Posts Tagged ‘Reksadana’

Reksadana  semakin banyak dibicarakan orang sebagai salah satu sarana investasi yang menawarkan keuntungan yang memikat para pemilik dana. Investasi dalam bentuk reksadana diperkirakan akan yang lebih menguntungkan dibandingkan deposito, tabungan dan bahkan untuk periode-periode tertentu dapat memberikan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih baik dari investasi pada logam mulia dan properti.  

 

Berinvestasi Reksadana sangat berbeda dengan menabung atau mendepositokan uang dibank. Menabung atau mendepositiokan uang di Bank adalah menaruh sebagian dari uang kita di bank untuk mendapatkan tingkat balikan tertentu yang  diperjanjikan pada saat menaruh uang. Membeli Reksadana  adalah membeli sejumlah unit reksadana melalui agen penjual reksadana, tingkat balikan tidak dapat ditentukan diawal pada saat membeli reksadana. Reksadana adalah instrument investasi sehingga hasil akhirnya tidak dapat dengan mudah diperkirakan dan berdasarkan peraturan yang berlaku tidak diperkenakan menjanjikan tingkat keuntungan pasti.

 

Namun demikian sebelum menanamkan uang pada sarana investasi ini untuk keperluan perencanaan keuangan, sebaiknya kita mengetahui sisi baik dan buruknya Reksadana. Kita perlu mengetahuinya untuk menentukan apakah sarana investasi ini cocok dengan program perencanaan keuangan kita.

 

Apakah  Reksadana itu ?

Reksadana merupakan kumpulan dana yang diperloleh dari masyarakat yang dihimpun oleh pengelola dana investasi kemudian kumpulan dana dikelola dalam bentuk portofolio investasi. Kita menempatkan dana kedlam kumpulan dana tersebut dengan harapam mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang lebih dibandingkan menenpatkan delam bentuk tabungan atau deposito.

Kumpulan dana dari masyarakat dikelola oleh Pengelola dana investasi yang  dinamakan manajer investasi. Manajer investasi adalah lembaga yang memperoleh ijin dari Badan Pengawas Pasar Modal menjakankan usaha menghimpun dan mengelola investasi dari dana masyarakat. Lembaga Manajemen investasi  memperkerjakan orang yang mengelola reksadana yang dinamakan  wakil manajer investasi.

 

Manajer investasi yang berniat untuk menghimpun dana masayarakat dan kemudian mengelolanya dalam bentuk portfolio investasi memerlukan ijin dari otoritas yang berwenang yaitu Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam).  Bapepam menerapkan syarat-syarat yang ketat agar sebuah perusahaan investasi dapat menjalankan usahanya menghimpun dana dan mengelola dalam portofolio investasi. Salah satu syarat yang harus dipenuhi adalah memperkerjakan wakil manajer investasi yang telah lulus sertifikasi profesi wakil manajer investasi dan mendapatkan ijin  Bapepam. Persyaratan ketat yang diterapkan oleh Bapepam pada hakikatnya adalah untuk melindungi para investor.

 

Bagaimana Memilih Manajer Investasi?

 

Seorang calon investor reksadana yang akan menginvestasikan dananya melalui manajer investasi perlu memilih manajer investasi yang baik. Beberapa kriteria yang perlu dilihat dalam  manajer investasi antara lainnya adalah; rekam jejak prestasi dari manajer investasi yang bersangkutan, rekam jejak tim pengelola investasi investasi,  prestasi tingkat imbalan (rate of return) dalam tahun-tahun terakhir misalkan dalam 2 s/d 3 tahun terakhir, besarnya dana kelolaan dan beberapa faktor lain juga perlu dipertimbangkan.

Dengan memilih manajer investasi yang baik, investor diharapkan akan menurunkan tingkat risiko investasi dan sekaligus memperbesar peluang mendapatkan tingkat imbalan (rate of return) yang baik. Untuk mengetahui peringkat kinerja manajer investasi dapat dilakukan browsing di internet atau dari majalah-majalah yang mengulas masalah investasi di pasar modal atau pada majalah dan surat kabar bisnis. Apabila anda mengalami kesulitan dalam memilih manajer investasi dapat juga meminta nasihat akuntan anda atau perencana keuangan profesional. 

