Jangan sampai anda berbelanja tanpa merencanakan dan menganggarkannya terlebih dahulu karena sudah pasti anda akan keluar dari koridor keuangan anda. Jangan pernah andalkan kredit card anda untuk membantu anda bila memang anda tidak mampu dan belum menganggarkan pembelian barang tersebut. Jika demikian anda pasti kesulitan untuk melunasinya kelak.  Akhirnya Anda bayar minimum dengan bunga maksimum he he&#8230;. Saya tidak anti kredit card, tapi pakailah kredit card dengan bijak karena kredit card adalah untuk sarana membantu anda dalam pembayaran dan bukan uang tunai anda sesungguhnya.</p>
<p>Coba pelajari pengeluaran apa saja yang seringkali membebani anda dan jelas jelas merupakan pengeluaran konsumtif. Hati-hati bahkanseringkali tanpa disadari justru pengeluaran yang kecil-kecil bersifat konsumtif inilah yang tidak terasa namum jelas berdampak besar karena ternyata bila dijumlahkan nilainya besar.</p>
<p>Berbelanja dengan Bijak tidaklah sulit, yang sulit adalah merubah mindset kita untuk bisa mengendalikan keinginan kita dan lebih memprioritaskan kebutuhan kita bukan saja kebutuhan saat ini tapi juga kebutuhan masa depan. Bila mindset sudah benar ditambah dengan pengetahuan yang cukup maka InsyaAllah pengelolaan keuangan keluarga menjadi lebih mudah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2010/03/24/tips-mengelola-keuangan-keluarga-bijak-berbelanja/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Investasikan Uang Anda Secara Rutin</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2010/02/22/investasikan-uang-anda-secara-rutin/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2010/02/22/investasikan-uang-anda-secara-rutin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Feb 2010 07:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Keuangan Investasi]]></category>

		<category><![CDATA[banyak uang]]></category>

		<category><![CDATA[investasi reksadana]]></category>

		<category><![CDATA[investasi rutin]]></category>

		<category><![CDATA[kaya raya]]></category>

		<category><![CDATA[rupiah cost averaging]]></category>

		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=318</guid>
		<description><![CDATA[Jaman sekarang yang serba cepat dan modern serta pola hidup yang serba nyaman kadangkala bisa membuat anda tertidur dan lupa akan tujuan keuangan anda.  Jangan sampai gaya hidup anda memporak porandakan impian masa depan anda sendiri. Semua harus dimulai dari kedisiplinan dan ketekunan antara lain dengan melakukan investasi keuangan secara rutin.  Hati-hati dengan uang anda [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-322" title="sukses-perencanaan-keuangan" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2010/02/sukses-perencanaan-keuangan.jpg" alt="sukses-perencanaan-keuangan" width="143" height="64" />Jaman sekarang yang serba cepat dan modern serta pola hidup yang serba nyaman kadangkala bisa membuat anda tertidur dan lupa akan tujuan keuangan anda.  Jangan sampai gaya hidup anda memporak porandakan impian masa depan anda sendiri. Semua harus dimulai dari kedisiplinan dan ketekunan antara lain dengan melakukan <em><strong>investasi keuangan</strong></em> secara rutin.  Hati-hati dengan <strong><em>uang</em> </strong>anda karena jaman gini uang mudah menguap karena keinginan mata anda mengalahkan prioritas kebutuhan keuangan masa depan anda.  Hiduplah dengan low profile dan kendalikan keinginan mata dengan suatu tekad yang bulat untuk masa depan yang lebih baik.</p>
<p>Salah satu <em>instrumen investasi</em> yang baik pada masa sekarang adalah reksadana.  Tentu haruslah memilih <em>reksadana</em> yang sesuai dengan risk profile anda dan target masa investasinya. Berinvestasilah secara regular tiap bulan dan jangan terlalu panik akan siklus pasar yang up and down karena pada saat market turun, andapun turut menikmati harga yang lebih murah dimana dengan penempatan nilai investasi yang sama tiap bulan, anda dapat memperoleh unit penyertaan yang lebih banyak bila market mengalami penurunan. Ini yang sering disebut sebagai effect dari <em><strong>Rupiah Cost Averaging</strong></em>. Strategi berinvestasi ini sangatlah efektif apalagi kalo untuk kurun waktu yang panjang seperti untuk tabungan dana pensiun hari tua atau mempersiapkan secara dini kebutuhan biaya pendidikan universitas untuk anak anda.</p>
<p>Lakukan diversifikasi investasi sesuai dengan risk profile dan sasaran jangka waktu inivestasi.  Artinya pemilihan jenis investasi antara seorang Bapak berumur 30 tahun tentu jelas akan berbeda dengan Bapak yang berumur 50 tahun karena situasi dan kondisi serta tujuan yang ingin dicapaipun sudah berbeda.  Bagaimanapun kesigapan, ketekunan dan kecerdikan anda dalam mengelola keuangan akan membantu anda mengendalikan keinginan mata anda yang seringkali mengalahkan prioritas keuangan anda. Mau bermimpi <em>kaya raya</em> dan <em>banyak uang</em>&#8230;&#8230;Segera Bulatkan Tekadmu!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2010/02/22/investasikan-uang-anda-secara-rutin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Tabu Berbicara Perencanaan Waris?</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2009/12/11/apakah-tabu-berbicara-perencanaan-waris/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2009/12/11/apakah-tabu-berbicara-perencanaan-waris/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 14:27:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Waris]]></category>

