Posts Tagged ‘analisa keuangan keluarga’

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Memang seringkali banyak kasus keuangan seputar perencanaan keuangan keluarga , seperti inilah pertanyaannya : saya tahu bahwa mengelola dan mengatur keuangan keluarga adalah sangat penting demi tercapainya tujuan hidup keluarga, tetapi masalahnya begini lo…”Gaji saya udah pas-pasan dan tidak tersisa sedikitpun untuk ditabung, apalagi untuk investasi, gimana donk caranya supaya saya bisa mencapai tujuan atau rencana keluarga saya?” Wah ini pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi membutuhkan jawaban yang kompleks.

Begini Bapak/Ibu, saya gak bisa sembarangan menjawab pertanyaan ini karena pertama, saya tidak tahu keadaan dan kondisi keuangan Bapak/Ibu, kedua saya tidak tahu pola pengeluaran Bapak/Ibu. Ini khusus untuk masalah Penerimaan VS Pengeluaran aja lo….ini diperlukan suatu analisa keuangan apakah memang penghasilannya yang terlalu minim untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga atau pola pengeluarannya yang salah. Singkat saja jawaban saya apabila setelah melalui proses analisa keuangan ternyata memang ternyata penerimaannya yang minim, maka anda dapat melakukan beberapa strategi yaitu pertama, mencari penghasilan tambahan buat ekonomi keluarga misalnya buka warung/toko di rumah,  UKM, kerja sampingan sesuai keahlian dan minat atau mencari pekerjaan yang lebih baik yang bisa memberikan penghasilan lebih untuk keluarga,  kedua dengan membuang atau mengganti sebagian jenis pengeluaran dengan substitusi yang lebih murah, misalnya pilih motor ketimbang mobil, pilih sekolah negeri ketimbang swasta, pilih obat generik ketimbang obat patent, berbelanja di pasar ketimbang di supermarket,dsb. Namun apabila pola pengeluaran keluarga yang salah, strateginya yang jelas adalah dengan memotong pengeluaran anda yang tidak perlu, cari yang lebih murah dan sisihkan terlebih dahulu buat tabungan sebesar 10% baru lakukan pengaturan belanja keluarga anda.

Terus terang, memang menjadi masalah kalo sebuah gelas tidak terisi air, karena tanpa air kita tidak bisa berbicara soal air sirop, lemon tea, es cendol, es campur, es rumput laut, karena semuanya memerlukan air. Demikian juga dengan perencanaan keuangan keluarga, jelas semuanya juga memerlukan penerimaan uang baik dari penghasilan bekerja ataupun dari aset yang menghasilkan uang agar bisa berjalannya proses perencanaan keuangan keluarga in demi pencapaian tujuan hidup keluarga.

Tidak beda juga dengan seorang petani, yang memerlukan sebidang tanah terlebih dahulu untuk memulai menggempurkan dan membajak sawahnya, sehingga sawah dapat berhasil ditanami dan dapat menghasilkan padi yang bisa dipanen. Selalu harus ada starting pointnya….kalo tidak kita bagaikan seorang nelayan yang memancing ikan tanpa umpan apapun….hhmm…hanya sebuah kail aja…..atau seoran serdadu yang pergi ke perang tanpa membawa senjata…..lalu dia bertanya bagaiman saya mengalahkan musuh….?

Singkat kata masalah Penerimaan VS Pengeluaran ini harus digali dalam proporsi yang benar dan jelas. Strateginya adalah tingkatkan penghasilan anda semaksimal mungkin melalui cara di atas dan tekan pengeluaran anda secara bijaksana dengan terlebih dahulu memotong 10% dari penghasilan anda untuk ditabung.  Mau tidak mau anda harus putar otak  dan kreatif untuk memperoleh penghasilan. Setelah itu lakukan pengeluaran dengan bijaksana.