 

 

Bagaimana Mekanisme Membeli dan Menjual Unit Reksadana?

Unit reksadana dibeli melalui agen penjual reksadana yang menjual unit reksadana dari manajemen investasi yang bekerja sama dengan agen penjual tersebut. Penjualan reksadana hanya secara  oleh dilakukan oleh agen penjual reksadana yang telah memperoleh ijin dan dalam pelaksanaan penjualan harus dilakukan oleh Wakil Penjual Reksadana yang telah mendapatkan ijin.

 

Pada saat seorang investor akan menjual reksadana yang dimilikinya maka unit reksadana dijual ke manajer investasinya dan  manajer investasi tersebut wajib membeli reksadana tersebut. Reksadana  akan dibeli oleh manajer investasi yang menjual reksadana tersebut dengan menggunakan harga beli.

 

Pada saat ini transaksi reksadana tidak sulit karena pembelian dan penjualan reksadana dapat dilakukan melalui agen penjual reksadana, saat ini bank-bank besar memiliki ijin sebagai agen penjual reksada. Apabila kita akan menggunakn reksadana sebagai alat investasi dalam persiapan keuangan pensiunnya dapat melakukan transaksi reksadana melalui bank-bank agen penjual reksadana.

                                             

Jenis-jenis Reksadana

Jenis reksadana menurut jenis portofolio investasinya dapat dibagi menjadi Reksadana pasar uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran.

Strategi Investasi masing-masing jenis Reksadana diatas adalah sebagai berikut; Reksadana Pasar Uang menginvestasi sebagaian besar kumpulan dananya dalam bentuk investasi pada valuta asing, Reksadana Pendapatan Tetap menginvestasikan sebagian besar kumpulan dananya kedalam obligasi Surat Utang Negara, Sukuk, Surat Perbendaharaan Negara atau Obligasi korporasi atau instrument utang lainnya yang memberikan pendapatan tetap. Reksadana Campuran memnginvesatikan kumpuan dana pada  Saham, obligasi atau instrumen investasi lainnya.  

 

Perencanaan keuangan untuk masa pensiun dengan menggunakan reksadana memerlukan strategi yang baik agar hasil investasi yang diharapkan dapat direalisasikan.

Manajer investasi menjual unit reksadana. Pemilihan reksadana yang akan dibeli sebagai alat investasi harus mempertimbangkan kriteria-kriteria tertentu. Pemilihan jenis reksadana, secara garis besar terdiri dari reksadana pasar uang, reksadana pendapatan, tetap, reksadana campuran dan reksadana saham.

Berdasarkan imbalan hasilnya umumnya reksadana saham berpotensi memberikan keuntungan lebih besar dari pada jenis reksadana lainnya. Berikutnya yang pada umumnya yang memberikan keuntungan cuku besar adalah reksadana campuran urutan-urutan yang berikut adalah reksadana pendapatan tetap, reksadana terproteksi dan reksadana pasar uang.

 

Bagaimana Memilih Reksadana?

Pertanyaan bagaimana kita memilih reksadana yang baik merupakan pertanyaan yang baik untuk memulai uraian berikut.  Reksadana yang baik bagi kita adalah reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita. Agar dapat memilih reksadana yang sesuai dengan kebutuhan kita perlu menentapkan tujuan finansial kita. Sebagai contoh Nah bagaimanakah menentukan  kebutuhan finansial kita. Beberapa langkah berikut adalah saran untuk melakukan evaluasi dan pemilihan reksadana.

