Posts Tagged ‘economic value added’

Seperti yang telah kita ketahui bahwa di dalam menilai kesehatan sebuah perusahaan adalah tidak terlepas dari laporan keuangannya dan analisa-analisa ratio yang ada di dalam laporan keuangan tersebut, demikian juga dengan kesehatan keuangan keluarga juga memerlukan analisa laporan keuangan keluarga bersangkutan.

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

Sebelumnya kita telah berbicara mengenai Laporan keuangan rugi laba dan laporan arus kas dari keuangan keluarga, sekarang kita akan berbicara khusus mengenai neraca keuangan keluarga. Sebenarnya apa sih tuh Neraca keuangan keluarga dan informasi apa yang dapat anda simpulkan melalui analisa laporan ini.

Sama seperti neraca keuangan perusahaan, kita juga membaginya menjadi sisi Assets di sebelah kiri dan sisi Liabilty dan Net Worth di sebelah kanan. Anda dapat membagi sisi Aset menjadi 3 bagian yaitu Aset Likuid (yaitu dana yang setiap saat anda bisa gunakan seperti yang ada di Kas, Giro dan Tabungan) , Aset Personal (yaitu aset yang umumnya tidak produktif dan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi seperti mobil pribadi, perabot rumah tangga, perhiasan untuk dipakai sendiri, Elektronik, dsb) dan yang terakhir Aset Investasi (yaitu aset yang menghasilkan return atau nilainya cenderung meningkat dari waktu ke waktu, jadi sifatnya produktif dan bukan untuk tujuan konsumtif seperti Deposito, reksadana, obligasi, saham). Sedangkan sisi Liability dapat dibagi menjadi  2 yaitu Hutang Jangka Pendek (yang akan jatuh tempo dalam waktu 1 tahun) dan Hutang Jangka Panjang (sisa hutang yang akan jatuh tempo di atas 1 tahun). Sedangkan Net Worth atau kekayaan bersih tinggal mengurangkan antara total aset dengan total liability tersebut. Nah sama seperti analisa laporan keuangan pada umumnya, bahwa Net Worth ini haruslah selalu dijaga karena menunjukkan kekayaan bersih dari sebuah keluarga, anda kaya atau tidak kelihatan dari nilai net worth ini. Kemampuan untuk mengelola keuangan dengan selalu melakukan analisa lalu lintas keuangan keluarga guna mempelajari pola pengeluaran dapat menghasilkan kemampuan untuk  mengendalikan keuangan keluarga yang dapat menghasilkan suatu net cash flow setiap bulan dari waktu ke waktu. Net Cash flow inilah yang akan menambah Net Worth atau kekayaan bersih anda. Jadi jangan boros, Bung dan Non…supaya kekayaan anda bertambah terus.  Coba anda bayangkan kalau tiap bulan nilai deposito dan reksadana anda bertambah, yah besar kecil relatif yah, tapi yang penting anda bertekad untuk itu sampai tujuan keluarga anda tercapai.  Sedangkan untuk menganalisa lebih detil posisi kesehatan keuangan keluarga diperlukan analisa ratio-ratio seperti analisa liquidity ratio, debt ratio, debt service ratio, saving to income ratio, solvency ratio. Melalui analisa ratio-ratio ini kita dapat mengetahui posisi kesehatan keuangan kita sehingga kita tahu apa yang harus diperbaiki dan strategi apa yang harus dilakukan. Analisa ini akan membantu kita dalam menetapkan tujuan keuangan keluarga.  

Strateginya adalah arahkan agar anda sebanyak mungkin memiliki aset yang produktif, atau ada orang yang menyebutnya investment asset, ada yang menyebutnya good asset , ada yang menyebutnya positive asset  yaitu aset yang dapat memberikan anda cash flow tambahan, lalu lakukan investasi tambahan (reinvestment) dengan tetap menjaga posisi likuiditas anda dan menjaga posisi hutang anda sehingga anda masih memperoleh net additional cash flow atau economic value added terhadap pengelolaan hutang anda.  Yah berhutang boleh-boleh aja asal jangan hutang untuk tujuan konsumtif, seperti hutang kredit card untuk beli elektronik atau hp yang lagi ngetrend. Berhutanglah dengan rasional dengan melihat manfaat ekonominya buat anda, yah kalo berhutang untuk usaha atau untuk beli properti  yang disewa-sewakan yah okay okay aja tinggal berhitung aja , you make money or loose money.  Kalo masih ada additional value nya atau menguntungkan dalam jangka panjang atau untuk menghasilkan return yang memberikan economic value added (net cash flow tambahan )seteleh dikurangkan biaya hutang tersebut, maka anda telah berhutang dengan rational. Jangan sampai yang terjadi adalah sebaliknya yaitu anda berhutang untuk tujuan konsumtif sampai-sampai net worth anda lebih kecil dari hutang anda, saya yakin net worth anda akan segera tergerus dari waktu ke waktu yang akhirnya anda bisa bangkrut.  Nah dalam hal ini diperlukan cara berpikir yang rational, yah gak perlu lah naik mobil Eropa yang mewah  kalo memang belum dalam kapasitasnya,  bukankah lebih rational kalo kita memilih mobil Jepang yang CC nya lebih kecil.  Yah cita-cita untuk punya mobil mewah boleh-boleh aja Bung, tapi pikirkan dulu apa semua kebutuhan dan perencanaan keuangan yang prioritas buat keluarga anda sudah terpenuhi atau belum.  Hanya dengan bertindak bijaksana , anda dapat membantu menolong diri anda sendiri mencapai tujuan akhir keuangan keluarga anda.