Ini hanyalah satu aspek saja dari analisa keuangan keluarga anda, yang juga merupakan salah satu bagian dari seluruh proses perencanaan keuangan keluarga anda.  Semua akan kembali lagi kepada tujuan atau rencana keluarga  anda dari mulanya, dan saya melihat salah satu tujuan anda sesuai dengan masalah ini adalah ingin punya tabungan sehingga bisa melakukan investasi untuk masa depan keluarga, karena anda kuatir dengan masalah keuangan anda sekarang….hhmmm….jangan putus asa…pasti ada jalannya…..asalkan anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ulet serta melakukan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan benar…

Terus terang keprihatinan mengenai masalah ini , jangan sampai membuat kita terlena dan menjadi alasan buat kita untuk tidak melakukan sesuatu…Do Something…. Saya yakin anda bisa……

Tujuan Hidup Keluarga

Tujuan Hidup Keluarga

Berbicara mengenai tujuan hidup dalam perencanaan keuangan keluarga tidaklah semudah mengatakannya begitu saja, karena belum tentu apa yang kita katakan adalah yang tujuan prioritas untuk kehidupan keluarga kita. Dalam hal ini, perencana keuangan keluarga akan membantu/menfasilitasi anda untuk dapat mengenali apa sih yang benar-benar urgent, prioritas kebutuhan anda baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang akan menjadi Tujuan perencanaan keuangan anda.

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang ingin hidup senang, bisa beli ini itu , bisa jalan-jalan sana sini, yah sih itu adalah hal yang wajar.  Namun Apa itu semua tujuan hidup yang prioritas buat anda? Hati-hati jangan terjebak dalam membedakan yang benar-benar kebutuhan dan yang mana yang hanya sekedar keinginan. Yah …yah betul…keinginan seperti berjalan-jalan ke Paris…itu juga bisa jadi tujuan anda dalam perencanaan keuangan anda…tapi apa itu yang prioritas? Keinginan yang hanya menyenangkan sesaat lebih baik disingkirkan dahulu, ketika anda memikirkan apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidup anda yang prioritas.

Sebagai gambaran aja deh, biasanya kalo buat orang pada umumnya seperti para keluarga muda, yang prioritas itu adalah seperti kebutuhan membeli rumah, kebutuhan menyiapkan  pendidikan anak, lalu  lebih bagus lagi kalo anda sudah mempersiapkan kebutuhan akan dana pensiun anda.  Namun umumnya dalam hal mempersiapkan   dana ini memerlukan suatu perjalanan waktu  yang tentu makin bagus kalo dipersiapkan lebih awal. Karena dalam perjalanan waktu itulah banyak sekali kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Oleh karena itupun maka dalam ilmu perencanaan keuangan keluarga , anda harus memperkecil atau menghilangkan resiko-resiko tersebut dengan transfer of risk atau mentransfer resiko-resiko ini melalui suatu perlindungan Asuransi.   Jangan sampai anda bagaikan seorang penumpang yang naik kapal Cruise yang tidak punya kapal sekoci dan tidak punya pelampung, wah…wah…bahaya lo……Ilustrasi yang tepat adalah sedia Payung sebelum Hujan…jangan sampai kehujanan dululah…entar basah kuyup deh..he..he…Yah itu hanya sebagian contoh tujuan prioritas.

Namun tujuan hidup setiap orang yah berbeda beda tergantung dari keadaan masing-masing, jadi prioritas itu bisa saja berbeda-beda. Ingat yah kalo bikin prioritas yang benar….yang penting bangun fondasi dan struktur rumahnya dulu dan lakukan finishingnya dengan rapi, jangan beli perabotannya dulu….ggggeerrrr………..yah seperti  Jargon Susu Dancow kesukaan saya…”Ini Dulu Baru Itu”….begitulah kira-kira seharusnya kita melakukan skala prioritas dalam tujuan hidup kita.