  1. Evaluasi kebutuhan dana dengan menghitung kebutuhan biaya hidup di masa yang akan datang, jangan lupa masukan faktor inflasi dalam perhitungan.
  2. Evaluasi rencana penerimaan atau rencana pendapatan yang akan diperoleh pada tahun-tahun mendatang, perhitungkan peluang kenaikandan penurunan pendapatan.
  3. Berdasarkan hasilevaluasi butir a dan b tentukan tujuan finansial yag hendak dicapai.
  4. Berdasarkan butir c tentukan tingkat imbalan yang diharapkan (expected rate of return) agar dapat mewujudkan  tujuan finansial yang ditetapkan.
  5. Evaluasi Kinerja dan bonafiditas Manajer Invstasi reksadana
  6. Evaluasi kinerja, bonfiditas dan kredensial Komite Investasi pengelola reksadana
  7. Evaluasi kinerja reksadana berdasrkan kinerja tahun-tahun terakhir.
  8. Evaluasi kondisi makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja reksadana yang akan dipilih.
  9.  Berdasarkan evaluasi butir e,f,g,h tentukan portofoli reksadana yang dipilih agar tingkat imbalan yang diharapkan sebagaimana ditentukan pada butir d dapat dicapai.
  10. Lakukan evaluasi berkala secara konsisten untuk meyakinkan bahwa kinerja reksadana yang dipilih memenuhi target yang diharapkan, apabila tidak memenuhi maka adakan perubahan komposisi portofolio reksadana.

 

Langkah-langkah yang disebutkan diaas adalah langkah-langkah  minimal yang perlu dilakukan untuk menentukan portofolio reksadana yang diharapkan dapat mewujudkan tujuan finansial dalam mempersiapkan pendanaan dimasa yang akan datang.

 

Penutup

Reksadana adalah merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan dalam mewujudkan tujuan finansial dimasa yang akan datang. Perlu diingin bahwa reksadana bukanlah instrumen ini vestasi bebas risiko (risk free investment instrument). Untuk lebih meyakinkan diri akan tercapainya tujuan finansial kita pilihan instrumen investasi reksada dikombinasikan dengan instrumen investasi lain yang lebih kecil risikonya, misalkan investasi properti dan investasi logam mulia.

Selamat berinvestasi.

 

Penulis : Andre Herlambang, Akt, CFP® CRMP®, (Registered Accountant, Certified Risk Management Professional, Certified Financial Planner, Licenced Investment Advisor dan Praktisi Keuangan)

 

 

 

Asuransi Dana Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

Asuransi Dana Pendidikan dan Tabungan Pendidikan

 

Kita semua mengetahui bahwa biaya pendidikan tidaklah murah pada jaman sekarang dan terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu sebagai efek dari inflasi, sehingga sangat penting bagi kita untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sedini mungkin agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Asuransi pendidikan sebagai salah satu cara yang praktis untuk mempersiapkan dana pendidikan anak karena selain kita dapat mewujudkan investasi untuk dana pendidikan, kita juga telah diproteksi guna  menghadapi segala resiko yang mungkin timbul selama masa periode bersangkutan seperti resiko kematian, cacat total, masalah penyakit kritis yang mengakibatkan pihak tertanggung tidak dapat membayarkan premi untuk persiapan dana pendidikan tersebut. Jadi jelas asuransi pendidikan ini mengandung 2 fungsi yaitu fungsi investasi maupun fungsi proteksi. Demikian juga Tabungan Pendidikan yang banyak diselenggarakan oleh Bank dengan didukung oleh perusahaan asuransi tertentu juga mempunyai kedua fungsi yang sama, namun dari segi fleksibilitas Tabungan Pendidikan umumnya lebih fleksibel.Kedua jenis investasi ini yang umumnya banyak ditawarkan dalam mempersiapkan dana pendidikan anak.

 

Jadi baik Asuransi Pendidikan dan Tabungan Pendidikan keduanya mempunyai fungsi proteksi atau perlindungan terhadap resiko terhadap ketidakmampuan pihak tertanggung untuk melanjutkan pembayaran premi apabila pihak tertanggung yang mempunyai nilai ekonomis meninggal dunia. Fungsi itulah yang membedakannya dengan jenis investasi lainnya.  Jadi  investasi pada asuransi pendidikan atau tabungan pendidikan mempunyai tujuan yang jelas yaitu untuk ketersediaan dana pendidikan.

 

Dalam mempersiapkan dana pendidikan anak kita perlu melakukan secara disiplin kedua fungsi tersebut sehingga ada jaminan ketersediaan dana pendidikan ini di kemudian hari pada saat dibutuhkan.

