Posts Tagged ‘perencana keuangan’

Masalah perencanaan keuangan keluarga memang telah menjadi topik yang hangat dewasa ini, karena semakin banyak orang yang mulai bertanya-tanya apa sih sebenarnya perencanaan keuangan keluarga itu. Lalu bagaimana caranya supaya perencanaan keuangan itu benar-benar menjadi kenyataan?

 

Ternyata masalahnya adalah di diri kita sendiri. Bermacam-macam tipe manusia di dunia ini karena ternyata semua orang memang punya impian dan ingin hidup yang nyaman dan enak , lalu punya segudang ide dan cita-cita, tapi seberapa banyak dari mereka yang benar-benar mau merealisasikan ide-ide dan cita-citanya itu atau impiannya supaya bisa hidup enak? Ingat semua ada harga yang harus dibayar, janganlah kita maunya cepat aja yah karena merealisasikan impian anda perlu keseriusan dan komitmen yang tinggi. Jelas yang paling sulit adalah bukan membuat rencana, melainkan bagaimana menjalankan rencana itu sendiri sehingga tujuan kita tercapai.

Perencanaan Keuangan
Perencanaan Keuangan

Menurut saya ,  bagaimana membuat perencanaan keuangan menjadi suatu pertanyaan yang jawabannya bisa anda pelajari atau kalaupun anda tidak mempunyai waktu untuk mempelajari dan membuat sendiri, anda dapat meminta tolong konsultan perencana keuangan untuk membuatkannya untuk anda. Namun setelah itu Apa? Itu hanyalah sebuah guideline atau petunjuk atau  suatu rencana terintegrasi yang menyeluruh mengenai suatu perencanaan keuangan keluarga anda, dan belum berarti apa-apa selain hanya sebuah buku report. Pertanyaannya setelah itu Apa?

 

Demi suksesnya perencanaan keuangan anda, maka mentalitas diri yang harus dijaga, jangan sampai orang menyebut anda  NAPO alias No Action Plan Only….he..he….Oleh karena itu ada perlu memiliki 3 sikap mental yang utama yaitu : 1) Disiplin      2)Disiplin        3) Disiplin.    Karena ternyata untuk menjadi disiplin itu tidaklah mudah karena untuk disiplin seseorang harus merubah gaya hidupnya yang lama dan itu seringkali tidak mudah. Padahal Disiplin itu adalah bukti nyata realisasi sebuah Komitmen. Contohnya orang yang ingin menurunkan kolestrol dalam darahnya, harus  merubah pola makannya dan gaya hidupnya yang kurang sehat, bisakah dia disiplin mengurangi makanan berlemak seperti seafood, daging-dagingan dan lebih banyak makan sayur dan fiber. Kalo dia disiplin yah pasti bisa dan saya pernah menjalankan pola makan ini ketika kolestrol saya tinggi. Kuncinya Cuma “Disiplin”. Demikian juga seorang Binaraga yang selalu disiplin dengan jadwal latihan dan pola makanannya. Sehingga seringkali kita mendengar Pepatah seperti ini “You What You Eat” atau yang mirip seperti itu dimana  jelas Hukum Menabur dan Menuai menjadi hukum alam yang digunakan. Ini tidak berbeda lo dalam berbagai hal…anda perlu mengakumulasi keberhasilan anda dari waktu ke waktu supaya anda dapat melakukan lompatan keberhasilan berikutnya.  Tidaklah mungkin kalo orang yang hidupnya boros, tidak melakukan skala prioritas, tidak pernah menabung dan investasi, dan tidak punya perencanaan keuangan yang jelas eh bahkan juga tidak menjalankan perencanan keuangan sama sekali , mau hidup lebih enak dan nyaman di masa depan. Oleh karena itu biasakan diri dengan gaya hidup sederhana supaya anda tahan menghadapi kerasnya kehidupan masa mendatang.

 

Ingat Tuhan hanya mmberkati orang yang sungguh sungguh mau diberkati, bukan orang yang ogah-ogahan, bagaimana mungkin sawah akan menghasilkan padi, kalo Bapak Petani tidak rajin mencangkuli, membajaknya dan merawatnya dari waktu ke waktu sampai musin panen tiba.   Demikian juga kehidupan harus dirawat, kita jalankan tugas dan tanggungjawab kita dan Allah Sang Pencipta pasti akan melihat keseriusan kita dan berkatnya pasti akan turun atas kita. Semoga Demikian.