perencana-keuangan-apa-tujuan-hidupmuPerencanan Keuangan adalah suatu proses yang terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan yang baik.  Namun di sisi lain seringkali kita terlambat atau kurang peka untuk mengenali apa sih sebenarnya tujuan hidup kita yang utama di dalam memenuhi kebutuhan keluarga pada masa-masa mendatang? Jadi sama saja dengan seorang pengemudi mobil yang tidak tahu arah ke mana dia mau pergi…maka apa yang terjadi dia hanya berputar-putar saja sampai bensinnya habis. Harusnya kalo pengemudi ini bijak maka sebelum dia pergi dia sudah tahu kemana dia mau pergi, arah petanya ke mana, perlu waktu berapa lama, bensinnya cukup atau tidak, kalo tidak cukup maka harus isi bensin dulu, sehingga akhirnya pengemudi ini dapat berhasil sampai tujuannya dengan selamat.

Seperti halnya juga dalam perusahaan, seorang pemimpin haruslah mempunyai Visi dan Misi serta Objektif atau Tujuan yang jelas karena hal inilah yang akan mengarahkan kemana perusahaan itu akan melangkah.  Anda sebagai seorang pribadi atau sebagai kepala rumah tangga juga sama dan tidak berbeda dalam hal ini. Maka kita sebut saja  You Corporation alias Kamu sendiri sebenarnya adalah sebuah korporasi,  maka dari itu seorang Perencana Keuangan sangat menekankan pentingnya dibuat Neraca Keuangan Keluarga dan Arus Kas Keluarga.  Sehingga anda akan tahu segala kebaikan dan keburukan anda dalam mengelola keuangan keluarga anda.

Semakin anda mempelajari laporan keuangan pribadi anda , maka anda akan makin menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Yah syukur sih kalo ternyata udah banyak kelebihan-kelebihannya…he..he…

Jadi harus jelas apa tujuan hidupmu , pelajari seluruh kondisi keuanganmu melalui laporan keuangan pribadi baru deh bisa mengerti langkah-langkah atau strategi-strategi selanjutnya harus gimana supaya tujuan hidup tersebut terpenuhi.  Jangan biarkan diri kita berada dalam resiko yang seharusnya bisa kita amankan melalui perencanaan keuangan keluarga yang baik.  Selamat Mencoba!

Perencana Keuangan Dana Pensiun

Perencana Keuangan Dana Pensiun

Banyak orang kurang menyadari 2 resiko utama yang dihadapi oleh setiap orang dalam pola pikir perencanaan keuangan keluarga. Padahal banyak contoh yang sudah kita lihat di dalam masyarakat ketika seorang suami meninggal dunia, si istri tidak punya kemampuan untuk mempertahankan kehidupan ekonominya karena penunjang ekonomi keluarga hanyalah Sang Suami. Lebih kompleks lagi cerita seorang anak laki-laki dari keluarga kaya, kita sebut aja si Bob, karena merasa sebagai anak bos maka ketika Bob menikah dan mempunyai istri dan 3 orang anak, maka Bob tidak pernah berpikiran untuk melakukan proteksi keuangan keluarga, karena menurut Bob dia punya ayah yang kaya raya. Lalu apa yang terjadi di umur perkawinannya yang ke 10 tiba-tiba ayahnya yang kaya raya itu bangkrut dan Bob tidak bisa menerima kenyataan itu dan tiba-tiba Bob mendadak sakit dan meninggal…tragis bukan…yah itu sekedar ilustrasi aja. Singkat kata bagaimanapun kita memerlukan proteksi atau perlindungan atau asuransi jiwa untuk melindungi nilai ekonomis yang dimiliki oleh seorang kepala rumah tangga yang memberi nafkah kepada keluarga. Ini yang disebut sebagai Resiko Mati Terlalu Cepat.