		<category><![CDATA[ahli waris]]></category>

		<category><![CDATA[estate planning]]></category>

		<category><![CDATA[pewaris]]></category>

		<category><![CDATA[surat wasiat]]></category>

		<category><![CDATA[testamen]]></category>

		<category><![CDATA[warisan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita merasa tabu berbicara mengenai perencanaan waris atau warisan, apalagi bila pihak pewaris masih hidup dan kelihatan segar bugar. Yah kelihatan memang sedikit tidak umum hal mengenai waris ini dibicarakan dalam keluarga bangsa timur khususnya Asia  dimana seorang anak  kelak sebagai Ahli Waris tidaklah pantas dan layak untuk meminta bagiannya pada saat Ayahnya masih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a rel="attachment wp-att-308" href="http://perencanakeuangan123.com/2009/12/11/apakah-tabu-berbicara-perencanaan-waris/perencanaan-waris/"><img class="alignleft size-full wp-image-308" title="perencanaan-waris" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2009/12/perencanaan-waris.jpg" alt="perencanaan-waris" width="118" height="96" /></a>Seringkali kita merasa tabu berbicara mengenai <strong>perencanaan waris</strong> atau <em>warisan</em>, apalagi bila pihak pewaris masih hidup dan kelihatan segar bugar. Yah kelihatan memang sedikit tidak umum hal mengenai waris ini dibicarakan dalam keluarga bangsa timur khususnya Asia  dimana seorang anak  kelak sebagai Ahli Waris tidaklah pantas dan layak untuk meminta bagiannya pada saat Ayahnya masih hidup kecuali Ayahnya yang memberikannya, sehingga pada akhirnya banyak kepala rumah tangga yang meninabobokan masalah <em>perencanaan waris</em> tersebut. Syukur-syukur memang keluarga ini anak-anaknya semua akur dan saling mengerti satu sama lain, tapi kalo tidak&#8230;.nah anda baca saja di koran koran tidak jarang yang akhirnya kakak dan adik saling bunuh bunuhan karena berebut harta warisan ini.  Ampun deh amit amit&#8230;.bukankah hal ini sangat memalukan.</p>
<p>Oleh karena itu bila anda seorang kepala rumah tangga, coba pikirkan dengan bijak masalah di atas. Semoga anda salah satu kepala rumah tangga dengan 1 tanggungan istri dan anak-anak kandung yang sah dan itupun tetap menjadi masalah yang harus diperhatikan sejak dini supaya tidak terjadi pertengkaran di kemudian hari di antara anak-anak kandung tersebut. Tentu saja masalahnya akan menjadi kompleks bila banyak pihak yang ingin anda wariskan. </p>
<p>Banyak keluarga di Indonesia yang masuk katagori keluarga &#8220;YES PAP&#8221; alias iya papi, iya papi, apa apa papi apa apa serba papi, sehingga istri dan anak-anak sangat bergantung sekali pada sang Ayah.  Jelas bila terjadi sesuatu pada sang Ayah, bukankah kondisinya menjadi sama dengan anak ayam kelihatan induk semang&#8230;..karena ternyata induk semangnya adalah Sang Ayah sendiri bukan Sang Ibu karena Ibupun mengikuti dan bergantung 100%  apa yang dilakukan Ayah dan semua serba Ayah yang harus memikirkan dan memutuskan. Yah hal ini memang wajar makanya Ayah disebut sebagai Kepala Rumah Tangga.  