Ingat kalimat Mensana Incorporisano yaitu didalam Tubuh yang Sehat terdapat Jiwa yang sehat pula, nah sehubungan dengan itu jangan sampai kita tidak menjaga kesehatan keuangan keluarga kita, kalo sampai gak menjaga kesehatan yang satu ini, hati-hati lo salah salah nanti jiwanya juga terganggu, coba aja anda lihat suami istri yang berkelahi hanya karena masalah keuangan yang tidak sehat ini. Hmm tapi katanya Cinta adalah segalanya…bisakah Cinta anda mengalahkan masalah yang satu ini. Nah itu kembali kepada anda sendiri.

Perencana Keuangan & Investasi

Perencana Keuangan & Investasi

Perencanaan Keuangan Keluarga tidak bisa terlepas dengan yang namanya Investasi, karena Investasi adalah sarana untuk pencapaian suksesnya perencanaan keuangan keluarga itu sendiri.

Kita sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita untuk memulai menabung sejak dini sehingga kita dahulu dibelikan celengan tanah liat atau yang orang sering sebut pigggy bank alias celengan babi yang lucu dari tanah liat…he..he..yah tapi biasa kalo udah banyak biasanya kita pecahin lalu kadangkala kita belikan mainan pada waktu dahulu. Namun tidak jarang juga setelah banyak kita tabung ke tabungan kita. Saya ingat dahulu sebelum ada tabungan seperti Tahapan BCA atau yang lainnya, saya suka menabung di Tabanas dimana saya menyetorkannya di Kantor Pos. Yah kalo sekarang mah sudah ada di mana mana pokoknya asal kita ada kemauan untuk menabung pastilah bisa dan sangat mudah. Kebiasaan menabung inilah yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita sejak dini…..

Sekarang kita ketingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu Investasi karena investasi inilah yang akan memberikan hasil yang memadahi untuk kita realisasikan sesuai kebutuhan kita seperti kebutuhan dana pendidikan anak, kebutuhan dana pensiun kita sendiri.  Hendaknya investasi dilakukan secara disiplin setiap bulan sehingga anda akan memperoleh yang namanya Rupiah Cost Averaging kalo anda membeli instrumen investasi seperti reksadana secara berkala.  Investasi yang lebih simpel pun seperti halnya Deposito akan memberikan anda efek Compounding alias bunga berbunga, sehingga kelak 1+1 tidak sama dengan 2 tapi menjadi 2,3  dan seterusnya kira-kira  seperti itulah mudahnya untuk mengerti effect dari Compunding itu.

Investasi itu sendiri tidak hanya terbatas dalam bentuk instrumen keuangan seperti reksadana dan deposito di atas. Rumah, Tanah dan Ruko pun juga investasi yang baik apabila dapat memberikan nilai ekonomis seperti penghasilan sewa, penghasilan usaha, dan apresiasi nilai di masa depan. Namun ingat jangan melakukan leveraging dengan pembelian tersebut apabila anda tidak bisa menghasilan nilai ekonomis tambahan yang bisa menambah penghasilan untuk anda.  Perencanaan keuangan haruslah mengatur mengenai pinjaman ini supaya segera dapat dilunasi. Nah ini juga perlu keahlian khusus untuk melakukan pembelian seperti halnya real estate karena salah membeli akan berefek terhadap kemampuan anda memperoleh gain atau penghasilan dari investasi itu sendiri. Coba bayangkan kalo anda investasi di ruko udah nilai pasarnya naik terus tiap tahun misalnya 10% eh bahkan masih dapat uang sewa tiap tahun 10% lagi wah…berapa return anda…silahkan hitung sendiri

Pendidikan mengenai Menabung dan Berinvestasi ini haruslah dimulai sejak anak-anak sehingga anak-anak akan lebih menghargai uang dan belajar bijaksana dengan yang namanya uang.  Coba tanyakan pada anak anda yang 4 tahun, mau uang gak…pasti dia bilang mau…berarti dia mulai mengerti uang itu bisa digunakan untuk membeli sesuatu…tinggal anda arahkan …nah itu menjadi improvisasi andalah sehingga anak ini dapat menjadi melek financial sejak dini. Ini penting lo…untuk mereka…berikan mereka kail, ajarkan mereka memancing, jangan kasih ikannya melulu…..okay?