 

Perencana Keuangan & Reksadana

Perencana Keuangan & Reksadana

Banyak orang yang bertanya investasi apa sih yang bagus? Sebenarnya pertanyaannya haruslah investasi apa sih yang tepat untuk saya? Karena bagus itu relatif lo…dalam jangka pendek atau jangka panjang, dan untuk Siapa? dan untuk tujuan apa? Mungkin investasi reksadana saham tepat  misalkan untuk Mas Andi yang berani dan agressif  lalu ingin untuk  memperoleh return yang optimal dalam waktu 20 tahun ke depan. Tapi reksadana saham tidak tepat untuk Pak Ali yang maunya yang safe safe aja deh, takut gak bisa tidur, takut turun ah nilainya dan mau menjaga uangnya yang sudah terkumpul untuk pensiun 3 tahun lagi. Seperti kita ketahui investasi saham  mempunyai kemungkinan yang besar untuk mengalami penurunan harga atau fluktuasi harga, jadi instrumen investasi ini sangatlah bertentangan dengan profile resiko dari Pak Ali.

Jadi suatu investasi itu tepat untuk orang yang tepat, untuk tujuan yang tepat dan dalam jangka waktu yang tepat. Tentu di sini …berlaku Hukum High Risk High Return atau Low Risk Low Return , yah kalo memang berani dengan resiko atau risk taker yah tentu ada kemungkinan bisa dapat return yang besar walaupun resikonya juga besar.  Sedangkan penghindar resiko atau risk averse yah paling paling dapat return yang rendah yah sesuai juga dengan resikonya yang lebih rendah. Jadi semua akan kembali kepada Siapa Kamu , what is your risk profile?  Untuk Tujuan Apa Investasimu What is Your Plan? When?

Yah..yah….Masing-masing dari kita punya takeran sendiri-sendiri , mungkin segelas air putih sudah cukup buat menghilangkan haus Pak Ali, tapi buat Mas Andi tidak cukup segelas air putih tapi harus pakai sirop dan es batu serta dikasih jeruk peras baru hausnya hilang……

Perencana Keuangan akan membantu anda supaya anda tidak salah jalan dalam menentukan investasi yang tepat untuk anda dalam mencapai tujuan hidup di masa depan.

Perencana Keuangan selalu menekankan bahwa Nilai waktu dari Uang atau Time Value of Money sangatlah penting dalam perencanaan keuangan keluarga dan turut mempengaruhi keberhasilan pencapaian tujuan hidup keluarga

Nilai Waktu dari Uang

Nilai Waktu dari Uang

Lalu apa sih sebenarnya Nilai waktu dari Uang? Ilustrasinya adalah begini kalo kita punya uang sekarang sebesar Rp. 100 juta , maka apabila uang ini kita masukkan ke dalam investasi yang memberikan asumsi return sebesar 12% per tahun(asumsi nett)  maka dalam waktu 1 tahun jumlah uang kita akan menjadi Rp.112 juta  , demikian pula dalam waktu 2 tahun akan menjadi Rp 125,44 juta, dalam waktu 3 tahun menjadi Rp.  140,49  juta dan seterus nya kalo sampai 20 tahun menjadi Rp. 964,63 juta dan seterusnya seterusnya. Jadi semakin cepat kita melakukan investasi  maka semakin banyak uang yang akan kita kumpulkan di masa yang akan datang.  Nah itu asumsinya kalo cuma lumpsum uang yang Rp. 100 juta tadi , bagaimana kalo kita juga terus melakukan investasi tiap bulan Rp.  3 juta selain uang Rp. 100 juta tadi  yang kita investasikan selama 20 tahun berapa uang atau nilai investasi  kita sampai akhir tahun ke 20 yaitu menjadi Rp. 3.932,40 juta. Wow….besar juga yah…..nah besar atau kecil memang relatif tapi lihatkan uangnya beranak pinak …nah itulah effect yang disebabkan oleh nilai waktu dari uang.