Yah seharusnya bukan siapa yang lebih berkuasa, tapi perlu disadari bahwa keduanya yang telah menjadi satu dalam pernikahan yang sah saling berbagi rasa dan mengerti tanggung jawab masing-masing  sudah sepatutnya memikirkan mengenai masalah suksesi ke depan ini sehingga tujuan akhir dari keluarga tercapai.  Jangan sampai Sang Suami meninggal, karena istri Ibu rumah tangga yang sangat mengandalkan suami, maka akhirnya bahkan istrinyapun  tidak tahu dimana uangnya di simpan dan diinvestasikan atau kalo punya properti ada di mana dan atas nama siapa&#8230;.dan seterusnya. Wong&#8230;biasanya cuma tinggal ngomong&#8230;.semua beres&#8230;nah sekarang yang diajak ngomong&#8230;.udah gak ada lagi&#8230;.Binguuuunng&#8230;.!  Semoga memang keadaan tidak seironis gini.</p>
<p>Kesimpulannya jangan sampai anda menambah kebingungan dan masalah masalah lainnya bagi pihak-pihak yang anda tinggalkan bila anda menghadap Sang Pencipta. Jangan punya prinsip yang itu urusan orang yang ditinggalkan&#8230;.nah okay betul tapi cobalah bijaksana untuk mengurangi benturan-benturan yang mungkin terjadi. Bila anda tidak memperhatikan hal ini sama saja anda membiarkan bom waktu yang setiap saat bisa meledak dan melukai orang-orang yang ada kasihi. Dengan persiapan atau perencanaan waris yang baik dan yang tidak menyalahi peraturan akan membantu pengaturan yang lebih efisien terhadap biaya-biaya yang akan timbul di kemudian hari karena adanya pengalihan harta warisan tersebut, yah antara lain juga mengenai <em>pajak waris</em>.  </p>
<p>Bila anda belum memiliki <em><strong>Surat Wasiat</strong></em>, boleh anda pikirkan untuk membuatanya, jangan ragu-ragu untuk berdiskusi dan mendapatkan advise dari professional yang berhubungan dengan masalah tersebut seperti perencana keuangan keluarga dan pihak-pihak yang sangat amat terkait lainnya seperti penasehat hukum, notaris, akuntan dan konsultan pajak.  Yang jelas tujuan akhirnya adalah untuk memaksimalkan <em>warisan</em> yang bisa anda berikan kepada orang-orang yang tepat, dengan cara-cara yang benar dan lebih mudah sesuai peraturan yang berlaku dan meminimizekan  kebocoran-kebocoran yang dapat terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2009/12/11/apakah-tabu-berbicara-perencanaan-waris/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Perencanaan Keuangan Dalam Masa Produktif</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2009/10/30/perencanaan-keuangan-dalam-masa-produktif/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2009/10/30/perencanaan-keuangan-dalam-masa-produktif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 11:43:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Artikel Perencanaan Keuangan Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=293</guid>