Lain cerita lagi, ketika seorang kepala rumah tangga, kita sebut aja Pak Abdul, kurang memperhatikan kebutuhan dana hari tuanya karena merasa nyaman dengan keadaan ekonominya sekarang ketika Dia masih bisa menghasilkan penghasilan atau nilai ekonomis dari pekerjaannya. Namun apa yang terjadi ketika Pak Abdul ini pensiun keadaan ekonominya makin lama makin sulit terutama pada saat masa tuanya kehidupan ekonominya sungguh sungguh tak menentu karena ternyata uang pensiun yang diterimanya hanya cukup membiayai hidupnya sampai 5 tahun sesudah masa pensiunnya. Hidupnya menjadi sangat bergantung pada anak-anaknya yang juga menghadapi beban ekonomi yang berat pada masa itu. Maaf yah..boro-boro Ayah bisa tinggalkan harta warisan….yah untuk hidup Ayah sendiri aja juga sudah sangat sulit.  Mengerti gak Nak? … Jelas di sini terlihat ada Resiko yang kedua yaitu Resiko Hidup terlalu lama.  . Yah memang seakan-akan serba salah yah hidup terlalu cepat salah , hidup terlalu lama juga salah. Tapi semua itu bisa dikurangi efek sampingnya apabila kita mempersiapkan sejak dini dengan perencanaan keuangan keluarga yang baik. Bila perlu anda dapat menghubungi perencana keuangan yang dapat membantu anda untuk mempersiapkannya.

Konsultasi Perencana Keuangan

Konsultasi Perencana Keuangan

Bila Anda ada hendak berkonsultasi atau sekedar mengajukan pertanyaan seputar perencanaan keuangan keluarga atau bahkan seputar UKM keluarga anda melalui rubrik tanya jawab , dapat mengirimkan email kepada saya ke djaja@perencanakeuangan123.com

Perencana Keuangan & Pola Hidup

Perencana Keuangan & Pola Hidup

Perencanaan Keuangan Keluarga sangatlah penting untuk mulai dilakukan sejak awal, bahkan ketika anda masih jomblo alias belum punya pasangan anda bisa mulai menyiapkan diri anda guna memasuki gerbang kehidupan lanjutan dalam rumah tangga nantinya..  Jadi janganlah sungkan-sungkan untuk mengambil asuransi jiwa atau sekedar membeli unit link untuk mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga nantinya. Bila anda memulainya lebih awal segala sesuatunya akan menjadi lebih murah dan investasi akan menjadi lebih maksimal.  Namun bukan berarti orang jomblo atau tidak kawin itu tidak perlu perencanan keuangan lo…itu salah karena anda karena anda tetap harus tanggung jawab mengenai hal perencanaan ini  untuk diri anda sendiri nantinya ketika pensiun.

sangatlah penting untuk mulai dilakukan sejak awal, bahkan ketika anda masih jomblo alias belum punya pasangan anda bisa mulai menyiapkan diri anda guna memasuki gerbang kehidupan lanjutan dalam rumah tangga nantinya..  Jadi janganlah sungkan-sungkan untuk mengambil asuransi jiwa atau sekedar membeli unit link untuk mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga nantinya. Bila anda memulainya lebih awal segala sesuatunya akan menjadi lebih murah dan investasi akan menjadi lebih maksimal.  Namun bukan berarti orang jomblo atau tidak kawin itu tidak perlu perencanan keuangan lo…itu salah karena anda karena anda tetap harus tanggung jawab mengenai hal perencanaan ini  untuk diri anda sendiri nantinya ketika pensiun.

sangatlah penting untuk mulai dilakukan sejak awal, bahkan ketika anda masih jomblo alias belum punya pasangan anda bisa mulai menyiapkan diri anda guna memasuki gerbang kehidupan lanjutan dalam rumah tangga nantinya..  Jadi janganlah sungkan-sungkan untuk mengambil asuransi jiwa atau sekedar membeli unit link untuk mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga nantinya. Bila anda memulainya lebih awal segala sesuatunya akan menjadi lebih murah dan investasi akan menjadi lebih maksimal.  Namun bukan berarti orang jomblo atau tidak kawin itu tidak perlu perencanan keuangan lo…itu salah karena anda karena anda tetap harus tanggung jawab mengenai hal perencanaan ini  untuk diri anda sendiri nantinya ketika pensiun.