 

Adapun dalam memilih Asuransi Pendidikan, anda harus selektif dan membandingkan satu sama lain , pelajari kelebihan dan kekurangannya karena masing-masing akan berbeda aturan benefitnya satu sama lain. 

 

 Apakah Penting Berinvestasi pada Investasi Lainnya ?

Memang banyak sekali rupa-rupa investasi tapi marilah kita lihat beberapa investasi yang umumnya banyak dibicarakan dan mempunyai fungsi yang belum tentu sama dengan yang dibicarakan diatas. Adapun jenis-jenis investasi lainnya adalah sebagai berikut : 

1. Instrumen Perbankan seperti:

         Tabungan, umumnya dengan dana yang relatif kecil kita sudah dapat membuka rekening tabungan. Jenis  investasi relatif aman, sangat likuid dan bisa dicairkan setiap saat. Kelemahannya umumnya bunga rendah.

         Deposito, umumnya investasi pada instrument ini memerlukan dana yang relatif lebih besar dari tabungan. Jenis investasi ini juga relative aman, namun kelemahannya  tidak dapat dicairkan setiap saat guna menghindari penalti dari pihak bank.

 

2. Instrumen Pasar Modal seperti :

         Saham, pada jenis inivestasi ini kita melakukan penyertaan modal pada sebuah perusahaan publik dalam jumlah lembar saham atau lot yang diperdagangkan di pasar modal.  Adapun resikonya nilai saham dapat berfluktuasi mengikuti pergerakan harga pasar sehingga jelas di sini selain ada resiko bisnis (bisnis risk) juga ada resiko pasar (market risk). Keuntungan yang bisa diperoleh adalah apresiasi nilai saham serta dari pembagian deviden tahunan.

         Obligasi, pada jenis investasi ini kita membeli surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan tertentu yang telah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK. Pada investasi ini ada kepastian penghasilan berupa kupon yang dibayarkan setiap periode tertentu mirip seperti halnya di deposito namun umumnya kupon yang diberikan lebih tinggi disbanding deposito. Apabila obligasi tetap dipegang sampang jatuh tempo maka kita akan mendapat pengembalian sebesar Nilai Nominal dari Obligasi tersebut. Kekurangannya harga pasar obligasi bisa berfluktuasi mengikuti perkembangan pasar namun tidak seflukuatif di saham, sehingga apabila harus dijual pada saat harga dibawah nilai pada saat pembelian, maka investor dapat mengalami kerugiaan. Dalam memilih Obligasi tersebut, kita harus melihat rating yang dikeluarkan oleh Lembaga Pemeringkat seperti Pefindo guna mengurangi resiko gagal bayar (default risk), dan belilah obligasi yang masuk katagori investment grade yaitu idBBB dan memiliki track record manajemen yang baik. 

         Reksadana, pada jenis investasi ini kita membeli unit penyertaan pada sebuah portfolio yang dikelola oleh sebuah perusahaan manajemen investasi. Jadi di sini dana dipooling dari banyak orang kemudian diinvestasikan dalam sebuah portfolio bersama. Dalam bekerja, manajer investasi juga dibantu oleh Bank Kustodian yang memegang seluruh kekayaan dari reksadana tersebut sehingga perkembangan nilai dari investasi reksadana ini dapat dilihat dalam bentuk NAB harian yang wajib dipublish ke umum. Sebelum anda berinvestasi pada reksadana, bacalah terlebih dahulu Prospektusnya guna mengetahui apakah sesuai dengan risk profile anda dan apakah sudah mendapat persetujuan dari BAPEPAM-LK. Ada banyak jenis reksadana, yaitu reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, dan reksadana campuran. Pilihlah dengan bijak sesuai karakteristik pribadi anda, target pencapaian tujuan keuangannya serta pilihkan perusahaan manajemen investasi yang memiliki track record baik dengan portfolio yang baik. Investasi reksadana secara rutin untuk jangka panjang minimal di atas 5 tahun dapat memberikan hasil yang lebih optimal

3. Instrumen Investasi lainnya :

         Emas , memang emas khususnya emas batang dan coin sebagai suatu jenis investasi yang agak menarik untuk investasi jangka panjang, karena dengan kecenderungan harga minyak bumi yang bisa mengalami kenaikan di masa depan karena keterbatasan jumlah produksi minyak dunia, maka cenderung akan menyebabkan tingkat inflasi yang tinggi. Dalam kondisi inflasi yang tinggi, emas merupakan salah satu instrument yang baik untuk investasi. Emas boleh digunakan untuk menambah diversifikasi portfolio investasi anda.  

