Posts Tagged ‘masalah keuangan keluarga’

Seperti yang telah saya katakana dalam artikel perencanaan keuangan sebelumnya, bahwa kita sebagai sebuah keluarga tidak berbeda dengan sebuah perusahaan dimana uang adalah bahan bakar untuk menjalankan roda kehidupan di dunia ini.  Maaf saya tidak mengajarkan pola hidup duniawi atau kedagingan, yang seringkali terkesan materialistis. Kita tidak bisa pungkiri bahwa memang kita membutuhkan uang untuk hidup layak di dunia ini. Memang betul ada orang yang selalu berkata uang bukanlah segala galanya, karena kehidupan yang sesungguhnya adalah kehidupan di Akhirat nanti. Saya tidak menolak pernyataan itu karena memang tujuan akhir dari kehidupan kita adalah bersatu dengan Allah Pencipta kita. Karena menurut saya yang dimaksudkan adalah jangan sampai harta membutakan mata hati kita sehingga kita menjadi kejam dan licik. Jadi harta itu baik adanya sejauh digunakan untuk kebaikan bukan hanya sekedar kesenangan belaka. Oleh karena itu  bukan artinya terus, kita berhenti dan menjadi alasan untuk tidak berusaha karena takut salah langkah , karena hidup kita ini bukanlah menunggu waktu , melainkan memanfaatkan waktu untuk membuat kehidupan menjadi lebih baik dan perlu dicatat waktu tidak akan pernah menunggu anda. Setiap menit yang terlewatkan hanyalah akan menjadi masa lalu. Apabila anda sungguh-sungguh mencintai keluarga anda  dan menerima tanggung jawab yang telah dipercayakan kepada anda, maka anda wajib untuk memperhatikan yang namanya Cash Flow  keluarga ini.  

 

Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan

Nah gimana sih caranya untuk bisa melihat atau bercermin mengenai keadaan keuangan keluarga anda, maka anda haruslah membuat Laporan Neraca dan Rugi Laba Keluarga dan mulailah melakukan analisa laporan keuangan keluarga anda.Sebelum memulai saya mau bertanya dulu “Apa anda tahu berapa pengeluaran anda perbulan, untuk apa, berapa pengeluaran per jenis transaksinya, mana yang menurut anda pengeluaran tetap, mana yang pengeluaran tidak tetap, mana yang merupakan konsumsi , mana yang merupakan investasi”. Bila anda bisa menjawab pertanyaan saya itu maka anda sudah dapat memulai membuat laporan Rugi Laba atau Menghitung Net Cash Flow dari keuangan keluarga anda. Coba jumlahkan semua pengeluaran anda, hayo anda Surplus atau Defisit terhadap pendapatan keluarga anda. Kebanyakan dari kita tidak mengontrol yang namanya pengeluaran atau Cash Out ini, apalagi kalo kartu kredit kita makin banyak….weleh weleh…digesek aja…sampai sampai saya pernah dengan yel yel…Shop Till You Drop….waduuh…kita mau disuruh bangkrut kali.  Akhirnya apa yang terjadi yah gaji kita Cuma untuk bayarin kartu kredit aja deh…gali lobang tutup lobang…gali lagi buat yang bulan ini dan seterusnya…boro boro mikir nabung deh…ini dia yang disebut seperti Hamster yang berlari lari di atas roda. Apa kita tidak capai dengan pola dan gaya hidup seperti ini? 

Belajarlah untuk berpikir kritis dalam hal pengeluaran uang, dengan mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:

 

  1. Apa barang yang saya beli ini memang barang yang sungguh-sungguh saya butuhkan?
  2. Apa ini Kebutuhan atau Keinginan?
  3. Apa ada alternative lain untuk barang yang kita butuhkan tersebut dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang baik
  4. Apa pembelian tersebut bisa ditunda beberapa saat?

Singkat kata kalo bisa tidak beli yah tidak usah beli…he..he…bukannya jadi pelit lo tapi jadi bijak dan pintar mana yang perlu dan mana yang tidak perlu. Cobalah dengan hidup yang sederhana sehingga anda akan lebih mudah mengatur keuangan keluarga anda.