Lalu kegunaannya apa dong untuk perencanaan keuangan keluarga, kegunaannya adalah untuk memudahkan perencanaan keuangan itu sendiri sehingga perencanaan keuangan dapat dilakukan. Tanpa asumsi return atau opportunity cost maka teknik penghitungan nilai waktu dari uang yang dipakai dalam perencanaan keuangan tidak dapat dilakukan.  Sekarang kita kembali kepada contoh diatas dimana pada contoh yang terakhir uang atau nilai investasi menjadi Rp. 3.932,40 juta dalam waktu 20 tahun dengan asumsi return 12% per tahun. Nah sekarang tinggal dibalik aja kalo anda ingin nilai investasi anda menjadi Rp. 6 Milyar dalam 20 tahun, berapa tambahan investasi yang harus dilakukan tiap bulan dengan asumsi return yang sama? Mudah bukan, tinggal dibalik aja kan…? tapi tunggu dulu…itu semua asumsi lo…kenyataannya perencanaan keuangan asumsinya lebih kompleks dari itu karena ada hal lain  yang harus diperhatikan seperti  tingkat Inflasi yang menurunkan daya beli dari uang dan hal-hal lainnya yang kembali lagi juga dikaitkan dengan tujuan hidup keluarga. Bila dikombinasikan dengan asumsi-asumsil lainnya maka Time Value of Money ini akan bekerja lebih efektif dalam membantu perencanaan keuangan anda.  What is your plan? Time Value of Money will make your plan possible.

Tujuan Hidup Keluarga

Tujuan Hidup Keluarga

Berbicara mengenai tujuan hidup dalam perencanaan keuangan keluarga tidaklah semudah mengatakannya begitu saja, karena belum tentu apa yang kita katakan adalah yang tujuan prioritas untuk kehidupan keluarga kita. Dalam hal ini, perencana keuangan keluarga akan membantu/menfasilitasi anda untuk dapat mengenali apa sih yang benar-benar urgent, prioritas kebutuhan anda baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang yang akan menjadi Tujuan perencanaan keuangan anda.

Tidak bisa dipungkiri bahwa semua orang ingin hidup senang, bisa beli ini itu , bisa jalan-jalan sana sini, yah sih itu adalah hal yang wajar.  Namun Apa itu semua tujuan hidup yang prioritas buat anda? Hati-hati jangan terjebak dalam membedakan yang benar-benar kebutuhan dan yang mana yang hanya sekedar keinginan. Yah …yah betul…keinginan seperti berjalan-jalan ke Paris…itu juga bisa jadi tujuan anda dalam perencanaan keuangan anda…tapi apa itu yang prioritas? Keinginan yang hanya menyenangkan sesaat lebih baik disingkirkan dahulu, ketika anda memikirkan apa yang sebenarnya menjadi tujuan hidup anda yang prioritas.

Sebagai gambaran aja deh, biasanya kalo buat orang pada umumnya seperti para keluarga muda, yang prioritas itu adalah seperti kebutuhan membeli rumah, kebutuhan menyiapkan  pendidikan anak, lalu  lebih bagus lagi kalo anda sudah mempersiapkan kebutuhan akan dana pensiun anda.  Namun umumnya dalam hal mempersiapkan   dana ini memerlukan suatu perjalanan waktu  yang tentu makin bagus kalo dipersiapkan lebih awal. Karena dalam perjalanan waktu itulah banyak sekali kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Oleh karena itupun maka dalam ilmu perencanaan keuangan keluarga , anda harus memperkecil atau menghilangkan resiko-resiko tersebut dengan transfer of risk atau mentransfer resiko-resiko ini melalui suatu perlindungan Asuransi.   Jangan sampai anda bagaikan seorang penumpang yang naik kapal Cruise yang tidak punya kapal sekoci dan tidak punya pelampung, wah…wah…bahaya lo……Ilustrasi yang tepat adalah sedia Payung sebelum Hujan…jangan sampai kehujanan dululah…entar basah kuyup deh..he..he…Yah itu hanya sebagian contoh tujuan prioritas.