Singkat kata Perencanaan Keuangan Keluarga merupakan hal yang sangat penting guna menjamin kehidupan keluarga dan masa depan anak serta masa pensiun kita. Perencana Keuangan atau Financial Planner yang profesional akan membantu dalam merencanakan keuangan keluarga guna memenuhi tuntutan kebutuhan keuangan yang cepat atau lambat akan menghampiri kita. Berapa banyak dari kita yang sudah melek mengenai masalah ini, bukankah kehidupan modern lebih mengajari kita untuk melakukan pengeluaran yang seringkali tidak terlalu diperlukan terutama dengan semakin mudahnya orang memperoleh kredit card yah kalau orang tersebut tidak bijak maka otomatis akan besar pasak dari pada tiang alias belanja dulu bayarnya hutang dan cicil tiap bulan. Okay kalau pembelian ini memang diperlukan tapi kalau tidak maka ini akan menjadi liabilites anda yang tentu merugikan. Oleh karena itu kita harus selektif dalam melakukan pengeluaran uang atau menggunakan kredit card yang sifatnya konsumtif. Coba analisa pengeluaran anda dan tanyakan berapa besar uang yang sudah saya boroskan untuk hal-hal yang tidak perlu tiap bulannya? Atau cari cara lain untuk memperkecil pengeluaran anda tiap bulannya walaupun hal ini memang perlu dikeluarkan.

 

Sekarang pertanyaan adalah berapa banyak sih dari kita yang sudah mempersiapkan masa depan anaknya dengan rencana dana pendidikan yang matang? Berapa banyak sih yang telah sungguh sungguh mempersiapkan keuangan hari tuanya alias masa pensiun nanti. Berapa banyak yang punya dana darurat kalau sampai ada apa apa dengan kita? Bagaimana kalau sampai ada apa apa dengan kita, siapa yang akan membiayai kehidupan istri dan anak-anak kita? Percayalah semuanya memerlukan suatu perencanaan keuangan keluarga yang matang. Betul pernyataan yang mengatakan bahwa “Pola Makan kita sekarang menentukan kesehatan kita di masa tua nanti , demikian juga pola dan gaya hidup keuangan kita sekarang juga menentukan pola keuangan hari tua kita”. Oleh karena itu mulailah dari sekarang dan jangan tunda lagi. Ingat biaya hidup yang tinggi di masa mendatang sudah jelas ada di depan mata, sekarang masalahnya gimana caranya agar kita tidak kena turbulence atau goncangan ekonomi keluarga, jawabannya mulailah perencanaan keuangan keluarga dari sekarang. 

Belanja yang Bijak

Belanja yang Bijak

Berbelanja memang mengasyikan karena kita bisa melepas lelah setelah penat bekerja selama seminggu  bahkan berbelanja ke Shopping Mal sudah menjadi bagian rekreasi modern keluarga pada saat ini. Percaya atau tidak? Silahkan pergi sendiri ke Mal-mal di akhir pekan…betapa padatnya pengunjung di sana. Yah kalo dulu mah berkumpulnya paling cuma di Ancol,Taman Mini atau Kebon Binatang Ragunan…he..he..Paling tidak berbelanja yang sudah menjadi kegiatan rutinitas ini memang sangat ditunggu tunggu bahkan pada hari kerja sebelumnya kita seringkali sudah merencanakan kemana kita akan shopping atau berjalan jalan sambil belanja di akhir pekan?

 

 

 Semua sah-sah aja tapi ingatlah untuk berbelanja atau melakukan pengeluaran uang dengan bijak karena kalo tidak tagihan kredit card anda akan membumbung tinggi setinggi batas plafon kredit card anda….he..he..coba nonton film Shopaholic..dimana akhirnya anda dikejar-kejar Debt Collector.Saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton  guna menggambarkan orang yang keranjingan belanja gila-gilaan…he..he..ini berbahaya lo….karena di situ ada pesan tersirat yang harus kita pelajari bersama yaitu untuk bersikap bijak dengan yang namanya Belanja.