		<description><![CDATA[Saya akan memulai artikel perencanaan keuangan dalam masa produktif ini dengan sebuah cerita dimana saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa saudaranya ada yang sudah tidak bekerja lagi padahal jelas masih dalam range masa produktif. Lo saya tanya kenapa? apa saudaramu sudah benar-benar financial freedom atau memang tidak dapat pekerjaan karena ketatnya persaingan kerja saat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya akan memulai artikel <em><strong>perencanaan keuangan</strong></em> dalam masa produktif ini dengan sebuah cerita dimana saya bertemu dengan orang yang mengatakan bahwa saudaranya ada yang sudah tidak bekerja lagi padahal jelas masih dalam range masa produktif. Lo saya tanya kenapa? apa saudaramu sudah benar-benar<em> financial freedom</em> atau memang tidak dapat pekerjaan karena ketatnya persaingan kerja saat ini. Cerita selanjutnya terlalu panjang untuk dibicarakan di sini tapi pendek kata saya mau bercerita bahwa banyak orang yang tidak bekerja lagi padahal mereka masih pada masa produktif. Hal ini jelas  sangat berpengaruh sekali terhadap <em>perencanaan keuangan</em>.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-311" href="http://perencanakeuangan123.com/2009/10/30/perencanaan-keuangan-dalam-masa-produktif/penghasilan-masa-produktif/"><img class="alignleft size-full wp-image-311" title="penghasilan-masa-produktif" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2009/10/penghasilan-masa-produktif.jpg" alt="penghasilan-masa-produktif" width="97" height="124" /></a>Kenapa masa produktif itu sangat berharga, karena masa produktif adalah masa dimana kita masih bisa bekerja dan mengumpulkan aset investasi melalui keringat kerja kita.  Umumnya di Indonesia memakai patokan minimal sampai umur 55 tahun walaupun kita tahu masih banyak orang yang bekerja sampai usia sangat lanjut bahkan sampai umur 70 tahunan walaupun dengan dasar motivasi yang beraneka ragam.  Taruhlah kita anggap masa produktif mulai usia 23 tahun yang artinya kita punya waktu 32 tahun untuk berjuang demi masa pensiun kita.  Jangan sia siakan masa ini karena apabila kita tidak merancangnya dengan baiknya, maka sudah pasti kita akan menyesal justru pada masa pensiun kita sendiri. Perencanaan keuangan yang matang akan membantu anda melewati masa masa ini dengan gemilang yang pada akhirnya mencapai masa pensiun yang membahagiakan.</p>
<p>Ingat umur kita tidak pernah tahu, kalo asumsinya masa pensiun kita sama denga masa produktif kita maka kita akan hidup sampai 80 tahun. Cukupkah dana pensiun dan aset investasi kita membiayai hidup kita sampai umur tersebut. <strong>Perencanaan Keuangan</strong> yang matang akan memastikan bahwa anda tidak akan hidup menderita secara ekonomi di kemudian hari khususnya pada masa pensiun anda.</p>
<p>Hayo kerja dan investasi yang rajin pada masa mudamu, Tetap Semangat!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2009/10/30/perencanaan-keuangan-dalam-masa-produktif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah Saya Membutuhkan Perencanaan Asuransi Jiwa?</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/07/apakah-saya-membutuhkan-asuransi-jiwa/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/07/apakah-saya-membutuhkan-asuransi-jiwa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2009 11:08:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Asuransi]]></category>