Namun tujuan hidup setiap orang yah berbeda beda tergantung dari keadaan masing-masing, jadi prioritas itu bisa saja berbeda-beda. Ingat yah kalo bikin prioritas yang benar….yang penting bangun fondasi dan struktur rumahnya dulu dan lakukan finishingnya dengan rapi, jangan beli perabotannya dulu….ggggeerrrr………..yah seperti  Jargon Susu Dancow kesukaan saya…”Ini Dulu Baru Itu”….begitulah kira-kira seharusnya kita melakukan skala prioritas dalam tujuan hidup kita.

perencana-keuangan-apa-tujuan-hidupmuPerencanan Keuangan adalah suatu proses yang terintegrasi dalam rangka mencapai tujuan hidup seseorang melalui pengelolaan keuangan yang baik.  Namun di sisi lain seringkali kita terlambat atau kurang peka untuk mengenali apa sih sebenarnya tujuan hidup kita yang utama di dalam memenuhi kebutuhan keluarga pada masa-masa mendatang? Jadi sama saja dengan seorang pengemudi mobil yang tidak tahu arah ke mana dia mau pergi…maka apa yang terjadi dia hanya berputar-putar saja sampai bensinnya habis. Harusnya kalo pengemudi ini bijak maka sebelum dia pergi dia sudah tahu kemana dia mau pergi, arah petanya ke mana, perlu waktu berapa lama, bensinnya cukup atau tidak, kalo tidak cukup maka harus isi bensin dulu, sehingga akhirnya pengemudi ini dapat berhasil sampai tujuannya dengan selamat.

Seperti halnya juga dalam perusahaan, seorang pemimpin haruslah mempunyai Visi dan Misi serta Objektif atau Tujuan yang jelas karena hal inilah yang akan mengarahkan kemana perusahaan itu akan melangkah.  Anda sebagai seorang pribadi atau sebagai kepala rumah tangga juga sama dan tidak berbeda dalam hal ini. Maka kita sebut saja  You Corporation alias Kamu sendiri sebenarnya adalah sebuah korporasi,  maka dari itu seorang Perencana Keuangan sangat menekankan pentingnya dibuat Neraca Keuangan Keluarga dan Arus Kas Keluarga.  Sehingga anda akan tahu segala kebaikan dan keburukan anda dalam mengelola keuangan keluarga anda.

Semakin anda mempelajari laporan keuangan pribadi anda , maka anda akan makin menyadari bahwa masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki. Yah syukur sih kalo ternyata udah banyak kelebihan-kelebihannya…he..he…

Jadi harus jelas apa tujuan hidupmu , pelajari seluruh kondisi keuanganmu melalui laporan keuangan pribadi baru deh bisa mengerti langkah-langkah atau strategi-strategi selanjutnya harus gimana supaya tujuan hidup tersebut terpenuhi.  Jangan biarkan diri kita berada dalam resiko yang seharusnya bisa kita amankan melalui perencanaan keuangan keluarga yang baik.  Selamat Mencoba!

Perencana Keuangan Dana Pensiun

Perencana Keuangan Dana Pensiun

Banyak orang kurang menyadari 2 resiko utama yang dihadapi oleh setiap orang dalam pola pikir perencanaan keuangan keluarga. Padahal banyak contoh yang sudah kita lihat di dalam masyarakat ketika seorang suami meninggal dunia, si istri tidak punya kemampuan untuk mempertahankan kehidupan ekonominya karena penunjang ekonomi keluarga hanyalah Sang Suami. Lebih kompleks lagi cerita seorang anak laki-laki dari keluarga kaya, kita sebut aja si Bob, karena merasa sebagai anak bos maka ketika Bob menikah dan mempunyai istri dan 3 orang anak, maka Bob tidak pernah berpikiran untuk melakukan proteksi keuangan keluarga, karena menurut Bob dia punya ayah yang kaya raya. Lalu apa yang terjadi di umur perkawinannya yang ke 10 tiba-tiba ayahnya yang kaya raya itu bangkrut dan Bob tidak bisa menerima kenyataan itu dan tiba-tiba Bob mendadak sakit dan meninggal…tragis bukan…yah itu sekedar ilustrasi aja. Singkat kata bagaimanapun kita memerlukan proteksi atau perlindungan atau asuransi jiwa untuk melindungi nilai ekonomis yang dimiliki oleh seorang kepala rumah tangga yang memberi nafkah kepada keluarga. Ini yang disebut sebagai Resiko Mati Terlalu Cepat.