Buatlah analisa terhadap pengeluaran anda tersebut dan tetapkan strategi keuangan selanjutnya dengan melihat :

 

  1. Skala Prioritas => mana pengeluaran  yang prioritas dan mana yang tidak , lalu yang tidak prioritas tersebut mulai dianalisa yang tidak perlu segera eliminasi tanpa pandang bulu.
  2. Persentase pengeluaran => berapa besar pengeluaran  tiap jenis transaksi terhadap total pengeluaran anda, urutkan dari yang paling besar sampai yang paling kecil. Pelajari kenapa pengeluaran anda bisa besar, apa memang naturenya perlu besar, kalo kebesaran yah harus dikecilkan terutama yang berhubungan dengan konsumsi.
  3. Buat analisa berapa uang yang anda gunakan untuk konsumsi, berapa uang yang digunakan untuk investasi, berapa uang yang digunakan untuk membayar kewajiban anda?
  4. Pelajari pola belanja anda , apa anda belanja dengan kartu kredit, atau dengan cash, apa anda belanja dengan menggunakan daftar belanja atau tidak,dimana anda berbelanja,  apa tertarik kepada diskon-diskon  yang belum tentu barang tesebut anda butuhkan.

Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pengeluaran anda adalah merupakan pengeluaran yang pintar dan bijak yaitu belanja hanya untuk kebutuhan yang sungguh sungguh harus dikeluarkan, serta pastikan terlebih dahulu anda memotong minimal 10% dari penghasilan anda untuk anda sisihkan demi masa depan keluarga. Jangan sampai anda besar pasak dari pada tiang, yang akhirnya anda deficit dan pusing sendiri. Simpan dan investasikan  uang anda dengan bijaksana buat kebutuhan masa mendatang, jangan diboroskan untuk memenuhi gaya hidup komsuntif masa kini. Strategi untuk membentuk net cash flow yang besar adalah meningkatkan penghasilan sebesar mungkin  dan menekan pengeluaran sekecil mungkin dan selanjutnya gunakan surplus atau net cash flow tersebut untuk investasi tambahan dan atau memenuhi kebutuhan keuangan jangka panjang dan perlindungan keluarga serta menambah dana cadangan darurat anda bila masih belum tercukupi.  Jika kalo diperlukan anda perlu melakukan perubahan radikal dalam pola pengeluaran atau berbelanja anda sehingga menjadi lebih sehat dan menghasilkan profit instant buat keluarga anda. Baca juga artikel Perencanaan Keuangan  tentang “Masalah Perencanaan Keuangan keluarga|Mengatur dan Mengelola Keuangan Keluarga” .

Topik berikutnya kita akan membahas masalah Neraca Keuangan Keluarga diman anda akan dapat melihat seberapa kayakah anda sekarang?

Masalah perencanaan keuangan keluarga memang telah menjadi topik yang hangat dewasa ini, karena semakin banyak orang yang mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya perencanaan keuangan keluarga itu. Lalu bagaimana caranya supaya perencanaan keuangan itu benar-benar menjadi kenyataan?

 

Ternyata masalahnya adalah di diri kita sendiri. Bermacam-macam tipe manusia di dunia ini karena ternyata semua orang memang punya impian dan ingin hidup yang nyaman dan enak , lalu punya segudang ide dan cita-cita, tapi seberapa banyak dari mereka yang benar-benar mau merealisasikan ide-ide dan cita-citanya itu atau impiannya supaya bisa hidup enak? Ingat semua ada harga yang harus dibayar, janganlah kita maunya cepat aja yah karena merealisasikan impian anda perlu keseriusan dan komitmen yang tinggi. Jelas yang paling sulit adalah bukan membuat rencana, melainkan bagaimana menjalankan rencana itu sendiri sehingga tujuan kita tercapai.