Jadi gimana donk supaya saya tidak overspending atau besar pasak dari pada tiang? Banyak cara untuk mengontrol pengeluaran anda yaitu mulai dari menetapkan budget pengeluaran bulanan, sistem amplop pengeluaran sampai banyak hal lainnya seperti membuat daftar pembelian sebelum bepergian yaitu barang barang yang memang dibutuhkan dan cobalah bersikap pintar dengan mencari tempat dan harga yang murah untuk barang yang memang anda butuhkan. Jangan malu untuk membanding-bandingkan harga beda 3% atau 5% itu berharga lo…..Biasanya ibu-ibu yang suka ke pasar-pasar kayak  ITC dan Pasar Pagi harusnya sih sudah pintar-pintar dalam hal tawar-menawar ini. Tapi kadangkala ibu-ibu juga yang mulai matanya hijau kalo melihat iklan diskon di mal-mal …he..he….Bu..Bu….sebelum beli bertanya dulu yah dalam hati “Do I need This?” atau “Apa saya butuh barang ini?”

Bagaimanapun sikap ini harus dimulai dari diri anda sendiri , karena sikap ini akan mendidik kita untuk bersikap hemat dan disiplin sehingga kita tidak akan besar pasak dari pada tiang….he..he..kalo enggak kita bisa tenggelem tuh…..Jadi ingat Disiplin, Disiplin dan Komitmen yang tinggi. Oleh karena itu jangan sungkan potong dulu uang anda di muka sebesar 20% untuk ditabung…yah minimal 10% lah….ini perlu Kedisiplinan dan Komitmen tinggi lo. Coba aja kalo tidak percaya. Kita harus belajar dari Paman Gober …tapi jangan pelajari sifat kikirnya yah…tapi sikap Menabung dan Berinvestasinyalah yang kita pelajari. Jadi Bukan Pelit…tapi Bijak dalam Mengelola Keuangan Keluarga.

 

Perencana Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan Keluarga

Bingung..Bingung aku bingung…itu adalah kalimat penggalan sebuah lagu era tahun ‘70 an …yah mungkin mirip dengan jawaban  orang yang bingung dengan maksud perencanaan keuangan keluarga. Banyak orang yang kalo ditanya tentang apa sih tuh perencanan keuangan keluarga, maka banyak orang yang berbicara oh itu sih tentang pendidikan sekolah anak , ada yang lagi bilang oh itu sih tentang merencanakan keuangan hari tua. Yah itu semua tidak salah kok karena hal-hal itupun menjadi bagian dari perencanaan keuangan keluarga. Salahnya banyak dari mereka cuma dengar-dengar dan tidak pernah melakukan action apapun mengenai perencanaan keuangan ini.

Jadi pandai-pandailah membedakan mana yang kebutuhan dan mana yang keinginan, mana yang prioritas utama dan mana yang bisa belakangan….hati-hati yah jangan gunakan peribahasa “Biar bokek yang penting Keren”, wah ini berbahaya….oleh karena itu kalo yang utama-utama aja belum direncanakan atau bahkan belum terpenuhi , yah gak usah muluk-muluk mau rencana jalan-jalan dengan biaya yang mahal yah. Gunakan peribaha “Berakit-rakit ke Hulu Berenang- renang ke tepian, Bersakit-sakit dahulu Bersenang-senang Kemudian”…nah itu lebih Bijak