Lain cerita lagi, ketika seorang kepala rumah tangga, kita sebut aja Pak Abdul, kurang memperhatikan kebutuhan dana hari tuanya karena merasa nyaman dengan keadaan ekonominya sekarang ketika Dia masih bisa menghasilkan penghasilan atau nilai ekonomis dari pekerjaannya. Namun apa yang terjadi ketika Pak Abdul ini pensiun keadaan ekonominya makin lama makin sulit terutama pada saat masa tuanya kehidupan ekonominya sungguh sungguh tak menentu karena ternyata uang pensiun yang diterimanya hanya cukup membiayai hidupnya sampai 5 tahun sesudah masa pensiunnya. Hidupnya menjadi sangat bergantung pada anak-anaknya yang juga menghadapi beban ekonomi yang berat pada masa itu. Maaf yah..boro-boro Ayah bisa tinggalkan harta warisan….yah untuk hidup Ayah sendiri aja juga sudah sangat sulit.  Mengerti gak Nak? … Jelas di sini terlihat ada Resiko yang kedua yaitu Resiko Hidup terlalu lama.  . Yah memang seakan-akan serba salah yah hidup terlalu cepat salah , hidup terlalu lama juga salah. Tapi semua itu bisa dikurangi efek sampingnya apabila kita mempersiapkan sejak dini dengan perencanaan keuangan keluarga yang baik. Bila perlu anda dapat menghubungi perencana keuangan yang dapat membantu anda untuk mempersiapkannya.

Perencana Keuangan & Analisa Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan & Analisa Keuangan Keluarga

Perencana Keuangan seringkali menghadapi pertanyaan seputar penghasilan dan pengeluaran. Banyak di antara kita yang tanpa sadar telah masuk ke dalam jerat bola salju dimana semakin cepat penghasilan kita bertambah semakin cepat juga pengeluaran kita bertambah. Yah tidak bedanya cerita tentang hamster yang berlari lari di roda putarnya dan terkurung dalam sangkarnya. Ibarat kata sangkar itu adalah pola kehidupan kita atau sebut saja gaya hidup yang telah membentuk kita sehingga kita seakan akan tidak bisa keluar dari posisi kita yang telah terbentuk. Kita terus berlari-lari dan ini berlanjut terus yaitu semakin tinggi penghasilan kita semakin besar pengeluaran kita. Bahayanya kalo kedua hal ini menjadi berkorelasi 1 atau bahkan lebih dari 1. Wah ini bahaya donk….Bayangkan apa yang terjadi kalo korelasi itu menjadi lebih dari 1. Penghasilan naik 10%, pengeluaran naik 20% atau bahkan naik 30%…sisanya dibiayai dengan hutang kredit card. Akhirnya tiap bulan kita kerja cuma untuk melunasi kredit card.   Singkat kata begini aja deh..dari kenaikan harga akibat inflasi aja sudah berat, jangan menambah pengeluaran yang seharusnya bisa ditekan.  Gaya hidup yang wajar saja, kalo toh belum bisa beli HP yang mahal tidak usah dipaksakan, toh semua hp sama fungsi utamanya yaitu untuk berkomunikasi dan terima dan mengirim SMS…betul gak?

Apabila kita tidak keluar dari jerat masalah ini, kita menyadari kelak bahwa kita bekerja sekian tahun lamanya, tapi tidak punya apa-apa karena memang kita terus berlari seperti hamster di atas. Oleh karena itu cobalah kawan, analisa pengeluaran anda tiap bulan, lihat mana yang prioritas dan mana yang tidak. Mantapkan diri anda untuk menabung dan berinvestasi tiap bulan terlebih dahulu. Yah kalo bisa 20% dari penghasilan yah syukur kalo cuma 10% yah Amien.