Perencanaan Keuangan
Perencanaan Keuangan

Menurut saya ,  bagaimana membuat perencanaan keuangan menjadi suatu pertanyaan yang jawabannya bisa anda pelajari atau kalaupun anda tidak mempunyai waktu untuk mempelajari dan membuat sendiri, anda dapat meminta tolong konsultan perencana keuangan untuk membuatkannya untuk anda. Namun setelah itu Apa? Itu hanyalah sebuah guideline atau petunjuk atau  suatu rencana terintegrasi yang menyeluruh mengenai suatu perencanaan keuangan keluarga anda, dan belum berarti apa-apa selain hanya sebuah buku report. Pertanyaannya setelah itu Apa?

 

Demi suksesnya perencanaan keuangan anda, maka mentalitas diri yang harus dijaga, jangan sampai orang menyebut anda  NAPO alias No Action Plan Only….he..he….Oleh karena itu ada perlu memiliki 3 sikap mental yang utama yaitu : 1) Disiplin      2)Disiplin        3) Disiplin.    Karena ternyata untuk menjadi disiplin itu tidaklah mudah karena untuk disiplin seseorang harus merubah gaya hidupnya yang lama dan itu seringkali tidak mudah. Padahal Disiplin itu adalah bukti nyata realisasi sebuah Komitmen. Contohnya orang yang ingin menurunkan kolestrol dalam darahnya, harus  merubah pola makannya dan gaya hidupnya yang kurang sehat, bisakah dia disiplin mengurangi makanan berlemak seperti seafood, daging-dagingan dan lebih banyak makan sayur dan fiber. Kalo dia disiplin yah pasti bisa dan saya pernah menjalankan pola makan ini ketika kolestrol saya tinggi. Kuncinya Cuma “Disiplin”. Demikian juga seorang Binaraga yang selalu disiplin dengan jadwal latihan dan pola makanannya. Sehingga seringkali kita mendengar Pepatah seperti ini “You What You Eat” atau yang mirip seperti itu dimana  jelas Hukum Menabur dan Menuai menjadi hukum alam yang digunakan. Ini tidak berbeda lo dalam berbagai hal…anda perlu mengakumulasi keberhasilan anda dari waktu ke waktu supaya anda dapat melakukan lompatan keberhasilan berikutnya.  Tidaklah mungkin kalo orang yang hidupnya boros, tidak melakukan skala prioritas, tidak pernah menabung dan investasi, dan tidak punya perencanaan keuangan yang jelas eh bahkan juga tidak menjalankan perencanan keuangan sama sekali , mau hidup lebih enak dan nyaman di masa depan. Oleh karena itu biasakan diri dengan gaya hidup sederhana supaya anda tahan menghadapi kerasnya kehidupan masa mendatang.

 

Ingat Tuhan hanya mmberkati orang yang sungguh sungguh mau diberkati, bukan orang yang ogah-ogahan, bagaimana mungkin sawah akan menghasilkan padi, kalo Bapak Petani tidak rajin mencangkuli, membajaknya dan merawatnya dari waktu ke waktu sampai musin panen tiba.   Demikian juga kehidupan harus dirawat, kita jalankan tugas dan tanggungjawab kita dan Allah Sang Pencipta pasti akan melihat keseriusan kita dan berkatnya pasti akan turun atas kita. Semoga Demikian.

 

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Mengelola dan Mengatur Keuangan Keluarga

Memang seringkali banyak kasus keuangan seputar perencanaan keuangan keluarga , seperti inilah pertanyaannya : saya tahu bahwa mengelola dan mengatur keuangan keluarga adalah sangat penting demi tercapainya tujuan hidup keluarga, tetapi masalahnya begini lo…”Gaji saya udah pas-pasan dan tidak tersisa sedikitpun untuk ditabung, apalagi untuk investasi, gimana donk caranya supaya saya bisa mencapai tujuan atau rencana keluarga saya?” Wah ini pertanyaan yang kelihatannya simpel tapi membutuhkan jawaban yang kompleks.

