Posts Tagged ‘leveraging’

Perencana Keuangan & Reksadana

Perencana Keuangan & Reksadana

Banyak orang yang bertanya investasi apa sih yang bagus? Sebenarnya pertanyaannya haruslah investasi apa sih yang tepat untuk saya? Karena bagus itu relatif lo…dalam jangka pendek atau jangka panjang, dan untuk Siapa? dan untuk tujuan apa? Mungkin investasi reksadana saham tepat  misalkan untuk Mas Andi yang berani dan agressif  lalu ingin untuk  memperoleh return yang optimal dalam waktu 20 tahun ke depan. Tapi reksadana saham tidak tepat untuk Pak Ali yang maunya yang safe safe aja deh, takut gak bisa tidur, takut turun ah nilainya dan mau menjaga uangnya yang sudah terkumpul untuk pensiun 3 tahun lagi. Seperti kita ketahui investasi saham  mempunyai kemungkinan yang besar untuk mengalami penurunan harga atau fluktuasi harga, jadi instrumen investasi ini sangatlah bertentangan dengan profile resiko dari Pak Ali.

Jadi suatu investasi itu tepat untuk orang yang tepat, untuk tujuan yang tepat dan dalam jangka waktu yang tepat. Tentu di sini …berlaku Hukum High Risk High Return atau Low Risk Low Return , yah kalo memang berani dengan resiko atau risk taker yah tentu ada kemungkinan bisa dapat return yang besar walaupun resikonya juga besar.  Sedangkan penghindar resiko atau risk averse yah paling paling dapat return yang rendah yah sesuai juga dengan resikonya yang lebih rendah. Jadi semua akan kembali kepada Siapa Kamu , what is your risk profile?  Untuk Tujuan Apa Investasimu What is Your Plan? When?

Yah..yah….Masing-masing dari kita punya takeran sendiri-sendiri , mungkin segelas air putih sudah cukup buat menghilangkan haus Pak Ali, tapi buat Mas Andi tidak cukup segelas air putih tapi harus pakai sirop dan es batu serta dikasih jeruk peras baru hausnya hilang……

Perencana Keuangan akan membantu anda supaya anda tidak salah jalan dalam menentukan investasi yang tepat untuk anda dalam mencapai tujuan hidup di masa depan.

Perencana Keuangan selalu menekankan bahwa Nilai waktu dari Uang atau Time Value of Money sangatlah penting dalam perencanaan keuangan keluarga dan turut mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan hidup keluarga

Nilai Waktu dari Uang

Nilai Waktu dari Uang

Lalu apa sih sebenarnya Nilai waktu dari Uang? Ilustrasinya adalah begini kalo kita punya uang sekarang sebesar Rp. 100 juta , maka apabila uang ini kita masukkan ke dalam investasi yang memberikan asumsi return sebesar 12% per tahun(asumsi nett)  maka dalam waktu 1 tahun jumlah uang kita akan menjadi Rp.112 juta  , demikian pula dalam waktu 2 tahun akan menjadi Rp 125,44 juta, dalam waktu 3 tahun menjadi Rp.  140,49  juta dan seterus nya kalo sampai 20 tahun menjadi Rp. 964,63 juta dan seterusnya seterusnya. Jadi semakin cepat kita melakukan investasi  maka semakin banyak uang yang akan kita kumpulkan di masa yang akan datang.  Nah itu asumsinya kalo cuma lumpsum uang yang Rp. 100 juta tadi , bagaimana kalo kita juga terus melakukan investasi tiap bulan Rp.  3 juta selain uang Rp. 100 juta tadi  yang kita investasikan selama 20 tahun berapa uang atau nilai investasi  kita sampai akhir tahun ke 20 yaitu menjadi Rp. 3.932,40 juta. Wow….besar juga yah…..nah besar atau kecil memang relatif tapi lihatkan uangnya beranak pinak …nah itulah effect yang disebabkan oleh nilai waktu dari uang.