Pesan saya jangan gunakan kredit card kalo tidak perlu, dan jangan punya kredit card banyak-banyak, terutama kalo anda tidak mampu mengontrol keinginan anda. Gunakan secara bijaksana dan untuk kebutuhan yang wajar dan batasi untuk keinginan atau kesenangan yang berlebihan. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan kredit card, yang salah adalah pola pikir dan gaya hidup kita. Kita menganggap kredit card seperti uang cash kita padahal uang cashnya kagak ada….jadilah anda berhutang….

Perencana Keuangan & Investasi

Perencana Keuangan & Investasi

Perencanaan Keuangan Keluarga tidak bisa terlepas dengan yang namanya Investasi, karena Investasi adalah sarana untuk pencapaian suksesnya perencanaan keuangan keluarga itu sendiri.

Kita sebenarnya sudah diajarkan oleh orang tua kita untuk memulai menabung sejak dini sehingga kita dahulu dibelikan celengan tanah liat atau yang orang sering sebut pigggy bank alias celengan babi yang lucu dari tanah liat…he..he..yah tapi biasa kalo udah banyak biasanya kita pecahin lalu kadangkala kita belikan mainan pada waktu dahulu. Namun tidak jarang juga setelah banyak kita tabung ke tabungan kita. Saya ingat dahulu sebelum ada tabungan seperti Tahapan BCA atau yang lainnya, saya suka menabung di Tabanas dimana saya menyetorkannya di Kantor Pos. Yah kalo sekarang mah sudah ada di mana mana pokoknya asal kita ada kemauan untuk menabung pastilah bisa dan sangat mudah. Kebiasaan menabung inilah yang harus kita ajarkan pada anak-anak kita sejak dini…..

Sekarang kita ketingkatan yang lebih tinggi lagi yaitu Investasi karena investasi inilah yang akan memberikan hasil yang memadahi untuk kita realisasikan sesuai kebutuhan kita seperti kebutuhan dana pendidikan anak, kebutuhan dana pensiun kita sendiri.  Hendaknya investasi dilakukan secara disiplin setiap bulan sehingga anda akan memperoleh yang namanya Rupiah Cost Averaging kalo anda membeli instrumen investasi seperti reksadana secara berkala.  Investasi yang lebih simpel pun seperti halnya Deposito akan memberikan anda efek Compounding alias bunga berbunga, sehingga kelak 1+1 tidak sama dengan 2 tapi menjadi 2,3  dan seterusnya kira-kira  seperti itulah mudahnya untuk mengerti effect dari Compunding itu.

Investasi itu sendiri tidak hanya terbatas dalam bentuk instrumen keuangan seperti reksadana dan deposito di atas. Rumah, Tanah dan Ruko pun juga investasi yang baik apabila dapat memberikan nilai ekonomis seperti penghasilan sewa, penghasilan usaha, dan apresiasi nilai di masa depan. Namun ingat jangan melakukan leveraging dengan pembelian tersebut apabila anda tidak bisa menghasilan nilai ekonomis tambahan yang bisa menambah penghasilan untuk anda.  Perencanaan keuangan haruslah mengatur mengenai pinjaman ini supaya segera dapat dilunasi. Nah ini juga perlu keahlian khusus untuk melakukan pembelian seperti halnya real estate karena salah membeli akan berefek terhadap kemampuan anda memperoleh gain atau penghasilan dari investasi itu sendiri. Coba bayangkan kalo anda investasi di ruko udah nilai pasarnya naik terus tiap tahun misalnya 10% eh bahkan masih dapat uang sewa tiap tahun 10% lagi wah…berapa return anda…silahkan hitung sendiri

Pendidikan mengenai Menabung dan Berinvestasi ini haruslah dimulai sejak anak-anak sehingga anak-anak akan lebih menghargai uang dan belajar bijaksana dengan yang namanya uang.  Coba tanyakan pada anak anda yang 4 tahun, mau uang gak…pasti dia bilang mau…berarti dia mulai mengerti uang itu bisa digunakan untuk membeli sesuatu…tinggal anda arahkan …nah itu menjadi improvisasi andalah sehingga anak ini dapat menjadi melek financial sejak dini. Ini penting lo…untuk mereka…berikan mereka kail, ajarkan mereka memancing, jangan kasih ikannya melulu…..okay?