Begini Bapak/Ibu, saya gak bisa sembarangan menjawab pertanyaan ini karena pertama, saya tidak tahu keadaan dan kondisi keuangan Bapak/Ibu, kedua saya tidak tahu pola pengeluaran Bapak/Ibu. Ini khusus untuk masalah Penerimaan VS Pengeluaran aja lo….ini diperlukan suatu analisa keuangan apakah memang penghasilannya yang terlalu minim untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup keluarga atau pola pengeluarannya yang salah. Singkat saja jawaban saya apabila setelah melalui proses analisa keuangan ternyata memang ternyata penerimaannya yang minim, maka anda dapat melakukan beberapa strategi yaitu pertama, mencari penghasilan tambahan buat ekonomi keluarga misalnya buka warung/toko di rumah,  UKM, kerja sampingan sesuai keahlian dan minat atau mencari pekerjaan yang lebih baik yang bisa memberikan penghasilan lebih untuk keluarga,  kedua dengan membuang atau mengganti sebagian jenis pengeluaran dengan substitusi yang lebih murah, misalnya pilih motor ketimbang mobil, pilih sekolah negeri ketimbang swasta, pilih obat generik ketimbang obat patent, berbelanja di pasar ketimbang di supermarket,dsb. Namun apabila pola pengeluaran keluarga yang salah, strateginya yang jelas adalah dengan memotong pengeluaran anda yang tidak perlu, cari yang lebih murah dan sisihkan terlebih dahulu buat tabungan sebesar 10% baru lakukan pengaturan belanja keluarga anda.

Terus terang, memang menjadi masalah kalo sebuah gelas tidak terisi air, karena tanpa air kita tidak bisa berbicara soal air sirop, lemon tea, es cendol, es campur, es rumput laut, karena semuanya memerlukan air. Demikian juga dengan perencanaan keuangan keluarga, jelas semuanya juga memerlukan penerimaan uang baik dari penghasilan bekerja ataupun dari aset yang menghasilkan uang agar bisa berjalannya proses perencanaan keuangan keluarga in demi pencapaian tujuan hidup keluarga.

Tidak beda juga dengan seorang petani, yang memerlukan sebidang tanah terlebih dahulu untuk memulai menggempurkan dan membajak sawahnya, sehingga sawah dapat berhasil ditanami dan dapat menghasilkan padi yang bisa dipanen. Selalu harus ada starting pointnya….kalo tidak kita bagaikan seorang nelayan yang memancing ikan tanpa umpan apapun….hhmm…hanya sebuah kail aja…..atau seoran serdadu yang pergi ke perang tanpa membawa senjata…..lalu dia bertanya bagaiman saya mengalahkan musuh….?

Singkat kata masalah Penerimaan VS Pengeluaran ini harus digali dalam proporsi yang benar dan jelas. Strateginya adalah tingkatkan penghasilan anda semaksimal mungkin melalui cara di atas dan tekan pengeluaran anda secara bijaksana dengan terlebih dahulu memotong 10% dari penghasilan anda untuk ditabung.  Mau tidak mau anda harus putar otak  dan kreatif untuk memperoleh penghasilan. Setelah itu lakukan pengeluaran dengan bijaksana.

Ini hanyalah satu aspek saja dari analisa keuangan keluarga anda, yang juga merupakan salah satu bagian dari seluruh proses perencanaan keuangan keluarga anda.  Semua akan kembali lagi kepada tujuan atau rencana keluarga  anda dari mulanya, dan saya melihat salah satu tujuan anda sesuai dengan masalah ini adalah ingin punya tabungan sehingga bisa melakukan investasi untuk masa depan keluarga, karena anda kuatir dengan masalah keuangan anda sekarang….hhmmm….jangan putus asa…pasti ada jalannya…..asalkan anda mau berusaha dengan sungguh-sungguh dan ulet serta melakukan manajemen keuangan keluarga dengan baik dan benar…

Terus terang keprihatinan mengenai masalah ini , jangan sampai membuat kita terlena dan menjadi alasan buat kita untuk tidak melakukan sesuatu…Do Something…. Saya yakin anda bisa……