         Property, berinvestasi pada property seperti tanah dan bangunan adalah baik untuk memenuhi kebutuhan jangka panjang, karena dengan kecenderungan jumlah lahan yang makin terbatas, maka harga property mengalami kecenderungan naik dari waktu ke waktu. Kelemahannya adalah membeli property umumnya diperlukan modal yang relatif lebih besar terlepas anda melakukan leverage atau tidak. Strateginya adalah pilihlah lokasi yang tepat guna memperoleh apresiasi nilai yang baik ataupun memperoleh passive income dalam bentuk uang sewa. Bila kita memilih lokasi yang tepat pada waktu dan harga yang tepat, serta dipegang dalam jangka waktu relatif panjang di atas 10 tahun, dapat memberikan rata-rata peningkatan nilai diatas 20% per tahun. Untuk kebutuhan jangka pendek, investasi ini tidak cocok karena tidak mudah langsung dijual setiap saat dengan harga yang menarik.  

         Berlian, berinvestasi pada berlian juga sudah mulai menjadi trend di kalangan investor tertentu pada jaman modern ini. Namun berinvestasi pada berlian memerlukan modal yang besar, karena apabila anda ingin membeli berlian dengan tujuan investasi adalah harus membeli berlian yang memiliki sertifikat yang umumnya tidak murah nilainya. Sehingga tetap saja investasi berlian ini tidak terlalu liquid juga, karena harganya yang cenderung mahal dan persepsi orang yang berbeda satu sama lain walaupun sudah ada standard nilai internationalnya.

Jadi investasi pada instrument perbankan, instrument pasar modal atau pada instrument investasi lainnya seperti di atas, adalah bentuk investasi biasa yang tidak digabungkan dengan fungsi proteksi untuk keperluan dana pendidikan anak seperti halnya pada Asuransi Pendidikan ataupun Tabungan Pendidikan.

Anda bisa saja melakukan investasi reksadana dan deposito ataupun reksadana dan property tergantung dari target waktu kebutuhan dana pendidikan tersebut. Bila targetnya makin panjang, maka anda dapat berinvestasi pada instrument yang sedikit lebih beresiko seperti reksadana dan property, guna pencapaian return yang lebih optimal. Bila untuk jangka yang lebih pendek, maka investasi pada tabungan dan deposito lebih tepat buat anda.

Namun apakah investasi anda telah menyelesaikan masalah, yah kalo anda telah memiliki uang yang cukup banyak untuk membeli atau melakukan penempatan  investasi sekaligus besar di muka, sehingga pencapaian target dapat diperkirakan maka menjadi tidak terlalu masalah. Namun masalahmya apabila anda masih dalam proses menabung atau melakukan investasi secara regular tiap bulan sedikit-sedikit maka berhati-hatilah anda masih menghadapi resiko kegagalan dalam perencanaan tersebut karena faktor resiko kematian, cacat total ataupun penyakit kritis yang mengakibatkan anda menjadi tidak produktif lagi. Itulah perlunya fungsi proteksi yang dalam hal ini telah dihadirkan melalui produk asuransi pendidikan ataupun tabungan pendidikan.

Bila anda cukup disiplin dalam berinvestasi secara regular untuk keperluan dana pendidikan ini , maka sah-sah saja anda berinvestasi sendiri secara regular dan untuk menambah fungsi proteksi , anda dapat membeli Term Life Insurance atau Asuransi Jiwa berjangka guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama masa persiapan dana pendidikan tersebut. Namun buat anda yang kurang disiplin dan kurang agak mengerti mengenai seluk beluk investasi, maka Asuransi Pendidikan ataupun Tabungan Pendidikan dapat menjadi alternatif yang bijaksana.