Perencana Keuangan & Pola Hidup

Perencana Keuangan & Pola Hidup

Perencanaan Keuangan Keluarga sangatlah penting untuk mulai dilakukan sejak awal, bahkan ketika anda masih jomblo alias belum punya pasangan anda bisa mulai menyiapkan diri anda guna memasuki gerbang kehidupan lanjutan dalam rumah tangga nantinya..  Jadi janganlah sungkan-sungkan untuk mengambil asuransi jiwa atau sekedar membeli unit link untuk mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga nantinya. Bila anda memulainya lebih awal segala sesuatunya akan menjadi lebih murah dan investasi akan menjadi lebih maksimal.  Namun bukan berarti orang jomblo atau tidak kawin itu tidak perlu perencanan keuangan lo…itu salah karena anda karena anda tetap harus tanggung jawab mengenai hal perencanaan ini  untuk diri anda sendiri nantinya ketika pensiun.

sangatlah penting untuk mulai dilakukan sejak awal, bahkan ketika anda masih jomblo alias belum punya pasangan anda bisa mulai menyiapkan diri anda guna memasuki gerbang kehidupan lanjutan dalam rumah tangga nantinya..  Jadi janganlah sungkan-sungkan untuk mengambil asuransi jiwa atau sekedar membeli unit link untuk mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga nantinya. Bila anda memulainya lebih awal segala sesuatunya akan menjadi lebih murah dan investasi akan menjadi lebih maksimal.  Namun bukan berarti orang jomblo atau tidak kawin itu tidak perlu perencanan keuangan lo…itu salah karena anda karena anda tetap harus tanggung jawab mengenai hal perencanaan ini  untuk diri anda sendiri nantinya ketika pensiun.

sangatlah penting untuk mulai dilakukan sejak awal, bahkan ketika anda masih jomblo alias belum punya pasangan anda bisa mulai menyiapkan diri anda guna memasuki gerbang kehidupan lanjutan dalam rumah tangga nantinya..  Jadi janganlah sungkan-sungkan untuk mengambil asuransi jiwa atau sekedar membeli unit link untuk mempersiapkan perlindungan keuangan keluarga nantinya. Bila anda memulainya lebih awal segala sesuatunya akan menjadi lebih murah dan investasi akan menjadi lebih maksimal.  Namun bukan berarti orang jomblo atau tidak kawin itu tidak perlu perencanan keuangan lo…itu salah karena anda karena anda tetap harus tanggung jawab mengenai hal perencanaan ini  untuk diri anda sendiri nantinya ketika pensiun.

Singkat kata Perencanaan Keuangan Keluarga merupakan hal yang sangat penting guna menjamin kehidupan keluarga dan masa depan anak serta masa pensiun kita. Perencana Keuangan atau Financial Planner yang profesional akan membantu dalam merencanakan keuangan keluarga guna memenuhi tuntutan kebutuhan keuangan yang cepat atau lambat akan menghampiri kita. Berapa banyak dari kita yang sudah melek mengenai masalah ini, bukankah kehidupan modern lebih mengajari kita untuk melakukan pengeluaran yang seringkali tidak terlalu diperlukan terutama dengan semakin mudahnya orang memperoleh kredit card yah kalau orang tersebut tidak bijak maka otomatis akan besar pasak dari pada tiang alias belanja dulu bayarnya hutang dan cicil tiap bulan. Okay kalau pembelian ini memang diperlukan tapi kalau tidak maka ini akan menjadi liabilites anda yang tentu merugikan. Oleh karena itu kita harus selektif dalam melakukan pengeluaran uang atau menggunakan kredit card yang sifatnya konsumtif. Coba analisa pengeluaran anda dan tanyakan berapa besar uang yang sudah saya boroskan untuk hal-hal yang tidak perlu tiap bulannya? Atau cari cara lain untuk memperkecil pengeluaran anda tiap bulannya walaupun hal ini memang perlu dikeluarkan.