		<category><![CDATA[definisi asuransi]]></category>

		<category><![CDATA[nilai ekonomis]]></category>

		<category><![CDATA[nilai pertanggungan]]></category>

		<category><![CDATA[penanggung]]></category>

		<category><![CDATA[perencanaan asuransi jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[premi asuransi jiwa]]></category>

		<category><![CDATA[tertanggung]]></category>

		<category><![CDATA[transfer resiko]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=268</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum membahas lebih jauh mengenai kebutuhan Asuransi Jiwa, saya mau membahas terlebih dahulu mengenai definisi dari Asuransi Jiwa yaitu sebagai berikut:
 
Definisi Asuransi Jiwa menurut UU No. 2 Tahun 1992 berbunyi seperti ini:
“Asuransi jiwa adalah perjanjian, antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan suatu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Sebelum membahas lebih jauh mengenai kebutuhan <em><strong>Asuransi Jiwa</strong></em>, saya mau membahas terlebih dahulu mengenai definisi dari Asuransi Jiwa yaitu sebagai berikut:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><em>Definisi Asuransi Jiwa</em> menurut UU No. 2 Tahun 1992 berbunyi seperti ini:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">“Asuransi jiwa adalah perjanjian, antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 12pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Sedangkan definisi Asuransi menurut Pasal 246 KUHP Republik Indonesia berbunyi seperti ini:  <br />
  &#8220;<em><strong>Asuransi atau pertanggungan</strong></em> adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 12pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; line-height: 12pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Jadi dalam definisi ini jelas ada 4 unsur yang terlibat yaitu Pihak Tertanggung (insured), Pihak Penanggung (insurer), Suatu Peristiwa (Accidental/uncertainty), Kepentingan (Interest).<br style="mso-special-character: line-break;" /><br style="mso-special-character: line-break;" /></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><a rel="attachment wp-att-269" href="http://perencanakeuangan123.com/2009/08/07/apakah-saya-membutuhkan-asuransi-jiwa/perencanaan-asuransi-jiwa/"><img class="alignleft size-full wp-image-269" title="perencanaan-asuransi-jiwa" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2009/08/perencanaan-asuransi-jiwa.jpg" alt="perencanaan-asuransi-jiwa" width="129" height="108" /></a>Jelas di sini asuransi jiwa berperan untuk kepentingan menjaga <em>nilai ekonomis</em> seseorang apabila terjadi musibah kematian, sehingga pihak yang ditinggalkan atau pewaris dapat melanjutkan kehidupan yang layak dengan <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>menerima sejumlah uang tertentu yang ada dalam perjanjian polis asuransi. Jadi sesuai dengan fungsi utamanya bahwa asuransi jiwa ini<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>digunakan untuk melakukan <em>transfer resiko</em> kematian ini kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi) sehingga nilai ekonomis dari pihak tertanggung (yang diasuransikan) dapat terjaga.</span></p>
<p>Sekarang anda sudah dapat mengerti maksud dan tujuan dari pada perlindungan jiwa yang satu ini, jadi saya tidak perlu berlama-lama dan langsung saya jawab asuransi jiwa itu memang diperlukan untuk orang –orang yang masih dalam masa produktif yang memiliki nilai ekonomis atau penghasilan yang digunakan untuk menopang kehidupan keluarga. Apalagi jika anak anda masih kecil kecil, bagaimana masa depan mereka bila “Jemputan dari Atas” tiba-tiba datang. Karena kita tidak pernah tahu mengenai umur kehidupan kita, dan ini yang disebut sebagai suatu ketidakpastian waktu kematiannya walaupun kita sendiri semua sudah tahu bahwa sebenarnya kematian itu adalah kepastian buat semua orang tanpa kecuali.</p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Namun saya melihat suatu fenomena yang lucu karena kadangkala sebagian orang yang sudah punya investasi berlebih bahkan sudah punya passive income aja masih memandang asuransi jiwa ini sebagai suatu kebutuhan, namun ironisnya sebagian orang yang tidak punya banyak investasi atau passive income ada yang menilai asuransi ini tidak terlalu perlu karena mereka beranggapan uang mereka itu terbatas. Justru karena semua serba terbatas, kita semakin perlu perlindungan yang satu ini untuk mempertahankan nilai ekonomis satu-satunya itu sehingga keluarga kita terjaga kehidupan ekonominya apabila suatu kejadian yang tidak pasti waktunya itu terjadi. Bagaimanapun umunnya semakin mapan seseorang maka akan semakin menyadari pentingnya masalah ini. Percaya atau tidak, anda sendiri yang menilainya! </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Berapa besar nilai pertanggungan asuransi jiwa yang anda butuhkan? Tunggu artikel berikutnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt; text-indent: 0.5in; line-height: 12pt; text-align: justify; mso-margin-top-alt: auto; mso-margin-bottom-alt: auto;"><span style="color: #333333;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/07/apakah-saya-membutuhkan-asuransi-jiwa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/bagaimana-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/bagaimana-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 11:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Dana Pendidikan Anak]]></category>

		<category><![CDATA[asuransi pendidikan anak]]></category>

		<category><![CDATA[dana pendidikan anak]]></category>

		<category><![CDATA[tabungan pendidikan anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=249</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang yang bertanya kepada saya gimana sih mempersiapkan dana pendidikan anak. Apakah cukup dana yang sekarang saya persiapkan untuk pendidikannya kelak? Nah itu adalah pertanyaan yang bagus sekali karena yang penting kita harus tahu apakah dana pendidikan yang kita persiapkan sudah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan buah hati kita ini. 
 