Seperti telah dijelaskan di atas bahwa Asuransi Pendidikan mempunyai 2 fungsi yaitu fungsi investasi maupun fungsi proteksi, yang memungkinkan terjaminnya ketersediaan dana pendidikan anak walaupun seorang bapak sebagai tertanggung mengalami kematian, cacat total maupun mengalami penyakit kritis. Masing-masing perusahaan asuransi memiliki aturan main yang berbeda, namun umunya apabila terjadi kematian, cacat total dari pihak tertanggung, maka pihak keluarga akan memperoleh uang pertanggungan sebagai warisan dan benefit dana pendidikan akan tetap dicairkan sesuai waktunya. Oleh karena itu umunya preminya menjadi mahal karena harus menanggung ketersediaan dana pendidikan untuk anak tersebut apabila kejadian resiko itu terjadi. Tentu saja bila kejadian itu terjadi , maka premi tidak perlu dibayarkan lagi dan menjadi sepenuhnya tanggung jawab perusahaan asuransi.

Tugas Anda Sebelum Mempersiapkan Dana Pendidikan Anak

Anda terlebih dahulu sebagai orang tua wajib untuk menentukan kemana kira-kira anak anda akan bersekolah, dan berapa biaya sekolah itu pada saat sekarang. Atas dasar biaya ini dan jangka waktu target pencapaian serta menggunakan tingkat rata-rata kenaikan biaya sekolah per tahun , maka anda dapat memperkirakan berapa kebutuhan dana pendidikan yang diperlukan. Dasar itulah yang anda bicarakan dengan pihak perencana keuangan yang akan membantu mempersiapkan Asuransi Pendidikan itu sehingga anda tidak salah menentukan jumlah uang pertanggungan dan distribusi endowmentnya yang dibutuhkan guna memenuhi kebutuhan dana pendidikan anak anda.

Tentu saja anda harus membeli produk yang sesuai dengan kemampuan anda, karena jangan sampai rencana anda gagal karena tidak mampu melanjutkan membayar premi. Namun bagaimanapun uang pertanggungan juga menjadi faktor penting sehingga anda tidak sekedar membeli asuransi pendidikan yang ternyata tidak bisa mencukupi kebutuhan dana pendidikan anak anda bila sesuatu hal terjadi. Kecuali anda juga mempunyai kombinasi investasi di tempat lain yang secara total mampu mendukung ketersediaan dana ini nantinya.

Memang masing-masing orang menghadapi kondisi dan situasi yang berbeda dengan tujuan keuangan yang berbeda pula , yang juga mempengaruhi cara pandang sekaligus risk profile orang tersebut. Namun buat saya, selain anda berinvestasi untuk tujuan yang specific dengan produk yang specific seperti diatas, kalo ada baiknya juga berinvestasi pada alternative investasi lain seperti telah dijelaskan diatas  karena umumnya bisa memberikan return yang lebih baik apalagi dalam kurun waktu yang agak panjang seperti di atas 5 tahun apalagi 10 tahun.  Investasi pada Reksadana Saham, Property dan juga emas menjadi primadonanya apabila anda mempunyai tujuan untuk jangka panjang tersebut diatas 10 tahun. Selain untuk tujuan ekonomis guna memperoleh nilai manfaat return yang lebih besar, alternative investasi diperlukan untuk keperluan diversifkasi guna mengurangi resiko keuangan anda. Jadi bisa saja anda berinvestasi pada kombinasi beberapa macam instrumen keuangan yang masing-masing memang telah disesuaikan dengan target pencapain tujuan keuangannya dalam kurun waktu yang berbeda.

Tidak usah takut untuk mulai menabung dan berinvestasi, mulai dengan  buat budget keuangan keluarga yang jelas setiap bulan guna mengendalikan pengeluaran anda dan pisahkan minimal 10% dari penghasilan anda dimuka untuk mulai  berinvestasi. Lalu mulai focuskan rencana anda untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, dan bisa mulai menghitung-hitung berapa kebutuhan dana pendidikan anak anda nantinya, bisa berdiskusi dengan perencana keuangan yang ada dan mulai melakukan perencanaan dana pendidikan lebih baik. Tujuannya jelas supaya kelak dana yang dipersiapkan cukup untuk mendanai pendidikan anak dan tidak menjadi beban di kemudian hari.