 

Sekarang pertanyaan adalah berapa banyak sih dari kita yang sudah mempersiapkan masa depan anaknya dengan rencana dana pendidikan yang matang? Berapa banyak sih yang telah sungguh sungguh mempersiapkan keuangan hari tuanya alias masa pensiun nanti. Berapa banyak yang punya dana darurat kalau sampai ada apa apa dengan kita? Bagaimana kalau sampai ada apa apa dengan kita, siapa yang akan membiayai kehidupan istri dan anak-anak kita? Percayalah semuanya memerlukan suatu perencanaan keuangan keluarga yang matang. Betul pernyataan yang mengatakan bahwa “Pola Makan kita sekarang menentukan kesehatan kita di masa tua nanti , demikian juga pola dan gaya hidup keuangan kita sekarang juga menentukan pola keuangan hari tua kita”. Oleh karena itu mulailah dari sekarang dan jangan tunda lagi. Ingat biaya hidup yang tinggi di masa mendatang sudah jelas ada di depan mata, sekarang masalahnya gimana caranya agar kita tidak kena turbulence atau goncangan ekonomi keluarga, jawabannya mulailah perencanaan keuangan keluarga dari sekarang. 

Belanja yang Bijak

Belanja yang Bijak

Berbelanja memang mengasyikan karena kita bisa melepas lelah setelah penat bekerja selama seminggu  bahkan berbelanja ke Shopping Mal sudah menjadi bagian rekreasi modern keluarga pada saat ini. Percaya atau tidak? Silahkan pergi sendiri ke Mal-mal di akhir pekan…betapa padatnya pengunjung di sana. Yah kalo dulu mah berkumpulnya paling cuma di Ancol,Taman Mini atau Kebon Binatang Ragunan…he..he..Paling tidak berbelanja yang sudah menjadi kegiatan rutinitas ini memang sangat ditunggu tunggu bahkan pada hari kerja sebelumnya kita seringkali sudah merencanakan kemana kita akan shopping atau berjalan jalan sambil belanja di akhir pekan?

 

 

 Semua sah-sah aja tapi ingatlah untuk berbelanja atau melakukan pengeluaran uang dengan bijak karena kalo tidak tagihan kredit card anda akan membumbung tinggi setinggi batas plafon kredit card anda….he..he..coba nonton film Shopaholic..dimana akhirnya anda dikejar-kejar Debt Collector.Saya sangat merekomendasikan film ini untuk ditonton  guna menggambarkan orang yang keranjingan belanja gila-gilaan…he..he..ini berbahaya lo….karena di situ ada pesan tersirat yang harus kita pelajari bersama yaitu untuk bersikap bijak dengan yang namanya Belanja.

Jadi gimana donk supaya saya tidak overspending atau besar pasak dari pada tiang? Banyak cara untuk mengontrol pengeluaran anda yaitu mulai dari menetapkan budget pengeluaran bulanan, sistem amplop pengeluaran sampai banyak hal lainnya seperti membuat daftar pembelian sebelum bepergian yaitu barang barang yang memang dibutuhkan dan cobalah bersikap pintar dengan mencari tempat dan harga yang murah untuk barang yang memang anda butuhkan. Jangan malu untuk membanding-bandingkan harga beda 3% atau 5% itu berharga lo…..Biasanya ibu-ibu yang suka ke pasar-pasar kayak  ITC dan Pasar Pagi harusnya sih sudah pintar-pintar dalam hal tawar-menawar ini. Tapi kadangkala ibu-ibu juga yang mulai matanya hijau kalo melihat iklan diskon di mal-mal …he..he….Bu..Bu….sebelum beli bertanya dulu yah dalam hati “Do I need This?” atau “Apa saya butuh barang ini?”

Bagaimanapun sikap ini harus dimulai dari diri anda sendiri , karena sikap ini akan mendidik kita untuk bersikap hemat dan disiplin sehingga kita tidak akan besar pasak dari pada tiang….he..he..kalo enggak kita bisa tenggelem tuh…..Jadi ingat Disiplin, Disiplin dan Komitmen yang tinggi. Oleh karena itu jangan sungkan potong dulu uang anda di muka sebesar 20% untuk ditabung…yah minimal 10% lah….ini perlu Kedisiplinan dan Komitmen tinggi lo. Coba aja kalo tidak percaya. Kita harus belajar dari Paman Gober …tapi jangan pelajari sifat kikirnya yah…tapi sikap Menabung dan Berinvestasinyalah yang kita pelajari. Jadi Bukan Pelit…tapi Bijak dalam Mengelola Keuangan Keluarga.