Lalu kegunaannya apa dong untuk perencanaan keuangan keluarga, kegunaannya adalah untuk memudahkan perencanaan keuangan itu sendiri sehingga perencanaan keuangan dapat dilakukan. Tanpa asumsi return atau opportunity cost maka teknik penghitungan nilai waktu dari uang yang dipakai dalam perencanaan keuangan tidak dapat dilakukan.  Sekarang kita kembali kepada contoh diatas dimana pada contoh yang terakhir uang atau nilai investasi menjadi Rp. 3.932,40 juta dalam waktu 20 tahun dengan asumsi return 12% per tahun. Nah sekarang tinggal dibalik aja kalo anda ingin nilai investasi anda menjadi Rp. 6 Milyar dalam 20 tahun, berapa tambahan investasi yang harus dilakukan tiap bulan dengan asumsi return yang sama? Mudah bukan, tinggal dibalik aja kan…? tapi tunggu dulu…itu semua asumsi lo…kenyataannya perencanaan keuangan asumsinya lebih kompleks dari itu karena ada hal lain  yang harus diperhatikan seperti  tingkat Inflasi yang menurunkan daya beli dari uang dan hal-hal lainnya yang kembali lagi juga dikaitkan dengan tujuan hidup keluarga. Bila dikombinasikan dengan asumsi-asumsil lainnya maka Time Value of Money ini akan bekerja lebih efektif dalam membantu perencanaan keuangan anda.  What is your plan? Time Value of Money will make your plan possible.

Perencana Keuangan & Investasi

Perencana Keuangan & Investasi

Perencanaan Keuangan Keluarga tidak bisa terlepas dengan yang namanya Investasi, karena Investasi adalah sarana untuk pencapaian suksesnya perencanaan keuangan keluarga itu sendiri.

Kita sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita untuk memulai menabung sejak dini sehingga kita dahulu dibelikan celengan tanah liat atau yang orang sering sebut pigggy bank alias celengan babi yang lucu dari tanah liat…he..he..yah tapi biasa kalo udah banyak biasanya kita pecahin lalu kadangkala kita belikan mainan pada waktu dahulu. Namun tidak jarang juga setelah banyak kita tabung ke tabungan kita. Saya ingat dahulu sebelum ada tabungan seperti Tahapan BCA atau yang lainnya, saya suka menabung di Tabanas dimana saya menyetorkannya di Kantor Pos. Yah kalo sekarang mah sudah ada di mana mana pokoknya asal kita ada kemauan untuk menabung pastilah bisa dan sangat mudah. Kebiasaan menabung inilah yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita sejak dini…..

Sekarang kita ketingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu Investasi karena investasi inilah yang akan memberikan hasil yang memadahi untuk kita realisasikan sesuai kebutuhan kita seperti kebutuhan dana pendidikan anak, kebutuhan dana pensiun kita sendiri.  Hendaknya investasi dilakukan secara disiplin setiap bulan sehingga anda akan memperoleh yang namanya Rupiah Cost Averaging kalo anda membeli instrumen investasi seperti reksadana secara berkala.  Investasi yang lebih simpel pun seperti halnya Deposito akan memberikan anda efek Compounding alias bunga berbunga, sehingga kelak 1+1 tidak sama dengan 2 tapi menjadi 2,3  dan seterusnya kira-kira  seperti itulah mudahnya untuk mengerti effect dari Compunding itu.

Investasi itu sendiri tidak hanya terbatas dalam bentuk instrumen keuangan seperti reksadana dan deposito di atas. Rumah, Tanah dan Ruko pun juga investasi yang baik apabila dapat memberikan nilai ekonomis seperti penghasilan sewa, penghasilan usaha, dan apresiasi nilai di masa depan. Namun ingat jangan melakukan leveraging dengan pembelian tersebut apabila anda tidak bisa menghasilan nilai ekonomis tambahan yang bisa menambah penghasilan untuk anda.  Perencanaan keuangan haruslah mengatur mengenai pinjaman ini supaya segera dapat dilunasi. Nah ini juga perlu keahlian khusus untuk melakukan pembelian seperti halnya real estate karena salah membeli akan berefek terhadap kemampuan anda memperoleh gain atau penghasilan dari investasi itu sendiri. Coba bayangkan kalo anda investasi di ruko udah nilai pasarnya naik terus tiap tahun misalnya 10% eh bahkan masih dapat uang sewa tiap tahun 10% lagi wah…berapa return anda…silahkan hitung sendiri

Pendidikan mengenai Menabung dan Berinvestasi ini haruslah dimulai sejak anak-anak sehingga anak-anak akan lebih menghargai uang dan belajar bijaksana dengan yang namanya uang.  Coba tanyakan pada anak anda yang 4 tahun, mau uang gak…pasti dia bilang mau…berarti dia mulai mengerti uang itu bisa digunakan untuk membeli sesuatu…tinggal anda arahkan …nah itu menjadi improvisasi andalah sehingga anak ini dapat menjadi melek financial sejak dini. Ini penting lo…untuk mereka…berikan mereka kail, ajarkan mereka memancing, jangan kasih ikannya melulu…..okay?