Lebih dari itu sebenarnya perencanaan keuangan keluarga bisa mencakup buanyaaak hal karena anda adalah orang dengan segudang keinginan dan kebutuhan , betul gak? he…he…jadi perlu diketahui bahwa semuanya itu perlu perencanaan termasuk bila anda ingin berlibur? Mau gak anda berlibur di Pantai Kuta Bali atau bahkan Pantai Miami, Florida…tapi hati hati yah jangan di Kali dekat New Orleans yah…karena di situ banyak buayanya..he..he….Tapi anda harus terlebih dahulu membereskan keuangan keluarga anda beserta dengan perencanaannya tentu dimulai dari hal-hal yang utama seperti contohnya perencanaan apabila sesuatu hal terjadi yang mengakibatkan anda tidak bisa bekerja kembali atau kehilangan kemampuan untuk membiayai hidup keluarga atau ekstrimnya seseorang kepala keluarga meninggal gitu lah…kira-kira…padahal satu-satunya harapan adalah dari orang ini. Hati-hati lo…kemarin tiba-tiba teman ibu saya meninggal dunia…untungnya anak-anaknya sudah besar besar jadi mereka sudah bisa menghidupi dirinya sendiri kalo belum bagaimana? Cukupkah tabungannya untuk hidup istri dan pendidikan anaknya……jangan ini menjadi beban buat keluarga kita. Itu makanya suka tidak suka yang namanya Asuransi Jiwa diperlukan…di luar negeri ini mah sudah biasa apalagi Asuransi Kesehatan karena yang namanya biaya kesehatan ini makin lama makin mahal lo…

 Marilah kita Bijak dalam Menyadari Pentingnya Perencanaan Keuangan Keluarga dan itu adalah menjadi tanggungjawab kita semua sehingga tercipta masyarakat dengan keluarga-keluarga yang melek mengenai masalah perencanaan yang satu ini. Jangan jadikan Keluarga Anda Korban Ketidaktahuan atau bahkan Ketidakperdulian Anda! Jangan remehkan Pentingnya Perencanaan Keuangan Keluarga.

perencana keuangan

perencana keuangan

Waduh pertanyaan kok jadi seperti ini? Harusnya dibalik menjadi Perencanaan Keuangan Keluarga itu untuk Kepentingan Siapa? Saya rasa pertanyaan kedua cukup untuk menjawab pertanyaan yang pertama tadi karena sudah tentu jawabannya adalah untuk kepentingan bersama , maka tanggung jawabnya pun adalah bersama. Fair kan?

 

 

Jadi kita harus menyadari bahwa Perencanaan Keuangan Keluarga itu haruslah menjadi tanggungjawab bersama sebagai sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak, Ibu dan Anak. Seorang suami haruslah mengajak sang istri untuk duduk bersama memikirkan rencana mereka ke depan sehingga keduanya dapat menyalami bersama apa sih yang harus mereka butuhkan baik menyangkut kebutuhan dana jangka pendek maupun panjang bahkan dana emergency, lalu apa sih yang harus mereka persiapkan, dan apa sih yang harus mereka lakukan. Istri sebagai pendamping suami haruslah mendukung komitmen perencanaan keuangan keluarga yang telah dibikin, terutama dengan mengikuti pola pengeluaran hidup yang sejalan dengan rencana itu. Yah ibarat kata kita mau jadi orang yang smart lah…pintar memilah milah mana yang memang diperlukan, cari yang harganya ekonomis, cara pembayaran yang mudah dan murah. He..he..tujuannya untuk jadi orang yang bijak, hemat dan smart yah..terserah kalo orang lain bilang kita jadi orang pelit..he..he…tapi yang penting kita tidak kikir kan..he..he..Hayo coba pilih bergaya gayaan bak orang kaya tapi tagihan kredit card menumpuk dan tiap bulan gak bisa bayar full hanya dicicil doank atau bergaya yang wajar tapi punya tabungan dan investasi keluarga….pilih mana?

