Posts Tagged ‘nilai ekonomis’

Sebelum membahas lebih jauh mengenai kebutuhan Asuransi Jiwa, saya mau membahas terlebih dahulu mengenai definisi dari Asuransi Jiwa yaitu sebagai berikut:

 

Definisi Asuransi Jiwa menurut UU No. 2 Tahun 1992 berbunyi seperti ini:

“Asuransi jiwa adalah perjanjian, antara 2 (dua) pihak atau lebih dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang diasuransikan”

 

Sedangkan definisi Asuransi menurut Pasal 246 KUHP Republik Indonesia berbunyi seperti ini:  
  “Asuransi atau pertanggungan adalah suatu perjanjian, dengan mana seorang penanggung mengikatkan diri pada tertanggung dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu”.

 

Jadi dalam definisi ini jelas ada 4 unsur yang terlibat yaitu Pihak Tertanggung (insured), Pihak Penanggung (insurer), Suatu Peristiwa (Accidental/uncertainty), Kepentingan (Interest).

perencanaan-asuransi-jiwaJelas di sini asuransi jiwa berperan untuk kepentingan menjaga nilai ekonomis seseorang apabila terjadi musibah kematian, sehingga pihak yang ditinggalkan atau pewaris dapat melanjutkan kehidupan yang layak dengan  menerima sejumlah uang tertentu yang ada dalam perjanjian polis asuransi. Jadi sesuai dengan fungsi utamanya bahwa asuransi jiwa ini  digunakan untuk melakukan transfer resiko kematian ini kepada pihak penanggung (perusahaan asuransi) sehingga nilai ekonomis dari pihak tertanggung (yang diasuransikan) dapat terjaga.

Sekarang anda sudah dapat mengerti maksud dan tujuan dari pada perlindungan jiwa yang satu ini, jadi saya tidak perlu berlama-lama dan langsung saya jawab asuransi jiwa itu memang diperlukan untuk orang –orang yang masih dalam masa produktif yang memiliki nilai ekonomis atau penghasilan yang digunakan untuk menopang kehidupan keluarga. Apalagi jika anak anda masih kecil kecil, bagaimana masa depan mereka bila “Jemputan dari Atas” tiba-tiba datang. Karena kita tidak pernah tahu mengenai umur kehidupan kita, dan ini yang disebut sebagai suatu ketidakpastian waktu kematiannya walaupun kita sendiri semua sudah tahu bahwa sebenarnya kematian itu adalah kepastian buat semua orang tanpa kecuali.

Namun saya melihat suatu fenomena yang lucu karena kadangkala sebagian orang yang sudah punya investasi berlebih bahkan sudah punya passive income aja masih memandang asuransi jiwa ini sebagai suatu kebutuhan, namun ironisnya sebagian orang yang tidak punya banyak investasi atau passive income ada yang menilai asuransi ini tidak terlalu perlu karena mereka beranggapan uang mereka itu terbatas. Justru karena semua serba terbatas, kita semakin perlu perlindungan yang satu ini untuk mempertahankan nilai ekonomis satu-satunya itu sehingga keluarga kita terjaga kehidupan ekonominya apabila suatu kejadian yang tidak pasti waktunya itu terjadi. Bagaimanapun umunnya semakin mapan seseorang maka akan semakin menyadari pentingnya masalah ini. Percaya atau tidak, anda sendiri yang menilainya!

Berapa besar nilai pertanggungan asuransi jiwa yang anda butuhkan? Tunggu artikel berikutnya.

 

Perencana Keuangan & Investasi

Perencana Keuangan & Investasi

Perencanaan Keuangan Keluarga tidak bisa terlepas dengan yang namanya Investasi, karena Investasi adalah sarana untuk pencapaian suksesnya perencanaan keuangan keluarga itu sendiri.

Kita sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita untuk memulai menabung sejak dini sehingga kita dahulu dibelikan celengan tanah liat atau yang orang sering sebut pigggy bank alias celengan babi yang lucu dari tanah liat…he..he..yah tapi biasa kalo udah banyak biasanya kita pecahin lalu kadangkala kita belikan mainan pada waktu dahulu. Namun tidak jarang juga setelah banyak kita tabung ke tabungan kita. Saya ingat dahulu sebelum ada tabungan seperti Tahapan BCA atau yang lainnya, saya suka menabung di Tabanas dimana saya menyetorkannya di Kantor Pos. Yah kalo sekarang mah sudah ada di mana mana pokoknya asal kita ada kemauan untuk menabung pastilah bisa dan sangat mudah. Kebiasaan menabung inilah yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita sejak dini…..

Sekarang kita ketingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu Investasi karena investasi inilah yang akan memberikan hasil yang memadahi untuk kita realisasikan sesuai kebutuhan kita seperti kebutuhan dana pendidikan anak, kebutuhan dana pensiun kita sendiri.  Hendaknya investasi dilakukan secara disiplin setiap bulan sehingga anda akan memperoleh yang namanya Rupiah Cost Averaging kalo anda membeli instrumen investasi seperti reksadana secara berkala.  Investasi yang lebih simpel pun seperti halnya Deposito akan memberikan anda efek Compounding alias bunga berbunga, sehingga kelak 1+1 tidak sama dengan 2 tapi menjadi 2,3  dan seterusnya kira-kira  seperti itulah mudahnya untuk mengerti effect dari Compunding itu.

Investasi itu sendiri tidak hanya terbatas dalam bentuk instrumen keuangan seperti reksadana dan deposito di atas. Rumah, Tanah dan Ruko pun juga investasi yang baik apabila dapat memberikan nilai ekonomis seperti penghasilan sewa, penghasilan usaha, dan apresiasi nilai di masa depan. Namun ingat jangan melakukan leveraging dengan pembelian tersebut apabila anda tidak bisa menghasilan nilai ekonomis tambahan yang bisa menambah penghasilan untuk anda.  Perencanaan keuangan haruslah mengatur mengenai pinjaman ini supaya segera dapat dilunasi. Nah ini juga perlu keahlian khusus untuk melakukan pembelian seperti halnya real estate karena salah membeli akan berefek terhadap kemampuan anda memperoleh gain atau penghasilan dari investasi itu sendiri. Coba bayangkan kalo anda investasi di ruko udah nilai pasarnya naik terus tiap tahun misalnya 10% eh bahkan masih dapat uang sewa tiap tahun 10% lagi wah…berapa return anda…silahkan hitung sendiri

Pendidikan mengenai Menabung dan Berinvestasi ini haruslah dimulai sejak anak-anak sehingga anak-anak akan lebih menghargai uang dan belajar bijaksana dengan yang namanya uang.  Coba tanyakan pada anak anda yang 4 tahun, mau uang gak…pasti dia bilang mau…berarti dia mulai mengerti uang itu bisa digunakan untuk membeli sesuatu…tinggal anda arahkan …nah itu menjadi improvisasi andalah sehingga anak ini dapat menjadi melek financial sejak dini. Ini penting lo…untuk mereka…berikan mereka kail, ajarkan mereka memancing, jangan kasih ikannya melulu…..okay?