Sekarang memang banyak sekali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"><a rel="attachment wp-att-250" href="http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/bagaimana-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak/dana-pendidikan/"><img class="alignleft size-full wp-image-250" title="dana-pendidikan" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2009/08/dana-pendidikan.jpg" alt="dana-pendidikan" width="140" height="93" /></a>Banyak orang yang bertanya kepada saya gimana sih <em>mempersiapkan dana pendidikan anak</em>. Apakah cukup dana yang sekarang saya persiapkan untuk pendidikannya kelak? Nah itu adalah pertanyaan yang bagus sekali karena yang penting kita harus tahu apakah <em>dana pendidikan</em> yang kita persiapkan sudah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan buah hati kita ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Sekarang memang banyak sekali Bank maupun perusahaan asuransi yang menawarkan persiapan dana pendidikan anak dan menurut saya tidak ada yang salah dengan produk itu, tetapi masalahnya kita yang seringkali kurang jeli dan asal membeli <em>produk pendidikan</em> tanpa kita sungguh-sungguh mengerti apakah dana yang akan terkumpul ini sudah cukup atau belum nantinya. Jadi ketika anda membeli produk apapun namanya dana pendidikan, <em>asuransi dana pendidikan</em> atau <em>tabungan pendidikan</em>, cobalah untuk lebih jeli menganalisanya dan pastikan pihak penjual tersebut tahu betul kebutuhan anda, sehingga bisa memberikan pengarahan atau proposal yang sesuai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Bagaimanapun berhati hatilah karena Inflasi akan memakan dana pendidikan yang anda persiapkan. Oleh karena itu selalu pastikan masukkan asumsi tingkat inflasi dalam menghitung kebutuhan pendidikan anak anda dengan jelas. Misalnya sekarang uang pangkal masuk SMA sebesar Rp. 5 Juta dengan asumsi tingkat inflasi 10%, maka 3 tahun lagi uang pangkal masuk SMA tersebut menjadi Rp. 6.655.000,- <span style="mso-spacerun: yes;"> </span>dan seterusnya juga untuk uang masuk perguruan tinggi sebesar Rp. 20 juta maka 6 tahun lagi dengan asumsi tingkat inflasi 10% menjadi sebesar Rp. 35.431.220,- dan jangan lupa belum uang SKS semesterannya.<span style="mso-spacerun: yes;">  Setelah anda mengetahui segala kebutuhan dana pendidikannya di kemudian hari, anda akan tahu berapa yang anda harus sisihkan tiap bulan dari sekarang supaya kebutuhan dana tersebut dipenuhi pada waktunya di kemudian hari. </span>Jadi pastikan uang yang anda persiapkan mampu untuk menahan kenaikan biaya pendidikan di kemudian hari sebagai efek dari tingkat inflasi tersebut. <span style="mso-spacerun: yes;"> Anda harus kritis dalam membeli produk dana pendidikan tersebut sehingga tujuan dana pendidikan tersebut tercapai sesuai dengan kebutuhannya di kemudian hari. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Saya percaya Bapak dan Ibu idealnya pasti sangat memperdulikan masalah dana pendidikan anak ini, sayapun sangat setuju, karena pendidikan dapat membantu anak kita untuk memperoleh wawasan yang lebih baik, pekerjaan yang lebih baik dan harapan cita-cita yang lebih baik. Paling tidak anda sudah memberikan kailnya dan anak anda sudah bisa mancing ikan sendiri untuk menghidupi dirinya kelak di kemudian hari. Itu sudah menjadi tanggungjawab kita sekalian sebagai orangtua atas Buah Hati Titipan ALLAH ini. Yah tentu sambil memupuk jiwa kepemimpinannya, siapa tahu kelak anak anda menjadi seorang wirausahawan yang berhasil dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja lagi di Indonesia.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">__________________________</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;"><span style="mso-spacerun: yes;">Bila Bapak Ibu masih bingung, coba Bapak Ibu ingat ingat lagi berapa dulu uang sekolah Bapak Ibu waktu SD dan bandingkan dengan uang sekolah SD yang sama sekarang. Nah itulah yang saya maksud di atas. Silahkan dihitung berapa kali lipat kenaikannya dalam kurun waktu berapa tahun. Ini yang harus kita antisipasi bersama supaya semua berjalan mulus. </span></span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/bagaimana-mempersiapkan-dana-pendidikan-anak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lakukan Perencanaan Keuangan Dana Pensiun Anda Sejak Dini</title>
		<link>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/lakukan-perencanaan-keuangan-dana-pensiun-anda-sejak-dini/</link>
		<comments>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/lakukan-perencanaan-keuangan-dana-pensiun-anda-sejak-dini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Aug 2009 09:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Perencanaan Dana Pensiun]]></category>