Apa Cuma sampai suami istri saja , maka jawabannya adalah tidak ..karena anak-anak haruslah diajarkan dan turut mendukung rencana keluarga ini. Anak-anak yang merupakan Titipan Tuhan buat kita di dunia ini juga harus diajarkan sejak dini supaya mereka belajar untuk bertanggung jawab. Janganlah dituruti semua apa yang mereka minta, melainkan berikan uang jajan dan kebutuhannya dalam bentuk bulanan yang wajar supaya mereka belajar untuk mengatur keuangan sejak dini. Kalo tidak terpaksa jangan berikan kredit card, karena hal ini akan memancing mereka untuk melakukan pengeluaran konsumtif yang lebih besar. Coba aja anda analisa total pengeluaran anda sebelum dan sesudah memiliki kredit card. Cobalah bijak menggunakan kredit card hanya untuk keperluan tertentu dan dihitung berapa yang udah anda pakai….sehingga anda tidak akan terjebak dengan alat pembayaran yang satu ini. Ingat lo…Kredit Card akan berfungsi baik apabila kita baik dan bijak dalam menggunakannya. Kalo anak-anak bilang teman teman mereka punya kredit card….bilang aja ah dulu papa dan mama waktu sekolah dan kuliah juga gak punya kredit card…toh happy happy aja dan jadi punya seni untuk mengelola keuangan kita lo……nah di situlah anda harus menjelaskan kepada mereka. Jangan meracuni anak-anak sendiri dengan kehidupan yang serba konsumtif, karena kasihan mereka kelak karena mereka menjadi tidak mandiri dan yang akan pusing adalah anda sendiri nantinya. Percaya atau tidak? Anda sendiri yang harus membuktikannya kelak.  

Marilah kita sebagai bagian  dari komponen keluarga untuk wajib mendukung perencanaan keuangan keluarga!

 

Perencanaan Keuangan Keluarga Sejak Dini

Perencanaan Keuangan Keluarga Sejak Dini

Berbicara mengenai hal ini sebenarnya kita tidak bisa menghilangkan peran penting dari pendidikan dan peran perencana keuangan dalam melakukan sosialisasi akan pentingnya perencanaan keuangan keluarga. Masyarakat di negara kita masih perlu dibuat melek untuk hal ini karena apabila tidak kelak akan timbul masalah sosial yang mungkin akan memberatkan Negara di kemudian hari. Kita harus menjadi Negara dengan masyarakat yang maju secara financial supaya kita bisa melihat anak cucu kita dengan tingkat kehidupan yang lebih baik lagi.

 

 

Perlu kita sadari bahwa Indonesia merupakan negara yang besar dengan penduduk sekitar 250 juta jiwa, dimana dengan semakin membaiknya masalah kesehatan dalam arti umum akan menghasilkan rata-rata umur hidup orang bertambah, maaf tidak ada maksud mendahului Tuhan yang Maha Kuasa. Nah sekarang masalahnya tentu orang tua juga akan semakin banyak tentunya, betul tidak? Seperti kita ketahui ada 2 resiko utama dalam hidup yaitu mati terlalu cepat atau hidup terlalu lama karena ini sangat berhubungan erat dan sangat mempengaruhi masalah financial dari keluarga tersebut.

Pertanyaannya adalah sudahkah anda melakukan perencanaan keuangan keluarga sedini mungkin, berapa banyak dari masyarakat Indonesia yang sudah melakukan hal ini sehingga masyarakat kelak menjadi cukup cakap untuk mendanai hari tua mereka sendiri sebagai salah satu contohnya. Kenyataannya belum banyak dari kita yang melakukan hal ini. Waduh….ini berbahaya lo….karena dengan biaya hidup yang semakin bertambah dan inflasi yang relatif masih tinggi , kita tahu akan dihadapi oleh pengeluaran yang cukup besar nantinya. Nah sekarang saya mau tanya lagi ….apa anda menyukai peribahasa “Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” atau “Nikmati selagi masih Ada”. Gak salah sih dengan peribahasa kedua….tapi pertanyaannya kalo sudah tidak Ada….anda mau nikmati apa?..he..he….yah ini adalah hukum sebab akibat. Makanya segala sesuatu harus dipersiapkan…..okay….kawan..

Ingat biaya hidup di masa mendatang akan semakin berat, jangan menyesal di kemudian hari …mulailah analisa keuangan keluarga anda dari sekarang dan susun rencana demi masa depan keluarga anda. Jadilah orang yang Bijak dengan Taat Perencanaan Keuangan!