Posts Tagged ‘kredit card’

Perencana Keuangan & Analisa Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan & Analisa Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan seringkali menghadapi pertanyaan seputar penghasilan dan pengeluaran. Banyak di antara kita yang tanpa sadar telah masuk ke dalam jerat bola salju dimana semakin cepat penghasilan kita bertambah semakin cepat juga pengeluaran kita bertambah. Yah tidak bedanya cerita tentang hamster yang berlari lari di roda putarnya dan terkurung dalam sangkarnya. Ibarat kata sangkar itu adalah pola kehidupan kita atau sebut saja gaya hidup yang telah membentuk kita sehingga kita seakan akan tidak bisa keluar dari posisi kita yang telah terbentuk. Kita terus berlari-lari dan ini berlanjut terus yaitu semakin tinggi penghasilan kita semakin besar pengeluaran kita. Bahayanya kalo kedua hal ini menjadi berkorelasi 1 atau bahkan lebih dari 1. Wah ini bahaya donk….Bayangkan apa yang terjadi kalo korelasi itu menjadi lebih dari 1. Penghasilan naik 10%, pengeluaran naik 20% atau bahkan naik 30%…sisanya dibiayai dengan hutang kredit card. Akhirnya tiap bulan kita kerja cuma untuk melunasi kredit card.   Singkat kata begini aja deh..dari kenaikan harga akibat inflasi aja sudah berat, jangan menambah pengeluaran yang seharusnya bisa ditekan.  Gaya hidup yang wajar saja, kalo toh belum bisa beli HP yang mahal tidak usah dipaksakan, toh semua hp sama fungsi utamanya yaitu untuk berkomunikasi dan terima dan mengirim SMS…betul gak?

Apabila kita tidak keluar dari jerat masalah ini, kita menyadari kelak bahwa kita bekerja sekian tahun lamanya, tapi tidak punya apa-apa karena memang kita terus berlari seperti hamster di atas. Oleh karena itu cobalah kawan, analisa pengeluaran anda tiap bulan, lihat mana yang prioritas dan mana yang tidak. Mantapkan diri anda untuk menabung dan berinvestasi tiap bulan terlebih dahulu. Yah kalo bisa 20% dari penghasilan yah syukur kalo cuma 10% yah Amien.

Pesan saya jangan gunakan kredit card kalo tidak perlu, dan jangan punya kredit card banyak-banyak, terutama kalo anda tidak mampu mengontrol keinginan anda. Gunakan secara bijaksana dan untuk kebutuhan yang wajar dan batasi untuk keinginan atau kesenangan yang berlebihan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kredit card, yang salah adalah pola pikir dan gaya hidup kita. Kita menganggap kredit card seperti uang cash kita padahal uang cashnya kagak ada….jadilah anda berhutang….

perencana keuangan

perencana keuangan

Waduh pertanyaan kok jadi seperti ini? Harusnya dibalik menjadi Perencanaan Keuangan Keluarga itu untuk Kepentingan Siapa? Saya rasa pertanyaan kedua cukup untuk menjawab pertanyaan yang pertama tadi karena sudah tentu jawabannya adalah untuk kepentingan bersama , maka tanggung jawabnya pun adalah bersama. Fair kan?

 

 

Jadi kita harus menyadari bahwa Perencanaan Keuangan Keluarga itu haruslah menjadi tanggungjawab bersama sebagai sebuah keluarga yang terdiri dari Bapak, Ibu dan Anak. Seorang suami haruslah mengajak sang istri untuk duduk bersama memikirkan rencana mereka ke depan sehingga keduanya dapat menyalami bersama apa sih yang harus mereka butuhkan baik menyangkut kebutuhan dana jangka pendek maupun panjang bahkan dana emergency, lalu apa sih yang harus mereka persiapkan, dan apa sih yang harus mereka lakukan. Istri sebagai pendamping suami haruslah mendukung komitmen perencanaan keuangan keluarga yang telah dibikin, terutama dengan mengikuti pola pengeluaran hidup yang sejalan dengan rencana itu. Yah ibarat kata kita mau jadi orang yang smart lah…pintar memilah milah mana yang memang diperlukan, cari yang harganya ekonomis, cara pembayaran yang mudah dan murah. He..he..tujuannya untuk jadi orang yang bijak, hemat dan smart yah..terserah kalo orang lain bilang kita jadi orang pelit..he..he…tapi yang penting kita tidak kikir kan..he..he..Hayo coba pilih bergaya gayaan bak orang kaya tapi tagihan kredit card menumpuk dan tiap bulan gak bisa bayar full hanya dicicil doank atau bergaya yang wajar tapi punya tabungan dan investasi keluarga….pilih mana?

Apa Cuma sampai suami istri saja , maka jawabannya adalah tidak ..karena anak-anak haruslah diajarkan dan turut mendukung rencana keluarga ini. Anak-anak yang merupakan Titipan Tuhan buat kita di dunia ini juga harus diajarkan sejak dini supaya mereka belajar untuk bertanggung jawab. Janganlah dituruti semua apa yang mereka minta, melainkan berikan uang jajan dan kebutuhannya dalam bentuk bulanan yang wajar supaya mereka belajar untuk mengatur keuangan sejak dini. Kalo tidak terpaksa jangan berikan kredit card, karena hal ini akan memancing mereka untuk melakukan pengeluaran konsumtif yang lebih besar. Coba aja anda analisa total pengeluaran anda sebelum dan sesudah memiliki kredit card. Cobalah bijak menggunakan kredit card hanya untuk keperluan tertentu dan dihitung berapa yang udah anda pakai….sehingga anda tidak akan terjebak dengan alat pembayaran yang satu ini. Ingat lo…Kredit Card akan berfungsi baik apabila kita baik dan bijak dalam menggunakannya. Kalo anak-anak bilang teman teman mereka punya kredit card….bilang aja ah dulu papa dan mama waktu sekolah dan kuliah juga gak punya kredit card…toh happy happy aja dan jadi punya seni untuk mengelola keuangan kita lo……nah di situlah anda harus menjelaskan kepada mereka. Jangan meracuni anak-anak sendiri dengan kehidupan yang serba konsumtif, karena kasihan mereka kelak karena mereka menjadi tidak mandiri dan yang akan pusing adalah anda sendiri nantinya. Percaya atau tidak? Anda sendiri yang harus membuktikannya kelak.  

Marilah kita sebagai bagian  dari komponen keluarga untuk wajib mendukung perencanaan keuangan keluarga!