		<category><![CDATA[dana pensiun hari tua]]></category>

		<category><![CDATA[kebutuhan dana pensiun]]></category>

		<category><![CDATA[mempersiapkan dana pensiun]]></category>

		<category><![CDATA[menghitung dana pensiun]]></category>

		<category><![CDATA[perencanaan dana hari tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://perencanakeuangan123.com/?p=237</guid>
		<description><![CDATA[Seringkali kita tidak menyadari bahwa waktu terus bergulir begitu cepat dan tanpa terasa umur mulai berganti dari kepala 1 lalu menjadi kepala 2 menjadi kepala 3 dan tiba-tiba kita sudah berada di kepala 4 atau 5. Rambut kita yang tadinya hitam legam dan mulai memudar perlahan lahan menjadi putih sejalan dengan meningkatnya umur kita. Banyak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp"><a rel="attachment wp-att-242" href="http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/lakukan-perencanaan-keuangan-dana-pensiun-anda-sejak-dini/perencanaan-dana-pensiun/"><img class="alignleft size-full wp-image-242" title="perencanaan-dana-pensiun" src="http://perencanakeuangan123.com/wp-content/uploads/2009/08/perencanaan-dana-pensiun.jpg" alt="perencanaan-dana-pensiun" width="127" height="95" /></a>Seringkali kita tidak menyadari bahwa waktu terus bergulir begitu cepat dan tanpa terasa umur mulai berganti dari kepala 1 lalu menjadi kepala 2 menjadi kepala 3 dan tiba-tiba kita sudah berada di kepala 4 atau 5. Rambut kita yang tadinya hitam legam dan mulai memudar perlahan lahan menjadi putih sejalan dengan meningkatnya umur kita. Banyak orang berkata yah tambah umur kan tambah bijaksana….hhmm betul juga tidak salah sih, yah kalo mengenai rambut putih yah disepuh aja kan kelihatan jadi muda lagi. Namun ternyata hal mengenai<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>masalah dana pensiun tidaklah semudah seperti menyemir rambut yamg putih menjadi hitam kembali ketika anda memasuki usia senja. Anda harus melakukan <em>perencanaan keuangan</em> yang matang sejak dini untuk mempersiapkan <strong><em>dana pensiun hari tua</em></strong> anda. Jangan terlambat karena waktu yang satu ini tidaklah bisa digantikan dengan yang lainnya seperti cerita rambut putih tadi.</div>
<p> </p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Sekarang jangan berlama-lama lagi segera ambil kalkulator keuangan anda dan mulai hitung berapa sih sebenarnya <em>kebutuhan dana pensiun</em> anda kelak. Ada 2 metode yang dapat digunakan untuk melakukan perencanaan dana pensiun yaitu pertama <em>Metode Income Approach</em> dan kedua adalah <em>Metode Expense Approach</em>, namun kedua duanya mempunyai maksud yang sama yaitu untuk menentukan berapa uang yang harus anda investasikan tiap bulan mulai sekarang supaya anda bisa mempunyai tingkat kehidupan ekonomi yang baik ketika anda memasuki usia pensiun. Apabila ternyata kemampuan anda kurang untuk bisa melakukan investasi untuk memenuhi <em>tujuan hari tua</em> maka lakukan strategi yang lebih aggresif misalnya dengan mencari tambahan penghasilan dengan mencari pekerjaan yang lebih menjanjikan atau ambil tambahan pekerjaan part time lainnya agar tujuan tersebut tercapai atau sebaliknya harus puas dengan menurunkan gaya hidup anda kelak ketika memasuki usia senja. </span></p>
<p><span style="font-size: small; font-family: Times New Roman;">Ilustrasi cara menghitungnya kurang lebih adalah seperti ini misalkan untuk memenuhi gaya hidup anda sekarang dibutuhkan dana sebesar Rp. 120 juta per tahun, apabila untuk tiba ke masa pensiun adalah masih 20 tahun lagi ( untuk tiba di umur 55 tahun ) dengan asumsi inflasi sebesar 8 % per tahun maka pada waktu yang akan datang anda memerlukan dana Rp. 559.314.857,- pertahun supaya memiliki standard kehidupan yang sama dengan masa sekarang.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Nah dari situ di hitung lagi misalnya target masa pensiunnya adalah 20 tahun sampai umur 75 tahun, maka berapa total akumulasi dana yang dibutuhkan pada permulaan awal masa pensiun dengan asumsi misalnya net return untuk masa itu adalah sebesar 2% dan didapatlah bahwa akumulasi dana yang diperlukan pada awal permulaan masa pensiun adalah sebesar Rp. 9.145.599.603,-<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Jika asumsinya anda belum memiliki investasi apapun pada saat ini , maka untuk memenuhi tujuan hidup mempertahankan gaya hidup yang sama yang dimulai dari 20 tahun lagi dari sekarang ketika anda mulai pensiun, maka anda harus melakukan investasi sebesar Rp. 9.244.933,- per bulan dengan asumsi return investasi sebesar 12 % per tahun.<span style="mso-spacerun: yes;">  </span>Bila penghasilan anda sekarang sebesar Rp. 20 juta per bulan atau Rp. 240 juta per tahun, maka tidak terlalu menjadi masalah karena masih ada sisa uang sebesar Rp. 10 juta perbulan untuk mempersiapkan dana pensiun tersebut tapi bila kurang, maka haruslah anda berhati hati dan melakukan ekstra kerja keras untuk menutupi kekurangan tersebut dari sekarang. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Ini Cuma salah satu contoh ekstreem untuk menggambarkan kebutuhan dana pensiun anda, saya berharap keadaannya tidak seperti itu dimana mungkin saja anda sudah punya investasi property atau investasi keuangan lainnya dan tambahan dana pensiun lainnya yang memberikan return investasi yang baik yang sudah bisa memenuhi sebagian kebutuhan akumulasi dana pensiun tersebut di kemudian hari, sehingga anda cukup menghitung kekurangan investasi yang harus dilakukan per bulan sekarang selama masa umur produktif anda. Bagaimanapun kita harus mencoba mempersiapkan idealnya harus bagaimana, yah kalo ternyata di kemudian hari anak anda jadi orang sukses dan bersedia menjaga dan mengurus semua kebutuhan anda yah itu patut disyukuri, dan mengenai uang yang anda sudah persiapkan bisa digunakan untuk hal lainnya yang bermanfaat. Apapun alasannya persiapkan <em>dana pensiun</em> anda sejak dini, semakin cepat semakin mudah untuk mengejarnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"> </p>
<p class="MsoNormal" style="margin: 0in 0in 0pt;"><span style="font-size: small;"><span style="font-family: Times New Roman;">Hati-hati bila saat ini anda hidup berkecukupan, sehingga anda senang dan terlena karenanya, karena pada saat itu biasanya kita lupa untuk memikirkan <em>dana hari tua</em> ini. Banyak sekali contoh yang pada masa mudanya hidup gemerlap dan berkecukupan, tapi di masa tuanya serba kekurangan. Waspadalah!</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://perencanakeuangan123.com/2009/08/03/lakukan-perencanaan-keuangan-dana-pensiun-anda-sejak-dini/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
